
Hari ini Isna sudah di izinkan pulang dengan catatan harus istirahat dan jangan dulu melakukan aktivitas apa pun termaksud berhubungan badan ,Morgan yang mendengar itu hanya bisa pasrah bagaimana pun keadaan Isna dan calon anaknya lebih penting .
Saat sampai di rumah Naufal , Isna merasa malu di mana Queen dan kedua mertuanya menyambutnya padahal dia bukan siapa-siapa .
" Hati" Nak " Ucap Desi lembut, Isna hanya tersenyum kaku .
" Maaf aku tidak bisa masuk karena ada urusan ' Ucapnya pada Isna .
Ingin sekali Isna menolak dan memilih ikut dengan Morgan , berada di dekat majikannya membuatnya malu dan rasanya ingin tenggelam kedasar laut .
" Sudah, apa yang kamu pikirkan bukannya kata dokter kamu harus istirahat " Ucap Faisal,membuat Isna menunduk .
" Maaf ' Ucap Isna lirih .
" Apa yang kamu katakan ,sudah jangan memikirkan apa pun " Ucap Desi yang paham dengan keadaan Isna .
" Kalau begitu saya permisi tuan ,nyonya , Non " Pamit Morgan .
" Hati² ,kami menunggumu " Ucap Faisal .
" Terimakasih tuan ' Morgan menunduk kepalanya lalu menatap Isna Tersenyum baru lah dia masuk dalam mobil .
" Kenapa " Tanya Queen lembut .
" Maaf sudah membuat .....'
" Kenapa terus meminta maaf, apa kamu membuat kesalahan besar ?? Tidak kan ayo kita ke dalam kamu baru dari rumah sakit,jadi harus istirahat " Potong Desi cepat lalu membantu Isna jalan .
Syukur Eliza sedang berada di rumah keluarga Queen mereka sengaja mengantar gadis kecil itu ke sana karena jika dia berada di sini pasti sudah banyak deretan pertanyaan saat melihat Isna setelah menghilang dua hari .
" Gimana keadaan nya " Tanya Faisal .
" Baik Tuan " Jawab Isna sambil meremas kedua tangan nya .
" Kami tidak papa ,kenapa takut seperti itu bagaimana pun dia sudah hadir dan kita tidak punya hak menghakimi kalian ,apa lagi kalian sama² suka, saya tidak membenarkan perilaku kalian tapi terlepas itu semua dia anugrah rezeki dan tuhan mempercayai kalian untuk menjaganya " Ucap Faisal lembut namun penuh penekanan .
" terimakasih,sekali lagi Isna minta maaf " Ucap Isna ,ada rasa lega dalam dadanya , padahal dia sudah berpikiran jauh di mana dia masih memiliki janji yang akan menjaga anak kembar Nona nya tapi apa boleh buat semua sudah menjadi bubur .
Sedangkan di lain sisi Arif tengah memikirkan keadaan Nada di mana sangat susah mencari ginjal yang cocok ,apa dia akan menembus pasar bawah tapi dia harus meminta izin lagi pada bos nya bukan .
__ADS_1
Memikirkan saja membuat Arif kesal dan selalu mengumpat melampiaskan emosi nya hingga membuat Rehan menggeleng .
" Rumah sakit di sini banyak Rif ,dan mereka belum melaporkan semuanya " Ucap Rehan .
" Tapi kondisi nya semakin drop Han,Aku bingung harus menjelaskan gimana ,karena aku sama sekali tidak mengatakan apa pun tentang Adiknya " Terang Arif .
" Aku tidak pernah melihatmu begini, mungkin jika ada Morgan dia pun mengatakan hal yang sama dengan ku ' Arif berdecak kesal " Aku begini karena sudah berjanji bukan karena aku menyukainya atau mencintai nya " Ucap Arif ketus .
" Kamu yakin " Arif Mengaguk " Aku hanya kasian dia hanya sendirian ,dan saat adiknya menelpon kami baru dari peninjauan " Ucap Arif .
" Dia sama seperti kita Han, dan kamu pasti akan melakukan hal yang sama denganku kamu pasti tahu maksudku !! Jika bukan kerja tuan Henry mungkin kita tidak akan seperti ini " Rehan mengaguk membenarkan .
