
Setelah libur panjang akhirnya Endang kembali bekerja seperti biasanya yang tentunya di antar Arif sebelum pria itu ke perusahan yang di pegang nya ..
" Akhirnya kamu kembali " Endang menatap sumber suara lalu menunduk kepalanya " Selamat pagi tuan " Ucap Endang lembut .
" Iya pagi,dan kamu sudah siap kan " Endang mengagguk Tersenyum " Siap tuan " Ucap Endang .
" Masuk ke dalam, kamu harus mengatur kembali jadwalku belum lagi kertas² itu astaga melihat nya saja kepalaku sakit " Gerutuh Morgan kesal .
' Maafkan saya tuan " Ucap Endang .
" Lupakan saja , sekarang kamu sudah kembali !! Sekalipun suaminya mengatakan jangan membebani mu dengan pekerjaan tapi untuk sekarang harus " Endang hanya tersenyum mengikuti Morgan masuk dalam ruangannya .
" Bawa mereka pergi, aku muak melihat nya " Ucap Morgan sambil menunjuk setumpuk berkas yang di atas mejanya .
" Baik tuan " Ucap Endang lalu ke luar dari ruangan Morgan sambil membawa berkas yang sudah membuat bosnya murka .
" Sepertinya aku terlalu lama libur " Ucap Endang Tersenyum lalu kembali memilih mana yang harus dia selesaikan lebih dulu.
" Semangat Endang, hidupmu kembali lagi " Lanjut nya .
Tidak jauh berbeda di apartemen Isna juga memulai hidup barunya sekalipun sudah beberapa hari di sana tapi dia masih saja bingung dengan tempat barunya .
" kenapa harus apartemen sih, apa dia tidak memiliki uang untuk beli rumah " Ucap Isna kesal .
" Tapi apartemen juga mahal bukan lalu kenapa tidak rumah saja " Omelnya
Bukannya apa dia harus naik turun menggunakan lift saat akan pergi nanti dan itu membuatnya muak apa lagi unit apartemen milik Morgan di lantai 10 .
Mungkin sudah terbiasa di rumah Naufal saat masuk pagar langsung dalam rumah , sedangkan di apartemen kalian bisa menebaknya .
Isna mulai mengerjakan apa yang harus dia kerjakan setelah kegilaan paginya yang selalu mual hingga membuatnya lemas .
Syukur setelah itu dia kembali waras sehingga bisa menyelesaikan pekerjaan yang tentunya pekerjaan ringan karena dia masih ingin hidup .
Kecuali dia bosan maka dia akan melakukan hal yang lebih dan suami monster nya akan membunuhnya karena membahayakan baby kesayangan nya .
Memikirkan itu saja ingin sekali Isna mengajak janinnya berduel tapi bagaimana pun dia tetap senang karena Morgan menyayangi mereka .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sejak pagi Endang masih sibuk dengan pekerjaannya syukur tidak ada meeting atau rapat apa pun sehingga dia bisa fokus,sehingga dia tidak sadar bahwa di depan mejanya sudah berdiri dua pria sambil menatap nya .
Salah satunya pria memajukan badannya meletakkan tangannya di atas meja .
__ADS_1
" Apa mereka lebih penting di banding aku "
" Aakkh " Endang langsung mundur beberpaa Senti " Maaf tuan " Ucap Endang terbata .
"Apa kau kira aku hantu " Ucapnya ketus .
" Iya kau memang hantu " Arif menatap Rehan tajam "aku masuk ' Arif hanya mengagguk .
Lalu dia menggeser berkas yang di atas meja lalu duduk di atasnya .
" Seperti nya aku harus membuangnya dari lantai atas " Ucap arif menatap berkas yang ada di atas meja Endang .
"ini karena aku terlalu lama liburnya " Ucap Endang sambil membereskan berkas yang belum dia periksa .
Kemudian dia mengambil telepon perusahaan .
" Mau bikin apa lagi " Tanya Atif datar .
" Pesan makanan ' Arif mendengus " Itu bukan urusanmu Endang " Ucap Arif .
" Tapi itu pekerjaanku tuan " Jawab Endang " Tuan mau makan apa " lanjutnya
' Terserah, aku tunggu di dalam " Endang hanya mengaguk saja .
Ceklek
" Maaf,tapi untuk sekarang harus biar kepalaku tidak sakit ,dan tolong pintunya di tutup " Ujar Morgan dari kursi kerjanya .
" Endang mau masuk " Jawabnya lalu berjalan ke arah sofa .
Beberapa menit kemudian Endang masuk dalam ruangan membawa berkas yang sudah dia kerjakan .
" Kau memang terbaik " Ucap Morgan saat melihat Endang masuk .
" Sudah pesan makan siang " Lanjutnya .
" Sudah tuan " Morgan mengaguk lalu memeriksa berkas yang di berikan Endang .
" Kamu sudah atur jadwalku " Tanyanya tanpa menatap Endang " Belum tuan " Morgan hanya diam saja lalu menutup berkasnya .
" Syukur kamu sudah menikah ,jika belum aku siap menjadi kan mu istri ke dua " Ucap Morgan serius membuka kembali berkas yang lainnya .
Sriing
__ADS_1
Arif langsung menatap ke arah meja kerja tapi Morgan tampak cuek .
" Tapi jika kamu menginginkan juga aku tidak masalah , kita bisa bermain aman " Lanjutnya Tersenyum sambil menatap Endang yang masih syok dengan ucapan Morgan .
Dor
pyaar
Gusi di sudut ruangan dekat pintu pecah begitu saja !!
Endang langsung menutup mata dan kuping nya kuat, sedang kan Morgan dan Rehan bukannya takut malah tertawa .
" Sini kamu " Panggil Arif kesal tapi Endang masih terdiam " Endang " Panggil Arif lagi .
" Saya tuan " Arif mengaguk sambil memberikan kode dengan tangannya " Tapi saya ...."
" Pergi saja sebelum kamu di makan ,aku akan memeriksa ini jika ada yang salah kita bahas Selesai makan siang " Endang mengaguk " Terimakasih tuan " Ucapnya lalu berjalan ke arah sofa di mana arif sudah menatap tajam dan pistol yang di pakai tadi sudah berada di atas meja .
" Nanti Minta OB bersihkan pecahan kaca " Ucap Morgan .
" Iya tuan " Jawab Endang
Arif menarik tangan Endang langsung duduk di samping nya ,karena kesal dan gemas dia langsung menggigit bahu Endang hingga membuat Endang meringis .
" Sakit " Ucapnya sambil mengelus pundaknya " Aku tidak peduli " Jawab Arif lalu mencium pundak Endang .
"Dret ......dret.....
Arif mengambil Ponselnya dari saku jasnya lalu menatap Endang saat tahu siapa yang menelepon nya .
" Aku pakai kamar nya " Morgan hanya mengagguk saja lalu Arif langsung masuk dalam ruangan itu .
Endang menatap bingung pada Arif karena sekilas dia melihat nama penelpon Widia ,tapi siapa Widia ?? Pikir Endang .
Rehan yang melihat Endang sedang berpikir hanya bisa terdiam .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘
Like
Koment
__ADS_1
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