
Saat Naufal dan Daniel tengah sibuk menyelesaikan pekerjaan yang sengaja di bawah Daniel .
Suara pintu terbuka membuat ke duanya menatap ke arah pintu .
" Gimana keadaan Eliza " Tanya Faisal yang baru saja masuk bersama sang istri yang menentang makan malam untuk anaknya dan Daniel .
" Tadi sudah siuman Dad, tapi Alister menyutikan obat jadi dia kembali tidur karena mengeluh kepalanya sakit " Faisal dan Desi hanya bisa diam saja sambil menatap tempat tidur Eliza .
" Isna " Tanya Desi ,sambil menyiapkan makanan untuk Naufal dan Daniel .
" Belum juga bangun Mom, tapi tadi Naufal ke sebelah juga dia di Jaga perawat " Jawab Naufal .
" Makan dulu nak, baru lanjut lagi " Ucap Desi setelah menyiapkan makanan .
" Ayo makan dulu aku sudah lapar "
" Lapar ,padahal kau yang menghabiskan kue sejak tadi" Tanya Daniel tak percaya .
" Kamu tahu kan semenjak Alexa pergi bahkan aku tidur pun susah ?" Daniel mengaguk " Dan begitu juga nafsu makanku " Lanjutnya lagi .
" Makanya jangan bikin masalah " Naufal hanya berdecak saja .
" Ayo Habiskan ,mommy sengaja masak banyak " Ujar Desi .
" Regina mana Fal " Tanya Faisal .
" Aku suruh pulang Dad, kasian jika dia ikut menjaga Eliza dengan keadaan seperti itu , apa lagi dia baru datang pasti dia lelah " Jawab Naufal lalu menarik kursi makan yang memang ada di ruangan itu .
Kalian tahukan !! gimana fasilitas ruangan khusus pemilik rumah sakit itu .
Bahkan setara dengan apartemen sehingga hanya mereka yang memakai khusus lantai itu .
Jadi sudah bisa bayangkan bagaimana besarnya ruangan itu kan ??
" Gimana ?? " Tanya Faisal .
" Alexa tidak ingin membahas itu Dad ,tapi dia sudah tahu dan dia tidak masalah dengan itu " Jawab Naufal yang mengerti arah pembicaraan Daddy nya .
" Syukurlah " Jawab Faisal dan Desi bersamaan .
" Harusnya kamu tidak menyakitinya nak, lihatlah betapa tulusnya dia bahkan dia bisa menerima Eliza " Naufal mengaguk sendu " Naufal akan menembus itu semua mom " Jawab Naufal.
" Sudah kalian lanjut kan makannya " Naufal dan Desi mengaguk .
Tapi belum juga memulai ruangan kembali terbuka dan ternyata itu mertuanya dan istri nya .
" Kau masih hidup " Daniel ingin tertawa tapi sebisa mungkin dia tahan .
" Masih Dad, karena Alexa melarangku mati " Henry hanya diam saja lalu berjalan ke arah tempat tidur Eliza .
" Ayo pak ,Bu " Elvi membuka kotak yang berisi kue² bikinannya siang tadi .
" Ah iya makasih Bu " Elvi mengaguk Tersenyum .
" Mommy bawa apa " Tanya Naufal dari meja makan .
" Bawa racun untukmu " Naufal hanya berdecak saja .
" Kue tadi mommy buat " Jawab Elvi lalu mendekati Eliza .
" Kata Queen dia sudah bangun ,kenapa dia masih menutup matanya ?? " Tanya Henry tanpa membalikkan badannya .
" Alister memberikan obat Dad " Jawab Naufal di sela makan nya .
__ADS_1
" Obat apa ?? Kenapa dia sangat nyenyak apa dia menyuntikan racun " Ucap Henry ketus .
" Obat tidur Dad " Jawab Naufal membuat Henry terdiam .
" Daddy ,boleh Naufal tanya ?? " Henry membalikan badannya menatap Naufal yang sedang makan .
"Tapi maaf jika menyinggung perasaan Daddy " Faisal ,Desi dan Daniel langsung menatap Naufal .
Dalam hati mereka bertanya apa yang akan di bahas Naufal sehingga membahas tentang menyinggungan perasaan .
Sedangkan Henry hanya menatap nya datar .
" Apa Daddy yang membantu Naufal mengurus masalah di lapangan " tanya Naufal .
Sebenarnya dia sendiri ragu menanyakan itu ,tapi siapa lagi yang membantunya .
Sedangkan yang tahu itu hanya Daniel dan dirinya dan saat pagi tadi Daniel memberi tahunya di ruangan itu juga ada mertuanya bukan .
