
Morgan bangun lebih dulu, di mana sinar matahari sudah memasuki kamar hotel penginapan mereka, dengan pelan dia melepaskan tangan Isna yang berada di pinggangnya dan mengangkat kepala Isna dengan pelan karena di jadikan bantalan untuk nya .
" Oh God ,Baby ku belum makan " Pekik Morgan saat melihat sudah jam 10 sebentar lagi siang bukan .
Atau bahkan bisa di bilang siang kah !! Morgan langsung menghubungi pihak dapur meminta di antarkan sarapan sekalian makan siang .
Lalu dia turun dari tempat tidur tanpa mengganggu sang istri ,dia harus membersihkan diri dulu .
Morgan Tersenyum kuda saat mengingat kembali kegiatan panas mereka .
Di mana isna memimpin dua kali hingga membuatnya tidak bisa berkata-kata lagi sungguh ibu hamil sangat beda dan dia menyukainya .
Jika bisa dia akan membuat Isna hamil terus jika dengan hamil wanita itu bisa menyerang nya .
Setelah itu dia mengambil kegiatan hingga membuat Isna terkulai lemas .
Jika saja tidak memikirkan keadaan istri nya ingin sekali Morgan kembali menyerang nya .
Setelah selesai mandi Morgan langsung menuju tempat tidur kali ini dia memakai bathrobe yang menutupi tubuh atletis nya .
" Honey " Panggil Morgan pelan dan lembut .
" Honey ,ayo bangun dulu " Ucap Morgan lembut .
" Ngantuk By " Jawab Isna .
" Baby butuh makan honey ,ayo makan dulu baru istirahat lagi " Ucap Morgan .
Morgan menatap ke pintu di mana ada yang memencet bel kamarnya .
Lalu dia berdiri menghampiri pintu dan benar saja makanan pesanan mereka sudah datang .
" Honey " Panggil Morgan sambil mendorong troli makan menuju sofa .
Dengan berat hati Isna bangun,dia belum memakai apa pun sehingga selimut lah yang menutupi tubuhnya .
" Aku ambilkan bathrobe " Isna hanya mengaguk " Pakai " Isna merentangkan tangannya tanpa berniat mengambil dan memakai nya sendiri .
" Kau menggoda ku " Isna menggeleng " Badanku masih sakit semua " Morgan Tersenyum lalu memakaikan pada Isna .
" Ayo " Ajaknya setelah selesai menutup tubuh polos Isna .
" Minum " Isna menerima botol mineral yang sudah terbuka.
Krot.....Krot ......( Anggap saja seperti itu iya 😁😁😁 )
Morgan dan Isna menatap perut Isna bersamaan lalu Morgan menatap Isna yang tersenyum kuda .
__ADS_1
" Maaf baby, kamu sudah Lapar maaf sayang " Dengan sigap Morgan menyiapkan makanan Isna .
" Makan Honey ,aku takut anakku mengamuk " Isna mengaguk lalu makan tanpa menunggu Morgan yang masih meminum Jusnya .
" Jika kamu sudah tidak lelah,kita akan ke apartemen " Isna menatap Morgan " Apa tidak bisa kita singgah dulu di sana ,minta izin " Morgan mengaguk.
" Kita singgah di sana ,jadi habiskan makanan mu aku tidak ingin anakku kekurangan gizi " Ucap Morgan .
" aku juga lapar Babe ,bukan hanya anakmu " Dengus Isna .
" Kamu masih bisa menahannya sekalipun tidak makan seminggu tapi tidak dengan babyku " Isna melototkan matanya kesal " Kau menikahiku karena anakmu " Tanya Isna kesal .
" Kau tahu jawabannya jadi makan lah "Isna hanya bisa berdecak saja lalu makan dengan perasaan dongkol nya tapi dia juga senang ketika Morgan begitu perhatian pada janin yang dalam kandungan nya .
Setelah selesai makan Isna langsung membersihkan dirinya badannya juga terasa gerah dan lengket .
" Hati² Honey jika sudah panggil aku " Ucap Morgan karena dia masih makan .
