
Setelah memandangi foto yang ada di ruangan kerjanya ,Naufal ke luar menuju kamar nya sendiri .
Dengan helaan nafas dia memegang handel pintu sebelum akhirnya membukanya .
Ceklek
Naufal tersenyum saat melihat kedua orang terpenting nya saling berpelukan .
Di mana Eliza bersembunyi di dada Queen , sedang kan Queen memeluk nya sambil memegang bokong Eliza .
" Maaf " Cicit Naufal menatap Queen yang begitu tenang dalam tidurnya .
Naufal merapikan rambut Queen yang menutupi wajahnya .
" Cantik " Gumamnya lagi sambil tersenyum .
CUP
Dia mencium kening Queen begitu juga Eliza.
" Mas " Panggil Queen lirih .
" maaf mengganggu tidurmu " Queen menggeleng pelan .
" Tanganku " Naufal mengaguk paham,lalu mengakat tubuh Eliza tapi anak itu seolah menolak untuk di jauhkan dari tempat ternyaman nya .
" tidak papa mas " Ujar Queen
" nanti tanganmu tambah sakit " Queen menggeleng " Nanti juga sembuh sendiri " Ujar Queen .
" Mas sudah selesai kerjanya " Naufal mengaguk lalu membaringkan tubuhnya di samping Eliza .
" Dia cantik bukan " Naufal tertawa kecil
" Iya mirip ibu nya " Ujar naufal tersenyum membuat Queen terdiam.
" Maaf " Ujar Naufal saat menyadari ucapan nya .
" Tidak papa " Sekalipun begitu Queen merasa sakit .
Apa mantan istrinya memang sangat cantik ??
Entahlah Queen tidak ingin memikirkan nya !!
" Mau tidur lagi " Queen menggeleng " Mas temani Eliza dulu " Ujar Queen .
" Mau ke mana ?? Ini masih siang " Ujar Naufal sambil melihat jam tangan mahalnya .
" Kamar mandi " Naufal paham,Lalu mengangkat kepala Eliza dengan pelan di pindah kan ke tangannya .
" Sakit " Queen mengaguk " keram " Naufal langsung menyentuh tangan Queen.
" MAS " Pekik Queen tertahan mengingat Eliza lagi tidur .
Naufal hanya tertawa kecil lalu memeluk tubuh kecil Eliza .
" Katanya mau ke kamar mandi " Tanya Naufal menatap Queen yang masih berbaring di tempat tidur.
" Sedikit lagi " Ujar Queen ,saat Naufal akan menyentuh nya Kemabli Queen langsung menahan nya menggunakan tangan satunya.
" Biar cepat sembuh " Ujar Naufal melepaskan tangan Queen lalu memegang tangan Queen .
Ingin sekali rasanya Queen mengamuk mencakar wajah suaminya tanpa dosa itu .
" Sudah " Ujar Queen lalu turun berlari ke arah kamar mandi karena memang sudah lama dia menahannya .
Tidak berselang lama Queen ke luar dengan wajah lega nya .
Tapi perhatiannya teralih saat melihat ke dua orang yang di cintai tertidur .
Padahal Queen belum lama meninggalkan nya tapi kenapa dia sudah tertidur .
Queen memilih duduk di sofa agar tidak menggangu ketenangan mereka .
" Apa yang harus aku lakukan " Ujar Queen lalu menatap sekeliling nya .
Merasa tidak ada yang bisa dia lakukan dia memilih ke luar kamar .
Tujuannya kini adalah dapur mungkin ada yang bisa di buat.
Sekalipun dia tidak terlalu mahir tapi dia bisa melakukan beberapa .
Karena pernah membantu mommy nya bermain tepung di dapur atau bermain pisau ,bawang dan kawan² nya .
" Apa yang harus aku buat " Gumam Queen saat sudah berhadapan dengan kulkas .
Tanpa pikir panjang akhirnya dia memilih menghubungi Elvi .
Tut....Tut....
" kenapa sayang "
" Mommy mana " Ternyata yang mengangkat Hp nya bukan lah Elvi melainkan bos besar .
