
Arif pulang saat sudah selesai makan malam ,dia langsung menuju kamarnya tapi saat membuka pintu kamar dia tidak melihat Endang di dalamnya .
Arif melanjutkan langkahnya masuk ke dalam ruangan ganti ,kamar mandi tapi hasilnya sama kosong .
Dengan langkah lebar Arif kembali lagi turun kebawah tujuannya kamar Endang pertama kalinya dia tinggal di apartemen .
Ceklek
Arif menarik napas panjang seolah beban yang ada dalam dadanya terangkat saat melihat wanita itu duduk termenung di balkon kamarnya .
" Kenapa di luar dingin " Endang membalik badannya Tersenyum " Sudah pulang " Arif mengaguk lalu memeluk Endang " Kenapa tidak di kamar atas " Tanya dengan lembut.
" Tuan dari mana " Tanya Endang tiba² membuat pelukan itu terlepas begitu saja " Kantor " Jawab Arif menatap Endang .
" Ah Maaf, saya siap kan air mandinya " Endang langsung beranjak dari duduknya " Kamu kenapa " Endang hanya menggeleng " Endang " Panggil Arif lagi .
" Ada yang kamu sembunyikan " Lanjutnya lagi .
" Saya tidak menyembunyikan apa pun " Jawab Endang serius .
" Terus pertanyaan tadi " Tanya Arif menaikan alisnya .
" Saya hanya bertanya saja ,karena tuan tidak mengirimkan pesan jika pulang telat " Jawabnya .
" saya siapkan airnya dulu " Arif hanya mengaguk lalu duduk di tempat Adara tadi setelah Adara ke luar .
" saya seperti orang ketangkap basah sedang mencuri " Gumam Arif mengusap wajahnya kasar .
Lalu dia berdiri ke luar dari kamar itu menuju kamarnya !!
" Kamu sudah makan " Endang menggeleng " Tunggu tuan " Jawab Endang jujur .
" Kenapa menungguku ,kamu bisa sakit Endang " Ucap Arif menghentikan gerakan membuka pakaian nya .
" Nanti setelah ini saya makan tuan " Arif menghela napas " Kalau saya pulang telat makan saja " Ucap Arif ,ada perasaan tidak enak karena nyatanya Endang menunggunya untuk makan malam bersama .
" Aku mandi dulu nanti aku temani makan " Endang hanya mengaguk lalu masuk dalam ruangan ganti menyiapkan pakaian Arif .
Sesampainya di dalam Endang langsung berjongkok peregangan pada ujung meja menundukkan kepalanya .
Dia mulai terisak cairan bening itu mulai membasahi pipi nya,Endang menarik napas panjang lalu dia berdiri sambil menghapus air matanya dia mulai mencari pakaian untuk Arif
__ADS_1
setelah itu dia ke luar menuju dapur memanaskan kembali makanan yang sudah di masak sebelumnya .
Lalu dia menata kembali di atas meja makan bertepatan dengan Arif yang sudah mendekat .
" Tuan makan " Arif menggeleng " Aku sudah makan di kantor " Endang mengagguk lalu mengambil makannya sendiri .
Sesekali Arif menatap Endang begitu menikmati makannya membuatnya sedikit tertarik .
" Enak " Endang hanya mengaguk saja " Mau rasa , suapi saja " Ucapnya lalu menyimpan ponselnya di atas meja makan .
" Enak " Ucap Arif jujur .
" Mau lagi " Tanya Endang ,tapi belum juga Arif menjawab ponselnya berdering .
Endang menatap layar ponsel Arif sebelum pria mematikan panggilan nya .
"Mungkin penting tuan " Ucap Endang .
" Itu Urusan nya ,ini malam orang mau istirahat " Endang hanya mengaguk saja .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Sudah " Isna hanya mengaguk lemah " Baby jangan nakal kasihan Bunda " Ucap morgan lembut mengusap perut Isna yang sedikit membuncit .
" Babe "
" Hebm " Jawab Morgan sambil mengelus punggung Isna dengan lembut .
" Sabar iya, Aku yakin kamu wanita kuat " Isna hanya mengaguk saja lalu mencuci mulut nya .
Morgan membawa Isna kembali ke tempat tidur ,lalu memberikan air minum .
" Maaf, tiap pagi babe harus ...."
' Tidak usah memikirkan itu, aku bisa sarapan di kantor " Potong Morgan .
" Bagaimana pun aku merasa ...."
" Minum " Isna langsung minum tidak lagi membantah sedangkan Morgan memilih ke luar dari kamar mereka .
Tidak berselang lama dia kembali dengan sepiring buah dan segelas susu .
__ADS_1
Dengan telaten dia mengupas buah apel yang sudah di cuci,alpukat dan memotong dua bahu stroberi .
" Buka " Isna menurut membuka mulutnya di mana Morgan menyuapi nya buah stroberi.
" Mandi dulu ,nanti telat ke kantornya " Ucap Isna .
" Endang sudah kembali berkerja ,kamu lebih penting dari pada perusahaan " Ucapnya terus menyuapi Isna dan sesekali dia juga ikut makan .
" Makasih " Morgan hanya mengaguk saja .
" Istirahat saja iya ,aku mandi dulu " Ucap Morgan setelah Isna menghabiskan buah dan meminum susu nya .
" Aku bantu " Morgan menggeleng " Istirahat saja " Ucapnya sambil mengacak rambut Isna .
lalu meninggalkan kan Isna sendirian di tempat tidur dia langsung masuk dalam kamar mandi membersihkan diri .
Isna merebahkan tubuhnya di tempat tidur menunggu Morgan .
10 menit Morgan ke luar dari kamar mandi dia melihat Isna kembali tertidur hanya tersenyum ,mungkin karena lelah atau dia masih mengantuk karena setiap pagi dia harus bangun lebih dulu belum lagi kegiatan malam mereka pasti itu membuat nya semakin lelah .
Morgan masuk dalam ruangan ganti mencari sendiri pakaian kerjanya dan dia tidak pernah mengeluh karena dia juga sadar dengan keadaan Isna sekarang.
" Honey " Panggil Morgan lembut berjongkok depan tempat tidur menatap sang istri yang begitu tenang dalam tidurnya .
" Honey " Isna membuka matanya pelan sudah melihat suami rapi " Tidur saja " Morgan menahan tubuh sang istri untuk bangun " Aku hanya mau pamitan " Lanjutnya lalu berdiri duduk di ujung tempat tidur .
" Istirahat saja jangan memaksakan diri ,aku Kerja dulu !! Jangan melakukan pekerjaan yang berat semua sudah ada yang mengerjakan " Isna mengagguk " Baby ayah kerja dulu iya ,jaga bunda jangan buat bunda sakit , i love you ,cup " Morgan mencium perut Isna lalu dia kembali mencium kening dan bibir Isna " Lanjut istirahat nya iya " Isna mengaguk " Hati² babe " Morgan hanya mengaguk .
" Kalau butuh papa langsung telepon iya ,by " Isna mengakat tangan melambai sambil tersenyum begitu juga Morgan lalu dia menutup kembali pintu kamarnya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘
__ADS_1