
Setelah kepulangan Fazri, Queen kembali fokus pada pekerjaan nya di mana dia menggambar sketsa sehingga bisa menjadi sebuah pakaian yang cantik .
Tapi konsentrasi nya buyar nsaat mendengar suara anaknya yang masuk begitu saja .
" Bunda " Queen melotot kan matanya saat melihat Eliza masuk ke ruangan nya.
Sehingga dia menyimpan begitu saja alat tempurnya ..
" Sama siapa ke sini sayang " Tanya Queen menghampiri anaknya .
" Sama mba Isna ,tapi mba di luar lihatin karyawan bunda " Jawab Eliza.
' Ayo ganti baju nya " Eliza mengaguk lalu mengikuti Queen ke kamar pribadi wanita itu .
" Tadi gimana sekolah nya " Tanya Queen sambil membuka pakaian Eliza .
" Baik Bunda tapi Zaza kesal " Ucap Eliza sambil memanyunkan bibirnya.
" Kenapa !! Apa ada yang mengganggu mu " Eliza mengaguk cepat .
" Siapa ? " Tanya Queen menatap lekat anaknya .
" Murid baru di kelas Zaza Bun ,dia suka mengejek Zaza " Aduh Eliza sambil menghentakkan kakinya karena kesal .
" Perempuan " Eliza menggeleng " Laki² " Tanya Queen ragu .
" Iya bunda ,nanti Zaza kasih tau Opa Henry " Queen hanya mengulum senyum .
" Iya sayang " ujar Queen memakaikan pakaian ganti pada sang anak.
" Bunda boleh Zaza pakai HP nya " Tanya Eliza setalah dia sudah duduk di kursi.
Sedangkan Queen kembali bekerja sebelumnya nanti waktu makan siang.
" Buat apa " Tanya Queen menatap sang anak yang duduk di sofa .
" Mau telepon Opa " Queen mengaguk sambil memberikan HP nya .
Mungkin anak itu anak mengadu pada sang Opa karena di ganggu .
Panggilan pertama Henry tidak mengangkat panggilan dari Queen lebih tepatnya Eliza .
Eliza kembali memanggil hingga dering ke tiga Henry baru bisa mengangkat nya .
" Princess " Sapa Henry karena Queen melakukan panggilan video untuk anak nya .
" Kamu di butik bunda sayang " Eliza mengaguk " Opa " Panggil Eliza manja.
" Kenapa ?? Apa bunda memarahi mu sayang " Eliza menggaguk sambil menatap layar HP nya .
" Kenapa Cucu Oma sangat jelek jika seperti itu " Ucap elvi yang duduk di samping Henry .
' Oma " Rengek Eliza ,Queen hanya menggeleng melihat tingkah sang anak .
" Kenapa ?? Katakan pada Opa siapa yang sudah membuat cucu Opa kesal " Eliza memanyunkan bibirnya.
" Di sekolah ada murid baru Opa ,dia nakal ganggu Eliza " Eliza memulai ceritanya sedang kan Queen hanya tersenyum Mendengar ocehan sang anak .
" Apa dia melukaimu sayang " Eliza menggeleng " Dia ambil pensil Zaza Opa " Ucap Eliza .
__ADS_1
" Mungkin dia tidak ada pensil nya sayang ,dan dia mau pinjam pensil Zaza " Ujar Queen dari kursinya .
" Benar kata bunda mu sayang " Jawab Elvi
' Tapi dia Tidak mengembalikan nya Bunda " Ujar Eliza kesal karena Queen membela orang itu .
" Mungkin dia lupa " Ujar Henry tersenyum.
" Tidak Opa ,Zaza sudah meminta nya tapi dia hanya pergi saja " Ujar Eliza semakin kesal .
" Iya sudah nanti Opa belikan yang baru sekalian dengan tokonya "
" Zaza mau pensil yang itu Opa tidak mau yang baru, itu pensil yang di belikan Papa " Ujar Eliza emosi .
" Iya sudah ,nanti Oma minta papa Daniel membeli kan lagi " Semakin kesal saja Eliza saat semua orang membela orang yang sangat di bencinya sehingga membuat nya menangis .
Membaut Queen menghela napas panjang lalu mendekati anaknya .
"Lo koh nangis sayang " Ucap Henry .
" Dia kesal Dad,karena kita tidak membelahnya " Ujar Queen lalu memeluk sang anak .
" Nanti besok bunda antar sekolah,meminta kembali pensil Zaza gimana " Eliza menggeleng .
