Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
Harus terbiasa


__ADS_3

Setelah memandangi foto yang ada di ruangan kerjanya ,Naufal ke luar menuju kamar nya sendiri .


Dengan helaan nafas dia memegang handel pintu sebelum akhirnya membukanya .


Ceklek


Naufal tersenyum saat melihat kedua orang terpenting nya saling berpelukan .


Di mana Eliza bersembunyi di dada Queen , sedang kan Queen memeluk nya sambil memegang bokong Eliza .


" Maaf " Cicit Naufal menatap Queen yang begitu tenang dalam tidurnya .


Naufal merapikan rambut Queen yang menutupi wajahnya .


" Cantik " Gumamnya lagi sambil tersenyum .


CUP


Dia mencium kening Queen begitu juga Eliza.


" Mas " Panggil Queen lirih .


" maaf mengganggu tidurmu " Queen menggeleng pelan .


" Tanganku " Naufal mengaguk paham,lalu mengakat tubuh Eliza tapi anak itu seolah menolak untuk di jauhkan dari tempat ternyaman nya .


" tidak papa mas " Ujar Queen


" nanti tanganmu tambah sakit " Queen menggeleng " Nanti juga sembuh sendiri " Ujar Queen .


" Mas sudah selesai kerjanya " Naufal mengaguk lalu membaringkan tubuhnya di samping Eliza .


" Dia cantik bukan " Naufal tertawa kecil


" Iya mirip ibu nya " Ujar naufal tersenyum membuat Queen terdiam.


" Maaf " Ujar Naufal saat menyadari ucapan nya .


" Tidak papa " Sekalipun begitu Queen merasa sakit .


Apa mantan istrinya memang sangat cantik ??


Entahlah Queen tidak ingin memikirkan nya !!


" Mau tidur lagi " Queen menggeleng " Mas temani Eliza dulu " Ujar Queen .


" Mau ke mana ?? Ini masih siang " Ujar Naufal sambil melihat jam tangan mahalnya .


" Kamar mandi " Naufal paham,Lalu mengangkat kepala Eliza dengan pelan di pindah kan ke tangannya .


" Sakit " Queen mengaguk " keram " Naufal langsung menyentuh tangan Queen.


" MAS " Pekik Queen tertahan mengingat Eliza lagi tidur .


Naufal hanya tertawa kecil lalu memeluk tubuh kecil Eliza .


" Katanya mau ke kamar mandi " Tanya Naufal menatap Queen yang masih berbaring di tempat tidur.


" Sedikit lagi " Ujar Queen ,saat Naufal akan menyentuh nya Kemabli Queen langsung menahan nya menggunakan tangan satunya.


" Biar cepat sembuh " Ujar Naufal melepaskan tangan Queen lalu memegang tangan Queen .


Ingin sekali rasanya Queen mengamuk mencakar wajah suaminya tanpa dosa itu .


" Sudah " Ujar Queen lalu turun berlari ke arah kamar mandi karena memang sudah lama dia menahannya .


Tidak berselang lama Queen ke luar dengan wajah lega nya .


Tapi perhatiannya teralih saat melihat ke dua orang yang di cintai tertidur .


Padahal Queen belum lama meninggalkan nya tapi kenapa dia sudah tertidur .


Queen memilih duduk di sofa agar tidak menggangu ketenangan mereka .


" Apa yang harus aku lakukan " Ujar Queen lalu menatap sekeliling nya .


Merasa tidak ada yang bisa dia lakukan dia memilih ke luar kamar .


Tujuannya kini adalah dapur mungkin ada yang bisa di buat.


Sekalipun dia tidak terlalu mahir tapi dia bisa melakukan beberapa .


Karena pernah membantu mommy nya bermain tepung di dapur atau bermain pisau ,bawang dan kawan² nya .


" Apa yang harus aku buat " Gumam Queen saat sudah berhadapan dengan kulkas .


Tanpa pikir panjang akhirnya dia memilih menghubungi Elvi .


Tut....Tut....


" kenapa sayang "


" Mommy mana " Ternyata yang mengangkat Hp nya bukan lah Elvi melainkan bos besar .


