Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
part 4 (2)


__ADS_3

Morgan , Rehan dan Arif sudah berada di jet pribadi keluarga Mateo, mereka sudah siap untuk ke Australia .


Rehan juga sudah mengantar istri dan anaknya di rumah utama ,begitu Morgan sekalipun berat tapi dia harus pergi setelah mengantar kan Isna kembali ke rumah saat sudah sore hari .


' Cih " Morgan dan Rehan hanya tertawa kecil .


" Sibuk bang " Goda Morgan duduk di samping Arif .


" Minggir ,kamu menjijikan " Morgan dan Rehan tertawa kecil " Santai bro " Ucap Rehan .


" Carilah pasangan ,jangan bersolo karir dengan pekerjaan ' Ucap Morgan .


" Aku bisa menyewa mereka jika aku mau " Jawab Arif sibuk dengan ponselnya .


" Yang Ori lebih menggoda Rif " Ucap Rehan .


"Betul, apa lagi kalau sudah memasuki nya sssttt Empuk, sempit dan menggigit " Ucap Morgan .


" Minggir " Arif menendang kaki Morgan memilih menjauh dari kedua sahabatnya .


" Aku punya ide " Ucap Rehan tersenyum seringai .


" Apa ?? Jangan aneh-aneh kau tahu jika dia marah seperti apa " Ucap Morgan .


" Sekertaris mu tidak ada kekasihnya kan " Morgan menaikan bahunya " Memang aku mengurusi urusan pribadinya " Jawab Morgan ketus .


" Jangan bilang kamu mau ...." Morgan berdecak saat melihat senyum tipis Rehan .


" Kamu tanggung sendiri akibatnya ,jangan membawa namaku " Lanjut Morgan .


" Kamu hanya menyuruh sekertaris mu untuk selalu menemui nya , pekerjaan yang bersangkutan dengannya lempar ke sekertaris mu biar dia yang Urus , selebihnya aku yang urus " Ucap Rehan .


" Terserah " Jawab Morgan cuek .


" Ingat kamu harus lakukan itu " Tekan Rehan .


" Iya ,puas !! Jadi biarkan aku istirahat karena aku lelah " Ucap Morgan .


" Aku juga " Jawab Rehan lalu keduanya menutup matanya setelah melakukan olahraga yang begitu menguras tenaga tapi memuaskan bagi ke duanya .


Sedangkan Arif memilih mengurung dirinya di kamar jet pribadi itu untuk istirahat Lumayan kan 3 jam sebelum nantinya mereka ke hotel melanjutkan Istirahat dan besoknya bekerja .









Ceklek .


" Belum tidur " Isna dan Eliza menatap ke arah pintu .

__ADS_1


" Belum Bunda " Jawab Eliza yang kembali sibuk dengan buku nya .


' Kenapa tidak istirahat saja " Kini perhatian nya tertuju pada Isna .


" Belum ngantuk nyonya " Jawab Isna .


" Istirahat lah, Zaza biar aku yang temani " Ucap Queen lembut.


" Tapi ....."


" Apa kamu mau mas Naufal marah karena wajahmu terlihat lelah " Isna langsung memegang wajahnya .


Ini pasti karena ulah Morgan yang tidak membiarkan dia untuk istirahat ,jika tidak memikirkan pekerjaan nya Isna ingin di apartemen saja mengistirahatkan tubuhnya yang remuk apa lagi bagian pinggangnya .


" Maaf, terimakasih nyonya " Queen hanya mengaguk saja " langsung istirahat ,jangan lupa vitamin mu " Tegur Queen .


" Iya Nya " Jawab Isna lalu ke luar dari kamar Eliza .


" Ade sudah tidur Bun " Tanya Eliza berdiri menyimpan tas sekolahnya .


" Sudah sama ayah " Jawab Queen .


" Kenapa masih membawa buku ,bukannya Eliza akan lulus " Eliza mengangguk " Kalau bosan kadang Eliza menulis sendiri bunda ' Jawabnya sambil merapikan pensil warnanya .


" Zaza sudah tahu mau sekolah di mana " tanya Queen .


