Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
makhluk yang sangat aneh


__ADS_3

Waktu terus berlalu Queen begitu menikmati nya karena Naufal selalu ada di samping nya .


bahkan pria itu juga selalu mengikuti apa pun yang di inginkan sang calon anak kembarnya .


Kehamilan nya juga sudah di ketahui keluarga besarnya dan mereka menginap di sana beberapa hari.


Jangan lupa bahkan di sana sudah sangat ramai sehingga membuat sang anak sulung memilih tinggal di sana dengan alasan banyak teman .


Sekalipun berat Queen dan Naufal mengizinkan dengan syarat dia selalu sekolah dan tidak boleh nakal dan banyak maunya .


Queen sedang duduk di teras depan menunggu sang suami pulang di temani oleh ibu mertua dan juga anaknya Xana


" Gimana sayang sama hamil Xana dulu. Tanya Desi sambil menggendong Xana .


" yang ini lebih rewel mom ,mungkin karena dulu saat hamil Xana dia tahu keadaan kami gimana " Ucap Queen tanpa maksud lain .


" Maafkan anak mommy iya " Queen langsung menatap Desi .


" Apa maksud mommy ,Queen tidak ada maksud papa mungkin si kembar ingin bermanja-manja dengan ayah nya ,mommy jangan pikirkan yang dulu Queen saja sudah lupa ,yang penting sekarang itu kami baik² saja ,dan Queen minta sama mommy selalu mendoakan kami agar selalu sehat dan selalu bersama " Ucap Queen Tersenyum.


" Pasti nak, mommy dan Daddy selalu mendoakan kebahagiaan kalian " Ucap Desi Tersenyum .


Xana melompat- lompat di atas paha Desi saat melihat mobil sang ayah yang mulai masuk dalam pekarangan rumah .


" Ayah datang iya ,Xana senang " Ucap Desi lalu mencium pipi besar Xana , Queen hanya tersenyum saja .


" Cium ayah dulu doang " Naufal mendekatkan pipinya ke arah Xana dan bayi gembul itu langsung mencium pipi Naufal .


" anak pintar " Ucap Naufal lalu dia mencium kening istrinya lalu Desi .


" Kenapa menunggu di luar " Tanyanya sambil mengelus perut Queen .


" Bosan di dalam " Bukannya masuk Naufal malah ikut duduk bersama Queen dan Desi .


" Apa kerjaan mas banyak " Naufal mengaguk " Seperti biasa ,tapi aku merindukan Daniel " Ucap Naufal lalu bersandar di pundak Queen .


" Karena dia selalu menyelesaikan kerjaanmu "Tanya Queen .


" Tidak juga, tapi sepi tidak ada dia " Ucap Naufal .


" Apa si kembar rewel " Queen menggeleng " Dia tahu kalau ayah nya sedang sibuk " Ucap Queen.


" Apa anak gadismu belum pulang juga " Queen mengaguk Tersenyum " Anak itu apa perlu aku membeli lem biar dia tidak ke mana² " Tanya Naufal .


" Iya itu lebih baik, dan biarkan gurunya ke sini " Balas Queen .


Bukan hanya Naufal Queen pun merindukan anak itu karena dia selalu membuat rumah besar ini hidup Sekalipun hanya ocehannya yang menurut Queen tidak masuk akal .


" Mungkin besok baru dia kembali " Ucap Queen .


" Iya kalau dia pulang langsung kasih lem kakinya dan ikat di kamarnya " Ucap Naufal .


"Apa kalian sedang merencanakan ingin membunuh Cucu ku " Mereka menatap ke belakang .

__ADS_1


" Iya ,bahkan kami ingin menyiksa nya dulu " Jawab Naufal seadanya .


" Daddy akan bantu ,anak itu sudah tidak betah tinggal di rumah ini " Ucap Faisal sambil mencium pipi Xana membuat bayi itu tertawa .


" Kalian ini ada² saja " Ucap Desi membuat mereka tertawa kecil .


" Ayo masuk , Tidak baik Duduk di luar sore hari apa lagi kamu hamil " Ucap Desi .


" Iya mom " Jawab Queen lalu berdiri di bantu Naufal .


" Xana sama Oma dulu iya, bunda mau bantu ayah " Ucap Naufal .


" Jangan aneh² Fal istri mu hamil " Ucap Faisal .