" Ini ada !! kenapa " tanya Henry lembut .


" Queen mau buat kue ,tapi bingung " Ujar Queen

__ADS_1


" Mau buat apa sayang " Kini hp nya sudah berada di tangan Elvi sendiri .


" yang di sukai anak² mom " Ujar Queen


" Cookies,puding , dorayaki " Ujar Elvi memberikan pilihan .


" Puding aja kali yang mudah² dulu " Ujar Queen Karena kebetulan melihat bungkusan puding .


" apa bahan² ada " ujar Elvi lalu menyebutkan satu persatu , sedang kan Queen mencari apa saja yang di sebutkan mommy nya .


Bahkan semua kitchen set di buka semua nya hanya untuk mencari yang di ucapkan Elvi .


" Sudah mom " Ujar Queen .


Setelah itu Queen membuat puding sesuai dengan instruksi dari sang ratu .


Bahkan kini Hp nya di simpan di atas meja di tahan menggunakan gelas .


Hingga hampir satu jam bergulat di dapur Queen bisa bernapas lega .


Sedangkan Hp nya sudah mati sejak tadi .


Lalu dia menuangkan puding itu di cetakan besar dan kecil ² mungkin nanti Eliza akan menyukainya .


Syukur semua yang di perlukan semua ada di apartemen itu .


Memang suaminya terbaik , lalu dia merapikan kekacauan yang dia perbuat tadi .


Setelah meletakkan puding dalam kulkas pendingin .


" Apa yang kamu lakukan " Queen membalikan pandangan nya lalu kembali melanjutkan kerjaannya.


" Buat puding "Jawab Queen


CUP


Naufal mencium kepala Queen yang masih sibuk membersihkan meja dan area kompor .


" Lalu mana puding nya " Tanya Naufal menarik kursi yang tidak jauh dari nya.


" Belum jadi masih cair " Naufal mengaguk paham .


Tidak berselang lama suara cempreng seseorang mulai terdengar .


" AYAH BUNDA " teriak Eliza ,hingga membuat Naufal langsung berlari ke arah kamar .


Sedangkan Queen mencuci tangan nya terlebih dahulu .


Lalu menyusul ke kamar untuk melihat Eliza.


" Kenapa hm " Tanya Naufal saat sudah sampai di kamar .


" Ayah hanya turun sebentar karena haus " Naufal mengangkat Eliza duduk di pangkuannya .


" Sudah bangun " Tanya Queen lembut mendekati mereka .


Eliza merentangkan tangannya meminta Queen menggendong nya .


"kenapa berteriak " Tanya Queen saat Eliza saat sudah dalam pangkuannya.


" Bunda mau ini boleh " Tanya Eliza dengan mata berkedip menatap Queen .


Eh !! Queen langsung memegang bagian dadanya .


" Mau ngapain " Tanya Queen panik .


" Mau susu " Ujar Eliza polos.


" Bunda buatkan iya " Eliza menggeleng cepat lalu memasukkan tangannya ke dalam tanpa menunggu persetujuan Queen .


" Dia tahu mana yang lebih enak " Bisik Naufal membuat Queen melototkan matanya.


" Bantuin " Ujar Queen memohon


" Kamu tahukan segala sesuatu itu harus ada timbal baliknya " Ujar naufal tersenyum miring .


" Bunda buka Zaza mau ***** " Queen menatap Naufal yang hanya tersenyum .


" Mas " Naufal hanya menaikan bahunya .


Queen mendengus kesal lalu menatap Eliza .


" punya Oma tidak seperti ini " Ujar Eliza tiba² .


" Kamu sering ***** sama Oma " Eliza mengaguk jujur karena memang sejak kecil dia seperti itu .


Entah kenapa itu membuatnya lebih tenang dan nyaman .


Queen menatap Naufal yang hanya mengaguk .


" Kamu harus terbiasa " Queen menghela napasnya kasar


" Baiklah " Queen membuka kancing bajunya beberapa saja agar Eliza lebih leluasa .


" Setelah ini giliran ku " bisik Naufal lalu mencium leher jenjang Queen .


" MAS " pekik Queen kesal tidak anak tidak ayah nya sama saja .

