Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Season 2 - Chapter 82


__ADS_3

Tak hanya Dirga saja yang terkejut tapi juga Je. Pemuda yang sedari tadi tak seberapa tertarik dengan acara ini, dan begitu mendongak betapa ia harus menajamkan penglihatan nya demi melihat Bu Sofia yang sedang berdiri bersisihan bersama Mbak Hana.


Je memejamkan mata lalu menggelengkan kepala. Apakah dia sedang bermimpi sekarang. Tapi begitu ia kembali membuka mata, memang nyata adanya. Wanita berkebaya itu memang benar Bu Sofia. Jadi? Anak Mbak Hana yang sedang bertunangan ini adalah Bu Sofia. Astaga! Je tak mampu menyembunyikan keterkejutan dan kekesalan nya. Untuk apa juga dia harus berada di situasi yang cukup rumit ini.


Bu Sofia bertunangan dengan seorang pria dewasa di depan sana. Pandangan mata Je tak lepas menatap keduanya.


Dirga, dia pun tak ingin mempercayai jika gurunya Je adalah anak nya Hana. Dirga menoleh melihat Je. Putra nya itu menatap lurus ke depan, tepat pada pasangan di depan sana yang saling bertukar cincin. Pandangan mata Je bahkan tak berkedip. Raut muka Je yang tegang tampak di penglihatan Dirga.


Dirga menghela nafas, tak tahu lagi harus berkata apa. Dirga tahu mungkin saja memang Je tertarik pada gurunya itu. Akan tetapi, apa yang terjadi saat ini diluar prediksi nya. Lagi pula Je itu terlalu muda untuk Sofia. Harus kah Dirga bernafas lega karena dengan pertunangan Sofia, maka Je harus mundur dengan sendirinya. Ah entahlah. Dirga pun tak tahu apa yang ada dalam benak Je saat ini.


Selama acara berlangsung, Je lebih banyak diam. Dan saat ini mereka sedang menikmati jamuan makan. Disitulah pada akhirnya Sofia yang baru menyadari akan kehadiran Je. Itupun juga karena Cinta. Anak Hana bersama Ferdy.


" Kak Jaghad....!" Teriak lantang Cinta begitu mendapati ada Je di acara tersebut.


Sofia yang tak sengaja mendengar teriakan cinta, menoleh mengikuti Cinta yang kini berlari menghampiri seorang pemuda.


Ya benar, itu Jaghad salah satu murid nya di sekolah. Dan Sofia juga melihat jika disitu ada papa Jaghad, serta seorang perempuan yang Sofia rasa adalah mama nya Jaghad. Lalu, kenapa Jaghad sekeluarga bisa ada disini. Apakah mereka ada hubungan keluarga atau mungkin saudara om Ferdy. Ah, Sofia tak mau menerka-nerka. Ada baiknya dia menyapa Jaghad sekeluarga.


Sementara itu Je yang sedang fokus pada makanan nya, tersentak dengan teriakan gadis kecil anak om Ferdy. Astaga! Rasanya Je ingin berlari saja daripada harus terlibat bersama Cinta.


Dan benar saja dugaan Je. Cinta, gadis kecil itu sudah menarik- narik lengan nya.


"Kak Jaghad, kakak ayo ikut cinta. Nanti Cinta kenalkan pada Kak Sofia."


Dirga dan Camila justru tertawa melihat tingkah Cinta.


Tak lama berselang, bahkan Je pun hanya mengerutkan kening melihat kelakuan Cinta kepadanya.

__ADS_1


Sofia datang, dan menatap Dirga sekeluarga.


" Selamat malam. Jaghad, kamu disini juga? " tanya Sofia membuat Je mendongak dengan memaksakan senyum nya.


" Iya, Bu Sofia, " jawab Je singkat.


Lalu Sofia menatap Dirga dan juga Camila.


" Pak Dirga, mohon maaf karena saya belum sempat berterimakasih pada Pak Dirga karena waktu itu sudah menolong saya. "


Dirga hanya tersenyum lalu berkata. " Tidak masalah Sofia. Dan aku baru tahu jika ternyata kamu adalah anak nya Hana."


