
Sepulang Naufal dan Eliza dari butik ,Queen kembali melanjutkan pekerjaan nya hingga dia tidak sadar jika di luar sana sudah gelap .
Tok ...tok...
Ceklek
" nona bos, apa tidak istirahat dulu ini sudah jam 19.00 " Queen melotot kan matanya lalu menatap jam mahal yang ada di tangan .
" aku sampai lupa " ujar Queen "apa mereka sudah pulang " Risna menggeleng .
" mereka kembali ke sini memilih tidur di butik nona bos ,dan ikut membantu " Queen tersenyum hangat " aku mandi dulu ,kamu pesan makanan untuk kita " lanjutnya .
" baik nona bos " ujar Risna ,lalu ke luar dari ruangan Queen .
"istirahat dulu ,nanti kita lanjutkan setelah makan malam " ujar Risna .
" baik mba " ujar Titin
" apa besok pagi kalian akan kembali lagi " mereka menggeleng .
" kami bawa baju ganti mba" ujar salah satu dari mereka .
Karena memang tadi saat jam pulang ,mereka semua kembali ke tempat masing².
Tanpa sepengetahuan Queen dan Risna ternyata karyawan nya memilih kembali ke butik dan membantu bos dan asisten nya itu .
Tidak berselang lama pesanan mereka datang .
" biar kami saja mba " ujar Titin .
" makasih " Titin hanya tersenyum .
" apa nona bos belum selesai mba " tanya yang lainnya saat makanan sudah ada di depan mereka .
" maaf membuat kalian menunggu " ujar Queen tiba²
Mereka menatap bosnya yang baru saja selesai mandi bahkan rambutnya masih di gulung menggunakan handuk .
" tidak papa nona bos " Queen duduk bersama mereka di atas karpet yang sudah di sediakan.
" ayo kita makan karena setelah itu kita kembali bekerja lagi " ujar Queen lembut.
" apa pakaian untu ibu² rempong itu sudah kalian siapkan " lanjutnya lagi .
" sudah nona bos, kainnya kami sudah gunting² tinggal tahap penjahitan saja " ujar salah satu dari mereka .
" semoga besok atau malamnya bisa selesai, agar setelah itu kita fokus pada gaun utama " mereka mengaguk
" iya nona bos " ujar mereka bersamaan
" ayo kita makan dulu " ucap Queen
" ah iya Titin apa kamu bisa menjahit pakaian Eliza ,aku sudah menggambar polanya " Titin menatap bosnya .
" apa tidak akan salah nantinya nona bos " Queen mengaguk tersenyum " kenapa kamu jadi pesimis bukannya kamu sudah sering membuat gaun untuk anak² " tanya Queen tersenyum .
"ada bagusnya nona bos yang buat ,maaf bukannya saya menolak tapi pasti nona Eliza akan lebih senang jika nona bos yang menjahit nya " Queen menghela napas panjang nya .
" aku takut tidak bisa karena waktunya mampet " ujar Queen .
" kami akan menyiapkan semuanya dan nona bos tinggal menjahit nya saja gimana " ujar Risna .
" apa gaun mu sudah selesai " Risna tersenyum simpul .
__ADS_1
" masih bertahap " ucap Risna
bahkan aku tidak yakin bisa menjahit dengan jas sekaligus batin Risna tersenyum simpul.
Setelah selsai makan malam bersama Queen kembali ke ruangan nya , sedang kan yang lainnya memilih istirahat sebentar sebelum nantinya akan kembali berkerja .
" ayo semangat setelah itu kita buat gaun princess Eliza " gumam Queen tersenyum saat mengingat Eliza menurut nya sangat menggemaskan .
Lalu dia kembali bekerja dengan setumpuk kain dan kertas yang ada di meja besar yang ada di ruangan nya itu .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Sedangkan di rumah besar setelah makan malam bersama dan duduk bercerita lebih tepatnya Eliza yang bercerita tentang kegiatannya hari ini saat di butik Queen .
Bahkan senyum di wajahnya tidak pernah luntur membuat kedua orang tua Naufal bahagia .
" dad semoga dia benar jodoh Naufal iya. "ucap ibu Desi .
Kini mereka sedang berbincang di kamar mereka sendiri .
" kita doakan saja mom, semoga saja begitu apa lagi cucu kita sangat bahagia " ucap Faisal menatap istrinya.
" tapi mommy ragu, apa keluarga mereka akan menerima Naufal yang statusnya duda dan cucu kita " ucap Desi sendu
" kita tidak boleh berpikiran jelek mom, Daddy tahu keluarga mereka seperti apa , sekalipun nanti nya tidak akan muda " ujar Faisal
" ah iya Daddy sampai lupa, tadi tuan Radit menelpon Jika kita di minta menghadiri pesta resepsi cucunya " lanjutnya lagi .
