
5 hari sudah Endang di rawat di rumah sakit dan sorenya dia sudah izinkan untuk kembali , keadaannya pun sudah membaik sekalipun sesekali masih merasakan nyeri di bagian perutnya .
Begitu juga Baby nya dengan perlahan dia sudah bisa menyusui nya di bantu perawat dan suaminya jika pria itu sedang berada di kantor karena dia hanya mengambil libur 2 hari, Rosna dan Isna pun selalu menemani nya tapi tanpa Brad tentunya bayi berumur 2 bulan itu di titip di rumah Naufal yang sudah di anggap cucu sendiri oleh orang tua Naufal sehingga tidak ada kata keberatan untuk menjaga Brad .
Setelah seharian berada di perusahaan Arif langsung bergegas ke rumah sakit, tidak butuh waktu lama pria itu sudah berada di sana.
Tok ....tok ...
Ceklek
" Selamat sore Sayang " Endang Tersenyum menatap sang suami .
" Sore Papa " Jawab Endang yang masih menggendong sang anak duduk di sofa .
" Mandi dulu iya ,dari luar " Endang mengaguk tersenyum " Sedikit lagi kita pulang, nanti sampai di rumah Bosnya Papa baby jangan rewel iya " Ucap Endang pada sang anak .
10 menit kemudian Arif sudah ke luar dengan keadaan segar dia langsung menuju sofa .
CUP
CUP
" Mereka sudah pulang " Endang mengaguk " Apa tidak bertemu mereka di bawah " Tanya Endang .
"Tidak " Jawab Arif " Sudah siap " Lanjutnya lagi .
" Sudah ,Mas istirahat saja dulu " Ucap Endang .
" Aku tidak papa, kita langsung pulang saja nanti keburu sore belum lagi jalanan macet kasian baby kalau sampai di sana sudah malam " Ucap Arif .
" Bisa jalan kan " Endang mengaguk Tersenyum .
Tok ....tok ...
Ceklek
" Selamat sore "
" Sore Sus " Jawab Endang .
" Bawakan barang kami, gendong anakku " Pinta Arif pada kedua perawat .
" Baik tuan " Jawab Mereka hampir bersamaan .
" Maaf Non " Endang menyerah bayinya dengan pelan " Pelan² iya sus " Perawat Mengaguk Tersenyum " Iya Non " Jawabnya lembut .
" Pakai kursi " Endang menggeleng " Jalan saja " Ucap Endang .
" Maaf apa tidak sebaiknya pakai kursi Non ,jahitan anda belum terlalu kering " Ucap perawat dengan lembut .
Arif langsung mengambil kursi roda mau tidak mau Endang langsung duduk di atas kursi itu .
Kini mereka meninggalkan ruang itu berjalan ke arah lift di ikuti dua perawat yang membawa barang dan juga anak mereka .
" Mas "
" Hebm "
Kini mereka sudah masuk dalam Lift
" Apa tidak papa kita kembali ke sana ? Aku takut nanti Baby ganggu mereka kalau rewel " Ucap Endang .
__ADS_1
" kalau rewel nanti aku marahin " Lidah Endang berdecak .
" Apa di sana ada Rosna sama Isna juga " Tanya Endang lagi .
" Apa mereka baru juga melahirkan " bukannya menjawab Arif malah balik bertanya.
Perawat yang ada di belakang ke duanya hanya bisa menahan senyumnya mendengar obrolan kedua suami istri yang ada di depan mereka .
" Memang harus selesai melahirkan baru ke sana " Tanya balik Endang .
" Apa selama kamu sehat ,kamu berada di sana ? " Kedua orang itu seperti nya punya hoby bertanya tanpa ada yang menjawab .
" Tidak ..."
" Kalau begitu diamlah, setelah Operasi kamu semakin cerewet !! Apa Nona Amanda menambhakan pita suaramu tapi dia membela perutmu bukan kerongkongan mu " Ucap Arif .
" Dari pada Mas jahat, Kejam " Jawab Endang kesal .
" Kalau aku kejam dia tidak akan ada ,begitu juga kamu !! Mungkin sudah di gantung di gedung rumah sakit ini " Ucap Arif .
Tidak berselang lama kini mereka sudah berada di lantai terbawa, Arif langsung membawa istri nya ke mobil di ikuti perawat .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah menempuh perjalan kini mobil Arif masuk ke rumah utama saat pagar tinggi dan besar itu terbuka .
