
Morgan , Rehan dan Arif sudah berada di jet pribadi keluarga Mateo, mereka sudah siap untuk ke Australia .
Rehan juga sudah mengantar istri dan anaknya di rumah utama ,begitu Morgan sekalipun berat tapi dia harus pergi setelah mengantar kan Isna kembali ke rumah saat sudah sore hari .
' Cih " Morgan dan Rehan hanya tertawa kecil .
" Sibuk bang " Goda Morgan duduk di samping Arif .
" Minggir ,kamu menjijikan " Morgan dan Rehan tertawa kecil " Santai bro " Ucap Rehan .
" Carilah pasangan ,jangan bersolo karir dengan pekerjaan ' Ucap Morgan .
" Aku bisa menyewa mereka jika aku mau " Jawab Arif sibuk dengan ponselnya .
" Yang Ori lebih menggoda Rif " Ucap Rehan .
"Betul, apa lagi kalau sudah memasuki nya sssttt Empuk, sempit dan menggigit " Ucap Morgan .
" Minggir " Arif menendang kaki Morgan memilih menjauh dari kedua sahabatnya .
" Aku punya ide " Ucap Rehan tersenyum seringai .
" Apa ?? Jangan aneh-aneh kau tahu jika dia marah seperti apa " Ucap Morgan .
" Sekertaris mu tidak ada kekasihnya kan " Morgan menaikan bahunya " Memang aku mengurusi urusan pribadinya " Jawab Morgan ketus .
" Jangan bilang kamu mau ...." Morgan berdecak saat melihat senyum tipis Rehan .
" Kamu tanggung sendiri akibatnya ,jangan membawa namaku " Lanjut Morgan .
" Kamu hanya menyuruh sekertaris mu untuk selalu menemui nya , pekerjaan yang bersangkutan dengannya lempar ke sekertaris mu biar dia yang Urus , selebihnya aku yang urus " Ucap Rehan .
" Terserah " Jawab Morgan cuek .
" Ingat kamu harus lakukan itu " Tekan Rehan .
" Iya ,puas !! Jadi biarkan aku istirahat karena aku lelah " Ucap Morgan .
" Aku juga " Jawab Rehan lalu keduanya menutup matanya setelah melakukan olahraga yang begitu menguras tenaga tapi memuaskan bagi ke duanya .
Sedangkan Arif memilih mengurung dirinya di kamar jet pribadi itu untuk istirahat Lumayan kan 3 jam sebelum nantinya mereka ke hotel melanjutkan Istirahat dan besoknya bekerja .
•
•
•
•
•
•
•
Ceklek .
" Belum tidur " Isna dan Eliza menatap ke arah pintu .
__ADS_1
" Belum Bunda " Jawab Eliza yang kembali sibuk dengan buku nya .
' Kenapa tidak istirahat saja " Kini perhatian nya tertuju pada Isna .
" Belum ngantuk nyonya " Jawab Isna .
" Istirahat lah, Zaza biar aku yang temani " Ucap Queen lembut.
" Tapi ....."
" Apa kamu mau mas Naufal marah karena wajahmu terlihat lelah " Isna langsung memegang wajahnya .
Ini pasti karena ulah Morgan yang tidak membiarkan dia untuk istirahat ,jika tidak memikirkan pekerjaan nya Isna ingin di apartemen saja mengistirahatkan tubuhnya yang remuk apa lagi bagian pinggangnya .
" Maaf, terimakasih nyonya " Queen hanya mengaguk saja " langsung istirahat ,jangan lupa vitamin mu " Tegur Queen .
" Iya Nya " Jawab Isna lalu ke luar dari kamar Eliza .
" Ade sudah tidur Bun " Tanya Eliza berdiri menyimpan tas sekolahnya .
" Sudah sama ayah " Jawab Queen .
" Kenapa masih membawa buku ,bukannya Eliza akan lulus " Eliza mengangguk " Kalau bosan kadang Eliza menulis sendiri bunda ' Jawabnya sambil merapikan pensil warnanya .
" Zaza sudah tahu mau sekolah di mana " tanya Queen .
