Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
part 33 (2)


__ADS_3

" Memang masakan mu selalu luar biasa sayang " Puji Rehan pada sang istri .


" Makasih ayah " Ucap Rosna sambil menyuapi sang anak.


" Kau bukan hanya pintar di atas ranjang di dapur pun pintar ,suami puas perut pun kenyang " Rosna hanya menggeleng saja.


" Iya kan sayang " Tatap nya pada sang putri yang hanya tertawa dan memukul meja makannya .


" Sayang "


" Hebm ".


" Apa kamu ingin punya anak lagi " Rosna menggeleng " Aurellia masih kecil, aku tidak ingin dia kekurangan kasih sayang ,apa lagi ayah selalu di luar ,tapi bukan berarti aku mengeluh ayah yang di luar tapi jika dia memiliki adik lagi aku takut saat ayah ada tugas yang mendadak atau yang lainnya siapa yang akan menemaninya , ayah kan tahu orang hamil seperti apa ?? Jadi biarkan dia mengerti dulu, dia paham baru siap punya adik " Ucap Rosna Tersenyum.


" Syukurlah, aku tidak memaksa mu hamil lagi !! Aku hanya bertanya, Oh iya mungkin setelah ini aku harus pergi karena ada masalah tapi masih tunggu Morgan " Rosna menggaguk" Hati² " Rehan mengaguk .


" Semalam wanita Morgan datang bawa benda tajam, syukur Morgan sadar sehingga dia bisa menahan itu ,jika tidak aku tidak yakin dengan kandungan Isna " sang Istri langsung menatap Rehan tajam .


Kaget !!Padahal pengamanan begitu ketat tapi kenapa wanita itu bisa masuk .


" Apa mas Morgan baik² saja " Tanya Rosna


" Iya dia baik² saja, kami sudah sering bahkan lebih mendapat kan seperti itu " Ucap Rehan Tersenyum .


" Makanya semalam Isna langsung di antar ke kamar karena perut nya mendadak sakit " Lanjutnya .


" Apa tidak bisa berhenti saja " Rehan mengusap kepala istri nya dengan lembut " Doakan kami semoga selalu pulang seberat apa pun kerjaan kami " Rosna menghela napas panjang lalu mengaguk "Nanti aku usahakan kembali,karena wanita itu tidak mungkin masuk tanpa ada yang membantunya nanti di luar ada yang menjaga " Ucap Rehan.


" Selama aku pergi tahu kan apa yang harus kamu lakukan " Rosna mengaguk " Iya aku tidak akan membuka pintu siapapun yang datang tanpa persetujuan mu " Rehan mengembangkan senyumnya " Memang istri ku selalu bisa di andalkan !! Maaf kalian harus seperti ini karena kerjaan ku kalian harus menanggung nya " Rosna menggeleng " Ayah melakukan nya demi kebaikan kami ,bahkan yang di rumah utama atau yang di luar melakukan hal yang sama bukan " Bela Rosna


CUP


" I love you " Ucap Rehan Tersenyum.


" Jika mencintai kami maka berjanji lah untuk selalu sehat, hanya itu yang aku minta " Rehan mengaguk Tersenyum "Pasti sayang ' Jawab Rehan .


" Apa Isna akan bertahan yah " Tanya Rosna sambil membersihkan Aurellia karena bayi kecil itu sudah selesai makannya .


" Pasti ,Kamu saja bisa masa dia tidak " Ucap Rehan yakin .

__ADS_1


" Iya ,Nanti aku akan menghubungi nya !! dengan adanya dia ada mba Endang aku bisa berbagi cerita " Ucap Rosna Tersenyum.


" Iya puaskan diri kalian untuk bercerita atau mau jalan ,tapi untuk sekarang urungkan niatmu ,karena Endang belum terlalu stabil dan Isna mungkin suaminya belum mengizinkan nya " Ucap Rehan .


" Iya ayah, bertukar kabar saja sudah cukup dan jika ada waktu kami akan saling mengunjungi " Ucap Rosna .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Endang mengerjapkan matanya, lalu dia menatap ke samping di mana Arif tertidur sambil memeluk nya .


