Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
Senyum


__ADS_3

Kini pagi kembali memperlihatkan cahayanya di mana bulan telah berganti dengan cahaya matahari .


Sehingga membuat seseorang yang sedang tertidur terusik karena silau .


Naufal meregangkan otot nya karena semalam dia tidur dengan posisi duduk dan menegang tangan Naufal .


Ceklek .


" Nyenyak sekali tidurmu " Naufal hanya menghela nafas panjang saat melihat siapa yang datang dan di ikuti oleh pria yang seumuran dengannya .


" Makan lah , istri ku membuatkan untukmu habiskan bila perlu sama tempat nya " Ujarnya lagi sambil meletakkan makanan untuk Naufal di atas meja .


" Terimakasih Dad " Jawab Naufal lalu bangkit dari duduknya , menuju kamar mandi .


" Kenapa gadis centil itu belum bangun Vin " Tanya Jose .


" Bukannya aku sudah bilang ,aku bukan tuhan " Davin mendekati Eliza memeriksa nya karen itu kenapa dia pagi² sudah berada di sini dan bertemu dengan empat pria itu di parkiran tadi .


" Mungkin dia lelah menghadapi kehidupan sehingga dia memilih tidur " Ujar Alan abstruk .


" Iya bisa jadi,apa lagi dia sangat aktif tulang dan ototnya butuh di ganti yang baru bisa saja di dalam sudah konslet " Timpal Jeje .


" Vin ,mungkin kabel² dalam badannya ada yang lepas sehingga membuat nya susah bangun " Ucap Jose membuat Davin mendengus kesal .


" Kau kira cucuku robot " Tanya Henry kesal .


" Iya semacam nya "Jawab akan tertawa kecil .


Ceklek .


Naufal memilih mendekati Eliza saat melihat davin memeriksa putrinya .


" Apa Zaza baik² saja Yah " Tanya Naufal menatap Davin .


" Dia baik² saja, tidak perlu khawatir lebih baik kamu sarapan dulu nanti mertumumu mengamuk " Naufal mengaguk lalu mendekati ke empat pria itu .


" Cepat makan , aku harus mengirimkan foto pada istri ku " Naufal hanya menurut saja saat Henry mengeluarkan hp nya .


" Senyum " Dengan terpaksa Naufal tersenyum ,membuat Jose , Alan dan Jeje menahan tawanya begitu juga Davin .


" Ayo makan ,setelah ini kita akan bicara " Naufal menggaguk lalu membuka kotak bekalnya .


"Yang satunya itu untuk Daniel ,dia mengira pria itu bersama mu " Naufal mengaguk lalu menutup kembali kotak yang satunya yang isinya hampir sama dengan miliknya.



" Cih Lihatlah bekalnya seperti Eliza saja " Cibir Henry.


"Kau tahu ****** itu ada di sini " Naufal menggeleng " Tidak Dad " Jawab Naufal .


" Makan lah setelah ini kita bertemu dengan nya ,semalam dia sudah sadar " Ujar Henry .


" Eliza siapa yang jaga " Tanya Naufal menatap Henry .


" Perawat ,jika mereka tidak mau menjaga Eliza akan ku buat Eliza yang akan menjaga mereka " Jose ,Alan Jeje tertawa kecil sedangkan Davin hanya menggeleng saja .


" Apa enak " Tanya Henry .

__ADS_1


" Daddy mau " Tanya Naufal .


" Aku kenyang " Jawab Henry .


" Kalian seperti Kakak adik sedikit² bertengkar dan akrab " Celetuk Jeje .


" Kau tahu siapa kekasih nya dulu " Naufal menggeleng dengan helaan napas panjang " Aku tahu dia selingkuh saat aku bangkrut dulu " Jawab Naufal lirih .


" Kau tidak apa kan jika nanti kita menanyakan ayah kandung Eliza padanya " Tanya Jose yang mulai serius .


" Kami hanya ingin tahu siapa ?? Tidak menuntut kemungkinan jika ayah kandung nya datang mengambilnya jadi sebisa mungkin kita menyiapkan nya " Ujar Jeje yang juga mulai serius .


" Iya Pi , tidak papa Asal Eliza tetap bersama ku " Jawab Naufal .


" Maka cepat lah makan ,mulutku gatal melihat mu makan " Bentak Henry kesal .


" Makanlah,aku tahu kamu ingin mencicipi nya" Ujar Alan menyodorkan kotak bekal Daniel .


