
Setelah acara makan malam bersama Naufal dan Queen langsung berpamitan pada keluarga mereka .
Awal nya mereka keberatan tapi dengan lembut Queen menjelaskan kalau dia ingin mandiri bersama keluarga barunya .
Hingga akhirnya mereka mengizinkan Queen dan Naufal ke apartemen .
Sedangkan Eliza menolak ikut karena di rumah Oma Elvi katanya banyak orang banyak teman ramai .
Jadi Naufal dan Queen tidak memaksa nya untuk ikut tapi besok mereka akan menjemput nya .
Setelah berpamitan mereka langsung menuju apartemen milik Naufal yang sudah lama tidak di tinggali tapi selalu di bersihkan setiap 2 hari .
Kini mereka sudah masuk dalam apartemen yang akan mereka tepati .
Mata Queen membulat saat melihat apartemen milik Naufal yang kini sudah menjadi suaminya.
Bagaimana tidak baru masuk saja sudah di suguhkan dengan lapangan bola .
" Kau tidak suka " Tanya Naufal yang melihat Queen hanya terdiam .
" Bukan itu tapi ini sangat luas untuk kita bertiga maksud nya ber 4 " Ralat Queen cepat .
" Sudah ayo masuk, kamu pasti lelah. " Ujar Naufal lembut lalu membawa Queen duduk di sofa sebelum nantinya ke kamar mereka .
" Ah iya boleh aku minta sesuatu " Queen mengagukan kepalanya " Jangan pernah masuk di ruangan kerjaku maksudnya di dalam berantakan banyak berkas penting " Lanjutnya lagi .
" Iya,aku paham koh " Ujar Queen .
" Terimakasih " Ujar Naufal .
" Ayo kita ke kamar aku tahu kamu ingin istirahat " Queen mengikuti saja langkah Naufal .
Hingga mereka berhenti di di depan pintu yang cukup besar di banding pintu yang lainnya .
Ceklek
Queen kembali melotot kan matanya saat melihat kamar mereka .
" jika kamu ingin merubahnya ,ubah saja soalnya aku kurang paham selera wanita " Ujar Naufal .
" Tidak ,ini bagus koh tidak terlalu banyak barang jadi terlihat luas dan nyaman di lihat " Ujar Queen .
" Itu pintu untuk Walk in close dan kamar mandi pintunya berhadapan " Ujar Naufal menjelaskan .
" Kenapa harus memakai pintu lagi " Tanya Queen bingung, karena di kamarnya saat buka pintu kamar mandi langsung kamar mandi begitu juga walk in close .
Tapi ini masuk dulu dalam ruangan baru di dalam sana masih ada pintu lagi .
" Aku hanya suka saja. " Ujar Naufal Asal .
" baiklah " Ujar Queen .
" Iya sudah aku ke kamar mandi dulu " Ujar Naufal .
" apa di dalam ada piyama " Tanya Queen ,Naufal hanya mengaguk .
Queen masuk ke dalam ruangan yang pintu nya terbuat dari kaca ,sebelum akhirnya masuk lagi dalam ruangan walk in close saat pintu kaca itu terbuka sendiri .
Jika pintu pertama harus membuka sendiri tapi pintu ke arah Walk in close bisa terbuka sendiri saat kita berada di depan pintu itu.
" Apa yang akan dia pakai " Ujar Queen bingung hingga dia tidak menyadari jika Naufal sudah berdiri di belakang nya .
" apa yang kamu cari "
" Astaga " Pekik Queen langsung memegang dadanya .
" Kenapa tidak bicara jika masuk ke sini " Ujar Queen mengelus dadanya .
" Kamu sendiri kenapa hanya diam menatap pakaian " Tanya Naufal,lalu mengambil pakaian tidurnya .
" Aku memikirkan pakaian yang akan kamu pakai tapi bingung maaf " Ujar Queen lirih .
" Pelan² saja bukan nya kamu juga masih belajar " Queen mengaguk " Sana bersihkan tubuhmu" Queen langsung ke kaur dari ruangan itu .
Sedangkan Naufal setelah selesai berganti pakaian dia langsung keluar dari ruangan itu menuju tempat tidurnya .
Lalu dia mengambil HP nya yang tadi di letakan di atas meja di samping tempat tidurnya lalu menyalakan nya.
