Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
Harus baik² saja


__ADS_3

Kini Naufal sudah berada di ruangan Eliza , di mana dia sudah di pindahkan di ruangan yang sesuai permintaan Henry bersama Isna sang pengasuh.


Naufal duduk di samping tempat tidur Eliza ,sejak tadi dia hanya menatap wajah sang anak tidak ada suara yang ke luar hanya ada air mata saja .


Pria para keluarga Mateo ,Daniel serta ke dua orang tua Naufal juga yang berada di dalam ruangan itu hanya bisa diam sedangkan para wanita sudah pulang begitu juga Raymond dan Reza .


" Prin-cess ini Ayah, maafkan ayah tidak bisa menjaga mu maafkan ayah tidak bisa membantumu saat memerlukan sesuatu terimakasih sudah melewati semuanya " Ucap Naufal terbata dan serak .


" Zaza tetap anak ayah !! Ayah tidak akan membiarkan siapa pun mengambil Zaza, selamanya Zaza tetap anak ayah " Lanjutnya menunduk sambil memegang tangan Eliza .


" Bagi kami Eliza tetap cucu pertama di keluarga ku, sejak dia dalam kandungan sampai sekarang dia bersama mu ,jadi tidak ada alasan untuk melepaskan nya " Ujar Henry membuat Naufal semakin menangis .


Begitu besar kah rasa sayang mereka pada Eliza ,bahkan mereka pun tahu jika Eliza bukan anak kandung nya .


Lalu dia ,apa yang telah dia lakukan pada Queen ?? Bahkan mengingat nya saja membuat Naufal sesak .


Alexa maaf kan aku ,aku mohon kembali lah Zaza membutuhkan mu sayang aku mohon Batin Naufal .


" Kapan wanita kecil itu bangun " Tanya alan menatap Davin .


" mungkin nanti malam atau besok " Jawab Davin.


" Yang pasti " Ujar Jeje .


" Aku dokter bukan tuhan ,yang penting Eliza sudah melewati masa kritisnya begitu juga pengasuhnya " Jawab Davin kesal .


" Aku kira tuhan mengirim kan pesan padamu jam berapa mereka akan bangun " Davin mendengus kesal, sedangkan keluarga naufal hanya melongo saja .


" Dan aku akan membalas nya agar secepatnya mencabut nyawa mu " Jawab Davin ketus menatap Jose .


" Apa kalian tidak bisa diam !! Dia lagi bersedih kalian malah berdebat !! Hei kau menangiskan apa ? Eliza baik² saja kenapa kau menangis seolah dia sudah meninggal " Ujar Henry ketus ,lagi² Faisal dan Desi hanya terpengah² sedangkan Daniel hanya bisa menahan senyumnya .


Bugh


" Sakit bodoh " Umpat Henry menatap ke empat orang itu .


" Maaf tuan ,nyonya kami ke luar dulu " pamit Davin lalu menarik Henry di bantu Jose ,Alan dan Jeje .


" Lepas bajingan " Ujar Henry kesal .


" ayo kita pulang ,mungkin saja Elvi sudah menunggumu " Jawab Jeje .


" Ah iya ,aku melupakan istri ku " Ucap Henry datar .


" Ayo pulang " Lanjutnya lagi membuat ke empat pria itu melepaskan tangan Henry dan ke luar dari ruangan itu .


" Naufal ...."


" Niel bawa Daddy sama mommy pulang ini sudah larut " Ujar Naufal memotong ucapan Faisal .


" Tan , Om ayo kita pulang Daniel antar " Ujar Daniel .


" Mommy temani ...."


" Mommy please " Ucap Naufal tanpa membalikkan badannya .


" Ayo mom " Ajak Faisal pada Desi ,membuat Desi menurut .


" Mommy balik dulu iya ,jika ingin papa katakan saja " Naufal hanya menggaguk .

__ADS_1


" Daddy pulang dulu iya ,jangan lupa istirahat " ujar Faisal .


" Aku balik Fal, perusahaan biar aku yang handle jika ku butuh tanda tangan mu nanti aku ke sini " Ucap Daniel .


" Makasih " Ucap Naufal .


Setalah itu mereka meninggalkan Naufal sendirian menjaga dua orang pasien sekaligus .


Naufal menatap wajah pucat sang anaknya lalu dia mengusap pelan kepala Eliza di mana harus di perban .


Lengan, kaki nya pun tidak luput dari alat benda tajam saat di ruangan operasi tadi .


Hanya wajahnya saja ,mungkin karena Isna memeluk nya sehingga wajah terlihat baik² saja .


" Terimakasih sudah melindungi Eliza sehingga kamu juga luka parah ,cepatlah sembuh aku menunggu itu " Ucap Naufal sambil menatap tempat tidur Isna .


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Sedangkan di pesawat jet pribadi Queen hanya bisa menatap ke arah luar jendela .


" Queen istirahat lah ,kamu juga harus memikirkan kandungan mu nak " Ujar Daddy Radit .


" Jika kamu seperti ini bukan hanya Eliza tapi mungkin dia pun akan sakit " Lanjutnya lagi .


" Queen tidak bisa ...."


" Paksakan ,jika kamu tetap keras kepala Kita kembali ke Landon dan Opa akan menutup semua akses tentangmu " Ancam Daddy Radit tegas .


" Opa ..."


" Istirahat " Titahnya, mommy Ellena membantu Queen berdiri lalu menuju kamar pribadi yang ada di jet itu .


