
" Sa-kit " Risna mencekram lengan Daniel dengan kuat .
" Tahan iya sayang ,sedikit lagi demi aku anak kita " Ucap Daniel memberi semangat pada sang istri .
" Dok apa masih lama " Tanya Daniel gusar .
" Pembukaan sudah lengkap tuan " Ujar dokter lembut .
" AaaakkkHhhhhh " Jerit Risna saat sakit itu semakin membuatnya tidak bisa menahan .
" Jangan dulu mengejan nona, dengar aba² dari ku baru nona mengejan saat ada dorongan dari dalam " Ucap dokter lembut .
Kini semuanya sudah siap dengan posisi di samping dokter ada dua suster yang berdiri .
" Kamu bisa ,kamu kuat,kamu wanita hebat aku mencintaimu ,cup " Daniel mencium kening sang istri sambil mengucap kan kata semangat untuk nya .
" Dorong "
Risna mengejan dengan sekuat mungkin dan berpegangan pada lengan sang suami .
" Sedikit lagi iya non " Ucap dokter ,Risna kembali mengatur napasnya .
" Maaf " Cicit Daniel saat melihat wajah istri nya yang peluh keringat dan wajah yang begitu pucat .
" Maaf ,i love you " Hanya itu yang bisa Daniel ucapkan sungguh dia tidak tega melihat sang istri harus seperti ini .
" Dorong "
Risna kembali mengejan Untuk yang ke dua kalinya sampai akhirnya dia kembali membaringkan kepalanya di ranjang pasien .
" Aku lelah " Ucap Risna lirih .
" Sedikit lagi sayang ,demi anak kita abang mohon " Daniel kembali teringat akan kejadian saat Adara melahirkan twins .
Tapi secepat mungkin dia tepis dari kepalanya dia yakin Risna orang yang kuat dan dia bisa .
Dokter kembali memberi instruksi pada Risna hingga dia kembali mengejan dengan sekuat tenaganya mungkin ini tenaganya yang terkahir .
Hingga tidak berselang lama ruangan itu di penuhi tangisan yang cukup keras sehingga membuat dokter dan yang lainnya berucap syukur .
Oek .....Oek .... Oek.....
Risna meneteskan air matanya saat mendengar tangisan yang begitu kuat .
Terimakasih tuhan Batin Risna sambil tersenyum .
" Terimakasih sayang , terimakasih " Daniel mencium kening sang istri dengan lelehan air mata .
" I love you sayang , terimakasih sudah berjuang untuk nya " Risna mengelus pipi sang suami menghapus air matanya .
__ADS_1
" Jangan menangis " Daniel hanya mengaguk " Abang hanya bahagia " Risna membalas senyuman sang suami .
"Boleh aku istirahat " Tanya Risna lirih.
' Dok istri ku lelah " Ucap Daniel .
" Tidak papa tuan ,biarkan nona Risna istirahat " Ucap dokter lembut sambil membersihkan bagian bawa Risna.
Sedangkan bayi mereka sedang di bersihkan oleh perawat .
" Tidurlah ,kamu sudah berjuang aku akan menemanimu , CUP "Secara perlahan Risna sudah memejamkan matanya .
Rasa ngantuk yang begitu berat membuatnya terlelap begitu cepat,Daniel mengusap kening dan sesekali mencium kening sang istri .
" Tuan " Panggil suster.
" Bisa ikut kami sebentar " Daniel mengaguk sekilas dia menatap sang istri " Aku lihat dulu anak kita iya " Ucap Daniel sebelum meninggal kan Risna .
" Maaf tuan bisa bersihkan diri dulu di ruangan itu " Daniel mengaguk mengikuti perawat .
Tidak berselang lama Daniel sudah ke luar dengan pakaian khusus perawat pun mendekat ke arahnya sambil menggendong bayi yang baru beberapa menit yang lalu lahir ke dunia ini .
Daniel Tersenyum saat perawat itu meletakkan bayi mungil itu di dadanya .
" Welcome baby Kanz " Ucap Daniel lalu mencium keningnya .
" Terimakasih sudah berjuang bersama Mama selama ini " Lanjutnya lagi sambil mengelus pipi merah nya .
