
Sore harinya pintu ruangan terbuka dan seorang suster masuk sambil membawa box dorong .
Daniel langsung berdiri menghampiri box bayi itu dengan senyum di wajahnya .
" Gimana keadaan nya nona Risna " Tanya dokter yang ikut masuk bersama suster mengantarkan bayi nya .
" Sudah baikan Dokter " Jawab Risna tersenyum lembut .
" Kita ASI baby nya dulu iya ,nanti saya bantu " Risna mengaguk paham , Daniel pun memundurkan langkahnya menuju sofa dan suster pun menutup kain penghalang .
" Temani istri mu nak " Ucap Usman yang sejak siang sudah berada di sana bergantian dengan Adit dan Marni .
Awalnya Daniel menyarankan mertuanya untuk istirahat lebih dulu tapi dengan tegas Usman menolak nya karena ingin ikut menjaga sang anak begitu juga Iin .
" Tidak papa yah Daniel di sini saja " Ucap Daniel Tersenyum .
"Apa pakaian mu masih ada " Daniel mengaguk " Ibu membawa kan banyak " Jawab Daniel .
" Mungkin ini agak sedikit sakit tapi hanya awal iya di tahan " Risna mengagguk ,lalu dia membuka sedikit pakaian atasnya dan mengeluarkan asupan untuk sang anak .
Suster pun memberikan baby nya pada Risna .
" Dia sangat tampan nona " Ucap suster membuat Risna Tersenyum dan mengaguk membenarkan .
" Pelan² iya non " Bayi mungil itu secara perlahan mencari sumber kehidupan nya secara perlahan .
Hingga akhirnya dia mendapatkan nya dan mengisap dengan kuat hingga membuat sang ibu meringis dan membuat Daniel harus melihat nya m
" Ssssssttttt " Ringis Risna sambil menahan perih .
" Tidak papa hanya pertama " Ucap dokter lembut .
" Kenapa sayang " Tanya Daniel dengan wajah paniknya .
" Tidak papa tuan ,karena ini pertama bagi nona Risna jadi terasa perih saat baby-nya mengisap nya " Daniel menatap anaknya yang begitu semangat mengisap asupan gizinya .
Seketika bibir nya terangkat ke atas sambil mengelus punggung Risna dengan pelan .
" Dok , ASI nya hanya sedikit " Aduh Risna sendu .
" Tidak papa ,ini baru hari pertama perbanyak makan sayuran dan kacang²an iya ,jika belum juga lancar kita pakai susu khusus ibu menyusui " Ucap dokter lembut .
" Asal ASI nya ke luar dan baby-nya tidak menangis karena kelaparan " Lanjutnya lagi dengan lembut .
" Iya dok, terimakasih " Ucap Risna lembut .
" Nanti ganti²an saja menyusui nya iya biar tidak penuh sebelah dan membuat salah satunya bengkak " Risna mengaguk paham karena dulu sering melihat Iin begitu saat menyusui Intan .
" Besok jika keadaan nya lebih baik lagi, paginya sudah bisa pulang jadi malam ini biarkan di sini dulu, sebenarnya sudah bisa tapi kasian baby-nya kena angin malam " Terang dokter membuat Daniel dan Risna bernapas lega .
" Terimakasih dok " Ucap Daniel tulus .
" Sama² tuan ,sudah menjadi tugas kami " Ucap nya .
__ADS_1
" Kalau begitu kami pamit dulu kalau ada papa nanti langsung tekan tombolnya tidak usah sungkan " Lanjutnya .
" Iya dok ,sekali lagi terimakasih " Ucap Risna .
" Sama² ,selamat untuk kehadiran baby boy nya dan status baru anda tuan ,nona " Daniel dan Risna mengaguk Tersenyum .
" Mari tuan ,nyonya " Pamit dokter dan suster pada kedua orang tua Risna .
" Iya makasih dokter " Ucap Usman menunduk kepalanya sedikit .
" Masih sakit " Risna menggeleng " Hanya belum terbiasa " Jawabnya jujur .
" Tidak papa ,lama² teteh terbiasa ibu juga dulu seperti itu " Ucap iin yang sudah berada di samping Risna .
" Seperti nya dia sudah kenyang " Ucap Risna saat baby kanz melepaskan begitu saja.
Daniel pun mengambil baby kanz, sedang kan Risna lalu menutup bagian dadanya .
" Bisa kasih ibu ,aku mau ikut ke sofa " Daniel mengaguk lalu memberikan anaknya pada Ibu mertuanya .
" Kenapa muka Adit sangat jelas " Ucap Usman kesal saat melihat wajah Cucu pertama nya .
" Karena dia Kakeknya " Ucap Iin
" Aku juga kakek nya ,kau lupa itu " Ucap Usman kesal .
