
Dirga masuk ke dalam dapur, meneliti seisi dapur nya mencari keberadaan makanan yang mungkin saja bisa menyelamatkan perutnya.
Lalu, ia membuka lemari dan menemukan beberapa bungkus mie instan. Biasanya Asisten Rumah Tangga nya yang sering mengkonsumsi makanan instan itu.
Jika dia dan Camila hampir tidak pernah memakan mie instan. Karena selain Camila yang selalu menerapkan pola hidup sehat juga demi menghindari Je agar putra nya itu tak mengenal jenis makanan bernama mie instan.
Camila atau Asisten Rumah tangga nya biasanya memasak hanya untuk satu kali makan. Tidak pernah menyimpan makanan matang untuk dikonsumsi nanti. Semisal untuk makan siang, maka mereka masak hanya untuk sekali makan itu saja. Sementara untuk makan malam, maka akan memasak makanan baru. Jadilah Dirga yang tak menemukan makanan apapun di dalam dapur nya.
Dirga menghela nafas, biarlah sementara waktu dia memakan mie instan dulu. Besok pagi dia akan mengisi kembali perutnya dengan makanan bergizi.
Dinyalakan kompor, dan mengikuti instruksi yang ada di bungkus mie instan tersebut mengenai cara memasak makanan tersebut.
Sementara itu di dalam kamar, Camila yang merubah posisi nya menjadi tertidur miring tiba-tiba merasakan sisi sebelahnya yang kosong. Tangan nya meraba-raba tapi tidak menemukan papa Dirga. Segera ia membuka matanya , dikucek nya sebentar sebelum matanya terbuka dengan sempurna.
" Papa kemana ?" gumam Camila.
Segera Camila bangun dari berbaringnya. Lalu menoleh ke kanan dan ke kiri , tidak ada suaminya. Camila turun dari atas ranjang mengecek kamar mandi . Tapi kosong.
Dalam hati bertanya - tanya , kemana suaminya berada. Camila keluar kamar tapi suasana tampak lengang. Hingga langkah kaki nya menuju dimana dapurnya berada. Indera penciuman nya menangkap aroma harum dari arah dapur.
Camila tersenyum berdiri di ambang pintu dapur. Suaminya sedang berdiri di depan kompor.
Perlahan Camila berjalan mengendap-endap hingga tiba di belakang tubuh suaminya, kedua lengan Camila melingkar di pinggang papa Dirga. Kepala Camila disandarkan di punggung suaminya.
Dirga sampai terkaget dibuatnya. Tiba-tiba saja istri nya sudah ada di belakang tubuhnya.
" Papa sedang masak apa ?" tanya Camila
" Mie instan, " lalu Dirga tetap melanjutkan aktifitas nya, dengan memasukkan bumbu mie ke dalam panci.
Mila melepaskan pelukan nya, berdiri di sisi suaminya. Memang benar, suaminya sedang masak mie.
" Tumben buat mie instan? " tanya Camila.
" Aku lapar sayang. Tadi tidak sempat makan malam," jawab Dirga.
"Kenapa tak membangunkan ku. Aku kan bisa masak untuk papa."
"Nggak apa. Sekali-kali makan mie instan tidak masalah kan?"
__ADS_1
Camila tersenyum, menatap suaminya yang begitu baik.
Mie yang Dirga masak telah matang, lalu lelaki itu mengambil mangkok, dan menuang mie ke dalam mangkok tersebut.
Aroma yang menguar dari mie instan rasa ayam itu begitu menggugah selera. Akan tetapi Camila tidak berani makan mie instan karena kondisi nya yang sedang hamil. Mie instan tidak baik untuk kesehatan nya juga janin nya.
" Sayang mau?"
Camila menggeleng.
" Yakin nggak mau."
"Papa saja yang makan. Aku temani."
Dirga membawa mangkok mie nya ke meja makan, Camila mengekor di belakang suaminya.
Mereka duduk berdua di meja makan. Dirga menikmati makanannya dengan lahap, dan Camila hanya bisa menelan ludah melihat mie instan yang begitu menggoda.
" Yakin sayang nggak mau?"