" Maaf tuan " Daniel mengagukan kepalanya " Nanti Papa ke sana iya ,Papa temani Mama dulu " Ucap Daniel lembut .
Perawat pun mengambil bayi mungil itu lalu di masukan dalam box dan di antar ke ruangan khusus sebelum nantinya di satukan dengan ruangan ibunya .
" Bagaimana keadaan istri ku dok " Tanya Daniel saat sudah di samping Risna .
" Semuanya baik tuan ,sebentar akan di pindahkan di ruangan perawatan ,anda sudah bisa menemui keluarga anda di luar " Ucap dokter .
" Terimakasih dokter atas bantuannya " Ucap Daniel .
" Sudah tanggung jawab kami tuan " Balas dokter tersenyum.
Daniel ke luar dari ruangan itu di mana langsung di sambut ke dua orang tuanya .
" Bagaimana keadaan istri mu " Tanya Marni .
" Risna baik² saja " Daniel menjeda ucapannya sebelum akhirnya dia memeluk ke dua orang tuanya " Terimakasih sudah berada di samping Daniel hingga sampai sekarang ,tetaplah sehat untuk ku dan Adara serta anak² kami nantinya " Adit mengelus punggung sang anak dengan lembut " Kami akan selalu sehat " Ucap Adit cepat .
" Risna masih lelah, sebentar lagi akan di pindahkan begitu juga anak kami " helaan napas Adit dan Marni membuat Daniel Tersenyum .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Sedangkan Naufal dan Queen baru saja memasuki ruangan Amanda di mana wanita itu harus datang lebih pagi setelah di hubungi Queen .
Membuat Rifat mengomel panjang lebar sebelum dia sendiri ke perusahaan nya .
" Sejak kapan Kaka merasakan mual " Tanya Amanda lembut .
" Sejak semalam " Jawab Queen .
" Kaka sudah periksa pakai testpeck " Queen menggeleng " Rencana hari ini ,tapi Kaka Ipar mu ini tidak sabaran membuat rencana ku gagal " Cibir Queen kesal .
" Mana bisa aku sabar ,sejak semalam kamu hanya mengatakan masuk angin ,apa ada yang masuk angin cium makanan mual " Ucap Naufal yang tidak mau di salahkan .
" Tapikan aku bilang aku baik baik saja " Ucap Queen yang tidak mau kalah .
" Apa ada orang baik² wajahnya pucat seperti mayat hidup " Ucap Naufal menohok.
" Apa kalian ke sini ingin berdebat ,jika iya boleh kembali ke rumah saja " Ucap Amanda menatap ke dua orang yang di depannya .
" Maaf, silahkan periksa dia " Ucap Naufal mengakhiri perdebatan yang tidak ada ujungnya .
" kalau begitu bisa nyonya Naufal nya di bawah ke sana tuan " Tunjuk Amanda pada tempat tidur pasien .
" Terimakasih Nyonya Rifat yang menyebalkan sama seperti suamimu " Cibir Queen lalu berdiri di bantu Naufal .
Kini Queen sudah berbaring di atas tempat tidur pasien dan Amanda pun membuka pakaian atas Queen dan menutup bawahnya pakai selimut kecil .
" Kaka sudah telat berapa hari " Tanya Amanda sambil menyiapkan peralatan USG .
" Seminggu eh lupa yang jelas sudah telat beberapa hari " Ucap Queen .
" ASI-nya kaka masih lancar " Kini Amanda sudah berada di depan Queen .
" Masih, Apa tidak boleh dek " Tanya Queen gugup .
" Boleh " Jawab Amanda lalu menuangkan gel di perut Queen "selama itu tidak ada komplikasi atau persalinan prematur, tapi jika sebaliknya itu aman saja ,kalau kakak ragu Kaka ganti sufor Xana juga sudah MPASI kan " Queen mengaguk .
" Tidak perlu khawatir keadaan kakak baik² saja " ucap Amanda lalu meletakan alat USG di perut Queen .
" Rileks iya " Queen menggaguk pelan lalu matanya menatap ke ara monitor yang berada di samping nya begitu juga Naufal .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai di sini dulu iya maaf up nya sudah terlalu malam 😁😁😁 Kita lanjut besok lagi .
Dukung terus Naufal dan Queen
Daniel dan Risna
like ...koment ....vote ...
__ADS_1
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