
"Tuan,aku mohon pakai ginjal ku saja " Arif menatap tajam Endang ,kini keduanya sudah berada di apartemen milik Arif .
Entah kenapa Arif membawa wanita itu ke apartemen nya ,padahal dia sangat anti jika wilayah nya di masuki orang asing .
Apa hanya rasa kemanusiaan entahlah hanya Arif yang tahu .
" Kita masih bisa mencari Endang " Geram Arif tertahan.
" Saya tahu tuan ,tapi siapa yang mau ginjalnya di ambil kalau pun ada pasti biayanya mahal ,saya tidak memiliki uang sebanyak itu tuan " Ucpa Endang jujur .
" Itu jadi urusanku " Jawab Arif tegas .
" Saya tidak mau tuan, biarkan ambil Ginjal saya untuk biaya operasi uang tabungan saya masih cukup " Tolak Endang .
" Bisa menurut ,bukannya aku bilang itu urusan ku " Ucap Arif sedikit meninggi .
Ceklek
Saat akan menjawab Morgan dan Rehan masuk membuat Endang mengurungkan niatnya .
" Kenapa " Tanya Rehan khawatir karena tidak biasanya Arif meminta mereka ke apartemen jika bukan hal mendesak .
Lalu mereka menatap Endang yang menundukkan kepalanya sambil meremas kedua tangan nya .
" Aku butuh Ginjal "
" Ada hal serius " Morgan menatap Endang yang tidak berani mengangkat kepalanya .
" Adiknya butuh ginjal " Rehan menatap Endang " Kami akan usahakan " Jawabnya serius .
" Tembus pasar bawah jika itu memungkinkan " Ucap Arif serius .
__ADS_1
" Kamu yakin " Arif mengaguk " Kami akan usahakan " Jawab Morgan .
" Lalu sekarang apa yang akan kamu lakukan " Tanya Rehan .
" Menemui Tuan Raymond " Morgan dan Rehan menaikan alisnya " Tuan Alister memintaku membawanya ke luar negeri bukannya tidak percaya dengan alat di sini tapi kondisi nya tidak baik² saja ,kalau di sana setidaknya sedikit membaik sampai kita menemukan pendonor " Terang Arif.
"Tuan ...."
' Aku tidak memintamu berbicara " Bentak Arif menatap tajam Endang .
" Arif " Tegur Rehan .
" Kami akan menemani mu " Ucap Morgan .
" Kami tunggu di bawah " Arif mengaguk ,lalu Rehan dan Morgan ke luar dari apartemen .
" Kenapa Tuan memutuskan ....."
" Lalu kamu akan membiarkan dia berbaring tanpa melakukan apa pun " Potong Arif cepat .
"Justru dia adikmu harusnya kami bisa berpikir dengan baik jangan jadi Bodoh hanya karena panik " Potong Arif cepat .
" Harusnya tuan sadar ,kami hanya orang biasa tidak seperti anda yang .....
" Bukannya aku mengatakan aku yang akan mengurus ,apa yang kamu takutkan " Ucpa Arif kesal .
" Lalu aku harus bayar Hhhmmmppp " Arif membungkam mulut Endang dengan kasar hingga wanita itu sedikit terbaring karena beban tubuh Arif .
" Cukup percaya denganku " Ucap Arif merapikan rambut Endang dan mengelus bibir Endang dengan lembut .
Deg
__ADS_1
Endang masih saja terdiam dengan apa yang baru saja terjadi, dia masih menatap Arif yang berada di atasnya.
" Aku akan bicara pada tuan muda ,adikmu harus di bawah ke sana sampai kita menemukan pendonor " Ucap Arif lembut mengelus pipi halus Endang .
" Kamu dengar kan " Tanya Arif karena Endang hanya diam dan menatapnya.
" I-ya " Jawabnya gugup .
" Tunggu aku ,bersihkan tubuhmu pakai dulu bajuku yang ada di lemari ,kamar lantai dua " Ucapnya lalu menjauhkan tubuhnya lalu membantu Endang duduk dengan baik .
" Makasih " Cicit Endang .
" Nanti kita bahas lagi ,aku harus pergi " Endang menahan tangan Arif .
" Apa dia akan pergi Sekarang siapa yang akan menemaninya " Arif mencium kening Endang dengan lembut .
" Jangan memikirkan apa pun , aku yang akan mengurusnya Bersihkan tubuh mu aku akan bicara pada Morgan hari ini kamu tidak kembali ke perusahaan " Ucpa Arif lembut .
" Boleh aku melihat nya sebelum ....."
" Aku akan usahakan ,tapi jika tidak aku akan melakukan panggilan " Endang mengagguk patuh " Makasih " Arif mengaguk lalu meninggalkan Endang sendirian .
" Kakak mohon dek bertahanlah demi kakak " Gumam Endang lirih .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘
Like
koment
__ADS_1
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