Camila tetap menggeleng. Pada akhirnya Dirga pun menghabiskan makanan nya. Dua bungkus mie instan sanggup mengenyangkan perutnya. Setelah meminum air putih, Dirga menyandarkan punggungnya. Mengelus perutnya yang kekenyangan. Dia menatap Camila yang juga sedang menatap nya. Bahkan istri nya itu sudah senyum - senyum menatap nya.
"Habis nya papa lucu jika sedang kekenyangan begitu."
Dirga terkekeh, lalu ia teringat akan kesalahan nya pada sang istri tercinta.
" Sayang, aku minta maaf ya. Tadi aku... aku ketiduran."
Camila tersenyum lalu meraih tangan suaminya. Menggenggamnya erat.
" Pa, harusnya aku yang minta maaf. Aku tahu papa pasti sangat capek kan? Aku saja yang kadang terlalu berlebihan. Seharusnya aku bisa diantar oleh Pak Mardi. Tapi entah kenapa kadang aku begitu ingin papa yang menemani."
Camila menunduk merasa sangat bersalah.
" Kenapa jadi sayang yang minta maaf? Disini kan aku yang salah. Sudah tidak menepati janji ku. Tadi sayang pulang naik apa? "
" Aku naik grabcar. "
" Huft... sungguh aku merasa bersalah padamu. Tidak tahu kenapa aku bisa tertidur dengan pulas nya."
__ADS_1
"Itu karena papa kecapean."
Dirga rasa memang benar dia kecapean. Bahkan tidur pun sampai tak terasa.
" Ya sudah, ayo kita tidur lagi."
Camila mengangguk. Dirga beranjak dari duduk nya, membawa mangkok bekas mie nya beserta gelas minum nya. Dibawa nya ke wastafel dan ia taruh begitu saja disana. Setelah mencuci tangan nya, Dirga menghampiri Camila. Merangkul bahu wanita itu dan membawanya kembali ke kamar.
" Maaf membangunkanmu?"
" Papa ini kenapa hobi nya minta maaf terus."
"Habis nya aku banyak salah kepadamu, sayang."
"Sudahlah Pa. Ayo kita tidur."
Mila merangkak naik ke atas ranjang. Dirga pun melakukan hal yang sama. Naik ke atas ranjang dan membaringkan tubuhnya tidur telentang.
Camila beringsut mendekat pada suami nya. Mengangkat lengan suaminya dan kepala Camila menyeruak di ketiak papa Dirga.
"Sayang, aku tadi tidak mandi loh."
"Biarkan saja. Yang penting aku merasa nyaman."
Camila memang merasa nyaman dengan menempel pada suaminya seperti ini. Bahkan dia sudah mencari cari posisi ternyaman nya. Kepala nya semakin menempel bahkan tanpa segan Mila sudah menghirup dalam aroma yang menguar dari tubuh suaminya.
Sebenarnya Dirga merasa geli mendapat perlakuan seperti ini. Tapi dia bisa apa jika istrinya bilang merasa nyaman dengan posisi nya yang seperti ini.
Dirga hanya bisa pasrah dan membiarkan saja istri nya bertingkah sesuka hatinya. Tak lama Dirga sudah mendengar dengkuran halus dari istri nya.
" Dia sudah tertidur rupanya," gumam Dirga.
Posisi Camila sungguh tak enak dipandang mata. Wajah Camila sudah berada di ketiak nya. Lengan Camila melingkar di perutnya.
Dirga mulai berusaha memejamkan matanya. Terasa sulit, karena selain perutnya yang terasa kenyang, juga keberadaan Camila yang begitu menempel di tubuhnya.
Butuh waktu beberapa lama hingga Dirga benar-benar tertidur. Dan seperti nya Dirga baru satu jam memejamkan mata saat istri nya sudah kembali membangunkan nya. Subuh menjelang dan dengan semangat Camila terus saja mengguncang tubuh Dirga.
Kepala Dirga langsung berdenyut nyeri. Tak ayal ia pun bangun juga. Mengikuti sang istri masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Jika Camila setelahnya bisa kembali tertidur dan bergelung di bawah selimut, lain hal nya dengan Dirga yang sudah tak dapat lagi memejamkan mata. Belum lagi kepala nya yang berdenyut nyeri tak juga mereda. Sungguh sangat menyiksa nya.