" Tidak Janji Dad " Jawab Naufal lalu membawa Queen ke lantai atas .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan di rumah besar Isna dan Morgan sedang duduk berdua karena dia harus mengikuti Eliza .


"Apa tidak kerja " Morgan menggeleng " Masih marah " Tanya Morgan menatap Isna .


" Tidak " Jawab Isna .


" Lalu kenapa tidak membalas dan mengangkat telepon ku ,jangan memakai alasan konyol " Tekan Morgan Isna hanya diam saja .


" Honey "


" Itu urusan mu ,aku tidak mau memikirkan itu terserah kamu mau memiliki berapa wanita dan sudah tidur berapa wanita " Morgan mengusap wajahnya kasar .


" kenapa " Morgan hanya menghela napas panjang .


" Cerita saja ,anggap kita sebagai teman " Morgan menatap Henry menunduk kepalanya .


flashback on


Saat Morgan akan mengantar Isna kembali ke rumah tidak sengaja mereka bertemu dengan seseorang yang berdiri di depan mereka dengan wajah kagetnya .


" Siapa dia baby " Tanyanya membuat Isna kaget .


" Apa dia wanitamu ,bukannya kamu memintaku menunggu di apartemen lalu ini apa " Lanjutnya lagi.


" Ayo aku antar " Morgan menarik tangan Isna pelan karena dia tahu jika Isna sedang kesakitan .


" Wow ,apa kamu juga mengambil kesucian nya " Tanya wanita itu dengan senyum mengejek pada Isna.


" Honey ayo tidak usah memikirkan ucapan nya ,aku akan jelaskan nanti " Ucap Morgan lembut berharap dia tidak terpengaruh.


" Aku juga dia pertama yang ...."


" SONIA " Teriak Morgan menatap tajam wanita yang kini sudah pucat karena sebelumnya dia tidak pernah melihat Morgan marah .


Sedangkan Isna memilih diam bentakan begitu sudah sering dia dapat ,di rumah majikannyamaupun Henry mertua majikannya .

__ADS_1


" Kamu harus sadar aku mengambilnya karena itu pekerjaanmu dan aku membayar mahal untuk itu ,jaid tahu posisi mu di mana ,jangan bersikap seolah kamu itu kekasihku paham ,satu lagi aku memintamu ke apartemen karena aku sudah tidak menginginkan kamu " Ucap Morgan ketus .


" Apa karena sudah mendapatkan mainan baru ,hati² lah saat dia bosan kau tidak akan jauh berbeda nasibmu dengan ku " Ucap Sonia kesal .


" Selesaikan urusan kalian " Ucap Isna berjalan pelan .


" Tidak honey, ayo Aku antar " Isna hanya diam saja .


" Morgan " Morgan hanya diam saja membantu Isna berjalan


" Sial ,lihat aku akan membuat wanita itu meninggal mu " sonia menghentakkan kakinya keras lalu berjalan ke arah lift .


Sedangkan Morgan dan Isna sudah turun lebih dulu ke bawah .


Sesampainya di parkiran Morgan langsung membukakan pintu untuk Isna setelah itu dia menyusul masuk.


" Honey "


" hebm "


" Maaf " Isna hanya mengaguk saja.


Morgan hanya bisa menghela napas dan keheningan itu terjadi sampai mereka sampai di rumah Naufal ,dan Isna langsung ke luar tanpa mengatakan apa pun pada Morgan .


flashback off .


" Dia belum tahu siapa kamu " Tanya Henry .


" Kalau pekerjaan ku dia sudah tahu tuan " Jawab Morgan .


" Termaksud membunuh orang " Morgan mengaguk " Iya tuan " Jawabnya .


" Kau menyukainya sebagai apa " Tanya Henry serius .


" Dia beda dengan perempuan yang selama ini menemani saya tuan ,dan saya merasa cocok dan saya ingin menjalin hubungan yang serius dengan nya " Ucap Morgan tegas .


" Kejarlah , sekalipun mungkin susah karena makhluk yang bernama wanita itu sangat sulit di tebak " Ucap Henry .


Morgan kembali terdiam setelah kepergian Henry dia tersenyum saat ide keluar dari kepalanya .


'


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Naufal dan Queen


Daniel dan Risna menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote

__ADS_1


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2