
Kini pagi kembali memperlihatkan cahayanya di mana bulan telah berganti dengan cahaya matahari .
Sehingga membuat seseorang yang sedang tertidur terusik karena silau .
Naufal meregangkan otot nya karena semalam dia tidur dengan posisi duduk dan menegang tangan Naufal .
Ceklek .
" Nyenyak sekali tidurmu " Naufal hanya menghela nafas panjang saat melihat siapa yang datang dan di ikuti oleh pria yang seumuran dengannya .
" Makan lah , istri ku membuatkan untukmu habiskan bila perlu sama tempat nya " Ujarnya lagi sambil meletakkan makanan untuk Naufal di atas meja .
" Terimakasih Dad " Jawab Naufal lalu bangkit dari duduknya , menuju kamar mandi .
" Kenapa gadis centil itu belum bangun Vin " Tanya Jose .
" Bukannya aku sudah bilang ,aku bukan tuhan " Davin mendekati Eliza memeriksa nya karen itu kenapa dia pagi² sudah berada di sini dan bertemu dengan empat pria itu di parkiran tadi .
" Mungkin dia lelah menghadapi kehidupan sehingga dia memilih tidur " Ujar Alan abstruk .
" Iya bisa jadi,apa lagi dia sangat aktif tulang dan ototnya butuh di ganti yang baru bisa saja di dalam sudah konslet " Timpal Jeje .
" Vin ,mungkin kabel² dalam badannya ada yang lepas sehingga membuat nya susah bangun " Ucap Jose membuat Davin mendengus kesal .
" Kau kira cucuku robot " Tanya Henry kesal .
" Iya semacam nya "Jawab akan tertawa kecil .
Ceklek .
Naufal memilih mendekati Eliza saat melihat davin memeriksa putrinya .
" Apa Zaza baik² saja Yah " Tanya Naufal menatap Davin .
" Dia baik² saja, tidak perlu khawatir lebih baik kamu sarapan dulu nanti mertumumu mengamuk " Naufal mengaguk lalu mendekati ke empat pria itu .
" Cepat makan , aku harus mengirimkan foto pada istri ku " Naufal hanya menurut saja saat Henry mengeluarkan hp nya .
" Senyum " Dengan terpaksa Naufal tersenyum ,membuat Jose , Alan dan Jeje menahan tawanya begitu juga Davin .
" Ayo makan ,setelah ini kita akan bicara " Naufal menggaguk lalu membuka kotak bekalnya .
"Yang satunya itu untuk Daniel ,dia mengira pria itu bersama mu " Naufal mengaguk lalu menutup kembali kotak yang satunya yang isinya hampir sama dengan miliknya.
" Cih Lihatlah bekalnya seperti Eliza saja " Cibir Henry.
"Kau tahu ****** itu ada di sini " Naufal menggeleng " Tidak Dad " Jawab Naufal .
" Makan lah setelah ini kita bertemu dengan nya ,semalam dia sudah sadar " Ujar Henry .
" Eliza siapa yang jaga " Tanya Naufal menatap Henry .
" Perawat ,jika mereka tidak mau menjaga Eliza akan ku buat Eliza yang akan menjaga mereka " Jose ,Alan Jeje tertawa kecil sedangkan Davin hanya menggeleng saja .
" Apa enak " Tanya Henry .
__ADS_1
" Daddy mau " Tanya Naufal .
" Aku kenyang " Jawab Henry .
" Kalian seperti Kakak adik sedikit² bertengkar dan akrab " Celetuk Jeje .
" Kau tahu siapa kekasih nya dulu " Naufal menggeleng dengan helaan napas panjang " Aku tahu dia selingkuh saat aku bangkrut dulu " Jawab Naufal lirih .
" Kau tidak apa kan jika nanti kita menanyakan ayah kandung Eliza padanya " Tanya Jose yang mulai serius .
" Kami hanya ingin tahu siapa ?? Tidak menuntut kemungkinan jika ayah kandung nya datang mengambilnya jadi sebisa mungkin kita menyiapkan nya " Ujar Jeje yang juga mulai serius .
" Iya Pi , tidak papa Asal Eliza tetap bersama ku " Jawab Naufal .
" Maka cepat lah makan ,mulutku gatal melihat mu makan " Bentak Henry kesal .
" Makanlah,aku tahu kamu ingin mencicipi nya" Ujar Alan menyodorkan kotak bekal Daniel .
