Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
peran suami


__ADS_3

Pagi Harinya Daniel di buat kaget mendengar Risna muntah dari arah kamar mandi yang tidak tertutup rapat .


" Sayang " Daniel langsung turun dari tempat tidur berlari ke arah kamar mandi .


" Kenapa " Tanya Daniel saat sudah di dekat Risna .


Hoek ....Hoek ......


Daniel menatap Risna dari pantulan cermin yang terlihat pucat .


" Sayang ,aku harus gimana " Tanya Daniel bingung sambil mengelus punggung sang istri .


Risna terus berpegangan pada wastafel kamar mandinya ,sambil menunduk .


" Sayang " Risna mencuci mulutnya lalu mencuci wajahnya.


"Abang " Daniel langsung mengangkat tubuh Risna ala bridal style lalu ke luar dari kamar itu .


" Kamu pucat ,kita ke rumah sakit iya " Ujar Daniel saat sudah sampai di tempat tidur .


" Tidak usah ,aku baik² saja " Jawab Risna pelan .


" Baik² gimana ,kamu pucat yank " Ujar Daniel khawatir .


Tok ....tok ...


" Ini Bu nak " Daniel langsung berdiri lalu berjalan ke arah pintu


setelah memastikan Risna aman dengan posisi duduknya .


Ceklek


" Berikan ini pada istri mu, biar mualnya sedikit berkurang " Daniel menghela napas panjang.


" Terimakasih Bu " Jawab Daniel .


" Sudah sana berikan pada istri mu, setelah itu turun sarapan jangan membuat mertuamu menunggu " Ujar Marni lembut .


" Iya Bu, terimakasih " Jawab Daniel .


Entah karena kebetulan atau memang ibunya itu sudah pengalaman .


Tapi Daniel bersyukur untuk itu setidaknya dia tidak se panik tadi .


" Minum dulu yank ,kaya Ibu ini bisa mengurangi rasa mualnya " Risna menggaguk lalu menerima gelas itu dan di minum secara pelan .


" Gimana " Tanya Daniel .


" Mendingan " Cicit Risna .


" Mau mandi bareng " Tanya Daniel .


" Dingin nanti saja " Ujar Risna .


" Kenapa " Tanya Daniel bingung .


" Dingin " Daniel menatap bingung kearah sang istri sejak kapan istri nya takut air ,bahkan saat selesai mereka bercinta dulu di apartemen mereka mandi larut malam .


Tapi ini kenapa takut pada air ,Daniel Menatap perut Risna .


Apa karena kehamilannya ,tapi apa itu masuk akal .


karena tidak tidak berperang pada pemikiran nya Daniel memilih mandi sendiri .


Karena pagi ini juga kedua orang tuanya akan kembali dan Mereka akan kembali esok harinya .


Sedangkan di dapur Marni dan Iin sedang menyiapkan sarapan pagi mereka .


" Gimana apa mereka sudah bangun mba " Tanya Iin .


" Iya teh, seperti nya Risna habis muntah karena dia terlihat lemas di atas tempat tidur wajahnya juga pucat " Jawab Marni .


" Apa Daniel bisa mengatasinya soalnya ini pertama untuknya " Tanya Iin menatap Marni .


" Iya dia harus belajar teh bagaimana menghadapi ibu hamil " Ujar Marni .

__ADS_1


" Iya juga sih,Apa kalian jadi kembali mba ,tidak bisa nanti saja " Tanya Iin dia masih merindukan sahabatnya itu begitu juga Desi .


Tapi mau gimana lagi karena suatu keadaan mereka harus berpisah .


" Teteh bisa ke sana jika merindukan kami " Ujar Marni.


"Kebiasaan ibu² jika sudah berkumpul gosip " Ujar Usman yang baru saja datang .


" Kami tidak bergosip yah, tapi aku sedang membujuk mba Marni untuk di sini dulu " Ujar Iin .


" Iya Mar, di sini dulu aku masih merindukan mu " Ujar Usman


PLak .


" Dia istri ku ,siapa yang menyuruhmu merindukan dia hah " Usman yang mendapatkan Sarapan pagi termanisnya hanya bisa mendengus kesal .


" Sakit Dit " Ujar Usman .


" Biar saja " Jawab Adit .


" Mau minum apa " Tanya Iin .


" Kopi " Jawab mereka bersamaan .


Tidak berselang lama intan sudah bergabung bersama mereka dengan pakaian sekolahnya .


" Ayah ,ibu, Tan , Om " Sapa intan Tersenyum .


" Anak gadis siapa ini " Tanya Adit Tersenyum.


"Jangan bilang kamu suka pada anakku " Adit hanya diam saja , sedangkan Iin dan Marni hanya menggeleng saja .


" Kamu pergi sama siapa ke sekolah " Tanya Adit lembut .


" Sama teman² Om ,ramai² " Jawab Intan Tersenyum .


" Teteh " panggil intan saat melihat Risna dan Daniel yang baru saja bergabung .


" Teteh kenapa " Tanya intan yang melihat wajah pucat Risna .


" Tapi Yank ....."


" Mual Abang " Pekik Risna kesal ,Iin langsung membawa nasi itu menjauh dari meja makan .


" sedangkan Marni memberikan kopi ke dua pria yang tidak akur itu .


" Ok² maaf sayang " Ujar Daniel membalas pelukan Risna .


