
" Apa Ade baik² saja " Tanya Naufal lembut sambil mengelus perut Queen yang sudah buncit .
" Dia baik² saja " Jawab Queen sambil menatap wajah pucat Eliza.
Kini keduanya duduk bersampingan di dekat tempat tidur pasien .
" Kenapa Isna belum bangun juga " Tanya Queen kini pandangan nya berganti menatap pengasuh sang anak .
" Dia lebih parah lukanya ,karena saat di tabrak dia sedang menggendong princess " Jawab Naufal yang ikut menatap Isna .
" Memang mereka dari mana " Tanya Queen penasaran kini dia menatap wajah sang suami .
" mereka singgah main di taman ,saat akan pulang dan menuju mobil ada motor balap sehingga menabrak mereka dan jatuh di jalanan " Terang Naufal .
" Siapa pelakunya " Naufal menutup mulutnya rapat ,dan bertepatan dengan itu pintu ruangan Eliza terbuka dari luar .
CEKLEK .
" Makan dulu nak, ini sudah makan siang " Ujar Elvi lembut .
" Iya mom ,Queen juga sudah lapar " Ujar Queen Tersenyum.
" Daddy kira sudah kenyang setelah berpelukan sambil nangis² dan meminta maaf " Cibir Henry sambil menatap Naufal .
" Daddy " Pekik Elvi .
" Apa ?? Kau selalu membela bajingan itu " Umpat Henry tidak peduli jika di dalam ruangan itu juga ada besannya .
" Daddy " Kini gantian Queen lah yang bersuara,apa lagi di situ ada mertuanya .
" Maaf iya Bu ,pak " Faisal dan Desi hanya tersenyum.
" Tidak papa Bu, jika kami yang berada di posisi tuan Henry mungkin bisa saja melakukan hal yang lebih " Ucap Faisal .
" Kau dengar bukan , bahkan orang tuanya saja ingin membunuhnya " Ucap Henry ketus .
" Queen mau makan Dad,Lapar !! " Keluh Queen memelas.
" Cih apa dia belum berubah ,sehingga makanan saja dia tidak memberikan mu ,apa dia sudah miskin " Naufal hanya bisa menghela nafas panjang.
" Panggil suamimu sayang, kalian harus punya tenaga banyak menghadapi Daddy " Ujar elvi pada Queen .
" Mas ayo " Naufal berdiri lalu menuju sofa di mana Henry sudah menatap tajam .
" Ah iya Daddy siapa yang menabrak Eliza dan Isna " Henry Tersenyum sinis saat melihat Naufal mengakat kepala nya .
" Kau ingin tahu " Queen mengaguk sambil menyiapkan makanan untuk Naufal .
" Tanyalah pada suamimu " Queen langsung menatap Naufal " Siapa mas " Tanya Queen .
" Lian " Queen langsung menghentikan gerakan tangannya .
" Dia " Naufal mengaguk pelan " Dia mana dia sekarang " Tanya Queen yang sudah emosi .
" Makan dulu kecebong dalam perutmu membutuhkan tenaga , setelah ini kita akan ke ruangan nya " Jawab Henry .
__ADS_1
"Daddy sama mommy ikut kan " Faisal dan Desi menggeleng .
" Kami jaga Eliza saja " Jawab Desi .
" Isna pindahkan ke ruangan sebelah Dad, jadi tempat tidurnya bisa di pakai orang untuk istirahat " Ucap Queen sambil memasukan suapan besar dalam mulutnya nya .
Karena usai kandungan nya sudah lewat dari tiga bulan ,Queen sudah bisa memakan apa saja tapi sesekali dia masih mengidam.
Naufal menatap Queen yang makan dengan lahap .
" Kamu sudah bisa makan nasi yank " Karena seingatnya Queen hanya akan makan buah dan sayuran .
Queen hanya mengaguk sebagai jawaban nya karena mulutnya masih penuh .
" Opa sama Oma mana Dad " Tanya Queen .
" Mereka sudah pulang lelah nanti besok baru ke sini " Queen mengaguk saja .
" Mas kenapa tidak makan " Tanya Queen saat Naufal hanya menatap nya saja tanpa menyentuh makanan nya .
" Tidak, hanya senang saja melihat mu makan " Jawab Naufal Tersenyum lembut .
