Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
Cinta bodoh


__ADS_3

Sesuai janjinya nya Henry menjeput Eliza di sekolah ,tapi dia juga membawa twins karena setelah ini mereka akan ke mall .


Sepanjang menunggu Eliza ke luar ,dia menatap curiga pada mobil yang berhenti tidak jauh dari sekolah Eliza .


" Ayo kita jemput Eliza di dalam " Ujar Henry entah kenapa perasaan nya tiba² saja tidak enak .


Bukan Tampa alasan pasti ada Yang akan terjadi dan dia tidak ingin terlambat .


" Di sini saja m..."


" Cepat " Henry menarik tangan Elvi turun dari mobil dia mengedarkan pandangannya membuat Elvi bingung .


Sedangkan ibu² yang juga menjeput anaknya berteriak histeris saat melihat siapa yang kini di dekat mereka .


Mata Henry menangkap seorang pria yang sedang menyapu di halaman ,tanpa membuang waktu dia mendekati pengasuh Eliza yang duduk tak jauh dari ruangan Eliza .


" Apa princess belum ke luar " Tanya Henry tiba² membuat isna kaget .


Be-lum tuan sebentar lagi " Jawab Isna terbata .


" Ada apa mas " Tanya Elvi dia sangat tahu jika suaminya sudah seperti ini pasti ada yang tidak beres .


" Temani Isna " Elvi mengaguk paham apa lagi kini di belakang mereka sudah ada dua pengawal .


" Nyonya mau jemput siapa " Tanya seorang wanita yang gayanya seperti toko emas berjalan.


" Tidak Papa " Ujar Elvi saat pengawal itu menghalangi wanita itu " Jemput cucu ku Bu, dia sekolah di sini " Jawab Elvi lembut .


" Tapi baru kali ini ,saya melihat nyonya muda ke sini " Elvi hanya mengaguk Tersenyum .


"Silahkan menjauh " Ujar pengawal saat wanita itu mendekati Elvi .


" Ah iya maaf " Elvi hanya tersenyum lembut saja.


Sedangkan henry, masih menunggu Eliza sambil memperhatikan pria itu .


Hingga akhirnya Eliza ke luar dari pria itu masih membersihkan Tanaman bunga .


"Maaf nyonya saya temui nona muda dulu " Izin Isna.


" Tidak perlu nona ,tuan yang akan membawanya ke sini " Jawab pengawal .


" Duduk saja " Isna terpaksa duduk setelah mendengar suara Elvi .


Hingga saat mulai anak² yang berlarian pria itu mulai berdiri karena ini kesempatan nya jadi orang tidak akan terlalu curiga dan Henry juga mulai bergerak .


" Opa " Teriak Eliza saat melihat Henry mendekati nya.


Hup


Henry langsung memeluk Eliza lalu menatap pria yang kini sudah di dekatnya .


Bugh .


Henry menendang keras perut pria itu sehingga membuat para ibu² dan guru berteriak histeris .


" Urus dia " Ucap Henry menatap pengawal yang menjaga istri nya tadi .


" Baik tuan " Jawab mereka .


" Jangan takut princess , Opa bersama mu " Ujar Henry saat Eliza menatap pria itu memegang pisau .


"O-pa .."


" Opa di sini jangan takut ,Opa melindungi mu sayang " Ujar Henry lagi sambil berjalan ke mobil di ikuti Elvi dan Isna yang masih syok .

__ADS_1


Syukur ada Henry jika tidak dia tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya pada Eliza .


" Ke Perusahaan Naufal " Titah Henry .


"Zaza kenapa " Tanya Elvi lembut .


" Uncle tadi pegang pisau Oma ,dan Opa menendangnya apa dia akan melukai Zaza " Elvi tersenyum lembut .


" Mana bisa dia melukai cucu Oma ,Opa menendang nya karena dia memegang pisau dan Zaza berlari ke arah Opa dan uncle juga berada di situ ,Opa hanya tidak ingin Zaza terluka " Jelas Elvi sebisa mungkin bisa di terima Eliza.


" Apa begitu Opa " Henry mengaguk Tersenyum .


Kini mobil yang membawa mereka sudah sampai di perusahaan Naufal .


Henry turun lebih dulu sambil menggendong Eliza lalu di susul Elvi yang menggendong baby El sedangkan baby Ed bersama Nany .


Sedangkan di Ruangan paling atas Daniel sedang heboh saat menerima telepon dari resepsionis jika mertua Naufal ke perusahaan.


Dan itu membuatnya bingung seumur² Henry baru pertama kali ke sini bahkan setelah Queen dan Naufal menikah pun dia tidak pernah ke perusahaan.


" Mati kamu Fal " Gumam Daniel laku berlari ke ruangan Naufal .


BRAK .


" Kau ingin mati hah " Bentak Naufal kesal karena kaget .


" Bukan aku yang mati tapi kamu " jawab Daniel panik .


" Katakan dengan benar " Bentak Naufal .


" Tuan muda Henry dan nyonya muda ke sini " Naufal melototkan matanya tajam .


