Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Season 2 - Chapter 91


__ADS_3

Beberapa tahun berlalu, tak terasa Je sudah melalui masa-masa akhir kuliah nya. Sudah dinyatakan lulus dengan nilai yang cukup memuaskan. Dirga sudah berencana membawa Je untuk kembali ke Indonesia. Tapi siapa sangka jika Je masih ingin melanjutkan kuliah S2 nya.


" Pa, sekalian saja aku lanjut S2 ya ... Selagi otak ku ini masih mampu bekerja dengan baik. Dan sebelum rasa malas itu datang."


Dirga dan Camila hanya bisa pasrah. Menyerahkan semua pada Je. Apapun yang ingin Je lakukan, baik Dirga juga Mila sebagai orang tua hanya bisa mendukung saja.


" Baiklah jika itu sudah menjadi keputusanmu. Papa dan mama hanya bisa mendukung mu. "


" Terimakasih Pa, Ma." Je memeluk kedua orang tuanya.


Mila yang begitu merindukan kehadiran Je kembali ke rumah, dengan terpaksa harus menelan kekecewaan. Akan tetapi semua demi masa depan dan kebaikan putra nya.


Bahkan selama Je menempuh study S1 nya, hanya setiap satu tahun sekali anak nya itu pulang. Itupun juga tidak lama berada di rumah. Terkadang jika Mila sudah tak mampu lagi membendung rasa rindu nya, maka dia akan merayu suaminya agar mau membawa nya menemui sang putra tercinta.


***


Sambil menunggu masa kuliah S2 nya dimulai, Je kembali pulang ke Indonesia. Dia ingin menghabiskan waktu nya bersama keluarga. Hanya ada papa dan mama nya saja. Karena sekarang sudah tidak ada lagi opa dan oma nya. Oma nya sudah meninggal dua tahun lalu dan disusul oleh opa nya yang juga meninggal satu tahun lalu.


Je sangat bersedih dengan kepergian opa dan oma nya karena selama ini mereka berdua begitu menyayangi nya. Tapi Je salut akan kebersamaan mereka. Hingga di usia tua masih tetap bersama.


Je juga ingin seperti itu kelak. Memiliki pasangan hidup yang akan selalu menemaninya. Mengingat mengenai pasangan, apa kabarnya Rea?


Gadis yang merupakan kekasih Je itu, saat ini juga sudah lulus dari kuliah nya. Dan berdasarkan info yang Je terima melalui telpon Rea beberapa hari lalu, Rea sudah menerima tawaran beasiswa kuliah S2 di Aussie. Selama ini Rea yang masih bertahan kuliah di dalam negeri pada akhirnya sekarang memutuskan untuk mengambil S2 di luar negeri.


Setelah ini Je tak tahu lagi akan seperti apa hubungan nya dengan Rea. Bahkan dalam kurun empat tahun selama mereka menjalani hubungan jarak jauh, hanya satu tahun sekali mereka bertemu.


Itupun intensitas pertemuan nya juga hanya satu atau dua kali saja setiap Je pulang je Indonesia. Hubungan yang jalan di tempat dan seperti nya Je tak akan lagi mengekang Rea dengan hubungan tak jelas mereka. Waktu enam tahun yang mereka habiskan dengan menyandang gelar sepasang kekasih nyatanya tak seindah seperti hubungan pasangan kekasih pada umumnya.


Je yang tak pernah bisa dengan tulus mencintai Rea sekalipun Je tahu bahwa Rea tulus kepadanya.


Huft, kali ini Je tak bisa tinggal diam. Dia harus menemui Rea secepat nya.

__ADS_1


***


Disinilah mereka berdua berada. Di sebuah cafe yang bagi Je cukup privasi untuk nya dapat berbicara serius dengan Rea.


Rea dan Je masih saling bungkam. Meskipun lama tak bersua nyatanya mereka berdua lebih menyerupai dua orang asing yang tidak saling mengenal.


"Re...!"


