Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
lebih cepat lebih baik


__ADS_3

Sepulang nya dari perusahaan Daniel memilih pulang ke apartemen Risna .


Karena tiba² perasaan nya tidak tenang setelah mengusir wanita itu tadi pagi .


Dengan langkah besar nya Daniel berjalan menuju unit apartemen Risna .


Tidak perlu menunggu sang pemilik apartemen membuka pintu karena dia sendiri bisa membukanya .


Saat Daniel masuk dalam apartemen itu seperti tidak ada tanda² kehidupan .


Tujuan pertama nya dapur karena biasanya wanita itu akan berada di dapur jika sudah sore untuk membuat makan malamnya .


Tapi dia tidak melihat wanita itu ,berarti kamar karena hanya ada dua tempat itu .


Sedang kan Risna sedang duduk di Karpet bulu sambil bersandar di sofa


" Tumbuhlah dengan baik, Mama akan menemani mu " Ucap Risna .


" kenapa kamu kecil sekali nak " Lanjutnya lagi sambil menatap foto USG .


Di mana setelah pulang dari perusahaan tadi dia memutuskan untuk ke rumah sakit .


Dan benar saja dia tengah berbadan dua di mana calon anaknya sudah berusia 2 Minggu .


Awalnya Risna terlihat Bingung tapi setelah dokter menjelaskan dia bisa mendengar kan dengan baik .


Ada rasa bahagia dalam dirinya sekalipun kehamilan nya belum di ketahui oleh Daniel .


" Nanti kita ketemu Papa iya " Ucap Risna tersenyum miris .


" Risna " Risna langsung menatap ke arah pintu,dengan cepat dia menyembunyikan foto USG yang ada di tangannya .


" Abang datang " Tanya risna gugup, Lalu dia berdiri setelah foto USG itu sudah di sembunyikan .


" Maaf Risna tidak tahu, Abang mau makan apa soalnya Risna belum masak " Tanya Risna sambil mendekat ke arah pintu


Sekalipun dia gugup tapi sebisa mungkin dia terlihat biasa saja .


" Apa tadi " Tanya Daniel dingin saat Risna sudah di depannya .


" Maksud Abang " Tanya Risna seolah dia tidak paham ucapan Daniel .


" Abang belum mandi kan ,aku siapkan dulu pakaian Abang " Daniel menahan tangan Risna .


" Kau ingin menyembunyikan dariku " Tanya Daniel dengan suara sedikit tinggi .


" Abang mandi dulu ,aku siapkan dulu air sama pakaiannya ,nanti aku tunggu Abang di dapur " Ujar Risna lembut .


" Kau hamil" Daniel tidak bisa menahannya lagi dia harus tahu saat ini juga .


Terlalu lama jika harus menunggu dia mandi belum lagi Risna mau memasak lalu mereka makan .


Itu terlalu lama menurutnya dia tidak sesabar itu .

__ADS_1


" Risna "


" Iya ,makanya Abang mandi dulu baru kita bicara " Ujar Risna pada akhirnya .


" Berikan " Risna memberikan foto USG yang tadi dia sembunyikan .


Lalu meninggalkan Daniel menyimpan air dan juga pakaian laki² itu .


Saat Risna ke luar dari kamar mandi, Daniel sudah berdiri di depan pintu kamar mandi .


sehingga membuat wanita itu kaget hingga mundur beberapa langkah, dengan sigap Daniel menahan tubuh wanita itu .


" Maaf " Ucap Daniel .


" Aku tidak papa " Jawab Risna .


" Apa kau tidak ingin menjelaskan sesuatu pada ku " Tanya Daniel sambil menatap Risna yang masih berada dalam pelukan nya .


" Maaf " Jawab Risna sambil menatap Daniel.


Kini keduanya saling menatap penuh cinta ,entah duluan siapa kini keduanya sudah saling berbelit .


Hanya ciuman biasa tanpa nafsu atau pun yang lainnya.


" Makasih " Ucap Daniel lalu memeluk Risna setelah ciuman mereka terlepas .


" Kenapa harus berbohong " Lanjutnya lagi .


" Maaf aku hanya tidak mau Abang marah " Ucap Risna lembut.


" Kau tidak menginginkan yang lain " Risna menggeleng " Serius tidak " Tanya Daniel lagi .


" Aku tidak tahu ,tapi untuk sekarang belum " Jawab Risna ,Daniel membawa Risna ke luar dari kamar mandi .


" Airnya nanti dingin " Tahan Risna " nanti saja,Aku ingin mendengar ceritamu " Ujar Daniel sambil menarik Risna dengan pelan menuju sofa .