Penjaga langsung mendekat ke arah mobil saat mobil mewah itu berhenti .
" Bawa barangnya langsung ke dalam " Titah Arif pada penjaga .
" Iya Bos " Jawabnya lalu mengambil barang milik mereka .
" Ayo yank " Arif mengambil ahli anaknya lalu menunggu Endang ke luar .
" Tuan dan Nyonya di ruangan keluarga bos ,mereka menunggu anda di sana " Arif mengaguk lalu masuk dalam rumah besar itu .
" Kalian sudah datang " Elvi berdiri membantu Endang untuk duduk .
" Selamat sore tuan nyonya " Sapa Arif menundukkan kepalanya lalu duduk di samping Endang .
" Itu anak mu " tanya Daddy Radit .
" Iya Tuan besar " Jawab Arif .
"Kalau bukan anaknya lalu anak siapa " Tanya mommy Ellena kesal .
" Daddy hanya bertanya ? apa salahnya " Mommy Ellena mendengus kesal .
" Itu bukan bertanya tapi menuduh " Jawabnya .
" Kenapa jadi marah, Arif saja biasa " Ucap Daddy Radit bingung .
" Lagian Opa aneh, apa itu anakmu ?? Opa sudah lihat dia datang bersama mereka kenapa bertanya ,Opa seperti nya kelamaan dalam rumah membuat kurang fokus " Ucap Raine .
" Refreshing Opa ,tapi yang agak jauh biar pikirannya tenang " Lanjutnya lagi .
" Suruh istri mu diam " Ucap Daddy Radit menatap Reza yang sedang menggendong anaknya .
" Dia bicara yang benar Opa " Lidah Daddy Radit berdecak .
" Kenapa melihat ku, apa aku memiliki utang padamu " Tegur Henry saat Arif menatapnya .
__ADS_1
" Maaf tuan "
" Itu karena Daddy belum memberikan anaknya nama !! Ini sudah mau seminggu anaknya tidak memiliki nama ,apa itu masuk akal " Ucap Raymond .
" Salahnya kenapa tidak pulang dengan cepat " Jawab Henry yang tidak ingin di salahkan .
" Diandra artinya Dewi atau langit bisa juga Alexandra Dewi penolong " Lanjutnya .
" Diandra saja di belakang juga akan ada Alexander Jika dia memakai nama Alexandra berarti hanya itu saja " Ucap Daddy Radit.
" Terserah mau pakai yang mana ,yang penting aku sudah menepati janjiku " Ucap Henry .
" Diandra saja tuan, biar nama belakang nya sama dengan Aurellia dan Brad " Jawab Arif .
" Terimakasih tuan " Lanjutnya lagi .
" Apa kalian kira nama ku pasaran sehingga meletakan di belakang nama anak kalian, memang kalian siapa " Dengus Henry .
" Bawa istri mu Istirahat tidak usah mendengarkan nya " Ucap Elvi .
" Kau berani berdiri " Arif hanya diam saja .
" Pergi saja ,jika dia memarahimu dia akan puasa seumur hidup nya " Henry langsung menatap tajam Istri nya .
" Apa itu senjatamu " Tanya Henry kesal .
" Pergi saja nak, kasian istri mu apa lagi perut nya belum sembuh " Arif membantu istri nya berdiri .
" Ade " Ucap El menatap bayi yang di gendong Arif .
" Iya itu Ade baru El ,namanya Diandra " Ucap Adara lembut pada sang putri .
" Ala " Ucapnya ulang,
" Iya Diandra " Jawab Adara Tersenyum.
" Ain " El memberikan mainan pada Arif membuat pria itu mensejajarkan tubuhnya pada Nona muda nya .
" Terimakasih Non muda " Ucap Arif menerima mainan yang di berikan El .
" Diandra nya di sini saja sepertinya El menyukai nya " Ucap Daddy Radit.
" Karena hanya dia perempuan sama Aurellia sedangkan yang lainnya laki² " Jawab Raymond.
" Iya Tuan " Arif memberikan anaknya pada Mommy Ellena lalu kembali ke arah istri nya .
" Kami pamit tuan " Ucap Arif .
" Iya ,baru kembali ke sini " Ucap Reza .
" Baik tuan " Jawab Arif lalu meninggalkan ruangan itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘
jangan lupa singgah di novel yang lainnya iya 😘😘
Like
koment
__ADS_1
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