" cucu nya siapa dad " Faisal hanya menaikan bahunya " Daddy tau nya hanya itu !!Daddy juga tidak tau cucunya yang mana " ujar Faisal .
" apa Naufal juga akan ada di sana " tanya Desi.
" bisa jadi karena perusahaan kita bekerja sama juga dengan mereka " ujar Faisal .
" apa berarti kita akan " Desi menutup mulutnya rapatnya .
" mommy tahu " ujar Desi kesal .
Lalu membaringkan tubuhnya membelakangi suaminya .
Sedangkan di tempat lain Eliza sedang tersenyum sambil menuju kamar ayah nya .
" ayah " Naufal menatap ke arah pintu .
" sini " Naufal menepuk tempat tidur kosong di samping nya .
Dengan semangat Eliza berlari sambil memegang ipadnya .
" sudah kerjaan tugasnya " Eliza mengaguk cepat .
" bunda " Naufal melotot kan matanya ,tanpa seizinnya Eliza menghubungi Queen lalu apa itu panggilan video .
" princess " Eliza hanya tersenyum kuda .
" bunda bikin apa " tanya Eliza saat Queen sudah
mengarahkan kameranya pada dirinya .
" bunda lagi gunting kain sayang ". ujar Queen tanpa menatap layar laptop nya .
" sayang matikan bunda lagi sibuk " ujar Naufal lembut .
" tidak papa ,aku hanya gunting ini saja setelah itu aku jahit ' ujar Queen lembut .
__ADS_1
" kamu masih di butik " Queen mengaguk kepala nya " apa kerjaan mu banyak " lanjutnya lagi .
" hanya membuat gaun Sama Jaz di bantu Risna ,yang lainnya karyawan yang bikin " ujar Queen .
" ayah,Eliza ambil boneka dulu iya " Naufal mengagukan kepalanya .
" kenapa tidak besok saja di lanjutkan " tanya Naufal lembut .
" waktunya tinggal 5 hari " ujar Queen .
" tapi kamu bisa sakit Alexa " ujar Naufal .
" apa kamu takut aku sakit " goda Queen tersenyum menatap layar laptopnya.
" jika aku mengatakan iya ,apa kamu akan berhenti " Queen menundukan kepalanya melanjutkan pekerjaan nya
" Eliza mana " tanya Queen mengalikan pembicaraan .
" kenapa kamu malah menanyakan Eliza " tanya Naufal tersenyum
" karena aku kangen dengan nya "ujar Queen
" apa kamu tidak kangen dengan ayah nya ,padahal aku kangen sama Bunda nya " ucap Naufal tersenyum kuda .
" Arga " ucap Queen manja
" kenapa " tanya Naufal lembut .
Queen memilih menghindar dari kamera itu lalu menyibakan tangannya ,karena pipinya terasa panas karena godaan Naufal niat ingin menggoda Naufal malah dia yang di buat malu .
" Alexa kamu baik² saja kan " Yahya Naufal saat Queen menghilang tiba² .
" aku baik² aja ,tadi aku lagi minum " elak Queen ,kini dia sudah kembali normal wajahnya sudah tidak seperti tadi lagi .
" apa aku perlu ke situ " Queen langsung melotot kan matanya .
" untuk apa ? nanti karyawan ku berpikir yang tidak² " ujar Queen .
" memang kenapa kalau mereka berpikiran yang tidak² " tanya balik Naufal .
" ayah , bunda masih ada " Naufal mengaguk Eliza langsung membuang tubuh mungilnya di atas tempat tidur king size milik ayah nya .
" bunda " Queen tersenyum "kenapa belum tidur hm, besok kamu sekolah Lo ayo tidur " ujar Queen lembut sambil menatap laptop dan menghentikan gerakan nya .
" Zaza kangen bunda " Queen tertawa kecil membuat Naufal ikut tersenyum
kamu cantik batin Naufal
" ayo istirahat jangan begadang " Eliza mengaguk patuh lalu dia membaringkan tubuhnya di samping Naufal .
" iya sudah kamu lanjut lagi, jangan begadang " Queen hanya mengaguk " apa perlu aku menemanimu " Queen menatap tajam Naufal " temani saja Zaza tidur jangan tinggalkan dia sendirian " ucap Queen tegas.
" nanti aku minta Isna yang...
"temani Zaza atau jangan lagi menemuiku " ancam Queen tegas .
" ok² aku temani anak gadismu, iya sudah aku tutup by sayang " ucap Naufal langsung mematikan sambungan telepon nya sambil tertawa kecil .
Dia sudah bisa tebak jika kini Queen sedang bingung.
Sedangkan Queen menatap layar laptopnya yang sudah mati.
Kaget itu sudah pasti !!
__ADS_1
Sayang !!bahkan Queen tidak memikirkan kata itu bisa ke luar begitu lancar dari mulut Naufal .
" Queen sadar ,sadar fokus fokus " ujar Queen menggeleng kan kepalanya cepat ,