Seketika wajah nya berubah saat melihat pesan dari Daniel dengan kasar dia langsung menelepon Daniel .
Tidak menunggu waktu lama panggilan itu sudah terhubung .
__ADS_1
" Aku akan membunuhmu,apa maksudmu hah, aku lebih senior dari pada kamu sialan "
Setelah itu Naufal langsung mematikan setelah mengumpat Daniel yang mungkin kini dia sedang tertawa .
" Mas " Naufal membalikkan badannya
GLEK
Secara perlahan Queen mendekati Naufal dengan anggun
jika tidak karena mereka aku tidak akan melakukan ini ,tuhan bantu aku jangan sampai aku mati di tangan nya , kenapa Merkea harus menyuruh ku memakai ini sih Gerutu Queen dalam hati .
shiittt kenapa dia panas sekali Batin Naufal dalam hati .
" Mas " Panggil Queen membuat darah Naufal mengalir dengan cepat memompa ke arah otaknya .
" I-ya " Ujar Naufal gugup saat Queen sudah di depannya bahkan nafas keduanya saling menerpa kulit mereka masing² .
kamu harus memulai duluan kamu harus lebih aktif
Ucapan Elsa dan Elvi berputar dalam kepalanya hingga membuat sedikit keberanian .
" Mau tidur " Tanya Queen lembut sambil mengalungkan tangannya di leher Naufal .
" Iya aku lelah " Ujarnya terbata .
Queen memainkan jarinya di bidang dada suaminya sedangkan tangan satunya masih berada di lehernya .
semua ini karena mereka Batin Queen meringis .
Sedangkan Naufal memejamkan matanya ,menahan sesuatu yang mungkin saja akan bangun .
GLEK
Queen menatap ke arah bawah di mana tempat senjata yang akan memberikan dia kenikmatan sekalipun kata Elvi awalnya memang sakit .
Ingin sekali Queen tenggelam ke dasar laut saat ini karena kedua ibunya itu sudah mengotori pikirannya
Hingga akhirnya tangan Queen bermain di area sensitif Naufal .
" ssssttttt " Desis Naufal saat Queen mengelus juniornya yang masih di tutupi kain .
" Mas " Panggil Queen lembut
BUGH
mati kamu Queen **batin Queen meringis
Naufal langsung membuat kain yang melekat di tubuhnya yang beberapa menit lalu dia pakai .
SREK
" Mas " pekik Queen kaget .
" Kau yang memulai " Ujar Naufal tersenyum seringai lalu mengingat tangan Queen menggunakan lingerie yang sudah tidak berbentuk karena ulah Naufal .
" A-pa yang kamu lakukan " Ujar Queen panik.
" Kau akan tahu nantinya " Ujar Naufal menatap lapar kearah benda yang sudah menantangnya sejak tadi .
"Mas ..." Queen memejamkan matanya saat Naufal bermain dengan dua gundukan benda kenyal miliknya .
Naufal menyambar bibir Queen dengan buas dan sedikit kasar bahkan dia memaksa lidah nya untuk masuk ke dalam dan mengabsen setiap isi mulut Queen
Queen yang hanyut dalam ciuman itu sehingga tanpa sadar dia membalas ciuman itu tidak kalah ganas dari suaminya .
hingga mereka saling membelit kan lidah saling menukar Saliva masing-masing.
Tangan Naufal sudah tidak bisa diam dia mengabsen semua inci tubuh Queen tanpa cela .
" Aaaahhh " desah Queen saat Naufal bermain pada benda itu seperti bayi yang kehausan
Hingga akhirnya dia semakin kebawah membuat Queen semakin gila .
Naufal membuka kain segitiga yang masih menutupi hutan belantara milik Queen .
" Alexa" suara berat Naufal menandakan jika suaminya itu sudah terbakar gairah
Queen hanya mengaguk mengerti akan tatapan suami nya yang sudah sayu dan bergairah
Naufal yang mendapatkan lampu hijau tanpa bertanya lagi dia langsung berjongkok .
Bermain di bagian bawah, lidahnya dan bibirnya mengisap dengan kuat sedangkan tangannya tidak di biarkan begitu saja .