" Ceritakan " Tagih Daniel menatap Risna " Cerita apa ?? Aku hanya membeli testpeck saat pulang kemarin lalu kembali ke sini ,saat aku akan mandi ada yang memencet bel ternyata mas Didin dia mengajakku makan malam karena hari ini dia pulang di kampung ,terus pagi tadi aku ke perusahaan ingin memberikan tentang kabar ini tapi tidak sesuai keinginan " Ucap Risna kesal .


" Itu karena kamu berbohong ,jika kamu jujur aku tidak akan semarah tadi,apa lagi saat kamu tidak memberikan kabar padaku saat aku hubungi kamu tidak memberikan jawaban sehingga aku memutuskan ke sini tapi yang aku lihat !! Jauh dari ekspetasi ku" Ujar Daniel sinis .


" Iya maaf " Jawab Risna menunduk ,Daniel turun dari sofa berjongkok di depan perut Risna .


" Papa benarkan kalau kamu sudah hadir, Sehatlah bersama Mama jika kamu butuh sesuatu Papa akan membelikan untukmu " Ujar Daniel lalu menatap Risna .


" Apa kata dokter " Tanya Daniel.


Dia masih berjongkok di depan Risna sambil mengelus perut wanita itu .


" Semuanya baik, usianya baru dua Minggu besarnya seperti kepala jarum pentul aku di berikan obat mual,vitamin sama di minta beli susu hamil untuk nya,nanti 2 Minggu lagi ke sana jadi setelah itu akan rutin tiap bulan periksa nya " Ujar Risna sambil menatap tangan Daniel yang selalu mengelus perutnya .


" kamu mual " Risna mengaguk " Sejak tadi pagi " Jawab Risna .


" Besok kita ketemu orang tuamu " Risna melototkan matanya " Lebih cepat lebih baik sayang,aku juga tidak bisa tenang membiarkan kamu sendirian di sini ,jadi jangan membantah aku akan membicarakan pada ayah dan ibu setelah kembali dari sana " Putus Daniel tegas.

__ADS_1


Membuat Risna tidak punya pilihan lain selain menyetujui nya,dia juga ingin hidup tenang sebelum nantinya perut nya membesar .


" Aku mandi dulu,tidak usah masak kita makan di luar sekalian beli susu hamil, kamu belum belikan " Risna mengaguk " Rencana malam ini karena tadi lagi malas " Jawabnya .


" Iya sudah kamu ganti baju ,aku mandi dulu " Ucap Daniel lalu pergi ke kamar mandi.


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Sedangkan di masion besar Naufal sedang duduk di ruangan kerja Raymond bersama para lelaki tertua di keluarga suaminya .


" Apa Queen sudah bicara denganmu " Naufal mengaguk lemah.


Saat pulang kerja tadi Queen sudah berbicara dengan nya perihal tentang Alvin pada nya .


" Tidak usah memikirkan yang tidak akan terjadi " Ujar Jose.


" Iya Pa " Jawab Naufal lirih .


" Kamu tetap bekerja seperti biasanya ..."


" Aku ikut Dad "Potong Naufal cepat .


" Kami tahu kamu khawatir ,tapi kamu bisa pegang ucapanku, Aku tidak akan menyakiti anak ku sendiri apa lagi membuangnya ke lubang yang salah " Ujar Henry yang mengerti ke takutan Naufal .


" Percayalah istri mu tidak akan melakukan hal di luar batasnya " Ujar Jeje menatap Naufal .


"Dia akan menjaga anak kalian ,kami juga akan menemaninya sekali pun dari jauh " Ujar Alan .


" Tapi dia pria yang licik Ayah " Ujar Naufal frustasi.


" Maka dari itu kamu kembali bekerja ,Opa yakin pasti dia akan melakukan banyak hal tapi kamu tidak usah takut semuanya akan baik-baik saja " Ujar Daddy Radit.


" Bukannya besok kita akan rapat melihat proyek yang tengah kamu kerjakan " Tanya Raymond .


" Baiklah " Ujar Naufal lemah .


Bagaimana pun dia tetap memikirkan keselamatan Queen ,apa lagi dia sangat tahu siapa Alvin .


Tapi dia juga tidak berbuat papa selain mengikuti cara mertuanya .


Dia yakin pasti mertuanya sudah merencanakan dengan Baik tanpa menyakiti istrinya .


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


*Dukung terus Naufal dan Queen


Daniel dan Risna


like


koment


vote

__ADS_1


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟*


__ADS_2