
Pagi harinya Queen terbangun karena suara dering HP dari Naufal,lalu dia menatap Naufal yang masih terlelap dalam mimpinya karena memang ini Sabtu sehingga dia santai kadang dia tidak keperusahan .
Saat merasa perutnya nya seperti di aduk Queen langsung berlari ke arah kamar mandi sehingga membuat Naufal membuka matanya karena kaget .
Hoek .....Hoek ....
Naufal langsung bangun dari tidurnya yang hanya memakai boxer menyusul Queen ke kamar mandi .
" Kau baik² saja " Queen hanya diam saja karena memang perutnya masih ingin mengeluarkan isinya .
" Kita ke rumah sakit iya " Queen mencuci mulut nya lalu bersandar pada wastafel kamar mandi .
" Alexa " Queen hanya memejamkan matanya karena kepala nya terasa berat .
" Aku baik² saja " Naufal menarik napas panjang karena Queen selalu mengatakan hal yang sama .
" Aku siapkan air untukmu " Naufal menahan tangan Queen yang sudah berdiri .
" Aku bisa sendiri lebih baik kamu istirahat saja " Queen menggeleng " Aku bisa " Ujar Queen .
" Apa yang harus aku lakukan katakan " Ujar Naufal yang sudah mulai kesal .
Queen berpegangan pada ujung wastafel sambil memejamkan matanya karena kepala nya kembali berputar .
" Apa kau menginginkan perpisahan itu ?? Aku akan kabulkan " Ujar Naufal emosi .
Hoek .....Hoek ....
Queen kembali mengeluarkan isi perutnya bahkan hanya air saja sehingga membuat tubuhnya lemah .
" Jangan keras kepala " Queen hanya diam saja saya Naufal membantunya membersihkan mulutnya lalu membawanya ke luar kamar mandi dan mendudukkan Queen di sofa .
Karena tempat tidur mereka belum di bersihkan setelah malam tadi dia menghabiskan keringat bersama .
" Kau ingin sesuatu " Queen menggeleng sambil memijat kepalanya .
" maaf tidak bisa menyiapkan air untukmu " Naufal menatap Queen yang masih saja memejamkan matanya " Apa kau akan terus bersikap seperti ini " Tanya Naufal dengan suara rendah nya .
" jangan melakukan apa pun jika bertentangan dengan hatimu " Queen tersenyum " Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan terlepas mas menerimanya atau tidak tapi setidaknya aku sudah melakukan kewajiban ku " Ujar Queen membuka matanya menatap Naufal yang juga menatap nya .
"Apa kau bahagia dengan kehadiran nya " Queen menggaguk " Iya aku bahagia , sekalipun ada orang yang tidak menginginkan nya " Ujar Queen .
"Apa aku perna mengatakan tidak menginginkan nya " Tanya Naufal yang sudah mulai emosi .
" Hp mu berbunyi sejak tadi " Naufal mengambil HP nya tapi gerakan tangan nya berhenti setelah tahu siapa yang menelpon nya .
" Angkat Lah " Ujar Queen lalu berdiri berjalan ke arah kamar mandi .
Naufal hanya bisa menghela pelan melihat sikap Queen yang semakin menjaga jarak .
Naufal menerima telepon nya di balkon kamar .
" Kenapa " Tanya Naufal setelah sudah mengangkat telepon nya .
" Kenapa tidak ke sini aku menunggumu " Ujar Lian manja .
" Aku punya pekerjaan yang tidak bisa aku tinggal " Ujar Naufal lembut .
" kalau begitu ke sini lah aku tunggu " Ujarnya dengan manja .
__ADS_1
" iya " Jawab Naufal .
" Bawa Eliza "
" Akan aku usaha kan karena aku belum bicara padanya " Ujar Naufal .
" Sampai kapan ?? Aku ibu kandung nya " Rajuk nya kesal .
" Sabarlah,aku harus bicara pelan² agar dia paham " Ujar Naufal memejamkan matanya .
" Baiklah ,aku tunggu " Jawabnya
" Hebm " Jawab Naufal .
" Aku tutup dulu ,aku harus selesai kan pekerjaan ku " Ujar Naufal lalu menutup teleponnya saat melihat Queen ke luar dengan pakaian yang sudah lengkap .
" Mandi lah, airnya sudah siap " Ujar Queen tanpa melihat Naufal lalu ke luar dari kamar .
Lagi² Naufal hanya menghela napas beratnya melihat Queen bersikap dingin .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Queen memilih ke ruangan tengah menonton televisi karena memang dia tidak kuat berada di dapur .
Sehingga hanya yuyun lah yang memasak .
" Bunda " Queen membalikkan kepala nya menatap Eliza .
" Sudah mandi " Eliza mengaguk lalu mendekati Queen .
" Bunda tidak masak" Queen menggeleng " Bunda cape " Jawab Queen seadanya .
" Mba Isna tolong susu nya sama buah iya " Isna mengaguk paham karena mereka sudah tahu jika Queen sedang hamil .
