Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
Ngidam pertama


__ADS_3

Saat Naufal dan Daniel tengah sibuk menyelesaikan pekerjaan yang sengaja di bawah Daniel .


Suara pintu terbuka membuat ke duanya menatap ke arah pintu .


" Gimana keadaan Eliza " Tanya Faisal yang baru saja masuk bersama sang istri yang menentang makan malam untuk anaknya dan Daniel .


" Tadi sudah siuman Dad, tapi Alister menyutikan obat jadi dia kembali tidur karena mengeluh kepalanya sakit " Faisal dan Desi hanya bisa diam saja sambil menatap tempat tidur Eliza .


" Isna " Tanya Desi ,sambil menyiapkan makanan untuk Naufal dan Daniel .


" Belum juga bangun Mom, tapi tadi Naufal ke sebelah juga dia di Jaga perawat " Jawab Naufal .


" Makan dulu nak, baru lanjut lagi " Ucap Desi setelah menyiapkan makanan .


" Ayo makan dulu aku sudah lapar "


" Lapar ,padahal kau yang menghabiskan kue sejak tadi" Tanya Daniel tak percaya .


" Kamu tahu kan semenjak Alexa pergi bahkan aku tidur pun susah ?" Daniel mengaguk " Dan begitu juga nafsu makanku " Lanjutnya lagi .


" Makanya jangan bikin masalah " Naufal hanya berdecak saja .


" Ayo Habiskan ,mommy sengaja masak banyak " Ujar Desi .


" Regina mana Fal " Tanya Faisal .


" Aku suruh pulang Dad, kasian jika dia ikut menjaga Eliza dengan keadaan seperti itu , apa lagi dia baru datang pasti dia lelah " Jawab Naufal lalu menarik kursi makan yang memang ada di ruangan itu .


Kalian tahukan !! gimana fasilitas ruangan khusus pemilik rumah sakit itu .


Bahkan setara dengan apartemen sehingga hanya mereka yang memakai khusus lantai itu .


Jadi sudah bisa bayangkan bagaimana besarnya ruangan itu kan ??


" Gimana ?? " Tanya Faisal .


" Alexa tidak ingin membahas itu Dad ,tapi dia sudah tahu dan dia tidak masalah dengan itu " Jawab Naufal yang mengerti arah pembicaraan Daddy nya .


" Syukurlah " Jawab Faisal dan Desi bersamaan .


" Harusnya kamu tidak menyakitinya nak, lihatlah betapa tulusnya dia bahkan dia bisa menerima Eliza " Naufal mengaguk sendu " Naufal akan menembus itu semua mom " Jawab Naufal.


" Sudah kalian lanjut kan makannya " Naufal dan Desi mengaguk .


Tapi belum juga memulai ruangan kembali terbuka dan ternyata itu mertuanya dan istri nya .


" Kau masih hidup " Daniel ingin tertawa tapi sebisa mungkin dia tahan .


" Masih Dad, karena Alexa melarangku mati " Henry hanya diam saja lalu berjalan ke arah tempat tidur Eliza .


" Ayo pak ,Bu " Elvi membuka kotak yang berisi kue² bikinannya siang tadi .


" Ah iya makasih Bu " Elvi mengaguk Tersenyum .


" Mommy bawa apa " Tanya Naufal dari meja makan .


" Bawa racun untukmu " Naufal hanya berdecak saja .


" Kue tadi mommy buat " Jawab Elvi lalu mendekati Eliza .


" Kata Queen dia sudah bangun ,kenapa dia masih menutup matanya ?? " Tanya Henry tanpa membalikkan badannya .


" Alister memberikan obat Dad " Jawab Naufal di sela makan nya .

__ADS_1


" Obat apa ?? Kenapa dia sangat nyenyak apa dia menyuntikan racun " Ucap Henry ketus .


" Obat tidur Dad " Jawab Naufal membuat Henry terdiam .


" Daddy ,boleh Naufal tanya ?? " Henry membalikan badannya menatap Naufal yang sedang makan .


"Tapi maaf jika menyinggung perasaan Daddy " Faisal ,Desi dan Daniel langsung menatap Naufal .


Dalam hati mereka bertanya apa yang akan di bahas Naufal sehingga membahas tentang menyinggungan perasaan .


Sedangkan Henry hanya menatap nya datar .


" Apa Daddy yang membantu Naufal mengurus masalah di lapangan " tanya Naufal .


Sebenarnya dia sendiri ragu menanyakan itu ,tapi siapa lagi yang membantunya .


Sedangkan yang tahu itu hanya Daniel dan dirinya dan saat pagi tadi Daniel memberi tahunya di ruangan itu juga ada mertuanya bukan .


