Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
Harinya Queen


__ADS_3

Hari yang di tunggu² akhirnya telah tiba ,di mana Queen dan Naufal akan terikat sebuah tali pernikahan .


Henry masuk dalam kamar Queen yang sudah terlihat cantik,semua perias langsung ke luar tanpa di minta .


" Daddy boleh masuk " Queen mengaguk tersenyum " boleh Dad " Henry langsung masuk setelah di persilahkan Queen .


" Regina " Queen menatap Henry yang sudah berkaca-kaca,Henry mengangkat tangannya membelai rambut panjang putrinya . Sentuhan lembut menandakan Henry sangat menyayangi Queen putri sulungnya .


" Sekarang putri Daddy sudah dewasa,tidak terasa sekarang kamu akan menjadi seorang istri dan seorang ibu " Ujar Henry dengan suara serak .


" Patuhi perintah suamimu selagi itu benar dan jangan membangkang sekalipun kalian sedang marahan .Tetap lakukan apa yang sudah menjadi kewajiban mu karena terkadang itu bisa membuatnya luluh,ambilah contoh dari mommy berulang kali Daddy sakiti tapi dia tetap melakukan semuanya dengan kesabaran nya "


" Dan jika ada masalah bicara pada Daddy jangan hadapi sendri karena Daddy ada di belakang mu, sampai kapanpun Queen tetap putri Daddy wanita yang Daddy cinta setelah mommy ,kau dan Raine adalah napas Daddy jadi apapun yang terjadi jangan hadapi sendiri " Queen mengaguk dalam tangisannya sambil menatap Henry .


Queen menggegam tangan Henry yang terus mengelus kepalanya dengan lembut dan sayang .


" Terimakasih selalu ada buat Queen , terimakasih sudah mendidik dan memberikan Queen segalanya terimakasih sudah mengizinkan Queen dengan pilihan Queen, terimakasih untuk semuanya " Ujar Queen terbata ,Henry mengaguk tersenyum


Tanpa mereka sadari jika sejak tadi ada seseorang wanita cantik yang berdiri di depan pintu kamar yang mata yang sudah basah karena mendengar ucapan suami dan anaknya .


dengan pelan dia mulai mendekati mereka secara perlahan .


" Daddy " Henry menatap wajah istri nya,Henry membawa Elvi dalam pelukan nya .


" I love you sayang , I love you my Queen " Setelah itu mereka berpelukan bertiga .


" I love you more because you are my first love " Ujar Queen sesegukan dalam pelukan ke dua orang tuanya .


Henry adalah segalanya baginya sejak kecil dia tidak perna lepas dari Henry , sekali pun dia selalu bersama Alan tapi dia tahu bahwa Henry sangat menyayangi nya begitu juga Raine adiknya .


Selepas kepergian Henry dan Elvi ,Queen membenarkan riasannya karena habis menangis .


Tidak berselang lama Ela dan syahzani masuk dengan senyum bahagianya .


" Kaka " Queen membalikan badannya " Kaka sudah siap " Queen mengaguk " Ayo kita sudah di tunggu " Queen menarik napas panjang sebelum akhirnya di hembuskan secara perlahan .


Queen ke luar dari ruangan kamarnya di apit oleh Ela dan syahzani


Semua mata tamu undangan menatap takjub pada Queen ,tidak terlalu banyak undangan karena memang hanya keluarga saja yang datang .


Karena Queen dan Naufal ingin acara sakral ini hanya untuk keluarga inti .


" Kamu cantik " bisik Naufal saat Queen sudah duduk di samping nya membuat Queen malu .


" Jangan aneh² " Ujar Queen balik berbisik .


" bagaimana semua sudah siap " Queen dan Naufal mengaguk cepat .


" Bagaimana tuan " Henry mengaguk karena memang dia yang akan menikahkannya .


" Boleh aku bicara dulu pada calon menantuku " Ujar Henry menatap penghulu .