" Kau ingin aku mati, Jika sampai Elvi tahu aku makan bekal mereka ,bisa mengamuk " Ujar Henry .


Setelah menunggu akhirnya Naufal selesai juga makannya ,lalu dia merapikan kembali bekal yang di bawah Henry tadi .


" Kamu sudah siap " Tanya Jose .


" Sudah pa " Jawab Naufal .


Tidak berselang lama perawat masuk dalam ruangan Eliza dan Isna.


" Jika terjadi sesuatu atau gadis kecil itu bangun hubungi Aku tapi jika wanita yang di sebelah nya yang duluan bangun suntik saja agar dia tidur kembali " Una Henry lalu meninggalkan ruangan begitu saja .


" Hei tanpa wanita itu cucumu tidak mungkin selamat " pekik Alan sambil berjalan di belakang Henry .


" Kau baik² saja " Tanya Davin sambil berjalan di samping pria itu .


" Iya ayah ,Saya hanya memikirkan Eliza " Davin mengelus punggung Naufal " Dia baik² saja " Naufal menggaguk tersenyum .


Kini mereka sudah berdiri di depan ruangan Lian dan mereka bisa mendengar jika wanita itu berteriak minta di lepas kan .


Ceklek.


Morgan dan Rehan menatap ke arah pintu yang ternyata bos mereka yang masuk .


" Naufal bantu aku ,mereka ingin melecehkan ku , keluar kan aku dari sini Fal " Ujar Lian memohon menatap Naufal yang hanya terlihat datar.


" Kalian memakainya " Tanya Alan .


" Tidak tuan ,kami masih waras " Jawab Morgan menunduk kepalanya.


" Tidak mereka memegang dadaku bahkan bagian bawahku " Ucap lian memelas .


" Terus " Tanya Jeje .


" Mereka membuka pakaian ku tuan " Ujar Lian sesegukan sambil menunduk .


Sedangkan Morgan dan Rehan hanya diam saja begitu juga perawat yang tidak jauh dari Lian .


" Kau lihat di ujung sana " Lian mengikuti arah tangan Jose .

__ADS_1


GLEK


" Anak buah kami tidak suka barang busuk ,bahkan mereka memakai wanita sekali pakai " Jawab Jose sinis membuat Lian pucat .


" Siapa ayah Eliza " Tanya Henry to the poin sambil berdiri di ujung tempat tidur Lian yang berada di kakinya .


" Aku tidak tahu " Jawab Lian ketus .


Henry mengeluarkan pistolnya lalu berpegangan pada ujung tempat tidur .


" Siapa ayah Eliza " Tanya ulang Henry .


" Aku akan memberi tahukan tapi setelah ini lepas kan aku " Ujar Lian .


1


2


3


Dor


" Aaaakkkhhhhhhhh "


Naufal memejamkan matanya kuat saat benda kecil itu menembus lengan Lian .


" Sekali lagi aku menanyakan jika kamu tidak menjawab maka peluru ini akan menembus kepala mu " Ujar Henry dingin .


" Siapa ayah Eliza " Tanya Henry lagi .


" Alvin bayarev " Ucap Lian terbata ,Naufal melotot kan matanya karena pria itu lah yang membuatnya bangkrut setelah itu istri nya meninggalkan dia .


" Cari pria itu bawa di kehadapan ku jika dia menolak bunuh saja " Titah Henry pada Morgan dan Rehan .


" Baik tuan " Jawab Mereka bersamaan lalu meninggalkan ruangan itu .


" Kau kenal pria itu bukan " Naufal mengaguk pelan sambil menatap Lian dengan sorot mata tak terbaca .


" Obati luka nya ,masih awal jika dia mati sekarang " Ujar Henry lalu meninggalkan tempat itu di ikuti yang lainnya .


" Jaga di dalam jangan biarkan dia sampai lolos atau kepala kalian gantinya " Ujar Jose tegas .


" Baik tuan " Jawab mereka lalu sebagian memasuki ruangan dan yang lainnya berjaga di depan .


Sepanjang perjalan ke ruangan Eliza ,Naufal menjadi pendiam entahlah apa yang di pikir kan pria itu .


Tapi yang pasti rasa amarah nya semakin memuncak saat tahu siapa ayah dari Eliza .


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


DUKUNG TERUS NAUFAL DAN QUEEN


LIKE


KOMENT


VOTE

__ADS_1


JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 🌟🌟🌟🌟


__ADS_2