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Malam ini di apartemen milik Naufal dan Queen ada tamu istimewa siapa lagi jika bukan mertua Queen .


Seperti kata Naufal tadi jika kedua orang tuanya akan ke apartemen untuk makan malam sehingga mereka membawa beberapa makanan yang memang di masak di sana .


" maaf Queen merepotkan kan mommy " Ujar Queen tidak enak.


Apa lagi kini statusnya seorang istri dan ibu tapi memasak saja dia masih belajar .


" Tidak papa !! Mommy senang koh " Ujar Desi tersenyum lembut .


" Dad, Naufal ayo makan " Panggil Desi


Tidak berselang lama ke dua orang yang di panggil tadi datang bersama bocah cantik dan lucu .


" Mau makan apa " Tanya Queen saat Naufal sudah duduk di kursinya .


Faisal dan Desi saling melirik tersenyum, sekalipun Queen tidak terlalu pintar memasak .


Tapi dia tidak lupa dengan kewajiban nya di meja makan atau pun di mana itu .


" Nasinya sedikit saja,sayur sama rendang saja " Queen mengambil apa yang di minta suami nya .


Setelah itu dia memberikan air minum untuk Naufal .


Memang didikan mommy Elvi itu tidak main² dan itu di akui besannya siapa lagi jika bukan mommy Desi.


" Zaza makan apa " Tanya Queen lembut .


" Ayam tepung kriuk² bunda " Ujar Eliza kesenangan .


" Sayur " Untuk sejenak Eliza diam lalu mengagukan kepalanya .


CUP


" Itu hadiah jika anak bunda makan sayur " Ujar Queen tersenyum .


" Aku juga makan sayur " Goda Naufal , Queen hanya menatap malas ke arah suaminya itu .


Sedangkan Faisal dan Desi hanya bisa tersenyum kuda melihat tingkah anaknya .


Lalu Queen mengambil makanan untuknya sendiri .


" Ayo sayang pimpin doa " Eliza langsung memimpin doa .


Setelah itu mereka makan dengan teman ,Tapi itu hanya sementara karena celetukan Eliza membuat mereka terdiam seketika .


" Oma Tadi Zaza minum susu " Ujar Eliza tiba² .


uhuk .....uhuk ...


" kenapa " tanya Naufal sambil memukul pelan pundak Queen .


" tidak " Ujar Queen lalu mengambil gelas minuman nya .


" Apa ayah belikan susu " Tanya Desi tanpa tau arah ke mana yang cucunya bicarakan.


" Tidak tadi bunda yang kasih " Queen menatap Eliza yang mulai ketar ketir .


"Bundanya perhatian sekali iya ,pasti cucu Opa senang " Eliza mengaguk cepat .


" ***** bunda lebih enak di banding Oma "


uhuk .....uhuk .....


Bukan hanya Queen tapi Desi pun langsung menyembur air yang baru saja masuk beberapa detik .


Faisal melirik Naufal yang hanya tersenyum saja .


" Mommy tidak papa " tanya Faisal khawatir.


" Mulut cucumu tajam sekali. " Ujar Desi sambil membersihkan bajunya .


Sedangkan Naufal hanya diam saja sambil membantu Queen membersihkan tangan dan juga pakaian nya .


" Apa Zaza berbuat salah " Tanya Zaza mereka sibuk pada pasangan .


" Tidak sayang ,tadi Oma minum terburu² " Lalu Eliza menatap Queen .


" ayah tidak sengaja menginjak kaki bunda " elak Queen .


Setelah meja makan itu tenang ,mereka kembali melanjutkan makannya .


" Kenapa " Bisik Naufal saat Queen makan dengan pelan dan menunduk


" Malu " Naufal hanya mengelus punggung istrinya itu .


Hingga akhirnya makan malam selesai kini mereka bergabung di ruangan tamu yang lebih tepatnya nya lapangan bola .


Sambil mengobrol dan membahas hal² apa yang akan mereka lakukan nanti saat ini mengingat Naufal kini sudah menikah begitu juga Queen .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


like


koment

__ADS_1


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😚😚😚


__ADS_2