Panggil Je. Rea pun mendongak menatap pemuda yang semakin hari Rea lihat semakin tampan dan dewasa. Rahang yang tegas ditambah pembawaan Je yang terkesan dingin pada semua orang. Membuat Je terlihat seperti lelaki dewasa pada umumnya. Dan Rea mungkin saja akan susah untuk bisa berpaling dari nya.


"Ada apa?"


"Kenapa kau diam saja?


" Lalu, aku harus bagaimana? "


" Kau kan bisa menanyakan kabarku? "


" Mungkin dari luar kau bisa melihatku baik- baik saja. Tapi dari dalam apa kau tahu apa yang sedang kuraskan?"


"Memang nya apa yang sedang kau raskana Je."


Je menghela nafas. "Re... Kita berdua sudah sama- sama dewasa sekarang."


"Lalu?"


"Baik aku dan kamu memilih dengan jalan hidup yang berbeda. Aku yang ingin melanjutkan S2 ku di London. Sementara kamu yang akan melanjutkan S2 mu di Aussie. Aku rasa sepertinya kita berdua ini sangat susah untuk bersama."


Rea sudah paham kemana arah pembicaraan Je. Akan tetapi Rea memilih diam dan menanti apa yang akan Je ucapkan selanjutnya.


" Re, apa kau tak merasa jika hubungan kita ini jalan di tempat dan tak ada istimewa nya. Maafkan aku jika aku berucap seperti ini. Hanya saja aku memikirkan kamu. Memikirkan perasaan mu. Karena aku tak ingin menyakitimu lebih dalam lagi."

__ADS_1


"Menyakiti apa yang kau maksud Je?"


"Selama ini aku menggantung hubungan kita. Tidak pernah memberimu kepastian dan aku hanya memikirkan dunia ku sendiri. Tak pernah sedikitpun mempedulikan mu."


Rea berpikir, ternyata kau sadar juga Je.


"Rea, umur kita akan semakin bertambah setiap harinya. Dan aku fikir rasanya aku tidak boleh membuang waktu mu untuk selalu menungguku."


Dari sini Rea sangat paham maksud ucapan Je.


"Jadi?" tanya Rea.


"Aku akan membebaskan mu dari hubungan tak jelas kita ini." ucap Je kemudian.


Sakit. Satu kata itu yang menggambarkan perasan Rea saat ini. Kata- kata Je yang mengucapkan hubungan tak jelas membuat Rea ingin sekali menyumpal mulut Je seketika. Tapi semua hanya ada dalam benak Rea.


Jika Je merasa bahwa hubungan mereka tak jelas, lalu untuk apa Je tetap mempertahankan dan membuang buang waktu mereka saja.


Dan kali ini Rea pun tak akan lagi membuang - buang waktu nya untuk menunggu Je yang tidak pernah memberinya kejelasan. Rea sudah berlapang dada menerima ini semua. Karena sudah sejak lama Rea merasakan hubungan nya yang tak biasa.


"Jaghad. Kau tahu pasti bagaimana selama ini kita menjalani hubungan yang tak jelas ini. Dan memang ada baik nya kita akhiri saja hubungan yang tak jelas ini. Karena apa? Karena hanya akan membuang - buang waktu kita saja. Mari kita bersama memulai kehidupan baru kita masing - masing."


Sunggu Je pun tak menyangka jika Rea bisa berkata demikian. Je sekarang merasa lega. Setidak nya dia sudah melepaskan Rea, tak ada beban lagi pada jalan hidup Je dan mereka berdua bisa memulai kehidupan baru mereka masing - masing.


Setelah pembicaraan mereka usai, Je mengantar pulang Rea. kali ini dia tidak menggunakan motor sport nya melainkan dia membawa mobil milik mama nya.


Sampai di depan rumah Rea, gadis itu masih enggan keluar. Menatap Je dalam diam.


"Jaghad. Terimakasih atas segalanya. Terimakasih karena mau bersamaku selama enam tahun ini."


Ucapan Rea membuat Jaghad menoleh, hingga mereka berdua saling berhadapan.

__ADS_1


Senyum terbit di bibir keduanya. Dan entah siapa yang memulai karena kini mereka berdua telah berciuman. Ciuman perpisahan.


__ADS_2