" Opa Henry terserah dia " Ucap Eliza polos .
" Jika Zaza mau yang lain Tidak apa " Ucap Queen .
" Tidak bunda, nanti opa kecewa lagian di mana pun pasti bagus koh ' Jawabnya .
' Mau lihat Ade " Queen mengagguk lalu mengulurkan tangannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini di meja makan Seperti biasanya Isna ikut bergabung menyuapi Xana.
" Berapa lama Morgan di sana " Tanya Naufal, sedangkan yang lainnya hanya diam saja .
Karena mereka sudah tahu tentang hubungan Isna dan pengawal pribadi keluarga besar Mateo itu .
" Seminggu Tuan " Naufal mengaguk paham .
" Kakak Morgan ke mana Mba " Tanya Eliza karena dia tidak tahu papa .
" Ada urusan pekerjaan non " Jawab Isna lembut .
" Jadi siapa yang antar jemput Zaza sama Mba Isna " Tanya Eliza polos .
" Sudah ada sopir menunggu Zaza di depan " Ucap Faisal .
" Kenapa kakak Morgan lama sekali kerja nya ' Ucap Eliza .
"Karena hal yang harus di selesaikan sayang " Ucap Queen .
" Selesaikan sarapan nya princess , Ade saja sudah mau habis " Eliza menatap piring makan Xana yang ada di tangan Isna " Ade pintar makan banyak " Xana hanya tertawa kecil memperlihatkan gigi nya yang baru tumbuh 1 .
" Anakmu gemesin yank " Queen hanya tersenyum .
__ADS_1
Sedangkan di Australia Morgan, Rehan dan Arif sudah duduk berhadapan dengan para petinggi perusahaan yang begitu gugup ruangan yang cukup luas seolah terasa sempit bagi mereka .
Karena kehadiran mereka sama saja dengan kematian yang Sekalipun mereka tolak .
" Saya tunggu 30 menit dari sekarang semuanya sudah siap " Ucap Arif tegas .
" Tuan ....."
pyar
Gelas kaca yang di atas meja mendadak melayang siapa lagi pelakunya kalau bukan Arif .
" Sekarang " Titahnya .
Keringat dingin membasahi pelipis mereka, bahkan yang merasa tidak melakukan papa pun ikut takut .
" Berikan laporan keuangan " Ucap Morgan .
" Ini tuan " Ucap pengawal
" Siapa yang memegang proyek ini " Tanya Rehan sambil menatap iPad dan laporan yang di berikan pengawalnya .
Semua orang menunduk takut memilih diam karena keluarga nya lah taruhannya .
" Kalian akan aman " Ucap Morgan yang paham akan situasi nya .
" Di sini bukan hanya kalian yang sibuk ,kami pun lebih sibuk dari pada kalian, jadi jangan membuat pekerjaan kami menumpuk dan kalian berakhir di bawah tanah " Ucap Arif menekan setiap ucapan nya .
" Apa saya perlu menyeret kalian " Ucap Morgan kesal .
" P-ak Bam-banh tuan " Ucap salah satu kepala divisi .
" Amankan dia " Ucap Rehan .
" Baik tuan " Ucap pengawal .
" Tuan Istri...."
" Mereka akan aman " Ucap Morgan cepat .
" Dia bohong tuan ,saya tidak melakukan papa semuanya atas perintah Pak Aris " Ucap Bambang terbata .
" Kenapa kau membawa namaku ,bukannya semua saranmu " Bentak Aris yang tidak terima di salahkan .
" Bahkan semua uang yang kamu ambil ada di tangan mu " Lanjutnya .
" Semuanya ke luar " Satu persatu yang ada dalam ruangan itu ke luar dengan napas lega .
Mereka tidak peduli dengan dua manusia yang berada di dalam ,siapa suruh mencari masalah harusnya mereka sadar karena ini bukan hal pertama karena sebelumnya nya sudah sering terjadi .
Tapi lagi² uang membutuhkan semuanya hingga mereka tidak tahu bahaya yang akan mereka hadapi nantinya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal Mateo 🥰🥰🥰🥰
Like
koment
__ADS_1
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