" Apa kau mengira aku punya waktu mengurus hal bodoh seperti itu ?? Bahkan mengurus ****** itu sudah bikin kepalaku pusing " Ucap Henry ketus .


" Lalu siapa " Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Naufal .


" Kau bertanya pada ku ?? " Naufal menggeleng cepat " Tidak Dad ,aku sedang bertanya pada Daniel " Jawab Naufal cepat membuat Henry berdecak .


Setelah itu Naufal kembali melanjutkan makanan nya bersama Daniel .


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Kini ruangan Eliza hanya menyisakan Naufal dan Daniel karena mertua dan orang tua Naufal baru saja pulang .


Tapi sebelum itu mereka ke ruangan Isna terlebih dahulu melihat berkembangannya .


" Fal, kau percaya dengan ucapan tuan Henry " Naufal menggeleng .


" Sejak awal memang aku sudah curiga tapi bukannya mereka masih membencimu " Tanya Daniel .


" Sifat mereka memang begitu Niel, Jadi kita hanya siapkan hati dan mental saja " Jawab Naufal sambil tersenyum paksa .


" Kau seperti orang yang tertekan " Daniel tertawa kecil .


Saat Naufal akan menjawab Hp nya berdering tapi nomor baru .


Naufal dan Daniel saling menatap kemudian menatap HP Naufal .


" Angkat saja siapa tahu penting " Naufal langsung menekan tombol hijau


" Siapa " Itulah kata pertama yang ke luar dari mulut Naufal .


" Mas " Naufal langsung menegangkan duduk nya membuat Daniel bingung .


" Alexa " Ucapnya tanpa suara ,Daniel mengaguk saja .


" Iya ,Sudah makan " Tanya Naufal sambil menatap pekerjaan nya.


" Sudah ,mas sibuk iya " Tanya Queen lagi .


" Hanya ada beberapa pekerjaan ,Kenapa ?? " Tanya Naufal .


" Hebm tidak mas " jawab Queen ragu .


" Katakan saja , pekerjaan ku tinggal sedikit " Ujar Naufal .


" Mau martabak " Cicitnya

__ADS_1


" Kau lapar " Bukannya tadi dia bilang sudah makan .


Lalu untuk apa dia meminta martabak pikir Naufal .


" Aku juga tidak tau, tapi ingin martabak rasa pandan terus isiannya keju " Ah !


Kini Naufal paham apa istri nya ingin sedang mengidam dan dia ingin Naufal yang membelinya .


" Kau mengidam " Queen hanya diam saja .


" Apa hany itu saja " Lanjutnya lagi karena Queen Tidak menjawab nya .


" Iya itu saja tapi kejunya di banyakin iya " Jawab Queen ragu .


" Hebm , iya sudah aku tutup mau ke luar beli dulu " Naufal akan mematikan sambungan telepon nya tapi Queen kembali bersuara .


" Apa ada yang jaga princess "


" Ada Papa nya di sini !! Dia akan tidur di sini " Jawab Naufal .


" Hati² Tidak usah buru-buru aku masih bisa tahan "


" Hebm, Aku mati kan Iya "


" Iya " Naufal langsung mematikan HP nya setelah mendapat kan jawaban dari Queen .


" Kau tak apa kan aku tinggal sendirian " Daniel mengaguk " Pergilah ,kau semangat sekali " Daniel tertawa kecil .


" Ini pertama nya Queen memintaku mencarikan sesuatu semenjak hamil " Jawab Naufal mengambil jaket dan dompetnya .


" Kunci mobil " Daniel memberikan kunci mobilnya .


" Iya karena dulu kamu sibuk sama MANTAN ISTRI MU " Tekan Daniel membuat Naufal berdecak kesal .


" Kau tidak titip " Tanya Naufal sebelum meninggal ruangan itu .


" Copy saja ,sekalian beli kan sama penjaga kasian mereka " Naufal mengagukan kepalanya .


Lalu ke luar dari ruangan Eliza dan berhenti di depan ruangan .


" Kalian ingin kopi " Para penjaga saling menatap lalu menggeleng .


" Tidak tuan , terimakasih " Jawab salah satu dari mereka .


" Tidak usah sungkan ,kalian ingin kopi apa " Tanya Naufal lagi .


" Cepat ,istriku sedang menunggu ku " bentak Naufal .


" Apa saja tuan " Jawab mereka serempak .


" Apa tunggu di umpat baru kalian menurut , merepotkan " Ujar Naufal lalu meninggalkan para penjaga yang masih terdiam .


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


***Maafkan author yang baru up karena ada kesibukan pagi tadi 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Dukung terus Naufal dan Queen


like


koment


vote

__ADS_1


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟***


__ADS_2