" Kamu harus bisa tenang sayang , pikirkan kandungan mu !! Jika kamu juga jatuh sakit siapa yang bisa menemani Eliza " Ucap mommy Ellena lembut .


" Eliza baik² saja ,tidak usah takut !! Kamu yang lebih tahu dia seperti apa bukan " Queen hanya mengaguk.


" Ayo istirahat ,Oma akan menemanimu " Queen merebahkan tubuhnya sambil mengusap perutnya yang sudah membuncit.


" Mas Arga apa akan baik baik saja Oma " Mommy Ellena Mengaguk .


" Dia pasti baik² saja karena Eliza anaknya dan dia harus baik² saja karena hanya dia kekuatan Eliza " Jawab Mommy Ellena.


" Ayo istirahat " Queen mengagukan kepalanya nya , Sedangkan mommy Ellena menepuk pundaknya layaknya Queen waktu kecil dulu .


" Cepat sekali kamu tumbuh sayang, bahkan kini kamu akan memberikan Oma cicit !! Padahal kemarin Oma masih mengendong mu tapi sekarang hanya bisa menepuk punggung mu membantumu tidur jika dulu menepuk bagian bokongmu sekarang Oma menepuk punggungmu .Tetaplah sehat semoga kebahagiaan selalu bersama kalian " Cicit mommy Ellena.


" Oma juga harus tetap sehat sampai anak² Queen memberikan cucu untuk Queen " Jawab Queen tanpa membuka matanya .


" Pastinya sayang " Jawab mommy Ellena ,Queen memeluk perut mommy Ellena dan pahanya di jadikan bantal oleh Queen .


" Tidurlah, Sesampainya di sana kamu akan menghadapi semua masalah mu " Queen Mengaguk .


" Queen sudah siap Oma " Jawab Queen, mommy Ellena mengelus rambut Queen dengan lembut sambil memperhatikan wajah Queen .


Sedangkan di sebuah ruangan dan rumah sakit yang sama dengan Eliza seorang wanita mulai membuka matanya .


Tapi dia merasa badannya semuanya sakit hingga akhirnya dia membuka matanya secara perlahan .


" Ssssttt Aku di mana " Gumamnya sambil menahan rasa sakit yang ada di tubuh nya .

__ADS_1


" Kenapa badanku sakit semua " Gumamnya lagi sambil kembali meringis .


" Nona jangan dulu banyak bergerak, anda masih terluka " Lian menatap perawat yang sudah berdiri di samping nya .


" Kenapa aku berada di sini " Tanya Lian pada perawat.


" Nona baru saja kecelakaan " Lian melototkan matanya saat mengingat kejadian di mana dia menabrak Eliza dan pengasuhnya .


" Siapa yang membawa ku ke sini ?? Bisa bantu aku pergi " Ujar Lian panik .


" Maaf nona saya hanya di tugas kan untuk merawat anda " Jawab suster lalu meninggalkan Lian setelah memeriksa keadaan wanita itu .


" Aku harus pergi bagaimana pun caranya !! Sssst " ringis Lian saat menggerakkan tangannya untuk bangun .


" Seperti nya anda belum mengerti kenapa tuan membiarkan kamu hidup " Lian menatap ke arah sofa di mana dua pria sedang duduk di sofa sambil mengangkat tangannya di dada dan menatap ke arahnya


" Kalian siapa " Tanya Lian panik .


"Kami manusia " Jawab nya dengan datar


" Apa yang kami dapat jika kami membebaskan mu " Tanya salah satu dari pria itu .


" Aku akan memberikan apa pun " Jawab Lian yakin .


" Termaksud tubuhmu " Tanya Morgan sinis .


" Iya aku akan berikan " Jawab Lian ,toh itu bukan hal yang baru untuk nya .


Hanya tubuh ku bukan Batin Lian Tersenyum dalam hati .


" Virgin " Tanya Rehan menatap remeh pada Lian .


" Aku seorang janda ,tapi setelah bercerai saya tidak melakukan nya lagi pada siapa pun " Morgan dan Rehan tertawa kencang mendengar ucapan Lian membuat wanita itu pucat pasi.


" Dan kau berharap kami percaya " Lian mengagukan kepalanya cepat .


" Tapi sayangnya kami tidak percaya,kami bisa mendapatkan wanita yang masih virgin jika kami ingin bukan wanita yang sudah sering berganti pria seperti mu " Lian menelan ludahnya paksa sepertinya dia salah bicara .


" Bahkan mungkin milikmu itu tidak sehat lagi " Cibir Morgan membuat Lian semakin takut .


" Apa perlu kita panggil gigolo " Ucap Rehan.


" Tidak terlalu buruk " Jawab Morgan membuat Lian semakin takut ,dia menatap sekeliling nya mencari jalan untuk bisa kabur .


" Ruangan ini berada di lantai 15 " Ucap Morgan bohong ,membuat Lian semakin pucat .


Lantai 15 aku tidak ingin mati aku ingin melihat wanita itu menderita Batin Lian.


Tapi dia sendiri bingung harus bagaimana membujuk ke dua orang itu , bahkan dia tidak tahu siapa mereka .


Apa suruhan Naufal tapi dia tidak pernah melihat dua orang itu . Lalu mereka siapa ?? Kenapa sangat tahu tentang kehidupan nya.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


DUKUNG TERUS NAUFAL DAN QUEEN


LIKE


KOMENT

__ADS_1


VOTE


JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘😘😘


__ADS_2