" Silakan tuan " Henry menatap Naufal yang juga menatap nya .


" Jika suatu saat kamu sudah mulai bosan atau sudah tidak mencintai nya , beritahu saya jangan menyakitinya secara fisik atau mental ,aku akan menjemputnya dengan senang hati membawanya kembali ke rumah ku. Dan jika nanti dia memiliki kesalahan jangan menyentuhnya dengan tanganmu katakan padaku di mana kesalahan aku sendiri yang akan mendidiknya,bimbing dia dengan lembut karena saya tahu Queen banyak kekurangan dan kelemahan begitu juga dirimu dan untuk itu saling melengkapi lah menutupi keruangan dan kelemahan kalian ." Ujar Henry tegas ,Queen menunduk kan kepalanya karena menangis,Naufal menggegam tangan Queen dengan tangan kirinya .


Bahkan semua yang ada di situ juga tidak bisa menahan tangisnya bagaimana Henry meminta pada menantunya untuk tidak menyakiti putrinya .

__ADS_1


" Saya akan menjaganya dengan baik, saya akan mencintai nya sampai akhir nanti " Ujar Naufal tegas tanpa rasa gugup.


" Saya percaya dengan mu " Naufal mengaguk cepat .


" Bisa di mulai pak " Ujar Henry


Penghulu memulai baca doa hingga sampai di acara inti .


Henry menarik napas panjang lalu menjabat tangan Naufal dan menatapnya nya begitu juga Naufal .


" Bismillah "


" saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Naufal Zeroun Agrata binti Faisal Agrata dengan anak saya bernama Regina Alexander Mateo binti Henry Alexander Mateo dengan mas kawin sebuah hotel bintang Lima,satu set perhiasan dan U$ 3.386.790,00 di bayar tunai "


Naufal menarik napas panjang sebelum akhirnya menjawabnya dengan lantang .


" Saya terima nikah dan kawinnya Regina Alexander Mateo binti Henry Alexander Mateo dengan mas kawin tersebut, Tunai " Jawab Naufal dengan sekali tarikan napas .


" Bagaimana " Tanya penghulu .


" SAH " Teriak semua yang ada di ruangan itu .


Queen menarik napas panjang nya saat kata SAH terucap begitu juga Naufal bahkan tangannya sampai keringat dingin padahal ini bukan yang pertama untuknya .


Setelah acara menandatangani berkas dan sungkeman pada kedua orang tua mereka .


Kini keduanya menerima ucapan selamat pada keluarga mereka ,acara berlangsung sangat meriah banyak tangis bahagia saat Henry menyerahkan langsung putrinya pada menantunya


Kini tiba saatnya Alan memberikan selamat untuk Queen untuk sejenak Alan hanya diam menatap Queen .


" Hebm sekarang istri kecil ayah benar² sudah menikah , Jadilah istri yang baik, katakan apa pun yang ingin kamu katakan seperti kata Daddy Henry " Queen mengaguk sambil menatap Alan yang sudah berkaca-kaca sama seperti nya " Dan untuk kamu ,kami sudah menerima mu dalam keluarga kami bimbing istri kecilku dengan baik sekarang dia sudah jadi tanggung jawab mu " Naufal mengaguk .


CUP


Alan mencium kening Queen dengan lembut hingga membuat Queen kembali menangis .


" Jangan menangis ini hari bahagia mu " Ujar Alan menghapus air matanya Queen .


" Sayang " Elsa membuang wajahnya ke arah lain sebelum melanjutkan ucapannya " Terimakasih sudah tumbuh menjadi wanita yang kuat dan hebat, jadilah ibu yang hebat juga buat Eliza , sering² ke rumah ibu akan merindukan mu " Alan langsung memeluk Elsa " Jangan menangis kamu membuat istri ku ikut menangis " Elsa mengaguk lalu menghapus air mata nya .


