Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
Morgan dan Isna


__ADS_3

Saat pulang kerja Naufal langsung membersihkan dirinya sesuai janji nya mereka akan ke rumah Daniel karena mereka tidak ke rumah sakit .


Setelah selesai Naufal keluar dia sudah melihat istrinya siap " Tunggu iya " Queen hanya mengaguk saja .


menunggu beberapa menit Naufal langsung menuju sang istri.


" Sudah siap " Queen hanya mengaguk lalu mengambil Tasnya.


" Kakak mana " Tanya Naufal lalu merangkul pinggang sang istri .


" Lagi pamitan pada Xana " Jawabnya lalu mereka ke luar dari kamar itu menuju lantai satu .


Saat sampai di ruangan keluarga ternyata Eliza sudah menunggu mereka .


" Ayah sama Bunda pergi dulu iya , jangan nakal sama Oma dan Opa !! Janji tidak akan lama hm " Ucap Naufal mengelus pipi Xana yang tengah fokus pada layar tipis di depan nya .


" Xana " Sang pemilik nama pun berbalik lalu tersenyum memperlihatkan giginya yang baru tumbuh dua .


Naufal pun langsung mencium seluruh wajah anaknya membuat Xana tertawa .


" Ok sampai di sini dulu ,nanti ayah pulang Baru kita main lagi " Ucapnya lalu berdiri .


" Bunda pergi dulu iya ,sama Oma dan Opa dulu " Ucap Queen lalu mencium anaknya setelah itu mereka berpamitan pada Faisal dan Desi .


" Siapa namanya anak Papa " Tanya Eliza kini dia sudah berada di tempat duduknya di belakang Naufal sedang kan Queen duduk di samping kemudi menemani Naufal .


" Baby kanz " Jawab Naufal .


" Lalu kakak memanggil nya apa " Tanya Eliza polos .


" Senyaman kakak saja " Jawab Queen lembut .


" Ade di panggil baby X , Berarti anak Papa baby K kenapa jelek sekali " Cibir Eliza membuat kedua orang itu tertawa kecil .


" Tidak semua nama harus di singkat princess " Ucap Naufal " Kaya Eliza contohnya ,ayah tidak pernah memanggil Princess Baby E kan " Eliza mengaguk membetulkan " Tapi ayah Memanggil Zaza princess ,lalu apa baby Kanz di panggil prince saja " Tanya nya polos .


" Bisa ,kalau Zaza suka " Jawab Queen Tersenyum .


" Tapi Zaza tidak membawa hadiah ,apa nanti Papa tidak marah boleh singgah belikan mainan " Ucap Eliza antusias .


" Baik tuan putri " Jawab Naufal lembut lalu Naufal membelokkan mobilnya ke sebuah tempat berbelanjaan .


Sedangkan di lain tempat Isna sedang mondar mandir dalam kamarnya setelah meminta izin pada Queen untuk ke luar sebentar bersama Morgan .


Kini dia bingung sendiri saat sudah mendapatkan izin hingga akhirnya gerakan nya terhenti saat Pesan masuk dalam HPnya .


Tidak ingin Morgan menunggu lama Isna langsung mengambil tasnya ke luar kamar nya ,tapi terlebih dahulu dia berpamitan pada Faisal dan Desi sebelum bertemu Morgan .


" Maaf lama " Morgan hanya mengaguk lalu membukakan pintu untuk Isna .


" Kita mau ke mana " Tanya Isna saat mobil sudah jalan .


" Apart " Isna menatap Morgan langsung " Apa yang kau pikirkan " Tanya Morgan saat melihat tatapan mengintimidasi .


" Kenapa apartemen " Tanya Isna memberanikan diri " Kau akan tahu " Jawabnya seadanya .

__ADS_1


" Tenanglah aku tidak akan memakanmu " Isna mendengus saja membuat Morgan tersenyum tipis .


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang keduanya sudah sampai di apartemen tempat Morgan .


" Ayo " Isna turun, sekalipun dia gugup dan takut tapi dia yakin kalau Morgan tidak akan macem-macem .


" Jangan takut " Ucap Morgan yang mengerti kegugupan Isna lalu menggegam tangan nya .


Mereka masuki lift menuju lantai 12 di dalam itu hanya ada mereka berdua saja .


" Kenapa diam hm " Tanya Morgan .


" Tidak ,tapi kenapa tinggal di tempat yang tinggi " Tanya Isna ,Morgan hanya tersenyum lalu mencium pipi Isna .


" Bukannya kau harus memberikan sejak tadi " Isna hanya diam saja ,karena itu sudah gal biasa di antara mereka .


Lift berhenti kini keduanya sudah ke luar dari kotak besi itu setelah pintunya terbuka .


Morgan meletakan jarinya sehingga pintu itu terbuka sendiri dan itu membuat Isna takjub .


" Ayo " Morgan kembali menarik Isna untuk masuk sehingga membuat wanita itu ikut masuk .