" Kalian makan saja di ruangan tamu nanti di antarkan ibu kalian " Ujar Usman .


" Iya ayah, maaf " Usman hanya mengaguk saja .


" Mau sarapan apa yank " Tanya Daniel lembut .


" Terserah yang penting jangan nasi " Jawab Risna .


" Iya sudah ayo kita ke depan " Ujar Daniel membawa Risna menjauh dari meja itu .


" Ayo sarapan dulu ,nanti Iin yang siapkan makanan mereka " Ujar Usman .


" Biar aku saja Teh " Ujar Marni .


" Mba siapkan Sarapan Daniel saja , soalnya aku tidak tahu makanan kesukaan nya " Marni mengaguk .


" Ayah apa orang hamil sepeti teteh " Tanya intan .


" Iya ,tapi semua orang beda ² dengan apa yang tidak di sukai " Jawab Usman lembut .


" Sudah ayo makan ,nanti kamu telat ke sekolah " Intan pun langsung mengambil makanan .


Begitu juga ke dua pria itu ,karena istri mereka sedang sibuk dengan ibu hamil yang banyak maunya itu .


sehingga membuat sang suami bingung dengan sikap Risna yang begitu berubah .


Saat sampai di ruangan tamu Risna meminta Daniel untuk sarapan di teras saja.

__ADS_1


Karena menurut nya itu nyaman karena udaranya sejuk .


Tapi saat keduanya duduk di kursi sebuah mobil berhenti .


" Bukannya itu mobil Didin " Risna mengaguk .


" Mungkin dia menjeput Intan " Jawab Risna .


" Intan,adikmu " Risna mengaguk " Abang tahu Ternyata intan sudah lama menyukai mas Didin " Jawab Risna .


" Serius ,tapi umur mereka ...."


" Cinta tidak mengenal umur Abang ,jika sudah cinta mau gimana lagi !! Dan mas Didin sedang berusaha membalas itu ,mungkin menurutnya lebih baik di cinta dan dia bisa berjuang untuk membalasnya dari pada mencintai tapi tidak ada balasan " Jawab Risna .


" Intan ada " Tanya Didin saat sudah di depan kedua orang itu .


" Mas masuk saja di dalam , seperti intan lagi Saparan " Jawab Risna lembut .


" Kalau begitu saya masuk dulu ,mari " Daniel hanya mengaguk saja .


Masih terasa canggung untuknya apa lagi pria itu memiliki perasaan lebih pada sang istri .


Tidak berselang lama Marni ke luar sambil membawa sarapan untuk anak dan menantunya .


" Lo koh di luar nak " Tanya Marni lembut .


" Sejuk Bu, maaf sudah repotin Ibu " Marni hanya tersenyum .


" Jika kamu merasa begitu, maka makan yang banyak biar cucu Ibu sehat begitu juga kamu nya" Risna mengaguk Tersenyum.


" Jadi pulangnya Bu " Tanya Daniel .


"Iya ,lagian kalian juga besok kembali kan ,jadi ibu harus menyiapkan kamarmu karena sekarang Risna juga akan tinggal di kamar mu " Ucap Marni lembut .


" Jangan lakukan sendiri ada pelayan di rumah ,jika ibu kenapa² bisa² aku di bunuh sama menantu ibu karena membuat istri nya kembali menangis " Marni hanya tertawa kecil .


" Apa kakimu tidak sakit lagi " Daniel mengaguk " Bahkan langsung sembuh setelah menerima hadiah " Jawabnya sambil terkekeh pelan .


" Sudah ayo makan , kasian Istri mu nanti setelah itu minum vitamin sama susunya " Ujar Marni .


" Makasih Bu " Marni membalasnya dengan senyuman lalu kembali masuk ke dalam .


" tuan Raymond kenapa Abang " Daniel menatap sang istri.


" Dia menendang ku pakai sepatu mahalnya karena membuat istri nya menangis " Risna melototkan matanya " Tapi Abang baik² saja kan " Tanya Risna panik .


" Kenapa Abang membuat Masalah dengan nona Adara " Lanjutnya lagi .


" Aku tidak buat masalah yank, Adara menangis karena dia kesal dan kecewa dia berpikiran kita tidak memberitahu nya pernikahan kita padahal semuanya serba mendadak ,apa lagi saat tahu ayah dan ibu sudah di sini membuat nya semakin kecewa " Jawab Daniel .


" Apa kita pulang ikut ayah sama ibu saja ,aku tidak ingin nona Adara salah paham " Tanya Risna khawatir.


" Tidak usah di pikirkan, Abang sudah jelaskan , kamu tahu mahar kemarin " Risna mengaguk " Hotel dan perhiasan itu dari tuan Raymond dan Adara , Sedang kan saham dari Naufal " Risna menutup mulutnya dengan kedua tangannya .


" Abang serius " Daniel mengaguk " Sudah ayo makan kasian Ade ,apa lagi tadi kamu mengeluarkan isi perut mu " Risna mengaguk cepat .


Tanpa mereka sadari jika sejak tadi ada yang memperhatikan mereka dengan sendu.


Sedangkan di samping pria itu ada seorang wanita yang juga sedang menahan sakit nya .


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Ayo siapa Yang ingin kisah Didin dan Intan di buatkan satu novel , Silahkan koment iya .


Dukung terus Naufal dan Queen


Daniel dan Risna


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2