Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
part 12 (2)


__ADS_3

"Tuan,aku mohon pakai ginjal ku saja " Arif menatap tajam Endang ,kini keduanya sudah berada di apartemen milik Arif .


Entah kenapa Arif membawa wanita itu ke apartemen nya ,padahal dia sangat anti jika wilayah nya di masuki orang asing .


Apa hanya rasa kemanusiaan entahlah hanya Arif yang tahu .


" Kita masih bisa mencari Endang " Geram Arif tertahan.


" Saya tahu tuan ,tapi siapa yang mau ginjalnya di ambil kalau pun ada pasti biayanya mahal ,saya tidak memiliki uang sebanyak itu tuan " Ucpa Endang jujur .


" Itu jadi urusanku " Jawab Arif tegas .


" Saya tidak mau tuan, biarkan ambil Ginjal saya untuk biaya operasi uang tabungan saya masih cukup " Tolak Endang .


" Bisa menurut ,bukannya aku bilang itu urusan ku " Ucap Arif sedikit meninggi .


Ceklek


Saat akan menjawab Morgan dan Rehan masuk membuat Endang mengurungkan niatnya .


" Kenapa " Tanya Rehan khawatir karena tidak biasanya Arif meminta mereka ke apartemen jika bukan hal mendesak .


Lalu mereka menatap Endang yang menundukkan kepalanya sambil meremas kedua tangan nya .


" Aku butuh Ginjal "


" Ada hal serius " Morgan menatap Endang yang tidak berani mengangkat kepalanya .


" Adiknya butuh ginjal " Rehan menatap Endang " Kami akan usahakan " Jawabnya serius .


" Tembus pasar bawah jika itu memungkinkan " Ucap Arif serius .

__ADS_1


" Kamu yakin " Arif mengaguk " Kami akan usahakan " Jawab Morgan .


" Lalu sekarang apa yang akan kamu lakukan " Tanya Rehan .


" Menemui Tuan Raymond " Morgan dan Rehan menaikan alisnya " Tuan Alister memintaku membawanya ke luar negeri bukannya tidak percaya dengan alat di sini tapi kondisi nya tidak baik² saja ,kalau di sana setidaknya sedikit membaik sampai kita menemukan pendonor " Terang Arif.


"Tuan ...."


' Aku tidak memintamu berbicara " Bentak Arif menatap tajam Endang .


" Arif " Tegur Rehan .


" Kami akan menemani mu " Ucap Morgan .


" Kami tunggu di bawah " Arif mengaguk ,lalu Rehan dan Morgan ke luar dari apartemen .


" Kenapa Tuan memutuskan ....."


" Lalu kamu akan membiarkan dia berbaring tanpa melakukan apa pun " Potong Arif cepat .


"Justru dia adikmu harusnya kami bisa berpikir dengan baik jangan jadi Bodoh hanya karena panik " Potong Arif cepat .


" Harusnya tuan sadar ,kami hanya orang biasa tidak seperti anda yang .....


" Bukannya aku mengatakan aku yang akan mengurus ,apa yang kamu takutkan " Ucpa Arif kesal .


" Lalu aku harus bayar Hhhmmmppp " Arif membungkam mulut Endang dengan kasar hingga wanita itu sedikit terbaring karena beban tubuh Arif .


" Cukup percaya denganku " Ucap Arif merapikan rambut Endang dan mengelus bibir Endang dengan lembut .


Deg

__ADS_1


Endang masih saja terdiam dengan apa yang baru saja terjadi, dia masih menatap Arif yang berada di atasnya.


" Aku akan bicara pada tuan muda ,adikmu harus di bawah ke sana sampai kita menemukan pendonor " Ucap Arif lembut mengelus pipi halus Endang .


" Kamu dengar kan " Tanya Arif karena Endang hanya diam dan menatapnya.


" I-ya " Jawabnya gugup .


" Tunggu aku ,bersihkan tubuhmu pakai dulu bajuku yang ada di lemari ,kamar lantai dua " Ucapnya lalu menjauhkan tubuhnya lalu membantu Endang duduk dengan baik .


" Makasih " Cicit Endang .


" Nanti kita bahas lagi ,aku harus pergi " Endang menahan tangan Arif .


" Apa dia akan pergi Sekarang siapa yang akan menemaninya " Arif mencium kening Endang dengan lembut .


" Jangan memikirkan apa pun , aku yang akan mengurusnya Bersihkan tubuh mu aku akan bicara pada Morgan hari ini kamu tidak kembali ke perusahaan " Ucpa Arif lembut .


" Boleh aku melihat nya sebelum ....."


" Aku akan usahakan ,tapi jika tidak aku akan melakukan panggilan " Endang mengagguk patuh " Makasih " Arif mengaguk lalu meninggalkan Endang sendirian .


" Kakak mohon dek bertahanlah demi kakak " Gumam Endang lirih .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘


Like


koment

__ADS_1


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2