Isna menatap sekeliling nya cukup luas dan nyaman tidak terlalu banyak perabotan bahkan mungkin bisa di bilang sedikit kosong ,mungkin karena pria penghuni unit itu. batin Isna sambil menatap sekeliling nya .


" Apa yang kamu pikirkan " Morgan langsung memeluk Isna dari belakang dan melepaskan tas Isna dari tangan wanita itu .


" Mas tinggal sendiri di sini !! Tapi sepertinya mas jarang ke sini " Morgan mengagguk lalu meletakkan dagunya di pundak Isna .


" Kamu tahukan kerjaan ku yang harus stay di mana pun jika di butuhkan " Isna mengaguk karena sedikit tahu tentang kerjaan Morgan karena pria itu tidak menutup apa pun .


Morgan membawa Isna duduk di sofa dan kini Isna sudah duduk di pangkuan Morgan dengan menyamping .


" Apa kamu siap tinggal di sini " Isna menaikan alisnya sebelah menatap Morgan " Ayo menikah " Isna melototkan matanya bahkan mungkin akan ke luar .


" Aku serius ,ayo menikah " Ulang Morgan saat tidak ada reaksi dari Isna .


Isna menggeleng kan kepalanya beberapa kali berharap ini mimpi ,lalu dia mencubit tangan nya sendiri.


" Awww "


Bukan mimpi. Batin Isna


" Kau gila " pekik Morgan lalu mengusap lengan Isna yang sudah memerah .


" Apa yang kamu lakukan " Ucapnya sambil mengelus lengan Isna " Ini bukan mimpi " Gumam Isna .


" Kau berharap ini mimpi " Isna menggeleng " Tapi kenapa mendadak " Tanya Isna .


" Apa nya yang mendadak, Kita sudah cukup lama berkenalan lalu apa lagi, mau pacaran dulu " Isna kembali menggeleng " Tapi Mas sudah tahu ...."


" Aku sudah tahu semuanya ,apa lagi " Tanya Morgan kini tangan nya sudah memeluk pinggang Isna .


" Nona Regina sedang hamil, Xana juga ...."


" Aku hanya butuh jawaban mu iya atau tidak ,aku juga tahu apa yang kamu pikirkan " Isna menatap Morgan " 9 bulan cukup bukan ,aku sudah meminta izin pada Tuan Naufal " Isna langsung tersedak air liur nya sendiri .

__ADS_1


" Kau tidak percaya " Tanya Morgan.


" Kapan ,tuan Naufal juga tidak membicarakan itu " Tanya Isna memicing kan matanya curiga .


Morgan mengeluarkan hp nya memutar video antara pertemuan nya dengan Naufal bahkan kejadiannya baru beberapa jam yang lalu .


" Bagiamana "


" Aaahhh " Morgan Tersenyum nakal " Kau menggodaku " Isna memukul tangan Morgan yang sudah berada dua benda kenyalnya .


" Jangan mulai " Ucap Isna kesal lalu memukul tangan Morgan


" Hanya sekali boleh, aku Tidak memaksa jika kamu tidak mengizinkan " Ucap Morgan serius .


" Apa sakit " Tanya Isna polos .


" Kita bisa melakukan seperti biasa nya " Jawab Morgan .


" Aku ingin melakukan nya " Morgan menatap Isna tajam .


" Kau yakin " Isna mengagguk cepat " Bukannya kita sudah sering melakukan nya sekali pun tidak menyatu ,aku ingin melakukan itu bagaimana rasanya " Ucap Isna serius .


" Jangan memancing ku honey , jika aku kelepasan kamu tidak bisa menghentikan aku " Ucap Morgan Bersandar di lengan Isna .


" Bukannya kita mau sama mau ,jadi Tidak ada yang salah bukan " Morgan memejamkan matanya menguatkan hatinya untuk Tidak tergoda.


" Siapa yang mengajarimu " Tanya Morgan tanpa mengangkat kepalanya "Tidak ada , aku hanya penasaran menggunakan tangan dan mulut saja sudah membuatku ketagihan lalu bagaimana dengan yang ini " dengan sengaja Isna memegang senjata Morgan sehingga membuat pria itu memeluk pinggang Isna dengan erat .


" Honey " Panggil Morgan berat ,imannya Tidak sekuat batu apa lagi memang selama ini dia tidak bisa jauh dari hal itu.


" Aku siap " Bisik nya sensual .


Sial. Batin Morgan


Tanpa mempedulikan apa pun Morgan langsung membawa Isna kedalam kamar sambil menggendong tubuh wanita itu.


" Kau yang memulai dan aku tidak akan berhenti sebelum aku puas " Isna mengaguk Tersenyum lalu mencium bibir tebal Morgan .


Membuat pria itu mengumpat dalam hati niat ingin membahas hal serius ,Isna malah menguji imannya yang setipis daun kelor .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sekali ² kita ambil part Morgan dan Isna iya Gays


Dukung terus Naufal dan Queen


Daniel dan Risna


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2