Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
seorang duda


__ADS_3

Sepulang Naufal dan Eliza dari butik ,Queen kembali melanjutkan pekerjaan nya hingga dia tidak sadar jika di luar sana sudah gelap .


Tok ...tok...


Ceklek


" nona bos, apa tidak istirahat dulu ini sudah jam 19.00 " Queen melotot kan matanya lalu menatap jam mahal yang ada di tangan .


" aku sampai lupa " ujar Queen "apa mereka sudah pulang " Risna menggeleng .


" mereka kembali ke sini memilih tidur di butik nona bos ,dan ikut membantu " Queen tersenyum hangat " aku mandi dulu ,kamu pesan makanan untuk kita " lanjutnya .


" baik nona bos " ujar Risna ,lalu ke luar dari ruangan Queen .


"istirahat dulu ,nanti kita lanjutkan setelah makan malam " ujar Risna .


" baik mba " ujar Titin


" apa besok pagi kalian akan kembali lagi " mereka menggeleng .


" kami bawa baju ganti mba" ujar salah satu dari mereka .


Karena memang tadi saat jam pulang ,mereka semua kembali ke tempat masing².


Tanpa sepengetahuan Queen dan Risna ternyata karyawan nya memilih kembali ke butik dan membantu bos dan asisten nya itu .


Tidak berselang lama pesanan mereka datang .


" biar kami saja mba " ujar Titin .


" makasih " Titin hanya tersenyum .


" apa nona bos belum selesai mba " tanya yang lainnya saat makanan sudah ada di depan mereka .


" maaf membuat kalian menunggu " ujar Queen tiba²


Mereka menatap bosnya yang baru saja selesai mandi bahkan rambutnya masih di gulung menggunakan handuk .


" tidak papa nona bos " Queen duduk bersama mereka di atas karpet yang sudah di sediakan.


" ayo kita makan karena setelah itu kita kembali bekerja lagi " ujar Queen lembut.


" apa pakaian untu ibu² rempong itu sudah kalian siapkan " lanjutnya lagi .


" sudah nona bos, kainnya kami sudah gunting² tinggal tahap penjahitan saja " ujar salah satu dari mereka .


" semoga besok atau malamnya bisa selesai, agar setelah itu kita fokus pada gaun utama " mereka mengaguk


" iya nona bos " ujar mereka bersamaan


" ayo kita makan dulu " ucap Queen


" ah iya Titin apa kamu bisa menjahit pakaian Eliza ,aku sudah menggambar polanya " Titin menatap bosnya .


" apa tidak akan salah nantinya nona bos " Queen mengaguk tersenyum " kenapa kamu jadi pesimis bukannya kamu sudah sering membuat gaun untuk anak² " tanya Queen tersenyum .


"ada bagusnya nona bos yang buat ,maaf bukannya saya menolak tapi pasti nona Eliza akan lebih senang jika nona bos yang menjahit nya " Queen menghela napas panjang nya .


" aku takut tidak bisa karena waktunya mampet " ujar Queen .


" kami akan menyiapkan semuanya dan nona bos tinggal menjahit nya saja gimana " ujar Risna .


" apa gaun mu sudah selesai " Risna tersenyum simpul .

__ADS_1


" masih bertahap " ucap Risna


bahkan aku tidak yakin bisa menjahit dengan jas sekaligus batin Risna tersenyum simpul.


Setelah selsai makan malam bersama Queen kembali ke ruangan nya , sedang kan yang lainnya memilih istirahat sebentar sebelum nantinya akan kembali berkerja .


" ayo semangat setelah itu kita buat gaun princess Eliza " gumam Queen tersenyum saat mengingat Eliza menurut nya sangat menggemaskan .


Lalu dia kembali bekerja dengan setumpuk kain dan kertas yang ada di meja besar yang ada di ruangan nya itu .


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan di rumah besar setelah makan malam bersama dan duduk bercerita lebih tepatnya Eliza yang bercerita tentang kegiatannya hari ini saat di butik Queen .


Bahkan senyum di wajahnya tidak pernah luntur membuat kedua orang tua Naufal bahagia .


" dad semoga dia benar jodoh Naufal iya. "ucap ibu Desi .


Kini mereka sedang berbincang di kamar mereka sendiri .


" kita doakan saja mom, semoga saja begitu apa lagi cucu kita sangat bahagia " ucap Faisal menatap istrinya.


" tapi mommy ragu, apa keluarga mereka akan menerima Naufal yang statusnya duda dan cucu kita " ucap Desi sendu


" kita tidak boleh berpikiran jelek mom, Daddy tahu keluarga mereka seperti apa , sekalipun nanti nya tidak akan muda " ujar Faisal


" ah iya Daddy sampai lupa, tadi tuan Radit menelpon Jika kita di minta menghadiri pesta resepsi cucunya " lanjutnya lagi .