" Aku ingin seperti yang lain, tapi kenapa itu sangat sulit !! Apa kamu akan tetap bersama mereka, Aku akan berusaha " Ucap Endang lirih .


Nyatanya dia belum sembuh seutuhnya, Dia hanya memaksakan dirinya .


Karena statusnya kini sudah menjadi istri dan Dia tidak ingin Arif kembali memanggil wanita lain ,mengingat itu Endang berkaca-kaca.


" Aku akan belajar dengan giat, sekalipun aku selalu ketakutan " Cicitnya menunduk .


" Jangan memaksa nya" Endang menatap ke atas " Tuan " Arif masih memejamkan matanya tapi dia menarik Endang dalam pelukannya .


" Aku bermain dengan mereka hanya sekedar saling memuaskan dengan cara lain,tanpa menyatu !! Pelan² aku tidak memintamu harus melayani ku, kamu bukan mereka yang selalu aku bayar setelah memuaskan ku, jadi jangan pernah beranggapan bahwa kamu itu sama dengan mereka yang aku panggil saat aku butuh pelepasan " Arif membuka matanya menatap Endang yang masih menatap " Aku tidak mencintai mu lebih tepatnya belum tapi aku akan berusaha untuk itu " Arif mengelus pipi Endang denah lembut, merapikan anak rambutnya yang menutupi wajahnya " Kamu juga mungkin seperti itu, tapi kita harus terikat karena takdir dan keadaan, jadi mari kita belajar jangan ada batas di antara kita ....."


" Kamu bukan mereka Endang yang aku panggil saat aku butuh, kamu harus ingat itu kamu istri ku " Tekan Arif .


" Saya hanya tidak ingin tuan merasakan kehangatan di luaran,apa lagi permainan mereka Hhhmmmppp ' Arif langsung membungkam mulut Endang begitu kasar " Buka matamu " Lalu dia kembali membungkam mulut Endang dan kini mereka saling menatap dan berbagi Saliva .


Endang mengangkat lehernya saat Arif mulai turun ke arah leher jenjang nya dengan perlahan Arif menahan tangan Endang agar tidak meremas sprei .


" Aaahhhh " Arif Tersenyum saat suara merdu itu kembali ke luar dan dia kembali membungkam mulut Endang .


" ini sudah sore, nanti saja di lanjutkan " Bisik Arif setelah menjatuhkan tubuhnya di atas Endang .


" Teruskan saja " Arif menggeleng " Hari ini kita makan hanya sekali dan itu sudah memasuki ini, dan ini sudah sore " Jawab Arif lalu mengakat wajahnya menatap Endang sambil tersenyum .


" Cantik " Endang memalingkan wajahnya malu bahkan kini wajahnya terasa panas .


CUP


Arif kembali mencium leher jenjang Endang dan meninggalkan bekas kemerahan di sana .

__ADS_1


" Lihat aku " Endang tetap memalingkan wajah nya " Endang " Arif memegang dagu Endang agar wanita itu menatap nya,dengan malu Endang menurut .


Arif mengelus pipi yang sudah berubah jadi kepiting rebus itu lalu mengusap pelan bibir merah yang mungkin sudah menjadi candu buat nya .


Arif menahan tubuhnya dengan ke dua tangannya menatap wanita yang ada di bawahnya dengan jelas .


" Jangan Begini saya ....."


CUP


" Tuan "


CUP


Endang mengatur napasnya yang semakin tidak beraturan belum lagi jantung nya yang berkerja seperti ingin berlomba ke luar dari dadanya.


" Ayo bangun, aku akan menemanimu belanja sekalian kita makan, nanti malam aku harus ke luar ada kerjaan " Ucapnya lalu berbaring di samping Endang .


" Kerjaan " Arif mengaguk " Nanti kamu akan tahu " Ucapnya lalu bangun dari tidurnya.


" Mau mandi ....."


" Tidak " Tolak Endang sebelum Arif menyelesaikan ucapannya membuat Arif Tersenyum lalu masuk dalam kamar mandi .


Meninggalkan Endang yang sedang berbaring sambil memegang pipinya lalu menutup wajahnya dengan selimut .


" saya harus menyiapkan pakaian nya " Endang langsung bangun ,bisa bahaya jika dia terus berada di atas tempat tidur .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘😘


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2