" Daddy sama mommy " Tanya Naufal memastikan .


Ceklek


" Daddy ,mommy " Naufal langsung meninggalkan kursi kerjaannya .


" Tuan, nyonya " Sapa Daniel .


Naufal menatap daniel yang sudah keringat dingin membuatnya tersenyum.


Bukankah harusnya dia yang takut kenapa malah jadi Daniel .


" Bawa Eliza ke luar " Titah Henry menatap Daniel .


" Prin- Hebm Zaza sama papa iya " Ucap Daniel terbata .


" Iya pa " Jawab Eliza lalu merentangkan tangannya ke arah Daniel .


" Apa aku menakutkan " Daniel mengaguk,lalu menggeleng " Maaf,tidak tuan " Jawab Daniel lalu mengambil Eliza di gendong Henry .


Karena kau harus berhadapan dengan mertuamu ,awas kamu Naufal Batin Daniel kesal saat Mendengar suara Naufal tertawa .


" Daddy sama mommy mau minum apa " Tanya Naufal kini di ruangan hanya ada Henry Elvi dan Twins.


Sedangkan yang lainnya mengikuti Daniel ke luar entahlah mereka akan ke mana .


" Tidak usah setelah ini kami akan ke mall bersama anak² " Jawab Elvi lembut .


" Kau sudah mengurus wanita itu " Tanya Henry to the poin .


" Sudah dad " Jawab Naufal jujur .


" Bukannya aku sudah pernah bilang dia bukan wanita yang gampang menyerah ,dan kau tahu apa yang di alami Eliza di sekolah tadi " Henry menjeda ucapannya menatap Naufal " seorang pria hampir mencelakai cucu ku dan feeling ku mengatakan dia dalangnya " Ucap Henry kesal .

__ADS_1


" Eliza " Tanya Naufal memastikan .


" Apa kau lihat twins sudah bisa bermain dan sekolah di luar " Tanya Henry ketus .


" Maaf Dad " Jawab Naufal .


" Selesai kan dengan benar jika sampai dia menyentuh cucuku ,aku sendiri yang akan membunuhnya ,aku tidak peduli dengan perasaan cinta bodohmu itu " Ucap Henry telak .


Membuat Naufal terdiam di tempatnya " Daddy bisa mengurus nya !! Karena jujur Naufal tidak punya waktu hanya untuk memikirkan itu " Ujar Naufal menunduk .


" Makanya jangan Bodoh " Cibir Henry meninggalkan Naufal begitu saja .


" Sudah jangan di pikirkan ,maaf Daddy mu hanya kesal karena kejadian tadi " Ucap Elvi lembut .


" Maaf Naufal merepotkan Daddy dan mommy " Ucap Naufal sendu.


" Sudah ,Eliza cucu kami !! Fokus saja pada pekerjaan mu jangan memikirkan yang lain ,aku yakin Daddy mu sudah menyuruh anak buahnya " Naufal mengaguk .


" Terimakasih mom " Elvi hanya tersenyum lalu menyusul suaminya ke luar di ikuti Naufal .


Sesampainya di luar dia melihat Daniel yang masih menggendong Eliza .


" Jangan nakal sama Opa dan Oma ok " Ujar Naufal lalu mencium kening Eliza.


" Kenapa ayah menangis " Tanya Eliza saat merasakan pipinya basah .


" Tidak ,ayah hanya senang " Jawab Naufal lalu menghapus air matanya .


" Apa ayah merindukan bunda " Naufal hanya membalas nya dengan senyuman .


" Ayo turun, Kata Opa kalian akan pergi jalan² " Ujar Naufal .


"Serius " Tanya Eliza menatap Henry .


" Of course ,ayo turun " Eliza langsung turun dari gendongan Daniel ,lalu mendekati Henry .


" Gendong dia " titah Henry pada pengawal .


" Jangan di pikirkan , nanti mommy minta pelayan untuk mengantarkan makan siang kalian " Ucap elvi lembut .


" Iya mom ,makasih Dad " Henry hanya pergi begitu saja dan di susul Elvi .


Naufal langsung luruh ke lantai setelah mertuanya dan yang lainnya masuk dalam lift .


" Ada masalah " Tanya Daniel sambil menahan tubuh Naufal .


" Lian mencelakai Eliza " Jawab Naufal lirih .


" Maksudnya " Tanya Daniel bingung .


" Dia menyewa orang untuk mencelakai Eliza ,syukur ada Daddy jika tidak aku tidak tahu sekarang Eliza bagaimana ,Niel aku suami dan ayah yang buruk untuk mereka " Ujar Naufal menunduk sambil menangis .


" Aku selalu menyakiti Alexa dan sekarang Eliza bahkan aku tidak bisa melindungi nya Niel " Daniel langsung membawa Naufal ke ruangan nya .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


DUKUNG TERUS NAUFAL DAN QUEEN


LIKE


KOMENT


VOTE


JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😚

__ADS_1


AYO BAGAIMANA HIDUP LIAN KALI INI ???


__ADS_2