Sehingga dia mencari sesuatu yang bisa di mainnya saat mendapat kan yang dia inginkan dia meremas buah kenyal itu .
__ADS_1
Queen menggelit dengan kuat dia tidak menyangka jika Naufal akan melakukan hal segila ini .
" Aaaarrrgghhhhh......" Queen mendesah saat Naufal mengisap kacang polong .
Mendengar suara merdu Queen membuatnya semakin semangat bermain di bawah dia mempercepat jarinya memainkan kacang polong nya
"Sudah....aaa..ku aaahhh"Queen langsung lemah saat merasakan ada cairan yang ke luar dari inti tubuhnya tapi dia tidak tahu itu cairan apa.
Naufal berdiri menatap Queen sambil tersenyum dia bangga bisa membantu Queen merasakan nikmat dan melepaskan ikatan pada tangan Queen .
"Tadi hanya pembuka,akan aku tunjukan menu utamanya " Naufal langsung membungkam bibir Queen yang sudah bertambah volume.
Naufal menggesek senjatanya pada inti Queen dan membuat Queen memejamkan matanya.
Tangannya sudah meremas sprei di sampingnya merasakan gesekan benda tumpul itu.
" Tahan, jangan menolak nya ,rileks ini akan sedikit sakit " Queen mengangguk saja .
Saat benda kenyal itu sudah mulai masuk pintu inti tubuhnya, Queen secara refleks memegang pundak Naufal .
" Sa..Kitt maasss" ucap Queen lirih sambil meneteskan air mata nya
" Sabar ini hanya sebentar sakitnya " Naufal langsung membungkam kembali bibir Queen
Lalu melanjutkan dorongannya hanya 2 kali hentakan junior Naufal sudah masuk sepenuhnya di milik Queen .
Naufal memejamkan matanya merasakan miliknya seperti di jepit dan sesak di dalam sana .
shitt sempit sekali !!!
Padahal dia belum bergerak hanya mendiamkan agar Queen terbiasa dulu.
" Maaf" Queen hanya mengangguk tapi dia merasakan sakit bagian inti tubuh nya
" Setelah ini akan nikmat " Naufal langsung menggoyang kan pinggulnya dengan pelan
awalnya Queen masih merasa sakit hingga akhirnya rasa itu berubah rasa kenikmatan.
Queen mendesah melenguh sambil menyebut nama Naufal, sedangkan tangan memegang pinggang ramping Queen .
" Naufalhhhhhhh "
" iya it's me " Ujarnya ambil menyeringai
" Aaaarrrgghhhhh Ini sungguh nikmat " Naufal terus berpacu semakin cepat.
Lalu dia mengakat sebelah kaki Queen di simpan di pundak nya sedangkan satunya di lebarkan agar dengan muda untuknya melihat benda yang kini sudah menjadi candu
" Aaahhhh "
"Ini...nikmat ....bukan " Queen hanya mengaguk saja
" Buka matamu " Queen membuka matanya menatap Naufal yang juga menatap nya .
Jleb.... Jleb... Jleb....
" Aaaagggghhhhh
" Aaaarrrgghhhhh " Naufal membenamkan semua senjatanya ke dalam sambil menekan pinggang Queen sekuat mungkin saat merasakan pelepasan itu tiba .
Queen hanya memejamkan matanya saat merasa ada cairan hangat dalam inti tubuhnya.
Naufal langsung menjatuhkan tubuhnya di atas Queen tanpa melepas penyatuan Merkea .
" Terimakasih " Queen hanya diam saja karena dia masih mengatur napasnya .
Naufal melepaskan miliknya dari sarang barunya ,ada rasa bangga baginya saat melihat bercak Adara .
Karena dengan istri pertama nya dia tidak mendapatkan itu ,mungkin karena cinta sehingga dia menerima nya saja .
" Istirahat lah " Ujar Naufal ,lalu menutup tubuh polos Queen dengan selimut ,sedangkan dia memilih membersihkan diri terlebih dahulu .
Sebelum nantinya akan membantu Queen membersihkan bagian bawahnya agar Queen bisa tidur lebih tenang .
Karena saat ini Queen sudah terlelap karena Naufal menggempurnya hampir 3 jam .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5
__ADS_1
Semoga lulus iya 😂😂😂😂😂😂😂