" Iya " Jawabnya sedikit berteriak dalam kamar mandi
" Dia seperti kanibal " Isna berdigik saat melihat pantulan tubuhnya yang penuh tanda ulah suaminya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tidak jauh berbeda Arif juga bangun lebih dulu dia menatap wanita yang masih dalam pelukannya di mana mereka mengakhiri nya saat pukul 5 pagi .
Sekalipun awalnya sangat susah bahkan hingga putaran ke dua Endang masih saja gemetar rapi Setelah itu kedua sama² menikmati hingga suara erangan dan lenguhan Endang memenuhi kamar mereka .
Arif menikmati beberapa gaya bahkan mereka sampai bermain di balkon kamar sungguh luar biasa fantasi Arif beda dengan yang lainnya .
" Bangun ayo " Bisik Arif ,Endang hanya diam saja tapi dia semakin erat memeluk tubuh besar itu .
" Jangan membangunkan dia sayang " Tegur Arif saat kedua benda kenyal menempel di dadanya .
" Lakukanlah jika tuan ingin " Gumam Endang lirih.
' Kau akan menyesal nantinya ,jadi jangan mengundang ku " Endang menggeleng " aku sudah merasakannya jadi tidak akan menyesal " Jawabnya tenang .
" Kau nakal iya " Arif mencium kepala Endang yang sudah kembali kering setelah semalam basah karena keringat .
" Hei apa yang kau lakukan turun " Pekik Arif saat Endang sudah berada di atasnya bahkan dia sudah menduduki senjatanya .
" Kenapa " Arif memejamkan matanya saat bokong sintal itu menggesek tubuhnya bagian bawah " Turun Endang " Geram panjang Arif menahan pinggang Endang .
" Kenapa ? Ajari aku memuaskan suami ku " Arif membuka matanya sungguh luar biasa sekali perubahan Istri nya " Aku tidak ingin dia memanggil wanita di luar sana ,karena aku tidak bisa melayaninya sekalipun tuan belum mencintai ku ,tapi aku tidak suka berbagi " Arif menatap lekat wajah Endang .
Seperti nya dia masih mengingat kejadian beberapa bulan lalu di mana dia memanggil wanita untuk memuaskan nya saat di kantor Morgan .
__ADS_1
" Turun" Endang menurut tapi selanjutnya membuat Arif menggeram .
Hap .
" Endang aaarrrggggghhhhhhh "
Shiiittt wanita ini benar-benar liar Ucap Arif dalam Hati .
Endang memainkan lidah dan mulutnya di bawah sana sambil melihat ekspresi Arif yang membuat nya semakin bersemangat .
" Aaarrgghhhh " Arif menatap ke bawah menatap Endang yang begitu seksi di matanya .
" kenapa ' Tanya Endang sambil memainkan senjata nya dengan tangannya .
" Jangan lakukan itu ' Endang menggeleng " Aku membersihkan mulut mereka dari milik ku "
" Ssshhhhh Aaaarrrgghhhhh " Arif menengadah ke atas merasakan nikmat yang begitu luar biasa .
Padahal dia sudah sering melakukan itu ,tapi kenapa mulut Endang sangat berbeda rasanya .
Endang terus melakukan kegiatannya di bawah sana hingga cairan itu memenuhi mulut nya bersamaan dengan erangan Arif.
" EndangHhhhhhhhhhh" Arif langsung menghentakan pinggulnya keras hingga sampai ke ujung mulut Endang .
Endang menarik tisu mengeluarkan cairan itu dalam mulutnya lalu tersenyum lembut ke arah Arif .
" jangan lakukan itu ,kamu bukan wanita panggilan "Endang hanya mengaguk " Aku hanya mencobanya " Jawabnya .
" Ini pertama dan terakhir jadi jangan melakukan nya lagi " Endang mengaguk , lalu dia kembali duduk di atas senjata Arif .
Jleb
Hanya sekali hentakan milik kedua nya sudah kembali menyatu ,Endang memejamkan matanya penuh itu lah yang di rasa Beda halnya dengan Arif yang langsung meremas bokong Endang .
" Aaarrrggggghhhhhhh Ini enak sekali " Racau Arif .
" Bergerak " Ucapnya terbata , Endang menurut lalu bergerak pelan karena dia belum terbiasa dan Arif membantu nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘😘
Like
koment
vote
__ADS_1
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