" Kau ingin aku mati, Jika sampai Elvi tahu aku makan bekal mereka ,bisa mengamuk " Ujar Henry .
Setelah menunggu akhirnya Naufal selesai juga makannya ,lalu dia merapikan kembali bekal yang di bawah Henry tadi .
" Kamu sudah siap " Tanya Jose .
" Sudah pa " Jawab Naufal .
Tidak berselang lama perawat masuk dalam ruangan Eliza dan Isna.
" Jika terjadi sesuatu atau gadis kecil itu bangun hubungi Aku tapi jika wanita yang di sebelah nya yang duluan bangun suntik saja agar dia tidur kembali " Una Henry lalu meninggalkan ruangan begitu saja .
" Hei tanpa wanita itu cucumu tidak mungkin selamat " pekik Alan sambil berjalan di belakang Henry .
" Kau baik² saja " Tanya Davin sambil berjalan di samping pria itu .
" Iya ayah ,Saya hanya memikirkan Eliza " Davin mengelus punggung Naufal " Dia baik² saja " Naufal menggaguk tersenyum .
Kini mereka sudah berdiri di depan ruangan Lian dan mereka bisa mendengar jika wanita itu berteriak minta di lepas kan .
Ceklek.
Morgan dan Rehan menatap ke arah pintu yang ternyata bos mereka yang masuk .
" Naufal bantu aku ,mereka ingin melecehkan ku , keluar kan aku dari sini Fal " Ujar Lian memohon menatap Naufal yang hanya terlihat datar.
" Kalian memakainya " Tanya Alan .
" Tidak tuan ,kami masih waras " Jawab Morgan menunduk kepalanya.
" Tidak mereka memegang dadaku bahkan bagian bawahku " Ucap lian memelas .
" Terus " Tanya Jeje .
" Mereka membuka pakaian ku tuan " Ujar Lian sesegukan sambil menunduk .
Sedangkan Morgan dan Rehan hanya diam saja begitu juga perawat yang tidak jauh dari Lian .
" Kau lihat di ujung sana " Lian mengikuti arah tangan Jose .
__ADS_1
GLEK
" Anak buah kami tidak suka barang busuk ,bahkan mereka memakai wanita sekali pakai " Jawab Jose sinis membuat Lian pucat .
" Siapa ayah Eliza " Tanya Henry to the poin sambil berdiri di ujung tempat tidur Lian yang berada di kakinya .
" Aku tidak tahu " Jawab Lian ketus .
Henry mengeluarkan pistolnya lalu berpegangan pada ujung tempat tidur .
" Siapa ayah Eliza " Tanya ulang Henry .
" Aku akan memberi tahukan tapi setelah ini lepas kan aku " Ujar Lian .
1
2
3
Dor
" Aaaakkkhhhhhhhh "
Naufal memejamkan matanya kuat saat benda kecil itu menembus lengan Lian .
" Sekali lagi aku menanyakan jika kamu tidak menjawab maka peluru ini akan menembus kepala mu " Ujar Henry dingin .
" Siapa ayah Eliza " Tanya Henry lagi .
" Alvin bayarev " Ucap Lian terbata ,Naufal melotot kan matanya karena pria itu lah yang membuatnya bangkrut setelah itu istri nya meninggalkan dia .
" Cari pria itu bawa di kehadapan ku jika dia menolak bunuh saja " Titah Henry pada Morgan dan Rehan .
" Baik tuan " Jawab Mereka bersamaan lalu meninggalkan ruangan itu .
" Kau kenal pria itu bukan " Naufal mengaguk pelan sambil menatap Lian dengan sorot mata tak terbaca .
" Obati luka nya ,masih awal jika dia mati sekarang " Ujar Henry lalu meninggalkan tempat itu di ikuti yang lainnya .
" Jaga di dalam jangan biarkan dia sampai lolos atau kepala kalian gantinya " Ujar Jose tegas .
" Baik tuan " Jawab mereka lalu sebagian memasuki ruangan dan yang lainnya berjaga di depan .
Sepanjang perjalan ke ruangan Eliza ,Naufal menjadi pendiam entahlah apa yang di pikir kan pria itu .
Tapi yang pasti rasa amarah nya semakin memuncak saat tahu siapa ayah dari Eliza .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
DUKUNG TERUS NAUFAL DAN QUEEN
LIKE
KOMENT
VOTE
__ADS_1
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 🌟🌟🌟🌟