" Bunda minum susu " Queen mengaguk " Pengen seperti nya enak sambil nonton " Elak Queen tersenyum .
Tidak berselang lama Isna datang sambil membawa susu dan buah untuk Queen .
" Terimakasih mba Isna " Isna hanya tersenyum " Vitaminnya nyonya " Tanya Isna.
" ada dikamar nanti aku ambil " Ujar Queen tersenyum .
" Mba Isna , Zaza mau susu juga " Isna mengaguk " sebentar iya non " Eliza mengaguk cepat .
" Sampai kapan kau menyembunyikan nya " Queen hanya diam saja.
" Ayah sudah mandi " Naufal mengaguk "Apa ayah masih jelek " Tanya Naufal duduk di samping Eliza dan mengakat Eliza duduk di pangkuan nya .
" Ayah selalu tampan ,iya Kan bunda " Queen menggaguk saja .
" Seperti nya tidak princess ,soalnya bunda hanya diam saja " Ujar Naufal sendu .
" Bunda " panggil Eliza dengan mata berkaca-kaca karena melihat wajah sendu ayah nya.
" Iya ayah mu sangat tampan " Jawab Queen tersenyum lalu kembali memakan buahnya .
" Benarkah " Tanya Naufal sambil memeluk pinggang Queen .
" Hebm " Jawab Queen lalu meminum susunya hingga habis .
__ADS_1
" Tuan sarapan nya " Ucap Yuyun .
" Ayo sarapan dulu " Queen menggeleng " Kalian saja aku sudah kenyang " Naufal menatap Queen " kamu belum makan carbo Queen " Ujar Naufal .
" Aku sudah kenyang ,makanlah aku harus ke kamar ambil vitamin ku " Naufal berdiri sambil menggendong Eliza meninggalkan Queen yang masih di ruangan tengah .
Setelah kepergian Naufal dan Eliza, Queen kembali ke kamar sambil membawa buah di tangannya .
" Ayah, apa Zaza buat salah " Naufal menatap Eliza bingung .
" Memang kenapa sayang " Tanya Naufal .
" Apa Bunda marah pada Eliza " Naufal membuang napasnya panjang .
" Tidak sayang ,bunda sedang banyak pekerjaan saja " Ujar Naufal .
" Kan bunda sudah berhenti yah " Naufal mengaguk " Tapi itu masih butik bunda sayang jadi bunda memantau saja " Eliza menggaguk sekalipun tidak paham .
" Ayo habiskan sarapanmu ,setelah ini kita susul bunda ke kamar " Eliza mengaguk semangat .
Sedangkan di kamar setelah Queen meminum vitamin nya dia memilih duduk di balkon dengan sisa buah yang dia bawa tadi .
" Bunda harap suatu saat kamu tidak membenci bunda karena memisahkanmu dengan ayah dan kakakmu " Ujar Queen sambil mengusap perut nya .
" Maaf jika bunda belum memberi tahu kehadiran mu padanya karena Bunda tidak ingin kakakmu merasa berat saat bersama ibu kandung nya " Cicitnya lagi ,tanpa dia rasa air matanya ke luar begitu saja .
Queen menarik napas panjang nya ingatannya kembali saat hubungan mereka masih baik² saja ,di mana mereka layaknya sepasang kekasih yang benar² takut kehilangan satu sama lain .
Saat dia masih terbawa dalam lamunan nya suara cempreng Eliza membuat Queen menghapus air matanya dengan cepat .
" Bunda " Queen tersenyum melihat kedatangan Eliza bersama suaminya .
" Sudah sarapan " Eliza mengaguk lalu duduk di samping Queen .
" Bunda sakit " Queen menaikan alisnya sebelah " Tidak " Jawab Queen .
" Tapi bunda pucat " Queen tersenyum " Pekerjaan bunda banyak sayang , aunty Risna butuh bantuan bunda " Ujar Queen lembut .
" Ada yang ingin Zaza Katakan " Tanya Queen menatap Eliza .
" Apa Zaza punya salah ?? " Tanya Eliza memberanikan diri .
" Memang Eliza punya salah sama siapa " Tanya balik Queen .
" Sama bunda " Queen tertawa kecil " Apa Zaza merasa berbuat salah " Eliza terdiam memikirkan sesuatu " Zaza tidak tahu " Ujar Zaza bingung .
" Berarti Zaza tidak punya salah " Ujar Queen sambil mengelus kepala Eliza .
Naufal yang sejak tadi memperhatikan Queen membuat hatinya sesak entahlah karena apa tapi melihat wanita itu selalu kuat dan terlihat baik² saja di depan semua orang termaksud dirinya sendiri .
Membuat dirinya seperti tidak berguna, apa lagi melihat Queen begitu lembut menyayangi anak semata wayangnya .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
DUKUNG TERUS NAUFAL DAN QUEEN
LIKE
KOMENT
__ADS_1
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😚😚😚😚