" Ibu bisa datang mengunjungi kami kapan pun ibu senggang " Ujar Queen serak,Elsa hanya mengaguk saja


Setelah itu keluarga saling bergantian memberikan selamat pada kedua pasangan itu hingga akhirnya Raymond naik bersama Adara .


" Pelan² " Adara mengaguk sambil berpegangan pada Raymond .


" Selamat ,aku dengar tuan teman baiknya Abang " Naufal mengaguk membenarkan " semoga kalian selalu bahagia dan segera berikan adik pada Eliza " ujar Adara sambil menatap Queen yang hanya tersenyum simpul karena malu .


" Kamu tahu kan akibatnya jika menyakiti nya, Bahkan bukan hanya perusahaan hidup mu pun akan hancur " Ujar Raymond penuh penekanan .


" Ini hari bahagia mereka kenapa malah mengancam " Raymond hanya mengaguk lalu menatap Queen .


" Jadilah istri yang baik seperti mommy, sekalipun dia bukan ke luar dari rahimmu tapi sayangi dia melebihi dirinya " Lirik Raymond pada Naufal " Iya kak terimakasih " Raymond mengagukan kepalanya .


" makasih " Ujar Naufal tulus karena mereka bisa menerima Eliza dengan baik


" Sering ke masion jika kamu sibuk krim saja mereka " Ujarnya sebelum meninggalkan tempat itu .

__ADS_1


" Iya tuan " Ujar Naufal


" panggil nama saja " Naufal hanya diam Tapi dia mengaguk


" Ayo kita turun kamu harus istirahat "Ujar Raymond


" Iya ,Queen ingat nanti malam " Queen hanya tertawa kecil .


" Jangan mengotori pikiran nya " Adara hanya tertawa kecil


" BUNDA " Naufal dan Queen langsung menatap ke arah ujung di mana seorang anak kecil sedang di gendong Daniel asisten Naufal di samping nya ada Risna yang juga asisten Queen .


" Ayah apa Eliza boleh minta sesuatu " Naufal menaikan alisnya sebelah .


" Apa " Tanya Naufal .


" Eliza mau adik "


uhuk .....uhuk ....


Naufal langsung menatap tajam Daniel yang hanya tertawa .


" Bukan aku sumpah " Ujar Daniel saat tuduhan itu mengarah pada nya .


" Siapa yang bicara begitu sayang " Tanya Queen lembut .


" kata aunty cantik sama uncle tampan bunda , katanya minta di buatkan adik sama bunda dan ayah, biar Eliza tidak kesepian " Ujar Eliza polos ,Queen langsung menatap para tersangka yang pura² sibuk .


" Bunda ,memang buat adik itu bagaimana ?? apa Zaza boleh ikut buat "


Naufal memejamkan matanya kuat sambil menghela napas panjang .


belum ada sehari otak anaknya sudah di cuci oleh keluarga istri nya .


Sedangkan Daniel dan Risna hanya bisa menahan senyumnya .


" Jika Zaza ikut nanti adiknya tidak jadi " Naufal menatap Daniel tajam .


" memang kenapa papa ?? Eliza kan ingin bantu buat agar ayah dan bunda tidak lelah " Ujar Eliza polos


Bukan itu maksud nya Eliza !!


Tapi yang ada malah pembuatan adik untukmu tidak akan terjadi !!


" Bunda dan Ayahmu tidak lelah " Celetuk Risna tiba² membuat Queen melotot kan matanya .


" maaf nona bos " Ujar Risna saat tahu kesalahan nya .


" ayo princess lebih baik kita turun ,selamat untuk kalian berdua " ujar Daniel tertawa kecil .


" Ayo " Ujar Daniel menarik tangan Risna tanpa memberikan selamat pada Naufal dan Queen .


" maaf " Cicit Queen pada Naufal .


" Baru beberapa jam Alexa " Ujar Naufal menggeleng .


" maaf " Ujarnya lagi .

__ADS_1


" Sudah tidak papa, jangan di pikirkan " Queen hanya mengaguk


__ADS_2