Setelahnya Sofia membawa Cinta untuk meninggalkan Dirga sekeluarga. Dengan enggan meninggalkan Je, Cinta pun menurut mengikuti Sofia.


Camila, sebenarnya dia sedang bertanya - tanya. Apakah Sofia ini adalah sama dengan Bu Sofia gurunya Je itu. Ya Tuhan! Camila berusaha untuk tak mempercayai nya.


" Pa, jadi apakah benar Bu Sofia gurunya Je itu adalah Sofia anaknya Mbak Hana?"


Dirga tak terkejut dengan pertanyaan istri nya. Sementara Je dengan malas tak menanggapi pertanyaan mama nya. Lebih memilih diam membisu dan tetap sibuk dengan ponsel nya. Sebenarnya Je hanya ingin mengalihkan perhatian saja agar mama juga papa nya tak lagi membahas tentang Bu Sofia. Untuk saat ini Je terlalu malas membahas segala hal mengenai Bu Sofia.


" Je....!" Camila menoleh kebelakang. Sedikit kesal karena pertanyaan nya tadi tak ada yang berniat menjawabnya.


"Jika mama sudah tahu untuk apa masih bertanya lagi," jawab Je ketus. Ia kesal. Bukan kesal pada mama nya. Melainkan kesal pada Sofia. Kenapa juga dia harus melihat sendiri pertunangan Sofia dengan pria itu.


" Je....! Mama kan hanya memastikan saja. Karena selama ini mama hanya sering mendengar kalian menyebut nama Bu Sofia. Tapi mama kan tidak pernah bertemu apa lagi melihat secara langsung seperti apa wajah Bu Sofia mu itu."


"Aku pun juga baru tahu jika Bu Sofia ternyata anak Mbak Hana. Padahal waktu aku pernah mengantar pulang Bu Sofia ke rumah nya, bukan ke rumah om Ferdy pulang nya."

__ADS_1


Dirga tersenyum mendengar ocehan putranya.


"Sofia itu memilih mengontrak rumah dan tinggal sendiri. Dia tidak mau tinggal di rumah Ferdy."


Je hanya ber oh saja mendengar penjelasan papanya.


Sungguh kejutan hari ini berhasil mengaduk- aduk perasaan Je. Pemuda itu benar-benar tak habis pikir. Sofia sudah bertunangan. Dan dia tidak boleh lagi mengagumi gurunya itu.


Benar apa kata mama nya. Sejak beberapa waktu lalu mamanya yang bersikeras melarang nya suka pada Bu Sofia. Dan ternyata inilah jawaban dari semua.


Apakah Je patah hati? Mungkin saja ia. Tapi dia sendiri pun juga tak bisa mendiskripsikan nya. Selama ini bisa saja dia hanya terobsesi pada Bu Sofia. Wanita dewasa, sukses dan mandiri. Hal yang sangat Je sukai dari seorang perempuan.


" Je....!" panggil Dirga.


" Ya Pa."


" Kau baik-baik saja kan?"


Je mengernyit. " Aku baik- baik saja. memangnya kenapa Pa?"


"Papa....!" Mila sudah melotot menatap suaminya.


"Jangan mulai lagi deh Pa..." tegur Camila lagi.


" Iya, iya. Maaf sayang...."


Hampir saja Dirga keceplosan menggoda Je lagi. Padahal dia sudah janji pada Camila untuk tidak membahas tentang Bu Sofia. Karena Camila tidak suka jika Je menyukai, mengagumi ataupun sejenisnya pada guru nya itu.

__ADS_1


Camila, dia sungguh geram dengan suaminya. Sudah berkali - kali dia ingatkan agar tidak mendukung Je. Tapi tetap saja suaminya itu suka sekali menggoda Je. Itu sama hal nya dia mendukung Je. Seharusnya sebagai seorang papa, tugas Dirga adalah menasehati putra nya jika putra nya itu ada melakukan hal yang tidak sesuai atau tidak normal dan tidak sewajarnya. Seperti Je yang menyukai gurunya, bagi Camila itu tidak wajar dan tidak normal. Oleh sebab itulah Camila melarang keras pada Je agar tidak lagi menyukai gurunya yang bernama Bu Sofia.


__ADS_2