
Seminggu sudah Endang di rumah sakit tapi tidak ada tanda² dia sadar, dengan setia Arif selalu menemani nya tanpa meninggalkan dia sedikit pun .
Hingga membuat Jose harus turun tangan mengurus perusahaan Xavier .
Morgan dan Rehan juga bergantian datang menemani nya di rumah sakit, kadang Isna atau Rosna akan ikut juga ke sana tapi hanya sementara mengingat Isna sedang hamil begitu juga Rosna karena ada Aurellia .
Malam ini Morgan membawa Isan ke apartment Rehan ,karena dia dan Rehan akan menemani Arif di rumah sakit dan Isna akan menginap di apartemen bersama Rosna .
Karena dia tidak mungkin membiarkan Isna sendirian di apartemen sekalipun isna mengatakan tidak papa .
Kelurga Daddy Radit juga sesekali datang menjenguk Endang dan membawa kan makanan atau buah untuk Arif ,kadang juga pada wanita membersihkan tubuh Endang jika perawat belum membersihkan nya .
Ceklek
" Dude " Arif tersenyum melihat kedua temannya .
" Sayang ,Morgan sama Rehan sudah datang " Ucap Arif ,sepeti kata Alister sekalipun Endang belum sadar tapi sebisa mungkin mengajaknya untuk bicara sekalipun tidak ada respon .
" Hai Endang ,Rosna titip salam katanya kapan mau belajar masak,kamu di kalahkan Isna dia sudah pintar masak " Ucap Rehan .
" Iya istri ku sudah jago masak mie sama goreng telur " Timpal Morgan tertawa kecil .
" Ayo makan dulu " Ajak Rehan berjalan ke arah sofa begitu juga Morgan .
" Aku tinggal iya sayang ,mau makan , CUP " Arif ikut bergabung bersama kedua sahabatnya .
" Isna kamu tinggal " Morgan menggeleng " Dia apartemen Rehan " Jawab Morgan .
" Maaf ,kalian harus .... "
" apa selama di sini kamu nonton drama ,jika lapar isi perut mu " Ucap Rehan ketus .
" Kenap dia begitu Beta dalam tidurnya " Tanya Arif menatap ke arah tempat tidur .
" Karena mimpinya indah ,siapa tahu dia bertemu pria yang lebih ganteng dari kamu , yang mencintai nya begitu tulus ah apa mereka main kuda² juga " Ucap Morgan sambil berpikir .
" Pulang lah " Usir Arif menatap tajam Morgan .
__ADS_1
" Aku akan pulang jika sudah pagi karena aku harus kerja ! Kata Isna harga popok sama susu mahal jadi aku harus menabung " Ucapnya membuat Rehan tertawa .
" Jika uangmu habis ,kamu bisa menggunakan kemejamu untuk popoknya " Jawab Rehan tenang .
" Enak saja, mereka lebih mahal dari harga dirimu " jawab Morgan kesal .
" Kenapa kalian jadi membahas itu sih " Ucap Arif .
" Lalu harus bahas apa ?? makanlah wajahmu semakin jelek jika lapar " Lidah Arif berdecak .
" Kamu sudah menyelesaikan nya " Tanya Rehan .
" belum, aku tidak punya waktu bertemu dengan nya " Jawab Arif .
" Kamu bukannya tidak punya waktu , tapi kamu tidak mau meninggalkan Endang " Timpal Morgan .
" Selesaikan sebelum Endang sadar, karena saat dia sadar kamu harus fokus dengannya bukan dengan wanitamu " Lanjutnya lagi .
" Kami akan menjaga Endang ,jika kamu tidak percaya pada kami !! Rosna dan Isna akan ikut menjaga Endang juga " Ucap Rehan.
" Memang kita mau apa kan istri nya ?? Makanya dia tidak percaya " Ucap Morgan menatap Rehan .
" Maaf aku tidak tertarik pada istri nya jika mau sejak dulu aku menjadi kan dia istri karena di sekertaris ku ' Ucap Morgan .
" Morgan " Panggil Arif rendah .
" Apa ?? aku bicara ...."
" Sudah ayo makan ,kita tidak akan selesai jika berdebat terus " Sanggah Rehan cepat .
" Ruangan Endang sudah seperti Hypermart padahal yang menjaganya cuma satu orang " Ucap Morgan menatap meja yang ada di ruangan itu yang penuh dengan makanan ringan buah dan kue .
" Bahkan kadang Tuan Alister menyuruh asisten nya mengambil makanan di sini " Ucap Arif .
"Lagian kamu juga tidak mungkin menghabis kan " Arif mengagguk .
" Gimana keadaan baby " Tanya Morgan serius .
__ADS_1
" Kata Nona Amanda ada kemajuan begitu juga Endang " Jawab Arif .
" Percayalah dia hanya butuh waktu istirahat karena selama ini dia terus berkerja untuk adeknya hingga akhirnya dia meninggalkan,lalu masalah terus berganti " Arif mengaguk membenarkan " Saat hatinya siap dia akan bangun " Lanjutnya .
" Aku takut saat dia sadar nanti ...."
" Jangan memikirkan yang belum tentu terjadi ,Apa pun nanti hal pertama yang kamu lakukan jelaskan padanya " Potong Rehan cepat .
" Besok pergilah temui dia selesaikan dengan baik, kami akan menjaganya " Arif mengaguk .
" Semoga setelah itu dia akan sadar " Jawabnya sendu .
" Ah iya aku sampai lupa ,Rosna membuat kan kita kopi ,karenamu bicara terus aku sampai lupa bangsat " Umpat nya ada Morgan .
" Kenapa kamu menyalakan aku, salahmu sendiri kenapa bisa lupa " Ucap Morgan acuh
" Tapi wajar sih karena kamu sudah tua ,jadi kami maklumi " Lanjutnya membuat Rehan mendengus .
Rehan mengeluarkan kopi lalu di letakan di atas meja baru melanjutkan makannya .
" Apa tidak papa kalian meninggal kan mereka berdua " Tanya Arif menatap Morgan dan Rehan bergantian .
" Mereka akan Senang ,apa lagi ibu hamil itu jangan tanya lagi karena dia bertemu dengan pawang nya ,tiap malam kerjanya makan saja begitu juga siang ,aku sampai heran makanan yang dia makan di simpan di mana " Ucap Morgan menggeleng .
" Itu karena dia lagi hamil , Rosna juga begitu dulu bahkan aku sampai mencubit pahanya karena gemas , selalu membuatku pusing karena permintaan nya yang aneh " Timpal Rehan .
" Semoga Endang sadar dengan cepat ,aku ingin melakukan nya " Morgan dan Rehan langsung menatap Arif yang menatap ke ranjang pasien .
" Kamu akan menyesalinya nanti " Ucap morgan membuat mereka tertawa .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘
Like
koment
__ADS_1
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