Tanpa mereka sadari jika obrolan ke duanya terdengar oleh seseorang di mana pintu ruangan itu tidak terlalu rapat .
Endang menarik napas panjang lalu di hembuskan dengan berat lalu dia menarik sudut bibirnya bersikap seolah tidak pernah mendengar apa pun .
Tok ...tok ...
Ceklek .
" Maaf ,tuan Morgan masih di perjalanan dari mengantar Nona Isna " Ucap Endang .
" iya makasih " Jawab Rehan,Endang ke luar dari ruangan itu menutup pintu ruangan dengan rapat dan berharap dia tidak kembali mendengar ucapan yang membuatnya sakit .
Tapi !!
Endang hanya bisa tersenyum lalu kembali fokus pada pekerjaan nya hingga dia tidak sadar jika Morgan sudah ada di depannya dan membuka pintu ruangan nya .
" Sudah ada " Arif menggeleng cepat " Belum ada yang cocok " Morgan menghela napas berat .
" Kamu sudah meminta mereka menyebarkan " Arif mengaguk " Nanti malam aku akan bicara pada tuan besar " Ucap Morgan .
" Iya itu lebih baik, sebelum kandungan nya semakin besar " Ucap Rehan .
" Apa tuan Naufal yakin akan membuat acara " Morgan mengaguk pelan .
" Apa kamu sudah bicara, kita beda dengan mereka Gan !! " Ucap Arif .
" Lalu aku harus gimana ? Aku tidak mungkin menolak nya karena itu bentuk terimakasih mereka pada Isna dan mereka juga sudah menganggap Isna anak ,adik karena sejak kecil dialah yang mengurus Nona Eliza " Rehan dan Arif hanya bisa menghela nafas kenapa masalah mereka tidak ada yang beres semua nya .
__ADS_1
"Kepalaku jadi pusing " Gumam Rehan , sekalipun ini tidak menyangkut dirinya ,tapi memang mereka selalu menyelesaikan masalah mereka bersama.
" Lalu bagaimana dengan wanitamu di luar sana ,jangan sampai mereka membuat ulah jika sampai tahu pernikahan mu bocor " Ucap Rehan .
" Aku bisa atasi mereka ,lagian setiap pergerakan mereka sudah ada yang melaporkan " Ucap Morgan .
" wine .....wine ....hanya dia yang mengerti keadaan kita sekarang " Ucap Arif menatap sekeliling nya .
' Kau tidak akan mendapatkan nya di sini tidak ada ,aku bisa di bunuh tuan Jeje jika melakukan hal itu di perusahaan " Ucap Morgan yang paham dengan ucapan Arif .
" Ah iya ,apa Endang tinggal bersama mu " Arif mengaguk" Kami beda kamar " Ucap Arif saat melihat tatapan kedua sahabatnya .
" Ah ternyata kau masih Arif yang kami kenal " Lalu keduanya tertawa " Kau kira seperti kalian sudah masuk sana sini " Ucap Arif ketus .
" Kau akan ketagihan jika dia sudah masuk nantinya " Ucap Rehan menatap bagian bawah Arif .
" Benar !!Bahkan hanya dengan mulut saja sudah membuat mu merem melek,lalu bagaimana mulut bawahnya " Timpal Morgan tertawa .
" Dasar otak ************ " Cibir Arif .
" Aku butuh pelampiasan, kepala ku mau pecah " Ucap Arif
" kau mau, aku akan menelpon nya " Arif mengaguk saja sebagai jawabannya " Di hotel atau ...."
" Bawah dia ke sini aku malas ke luar " Morgan dan Rehan saling melirik " Kau yakin Endang ...."
' Kenapa dengan nya ? Kau kira kami memiliki hubungan hanya karena aku membantunya !! Jangan Gila " Ucap Arif .
" Lakukan saja ,kau tahu jika dia tidak pernah main² dengan ucapan nya " Morgan pun meminta bawahan membawa kan wanita untuk Arif .
Sendang kan mereka berdua nantinya hanya akan menunggu di luar .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘😘
Like
koment
__ADS_1
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