" Apa kau mengira aku punya waktu mengurus hal bodoh seperti itu ?? Bahkan mengurus ****** itu sudah bikin kepalaku pusing " Ucap Henry ketus .
" Lalu siapa " Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Naufal .
" Kau bertanya pada ku ?? " Naufal menggeleng cepat " Tidak Dad ,aku sedang bertanya pada Daniel " Jawab Naufal cepat membuat Henry berdecak .
Setelah itu Naufal kembali melanjutkan makanan nya bersama Daniel .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Kini ruangan Eliza hanya menyisakan Naufal dan Daniel karena mertua dan orang tua Naufal baru saja pulang .
Tapi sebelum itu mereka ke ruangan Isna terlebih dahulu melihat berkembangannya .
" Fal, kau percaya dengan ucapan tuan Henry " Naufal menggeleng .
" Sejak awal memang aku sudah curiga tapi bukannya mereka masih membencimu " Tanya Daniel .
" Sifat mereka memang begitu Niel, Jadi kita hanya siapkan hati dan mental saja " Jawab Naufal sambil tersenyum paksa .
" Kau seperti orang yang tertekan " Daniel tertawa kecil .
Saat Naufal akan menjawab Hp nya berdering tapi nomor baru .
Naufal dan Daniel saling menatap kemudian menatap HP Naufal .
" Angkat saja siapa tahu penting " Naufal langsung menekan tombol hijau
" Siapa " Itulah kata pertama yang ke luar dari mulut Naufal .
" Mas " Naufal langsung menegangkan duduk nya membuat Daniel bingung .
" Alexa " Ucapnya tanpa suara ,Daniel mengaguk saja .
" Iya ,Sudah makan " Tanya Naufal sambil menatap pekerjaan nya.
" Sudah ,mas sibuk iya " Tanya Queen lagi .
" Hanya ada beberapa pekerjaan ,Kenapa ?? " Tanya Naufal .
" Hebm tidak mas " jawab Queen ragu .
" Katakan saja , pekerjaan ku tinggal sedikit " Ujar Naufal .
" Mau martabak " Cicitnya
__ADS_1
" Kau lapar " Bukannya tadi dia bilang sudah makan .
Lalu untuk apa dia meminta martabak pikir Naufal .
" Aku juga tidak tau, tapi ingin martabak rasa pandan terus isiannya keju " Ah !
Kini Naufal paham apa istri nya ingin sedang mengidam dan dia ingin Naufal yang membelinya .
" Kau mengidam " Queen hanya diam saja .
" Apa hany itu saja " Lanjutnya lagi karena Queen Tidak menjawab nya .
" Iya itu saja tapi kejunya di banyakin iya " Jawab Queen ragu .
" Hebm , iya sudah aku tutup mau ke luar beli dulu " Naufal akan mematikan sambungan telepon nya tapi Queen kembali bersuara .
" Apa ada yang jaga princess "
" Ada Papa nya di sini !! Dia akan tidur di sini " Jawab Naufal .
" Hati² Tidak usah buru-buru aku masih bisa tahan "
" Hebm, Aku mati kan Iya "
" Iya " Naufal langsung mematikan HP nya setelah mendapat kan jawaban dari Queen .
" Kau tak apa kan aku tinggal sendirian " Daniel mengaguk " Pergilah ,kau semangat sekali " Daniel tertawa kecil .
" Ini pertama nya Queen memintaku mencarikan sesuatu semenjak hamil " Jawab Naufal mengambil jaket dan dompetnya .
" Kunci mobil " Daniel memberikan kunci mobilnya .
" Iya karena dulu kamu sibuk sama MANTAN ISTRI MU " Tekan Daniel membuat Naufal berdecak kesal .
" Kau tidak titip " Tanya Naufal sebelum meninggal ruangan itu .
" Copy saja ,sekalian beli kan sama penjaga kasian mereka " Naufal mengagukan kepalanya .
Lalu ke luar dari ruangan Eliza dan berhenti di depan ruangan .
" Kalian ingin kopi " Para penjaga saling menatap lalu menggeleng .
" Tidak tuan , terimakasih " Jawab salah satu dari mereka .
" Tidak usah sungkan ,kalian ingin kopi apa " Tanya Naufal lagi .
" Cepat ,istriku sedang menunggu ku " bentak Naufal .
" Apa saja tuan " Jawab mereka serempak .
" Apa tunggu di umpat baru kalian menurut , merepotkan " Ujar Naufal lalu meninggalkan para penjaga yang masih terdiam .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
***Maafkan author yang baru up karena ada kesibukan pagi tadi 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Dukung terus Naufal dan Queen
like
koment
vote
__ADS_1
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟***