Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
menjaga jarak


__ADS_3

Pagi harinya Queen terbangun karena suara dering HP dari Naufal,lalu dia menatap Naufal yang masih terlelap dalam mimpinya karena memang ini Sabtu sehingga dia santai kadang dia tidak keperusahan .


Saat merasa perutnya nya seperti di aduk Queen langsung berlari ke arah kamar mandi sehingga membuat Naufal membuka matanya karena kaget .


Hoek .....Hoek ....


Naufal langsung bangun dari tidurnya yang hanya memakai boxer menyusul Queen ke kamar mandi .


" Kau baik² saja " Queen hanya diam saja karena memang perutnya masih ingin mengeluarkan isinya .


" Kita ke rumah sakit iya " Queen mencuci mulut nya lalu bersandar pada wastafel kamar mandi .


" Alexa " Queen hanya memejamkan matanya karena kepala nya terasa berat .


" Aku baik² saja " Naufal menarik napas panjang karena Queen selalu mengatakan hal yang sama .


" Aku siapkan air untukmu " Naufal menahan tangan Queen yang sudah berdiri .


" Aku bisa sendiri lebih baik kamu istirahat saja " Queen menggeleng " Aku bisa " Ujar Queen .


" Apa yang harus aku lakukan katakan " Ujar Naufal yang sudah mulai kesal .


Queen berpegangan pada ujung wastafel sambil memejamkan matanya karena kepala nya kembali berputar .


" Apa kau menginginkan perpisahan itu ?? Aku akan kabulkan " Ujar Naufal emosi .


Hoek .....Hoek ....


Queen kembali mengeluarkan isi perutnya bahkan hanya air saja sehingga membuat tubuhnya lemah .


" Jangan keras kepala " Queen hanya diam saja saya Naufal membantunya membersihkan mulutnya lalu membawanya ke luar kamar mandi dan mendudukkan Queen di sofa .


Karena tempat tidur mereka belum di bersihkan setelah malam tadi dia menghabiskan keringat bersama .


" Kau ingin sesuatu " Queen menggeleng sambil memijat kepalanya .


" maaf tidak bisa menyiapkan air untukmu " Naufal menatap Queen yang masih saja memejamkan matanya " Apa kau akan terus bersikap seperti ini " Tanya Naufal dengan suara rendah nya .


" jangan melakukan apa pun jika bertentangan dengan hatimu " Queen tersenyum " Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan terlepas mas menerimanya atau tidak tapi setidaknya aku sudah melakukan kewajiban ku " Ujar Queen membuka matanya menatap Naufal yang juga menatap nya .


"Apa kau bahagia dengan kehadiran nya " Queen menggaguk " Iya aku bahagia , sekalipun ada orang yang tidak menginginkan nya " Ujar Queen .


"Apa aku perna mengatakan tidak menginginkan nya " Tanya Naufal yang sudah mulai emosi .


" Hp mu berbunyi sejak tadi " Naufal mengambil HP nya tapi gerakan tangan nya berhenti setelah tahu siapa yang menelpon nya .


" Angkat Lah " Ujar Queen lalu berdiri berjalan ke arah kamar mandi .


Naufal hanya bisa menghela pelan melihat sikap Queen yang semakin menjaga jarak .


Naufal menerima telepon nya di balkon kamar .


" Kenapa " Tanya Naufal setelah sudah mengangkat telepon nya .


" Kenapa tidak ke sini aku menunggumu " Ujar Lian manja .


" Aku punya pekerjaan yang tidak bisa aku tinggal " Ujar Naufal lembut .


" kalau begitu ke sini lah aku tunggu " Ujarnya dengan manja .

__ADS_1


" iya " Jawab Naufal .


" Bawa Eliza "


" Akan aku usaha kan karena aku belum bicara padanya " Ujar Naufal .


" Sampai kapan ?? Aku ibu kandung nya " Rajuk nya kesal .


" Sabarlah,aku harus bicara pelan² agar dia paham " Ujar Naufal memejamkan matanya .


" Baiklah ,aku tunggu " Jawabnya


" Hebm " Jawab Naufal .


" Aku tutup dulu ,aku harus selesai kan pekerjaan ku " Ujar Naufal lalu menutup teleponnya saat melihat Queen ke luar dengan pakaian yang sudah lengkap .


" Mandi lah, airnya sudah siap " Ujar Queen tanpa melihat Naufal lalu ke luar dari kamar .


Lagi² Naufal hanya menghela napas beratnya melihat Queen bersikap dingin .


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Queen memilih ke ruangan tengah menonton televisi karena memang dia tidak kuat berada di dapur .


Sehingga hanya yuyun lah yang memasak .


" Bunda " Queen membalikkan kepala nya menatap Eliza .


" Sudah mandi " Eliza mengaguk lalu mendekati Queen .


" Bunda tidak masak" Queen menggeleng " Bunda cape " Jawab Queen seadanya .


" Mba Isna tolong susu nya sama buah iya " Isna mengaguk paham karena mereka sudah tahu jika Queen sedang hamil .