" Memang siapa yang ambil pensil kesayangan Opa " Tanya Henry .
" Attar Opa murid baru " Celetuk Eliza
" pria " Eliza menggaguk, Henry dan Elvi tersenyum tapi tidak berani memperlihatkan pada sang cucu karena takut semakin menangis nantinya .
" Berani sekali dia membuat cucu Opa menangis , tunggu saja Opa akan menyuruh pengawal memukul bokong nya " Seketika tangisan Eliza terhenti " Opa janji " Henry mengaguk " Terimakasih Opa " Henry hanya membalasnya dengan senyuman .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Kini waktu makan siang telah tiba, ruangan Queen terbuka dari arah luar memperlihatkan seorang pria dan di ikuti seseorang .
" Sayang " Queen menatap ke arah pintu .
" Eliza tidur " Naufal dan Daniel mengikuti arah tangan Queen .
" Sudah lama " Queen mengaguk " Dia lelah habis telepon sama Daddy " Ujar Queen lalu merapikan barang² yang ada di atas mejanya.
" Sudah makan " Queen menggeleng .
CUP .
" Mataku " Celetuk Daniel saat Naufal mencium kening Queen .
" Biasa saja " Ujar Naufal ketus .
" Aku mau lihat dulu Risna ,pamit nona bos " Queen hanya tersenyum .
" Jangan lupa makanannya " Daniel mengaguk " Siap aku hanya panggil Risna " Ujar Daniel lalu ke luar dari ruangan Queen .
" Apa dia rewel " Queen menggeleng " Hanya pagi saja selebihnya tidak " Ujar Queen .
" Mau makan apa hm " Tanya Naufal lembut sambil mengelus perut Adara .
" Apa iya ?? Seblak kayanya enak " Ucap Queen lalu berdiri setelah mejanya sudah bersih .
__ADS_1
" Tapi itu pedas sayang nanti kamu sakit perut " Ujar Naufal lembut sambil membawa Queen duduk di sofa di mana Eliza juga tertidur di setho dengan bantal yang menahan nya .
" Tapi aku ingin seblak mas " Naufal mendudukkan Queen di pangkuan nya sambil melingkarkan tangannya di perut Queen .
" Aku akan memberikan tapi makan dulu yang lain jangan langsung itu " Ujar Naufal lembut .
" Nasi liwet gimana " Naufal mengaguk setuju .
Tidak berselang lama Daniel dan Risna masuk dalam ruangan .
" Apa sofa di sini sudah tidak muat " Ujar Daniel .
" Biarkan saja " Ujar Naufal saat Queen akan turun dari pangkuan nya .
" pesan nasi liwet ,sama seblak jangan terlalu pedas yang lainnya terserah kamu, jangan lupa makanan princess " Titah Naufal .
" Baik tuan " Naufal hanya diam saja .
" Mau makan apa sayang " Tanya Daniel pada Risna .
" Seblak kayanya enak " Daniel menggeleng cepat ' No ,yang lain " Risna kembali berpikir .
" Bakso " Lagi² Daniel menggeleng " Apa kamu juga mengidam seperti nona Regina " Celetuk Daniel kesal .
PLak.
" Sembarangan, Aku hanya ingin " Ujar Risna kesal karena Naufal dan Queen langsung menatap nya curiga " Aku hanya ingin ,pesankan saja sesuai keinginan mu " Lanjutnya lagi .
" Siapa tahu ? Padahal aku belum menc...Aww sakit sayang ' Pekik Daniel saat pinggang nya terasa panas karena cubitan Risna " Ok² maaf " Ujar Daniel lalu memesan makanan .
" Papa " Panggil Eliza lirih .
" Sudah bangun " Daniel lanhs mengangkat tubuh Eliza di dudukan di pangkuannya .
Eliza melingkar kan tangannya di perut Daniel karena masih suntuk .
" apa ayah tidak di sapa " Eliza menatap sang ayah ,lalu kembali menggeleng
" Ayah lagi pangkuan sama bunda " jawab Eliza lirih tapi masih di dengar Naufal .
" Apa tidak boleh " Tanya Naufal menatap sang putri .
" Boleh " Jawab Eliza singkat lalu kembali membenamkan wajahnya di dada Daniel karena memang masih suntuk .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Visual Lian
Yang kurang setuju maafkan author ,silahkan masukan usulannya .
DUKUNG TERUS NAUFAL DAN QUEEN
LIKE
KOMENT
VOTE
__ADS_1
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘😘😘