" Opa Henry terserah dia " Ucap Eliza polos .


" Jika Zaza mau yang lain Tidak apa " Ucap Queen .


" Tidak bunda, nanti opa kecewa lagian di mana pun pasti bagus koh ' Jawabnya .


' Mau lihat Ade " Queen mengagguk lalu mengulurkan tangannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini di meja makan Seperti biasanya Isna ikut bergabung menyuapi Xana.


" Berapa lama Morgan di sana " Tanya Naufal, sedangkan yang lainnya hanya diam saja .


Karena mereka sudah tahu tentang hubungan Isna dan pengawal pribadi keluarga besar Mateo itu .


" Seminggu Tuan " Naufal mengaguk paham .


" Kakak Morgan ke mana Mba " Tanya Eliza karena dia tidak tahu papa .


" Ada urusan pekerjaan non " Jawab Isna lembut .


" Jadi siapa yang antar jemput Zaza sama Mba Isna " Tanya Eliza polos .


" Sudah ada sopir menunggu Zaza di depan " Ucap Faisal .


" Kenapa kakak Morgan lama sekali kerja nya ' Ucap Eliza .


"Karena hal yang harus di selesaikan sayang " Ucap Queen .


" Selesaikan sarapan nya princess , Ade saja sudah mau habis " Eliza menatap piring makan Xana yang ada di tangan Isna " Ade pintar makan banyak " Xana hanya tertawa kecil memperlihatkan gigi nya yang baru tumbuh 1 .


" Anakmu gemesin yank " Queen hanya tersenyum .

__ADS_1


Sedangkan di Australia Morgan, Rehan dan Arif sudah duduk berhadapan dengan para petinggi perusahaan yang begitu gugup ruangan yang cukup luas seolah terasa sempit bagi mereka .


Karena kehadiran mereka sama saja dengan kematian yang Sekalipun mereka tolak .


" Saya tunggu 30 menit dari sekarang semuanya sudah siap " Ucap Arif tegas .


" Tuan ....."


pyar


Gelas kaca yang di atas meja mendadak melayang siapa lagi pelakunya kalau bukan Arif .


" Sekarang " Titahnya .


Keringat dingin membasahi pelipis mereka, bahkan yang merasa tidak melakukan papa pun ikut takut .


" Berikan laporan keuangan " Ucap Morgan .


" Ini tuan " Ucap pengawal


" Siapa yang memegang proyek ini " Tanya Rehan sambil menatap iPad dan laporan yang di berikan pengawalnya .


Semua orang menunduk takut memilih diam karena keluarga nya lah taruhannya .


" Kalian akan aman " Ucap Morgan yang paham akan situasi nya .


" Di sini bukan hanya kalian yang sibuk ,kami pun lebih sibuk dari pada kalian, jadi jangan membuat pekerjaan kami menumpuk dan kalian berakhir di bawah tanah " Ucap Arif menekan setiap ucapan nya .


" Apa saya perlu menyeret kalian " Ucap Morgan kesal .


" P-ak Bam-banh tuan " Ucap salah satu kepala divisi .


" Amankan dia " Ucap Rehan .


" Baik tuan " Ucap pengawal .


" Tuan Istri...."


" Mereka akan aman " Ucap Morgan cepat .


" Dia bohong tuan ,saya tidak melakukan papa semuanya atas perintah Pak Aris " Ucap Bambang terbata .


" Kenapa kau membawa namaku ,bukannya semua saranmu " Bentak Aris yang tidak terima di salahkan .


" Bahkan semua uang yang kamu ambil ada di tangan mu " Lanjutnya .


" Semuanya ke luar " Satu persatu yang ada dalam ruangan itu ke luar dengan napas lega .


Mereka tidak peduli dengan dua manusia yang berada di dalam ,siapa suruh mencari masalah harusnya mereka sadar karena ini bukan hal pertama karena sebelumnya nya sudah sering terjadi .


Tapi lagi² uang membutuhkan semuanya hingga mereka tidak tahu bahaya yang akan mereka hadapi nantinya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus tiga pengawal Mateo 🥰🥰🥰🥰


Like


koment

__ADS_1


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2