" cucu nya siapa dad " Faisal hanya menaikan bahunya " Daddy tau nya hanya itu !!Daddy juga tidak tau cucunya yang mana " ujar Faisal .


" apa Naufal juga akan ada di sana " tanya Desi.


" bisa jadi karena perusahaan kita bekerja sama juga dengan mereka " ujar Faisal .


" apa berarti kita akan " Desi menutup mulutnya rapatnya .


" mommy tahu " ujar Desi kesal .


Lalu membaringkan tubuhnya membelakangi suaminya .


Sedangkan di tempat lain Eliza sedang tersenyum sambil menuju kamar ayah nya .


" ayah " Naufal menatap ke arah pintu .


" sini " Naufal menepuk tempat tidur kosong di samping nya .


Dengan semangat Eliza berlari sambil memegang ipadnya .


" sudah kerjaan tugasnya " Eliza mengaguk cepat .


" bunda " Naufal melotot kan matanya ,tanpa seizinnya Eliza menghubungi Queen lalu apa itu panggilan video .


" princess " Eliza hanya tersenyum kuda .


" bunda bikin apa " tanya Eliza saat Queen sudah


mengarahkan kameranya pada dirinya .


" bunda lagi gunting kain sayang ". ujar Queen tanpa menatap layar laptop nya .


" sayang matikan bunda lagi sibuk " ujar Naufal lembut .


" tidak papa ,aku hanya gunting ini saja setelah itu aku jahit ' ujar Queen lembut .

__ADS_1


" kamu masih di butik " Queen mengaguk kepala nya " apa kerjaan mu banyak " lanjutnya lagi .


" hanya membuat gaun Sama Jaz di bantu Risna ,yang lainnya karyawan yang bikin " ujar Queen .


" ayah,Eliza ambil boneka dulu iya " Naufal mengagukan kepalanya .


" kenapa tidak besok saja di lanjutkan " tanya Naufal lembut .


" waktunya tinggal 5 hari " ujar Queen .


" tapi kamu bisa sakit Alexa " ujar Naufal .


" apa kamu takut aku sakit " goda Queen tersenyum menatap layar laptopnya.


" jika aku mengatakan iya ,apa kamu akan berhenti " Queen menundukan kepalanya melanjutkan pekerjaan nya


" Eliza mana " tanya Queen mengalikan pembicaraan .


" kenapa kamu malah menanyakan Eliza " tanya Naufal tersenyum


" karena aku kangen dengan nya "ujar Queen


" apa kamu tidak kangen dengan ayah nya ,padahal aku kangen sama Bunda nya " ucap Naufal tersenyum kuda .


" Arga " ucap Queen manja


" kenapa " tanya Naufal lembut .


Queen memilih menghindar dari kamera itu lalu menyibakan tangannya ,karena pipinya terasa panas karena godaan Naufal niat ingin menggoda Naufal malah dia yang di buat malu .


" Alexa kamu baik² saja kan " Yahya Naufal saat Queen menghilang tiba² .


" aku baik² aja ,tadi aku lagi minum " elak Queen ,kini dia sudah kembali normal wajahnya sudah tidak seperti tadi lagi .


" apa aku perlu ke situ " Queen langsung melotot kan matanya .


" untuk apa ? nanti karyawan ku berpikir yang tidak² " ujar Queen .


" memang kenapa kalau mereka berpikiran yang tidak² " tanya balik Naufal .


" ayah , bunda masih ada " Naufal mengaguk Eliza langsung membuang tubuh mungilnya di atas tempat tidur king size milik ayah nya .


" bunda " Queen tersenyum "kenapa belum tidur hm, besok kamu sekolah Lo ayo tidur " ujar Queen lembut sambil menatap laptop dan menghentikan gerakan nya .


" Zaza kangen bunda " Queen tertawa kecil membuat Naufal ikut tersenyum


kamu cantik batin Naufal


" ayo istirahat jangan begadang " Eliza mengaguk patuh lalu dia membaringkan tubuhnya di samping Naufal .


" iya sudah kamu lanjut lagi, jangan begadang " Queen hanya mengaguk " apa perlu aku menemanimu " Queen menatap tajam Naufal " temani saja Zaza tidur jangan tinggalkan dia sendirian " ucap Queen tegas.


" nanti aku minta Isna yang...


"temani Zaza atau jangan lagi menemuiku " ancam Queen tegas .


" ok² aku temani anak gadismu, iya sudah aku tutup by sayang " ucap Naufal langsung mematikan sambungan telepon nya sambil tertawa kecil .


Dia sudah bisa tebak jika kini Queen sedang bingung.


Sedangkan Queen menatap layar laptopnya yang sudah mati.


Kaget itu sudah pasti !!

__ADS_1


Sayang !!bahkan Queen tidak memikirkan kata itu bisa ke luar begitu lancar dari mulut Naufal .


" Queen sadar ,sadar fokus fokus " ujar Queen menggeleng kan kepalanya cepat ,


__ADS_2