" Cih ,jangan karena Queen sudah memaafkan mu kamu bisa hidup tenang ,aku bisa saja membawanya pergi bahkan membawa Eliza dan kamu " Henry menunjuk Naufal " Mati saja " Sambungnya .
PLak .
" Sakit Elvina " Bentak Henry sambil mengelus lengan atasnya .
" Kau selalu melakukan KDRT padaku , apa kau ingin di penjara maka dengan senang hati aku akan mengurungmu di kamar " Lanjutnya lagi.
" Dad " Queen menatap Henry lalu menatap mertuanya .
sedangkan Faisal dan Desi hanya tersenyum sedikit tahu jika keluarga menantu nya selalu ceplas-ceplos .
Makanya mereka selalu kaget saat mendengar Eliza bicara jika sudah kembali dari rumah mertua Naufal .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Kini Henry,Naufal dan Queen sudah menuju ruangan Lian .
Awalnya Naufal melarang Queen untuk ke sana ,mengingat sang istri sedang hamil jadi dia tidak ingin terjadi papa dengan mereka .
Melihat Eliza saja sudah membuatnya jantungan lalu apa kabar jika terjadi sesuatu pada Queen dan calon anaknya .
" Sayang kita balik saja iya " Bujuk Naufal saat Mereka sudah berada di depan ruangan Lian .
" Mas tenang saja ,Queen hanya akan melihat nya " Naufal menghela napas panjang " Tapi jangan mendekatinya " Queen mengaguk.
Tanpa Naufal tahu, Queen sudah memegang pistol yang diberikan pada penjaga yang di depan pintu saat melihat kode dari nona mudanya .
Ceklek .
Queen masuk dengan wajah datarnya begitu juga dengan Henry ,tapi tidak dengan Naufal yang memasang wajah khawatir.
" Akhirnya jal....
__ADS_1
Dor
" Aakkhhh "
" Katakan di mana lagi yang harus aku lubangi ,kepalamu " Lian hanya bisa meringis belum kering luka tembakan Henry pagi tadi kini dia harus menerima tima panas itu di tangan kiri nya .
Naufal menatap Queen yang terlihat sangat berbeda bahkan beberapa kali dia menggeleng jika wanita itu adalah istri nya .
Tapi auranya sangat berbeda bahkan dia terlihat mengerikan saat ini .
Sedangkan Henry bersandar di dinding ruangan sambil memasukkan tangannya di saku celananya sedangkan kakinya di silangkan .
Dor
" Aakkkhhh "
Tak
Queen melempar pistol itu di lantai dan langsung di ambil oleh penjaga yang ada di ruangan itu .
Sedangkan suster jangan tanya lagi jika bukan karena pekerjaan dan gaji yang besar dia tidak ingin berada di ruangan ini .
" Sa-yang "Panggil Naufal memeluk Queen dari belakang .
" Bu-nuh saja aku " Queen tertawa kecil lalu mendekati tempat tidur Lian .
" Sayang kita ke luar " Queen menatap Naufal dan Tersenyum tulus " Aku baik² saja " Naufal menggeleng kan kepalanya cepat .
" Kita ke luar " Ucap Naufal tegas ,tapi Queen tetap maju sehingga kini Naufal berada di depan Queen .
" Iya aku akan membunuhmu tapi atas kehendak ku ,bukan keinginan mu !! Obati luka nya jangan biarkan dia mati sebelum anakku bangun " Titah Queen tegas .
" Dia anakku " Bentak Lian keras , ternyata wanita itu masih punya keberanian .
" Benarkah !! Apa dia mengganggap mu ? " Tanya Queen sinis .
" Sayang kita ke luar " Queen menurut kini dia ke luar dari ruangan itu .
" Jika kalian bosan ,gilir dia " Naufal melotot kan matanya tajam sedangkan Henry hanya tersenyum sinis .
" Sayang apa yang kamu katakan " Tanya Naufal lembut .
" Apa mas juga ingin " Naufal menggeleng cepat " Bukan begitu sayang ...."
" Maka jangan menghalangi ku " Naufal memilih diam dan menatap Queen lebih dalam ternyata sifat lembut istri nya hanya untuk menutupi sifat yang selama ini dia tidak tahu .
" Bersyukur lah dia tidak membunuh nya " Bisik Henry lalu pergi begitu saja meninggalkan Naufal yang masih terdiam .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
DUKUNG TERUS NAUFAL DAN QUEEN
LIKE
KOMENT
__ADS_1
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 🌟🌟🌟🌟🌟