" Ini ada !! kenapa " tanya Henry lembut .
" Queen mau buat kue ,tapi bingung " Ujar Queen
__ADS_1
" Mau buat apa sayang " Kini hp nya sudah berada di tangan Elvi sendiri .
" yang di sukai anak² mom " Ujar Queen
" Cookies,puding , dorayaki " Ujar Elvi memberikan pilihan .
" Puding aja kali yang mudah² dulu " Ujar Queen Karena kebetulan melihat bungkusan puding .
" apa bahan² ada " ujar Elvi lalu menyebutkan satu persatu , sedang kan Queen mencari apa saja yang di sebutkan mommy nya .
Bahkan semua kitchen set di buka semua nya hanya untuk mencari yang di ucapkan Elvi .
" Sudah mom " Ujar Queen .
Setelah itu Queen membuat puding sesuai dengan instruksi dari sang ratu .
Bahkan kini Hp nya di simpan di atas meja di tahan menggunakan gelas .
Hingga hampir satu jam bergulat di dapur Queen bisa bernapas lega .
Sedangkan Hp nya sudah mati sejak tadi .
Lalu dia menuangkan puding itu di cetakan besar dan kecil ² mungkin nanti Eliza akan menyukainya .
Syukur semua yang di perlukan semua ada di apartemen itu .
Memang suaminya terbaik , lalu dia merapikan kekacauan yang dia perbuat tadi .
Setelah meletakkan puding dalam kulkas pendingin .
" Apa yang kamu lakukan " Queen membalikan pandangan nya lalu kembali melanjutkan kerjaannya.
" Buat puding "Jawab Queen
CUP
Naufal mencium kepala Queen yang masih sibuk membersihkan meja dan area kompor .
" Lalu mana puding nya " Tanya Naufal menarik kursi yang tidak jauh dari nya.
" Belum jadi masih cair " Naufal mengaguk paham .
Tidak berselang lama suara cempreng seseorang mulai terdengar .
" AYAH BUNDA " teriak Eliza ,hingga membuat Naufal langsung berlari ke arah kamar .
Sedangkan Queen mencuci tangan nya terlebih dahulu .
Lalu menyusul ke kamar untuk melihat Eliza.
" Kenapa hm " Tanya Naufal saat sudah sampai di kamar .
" Ayah hanya turun sebentar karena haus " Naufal mengangkat Eliza duduk di pangkuannya .
" Sudah bangun " Tanya Queen lembut mendekati mereka .
Eliza merentangkan tangannya meminta Queen menggendong nya .
"kenapa berteriak " Tanya Queen saat Eliza saat sudah dalam pangkuannya.
" Bunda mau ini boleh " Tanya Eliza dengan mata berkedip menatap Queen .
Eh !! Queen langsung memegang bagian dadanya .
" Mau ngapain " Tanya Queen panik .
" Mau susu " Ujar Eliza polos.
" Bunda buatkan iya " Eliza menggeleng cepat lalu memasukkan tangannya ke dalam tanpa menunggu persetujuan Queen .
" Dia tahu mana yang lebih enak " Bisik Naufal membuat Queen melototkan matanya.
" Bantuin " Ujar Queen memohon
" Kamu tahukan segala sesuatu itu harus ada timbal baliknya " Ujar naufal tersenyum miring .
" Bunda buka Zaza mau ***** " Queen menatap Naufal yang hanya tersenyum .
" Mas " Naufal hanya menaikan bahunya .
Queen mendengus kesal lalu menatap Eliza .
" punya Oma tidak seperti ini " Ujar Eliza tiba² .
" Kamu sering ***** sama Oma " Eliza mengaguk jujur karena memang sejak kecil dia seperti itu .
Entah kenapa itu membuatnya lebih tenang dan nyaman .
Queen menatap Naufal yang hanya mengaguk .
" Kamu harus terbiasa " Queen menghela napasnya kasar
" Baiklah " Queen membuka kancing bajunya beberapa saja agar Eliza lebih leluasa .
" Setelah ini giliran ku " bisik Naufal lalu mencium leher jenjang Queen .
" MAS " pekik Queen kesal tidak anak tidak ayah nya sama saja .