Sedang Daniel dan Risna hanya mengulum senyum saja .
" Iya² ayah kakek nya tapi ayah harus ingat jika yang bekerja Daniel jadi pasti wajahnya mirip Mas Adit " Ucap Iin.
" Ayah kanz saja baru sehari Lo " Usman masa bodoh karena sudah terlanjur kesal .
Lagi² Adit selalu unggul dalam segala hal jika sudah bersaing dengan nya .
" Sudah ada Cucu jangan macem-macem lagi ,bikin Malu ' Cibir Iin .
" Terserah " Jawabnya ketus sambil memainkan pipi baby Kanz .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Daddy sama mommy akan ke rumah sakit setelah ini " Ucap Faisal kini mereka sedang di meja makan .
Dengan catatan makanan yang membuat Queen mual di hilangkan begitu saja . .
" Kita ikut iya mas ,Aku tidak enak jika harus menunggu di rumah " Bujuk Queen .
Sebenarnya sejak tadi dia ingin ke rumah sakit tapi suami nya itu sangat keras jika sudah memutuskan sesuatu .
" Tidak " Queen sudah duga jawabnya " Palingan besok Mereka sudang pulang sayang kita bisa menjenguknya di rumah lagian kita belum beli papakan untuk baby Kanz " Ucap Naufal .
" Tapi kalau tunggu besok pasti malam baru ke anak karena mas pulangnya sore " Ucap Queen memanyunkan bibirnya .
" Kalau kita pergi sekarang Baby Xana sama siapa sayang, Eliza tidak mungkin kita tinggalkan bersama Mba Isna mengurus dua orang apa lagi Xana kamu sudah lihat Daddy saja sampai sakit pinggang nya " Queen menatap Faisal yang hanya tersenyum .
__ADS_1
Di mana tadi memekik kencang saat mengejar Cucu nya yang tidak bisa diam sehingga membuat dia encong .
" Aku janji pulang nya cepat biar kita ke sana tidak terlalu malam ,jadi Xana bisa bersama Daddy dan mommy karena kita harus membawa Eliza " Queen mengaguk pelan .
" Iya Mas " Jawabnya lirih .
" I love you " Queen Tersenyum kuda " Me too " Jawabnya .
" Ayah ,bunda apa Tidak bisa makan dulu ,love you ...love you kaya Opa Henry saja " Cibir nya dengan kesal .
" Maaf tuan putri ,hamba mengaku salah " Ucap Naufal menundukkan kepalanya membuat mereka tertawa tapi hal itu membuat Eliza kesal .
"Sudah ayo makan " Ucap Faisal .
Malam ini Xana di suapi Isna karena Desi sudah siap setelah makan malam akan segera ke rumah sakit dan dia juga sudah meminta pelayan untuk membuatkan makanan untuk di bawah ke sana .
" Ayah " Naufal menatap Eliza yang sedang mengunyah makanan nya.
" Besok pulang sekolah ,apa Zaza boleh main dulu sama Mba Isna " Ucapnya setelah makanan itu sudah di telan .
Naufal dan Queen menatap Isna yang melotot kan matanya karena kaget, mungkin wanita itu tidak tahu papa itulah pikirkan mereka .
" Main ke mana " Tanya Queen lembut .
" Ancol, Zaza bosan main di mall terus " Jawabnya Naufal memicing kan matanya curiga .
" Mau jujur atau ayah tahu sendiri " Ucap Naufal penuh penekanan .
" Ayah tidak asik ,Zaza sedang bekerja sama dengan Kaka Morgan " Queen paham apa lagi kini wajah Isna sudah memerah .
" Jangan lama ,karena kita ke rumah papa " Eliza mengaguk cepat " Tentu Bunda sayang " Ucap Eliza lalu kembali menyuapi makanan nya dengan semangat.
" Jika dia benar-benar serius bawa di ke sini ,karena kamu tanggung jawab ku dan kamu bukan orang lain di rumah ini " Ucap Naufal tegas .
" Iya tuan " Jawab Isna ,ada rasa lega dan juga kesal pada Morgan dan nona muda kecil nya itu .
Selalu saja membuat rencana yang membuat nya jantungan .
Harus kalian garis bawah bahwa setelah acara kecelakaan itu hari Morgan sering mengantar jemput Eliza yang pastinya akan bertemu dengan Isna .
Setelah itu dia akan kembali keperusahan di mana menggantikan Raine memimpin perusahaan .
Lelah sudah pasti tapi itu lah kerjaan nya dan gaji yang mereka terima juga Tidak main² bahkan bisa untuk hidup mereka setahun
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Naufal dan Queen
Daniel dan Risna jadikan novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
koment
__ADS_1
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