" Bunda minum susu " Queen mengaguk " Pengen seperti nya enak sambil nonton " Elak Queen tersenyum .


Tidak berselang lama Isna datang sambil membawa susu dan buah untuk Queen .


" Terimakasih mba Isna " Isna hanya tersenyum " Vitaminnya nyonya " Tanya Isna.


" ada dikamar nanti aku ambil " Ujar Queen tersenyum .


" Mba Isna , Zaza mau susu juga " Isna mengaguk " sebentar iya non " Eliza mengaguk cepat .


" Sampai kapan kau menyembunyikan nya " Queen hanya diam saja.


" Ayah sudah mandi " Naufal mengaguk "Apa ayah masih jelek " Tanya Naufal duduk di samping Eliza dan mengakat Eliza duduk di pangkuan nya .


" Ayah selalu tampan ,iya Kan bunda " Queen menggaguk saja .


" Seperti nya tidak princess ,soalnya bunda hanya diam saja " Ujar Naufal sendu .


" Bunda " panggil Eliza dengan mata berkaca-kaca karena melihat wajah sendu ayah nya.


" Iya ayah mu sangat tampan " Jawab Queen tersenyum lalu kembali memakan buahnya .


" Benarkah " Tanya Naufal sambil memeluk pinggang Queen .


" Hebm " Jawab Queen lalu meminum susunya hingga habis .

__ADS_1


" Tuan sarapan nya " Ucap Yuyun .


" Ayo sarapan dulu " Queen menggeleng " Kalian saja aku sudah kenyang " Naufal menatap Queen " kamu belum makan carbo Queen " Ujar Naufal .


" Aku sudah kenyang ,makanlah aku harus ke kamar ambil vitamin ku " Naufal berdiri sambil menggendong Eliza meninggalkan Queen yang masih di ruangan tengah .


Setelah kepergian Naufal dan Eliza, Queen kembali ke kamar sambil membawa buah di tangannya .


" Ayah, apa Zaza buat salah " Naufal menatap Eliza bingung .


" Memang kenapa sayang " Tanya Naufal .


" Apa Bunda marah pada Eliza " Naufal membuang napasnya panjang .


" Tidak sayang ,bunda sedang banyak pekerjaan saja " Ujar Naufal .


" Kan bunda sudah berhenti yah " Naufal mengaguk " Tapi itu masih butik bunda sayang jadi bunda memantau saja " Eliza menggaguk sekalipun tidak paham .


" Ayo habiskan sarapanmu ,setelah ini kita susul bunda ke kamar " Eliza mengaguk semangat .


Sedangkan di kamar setelah Queen meminum vitamin nya dia memilih duduk di balkon dengan sisa buah yang dia bawa tadi .


" Bunda harap suatu saat kamu tidak membenci bunda karena memisahkanmu dengan ayah dan kakakmu " Ujar Queen sambil mengusap perut nya .


" Maaf jika bunda belum memberi tahu kehadiran mu padanya karena Bunda tidak ingin kakakmu merasa berat saat bersama ibu kandung nya " Cicitnya lagi ,tanpa dia rasa air matanya ke luar begitu saja .


Queen menarik napas panjang nya ingatannya kembali saat hubungan mereka masih baik² saja ,di mana mereka layaknya sepasang kekasih yang benar² takut kehilangan satu sama lain .


Saat dia masih terbawa dalam lamunan nya suara cempreng Eliza membuat Queen menghapus air matanya dengan cepat .


" Bunda " Queen tersenyum melihat kedatangan Eliza bersama suaminya .


" Sudah sarapan " Eliza mengaguk lalu duduk di samping Queen .


" Bunda sakit " Queen menaikan alisnya sebelah " Tidak " Jawab Queen .


" Tapi bunda pucat " Queen tersenyum " Pekerjaan bunda banyak sayang , aunty Risna butuh bantuan bunda " Ujar Queen lembut .


" Ada yang ingin Zaza Katakan " Tanya Queen menatap Eliza .


" Apa Zaza punya salah ?? " Tanya Eliza memberanikan diri .


" Memang Eliza punya salah sama siapa " Tanya balik Queen .


" Sama bunda " Queen tertawa kecil " Apa Zaza merasa berbuat salah " Eliza terdiam memikirkan sesuatu " Zaza tidak tahu " Ujar Zaza bingung .


" Berarti Zaza tidak punya salah " Ujar Queen sambil mengelus kepala Eliza .


Naufal yang sejak tadi memperhatikan Queen membuat hatinya sesak entahlah karena apa tapi melihat wanita itu selalu kuat dan terlihat baik² saja di depan semua orang termaksud dirinya sendiri .


Membuat dirinya seperti tidak berguna, apa lagi melihat Queen begitu lembut menyayangi anak semata wayangnya .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


DUKUNG TERUS NAUFAL DAN QUEEN


LIKE


KOMENT

__ADS_1


VOTE


JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😚😚😚😚


__ADS_2