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Malam ini di apartemen milik Naufal dan Queen ada tamu istimewa siapa lagi jika bukan mertua Queen .
Seperti kata Naufal tadi jika kedua orang tuanya akan ke apartemen untuk makan malam sehingga mereka membawa beberapa makanan yang memang di masak di sana .
" maaf Queen merepotkan kan mommy " Ujar Queen tidak enak.
Apa lagi kini statusnya seorang istri dan ibu tapi memasak saja dia masih belajar .
" Tidak papa !! Mommy senang koh " Ujar Desi tersenyum lembut .
" Dad, Naufal ayo makan " Panggil Desi
Tidak berselang lama ke dua orang yang di panggil tadi datang bersama bocah cantik dan lucu .
" Mau makan apa " Tanya Queen saat Naufal sudah duduk di kursinya .
Faisal dan Desi saling melirik tersenyum, sekalipun Queen tidak terlalu pintar memasak .
Tapi dia tidak lupa dengan kewajiban nya di meja makan atau pun di mana itu .
" Nasinya sedikit saja,sayur sama rendang saja " Queen mengambil apa yang di minta suami nya .
Setelah itu dia memberikan air minum untuk Naufal .
Memang didikan mommy Elvi itu tidak main² dan itu di akui besannya siapa lagi jika bukan mommy Desi.
" Zaza makan apa " Tanya Queen lembut .
" Ayam tepung kriuk² bunda " Ujar Eliza kesenangan .
" Sayur " Untuk sejenak Eliza diam lalu mengagukan kepalanya .
CUP
" Itu hadiah jika anak bunda makan sayur " Ujar Queen tersenyum .
" Aku juga makan sayur " Goda Naufal , Queen hanya menatap malas ke arah suaminya itu .
Sedangkan Faisal dan Desi hanya bisa tersenyum kuda melihat tingkah anaknya .
Lalu Queen mengambil makanan untuknya sendiri .
" Ayo sayang pimpin doa " Eliza langsung memimpin doa .
Setelah itu mereka makan dengan teman ,Tapi itu hanya sementara karena celetukan Eliza membuat mereka terdiam seketika .
" Oma Tadi Zaza minum susu " Ujar Eliza tiba² .
uhuk .....uhuk ...
" kenapa " tanya Naufal sambil memukul pelan pundak Queen .
" tidak " Ujar Queen lalu mengambil gelas minuman nya .
" Apa ayah belikan susu " Tanya Desi tanpa tau arah ke mana yang cucunya bicarakan.
" Tidak tadi bunda yang kasih " Queen menatap Eliza yang mulai ketar ketir .
"Bundanya perhatian sekali iya ,pasti cucu Opa senang " Eliza mengaguk cepat .
" ***** bunda lebih enak di banding Oma "
uhuk .....uhuk .....
Bukan hanya Queen tapi Desi pun langsung menyembur air yang baru saja masuk beberapa detik .
Faisal melirik Naufal yang hanya tersenyum saja .
" Mommy tidak papa " tanya Faisal khawatir.
" Mulut cucumu tajam sekali. " Ujar Desi sambil membersihkan bajunya .
Sedangkan Naufal hanya diam saja sambil membantu Queen membersihkan tangan dan juga pakaian nya .
" Apa Zaza berbuat salah " Tanya Zaza mereka sibuk pada pasangan .
" Tidak sayang ,tadi Oma minum terburu² " Lalu Eliza menatap Queen .
" ayah tidak sengaja menginjak kaki bunda " elak Queen .
Setelah meja makan itu tenang ,mereka kembali melanjutkan makannya .
" Kenapa " Bisik Naufal saat Queen makan dengan pelan dan menunduk
" Malu " Naufal hanya mengelus punggung istrinya itu .
Hingga akhirnya makan malam selesai kini mereka bergabung di ruangan tamu yang lebih tepatnya nya lapangan bola .
Sambil mengobrol dan membahas hal² apa yang akan mereka lakukan nanti saat ini mengingat Naufal kini sudah menikah begitu juga Queen .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
like
koment
__ADS_1
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😚😚😚