Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
Mantan


__ADS_3

Setelah kepulangan Raymond dan Naufal serta keluarga nya, Acara makan² pun lanjutkan .


Tapi di sini ada yang membuat Risna terharu di mana orang yang dulu ada di samping nya kini dengan suka rela datang ke pernikahan nya .


Bahkan rasa bersalah itu kembali datang menghampiri Risna saat dia melihat pria itu memaksa kan senyum nya .


" Selamat ,maaf saya tidak bawa papa " Ujar Didin Tersenyum .


"Tidak papa mas ,maaf " Cicit Risna .


" Boleh aku memeluk mu ,Untuk yang terkahir" Risna menatap Daniel yang mengangguk pelan .


" Boleh Mas " Didin pun langsung memeluk Risna " I love you ,doakan aku bisa melupakan mu agar aku bisa membalas perasaan seseorang yang sejak dulu mencintai ku dalam diam " Risna menatap sang adik yang seolah membuang mukanya saat Didin memeluk Risna .


" Aku selalu mendoakan mas, Jaga dia untuk Risna " Didin mengaguk lalu melepas kan pelukannya ,setelah itu dia berpindah ke samping .


' Selamat, jangan bikin dia kecewa,jangan sakiti dia " Daniel mengaguk sambil menerima uluran tangan Didin .


" Terimakasih sudah menempatkan waktu datang ,Maaf untuk semuanya " Didin menggaguk lalu meninggalkan Daniel dan Risna yang sedang berkumpul bersama ke dua orang tua mereka .


" Sayang " Risna hanya mengangguk tersenyum " Jangan nangis " Lanjutnya lagi tapi Risna hanya membalas nya dengan senyuman .


Usman da Iin menghampiri Didin yang pergi menghampiri Intan anak mereka .


Meninggalkan Adit dan Marni serta Risna dan Daniel .


" Nak " Didin berbalik Tersenyum lalu mencium punggung tangan kedua orang tua intan .


" Maafkan kami " Didin Tersenyum " Didin tidak papa yah, mungkin memang Risna bukan jodoh ku " Ujar Didin .


" Sudah makan " Tanya Iin lembut .


" Nanti Didin ambil jika lapar Bu " Balasnya dengan senyuman .


" Sekali lagi kami minta maaf " Ujar Usman serius .


" Jangan begini yah, Didin tetap anak kalian kan ? Ah iya ibu sama ayah titip salam mereka tidak bisa hadir karena katanya mendadak mereka tidak ada persiapan " Uajr Didin .


" Kamu tetap anak laki² kami, tidak papa kehadiran mu di sini sudah cukup bagi kami " Balas Usman .


" Kakak mau makan ,biar intan ambilkan " Didin membalikkan kepalanya menatap intan .


" Adek tidak sibuk " Intan menggeleng " Kaka mau makan apa " Tanya intan lagi .


" Terserah kamu dek " Jawab Didin .


" Iya sudah Intan ambilkan dulu " Didin menggaguk, Usman dan Iin menatap anak bungsu nya dengan tatapan aneh .


Sejak kapan Intan dekat dengan Didin !! Bukannya selama Risna kenal dengan Didin ,anak gadis mereka selalu menjaga jarak !!


Usman menatap Iin yang juga menggeleng Tidalk tahu .


" Ah iya nak ,kami tinggal sebentar tidak papa kan " Ucap Iin lembut .


" Iya tidak papa Bu " Jawab Didin .


" Seringlah ke sini sekalipun bukan untuk Risna " Didin mengaguk Tersenyum ,Usman pun mengelus pundak Didin begitu juga Iin lalu meninggalkan Didin yang menunggu intan mengambil kan makanannya .


" Abang "


" Hm "


" Apa kita langsung kembali besok " Tanya Risna menatap Daniel yang kini sudah sah jadi suami nya .

__ADS_1


" Apa kamu masih ingin di sini " Tanya balik Daniel menatap sang istri .


" Boleh sehari lagi " Ujar Risna penuh harap .


" Sehari saja iya ,karena kasian Naufal, hari ini saja mertuanya yang mengurus perusahaan karena ada urusan yang tidak bisa di tinggal kan Naufal " Ujar Daniel serius .


" Iya Lusa kita kembali bolehkan " Daniel mengaguk Tersenyum .


" Selesaikan makanmu " Risna menggeleng " Mual " Cicit Risna .


" Dikit lagi iya ,kasian adek" Bisik Daniel ,Risna menggeleng cepat .


" Mual Abang " Daniel menghela napas panjang syukur dia banyak belajar dari Naufal dan Queen .


" Kenapa nak " Tanya Marni yang melihat wajah Daniel terlihat bingung .


" Risna tidak mau makan " Aduh Daniel membuat Marni menatap nya .


" Mau makan apa nak ,biar ibu ambilkan " Ujar Marni lembut .


" Mual Bu " Ujar Risna dengan wajah cemberutnya.


" Tapi kamu harus makan nak " Timpal Adit lembut .


" Mau iya yank " Risna mengaguk sekalipun dia enggan tapi dia harus memikirkan makhluk yang kini tengah bersama nya .


" Sayur sama ayam saja Bu " Ujar Risna .


" Nasinya " Risna menggeleng " Mual " Jawabnya .


" yank "


" Mual Abang ehz koh di paksa terus sih nanti di keluaran lagi lemas lagi " Ujar Risna kesal .


Daniel hanya bisa pasrah ,ternyata mengahadapi ibu hamil lebih sulit dari pada menghadapi beberapa kolega bisnis atau Pesaing untuk sebuah tander .


" Iya Bu " Jawab Risna dengan wajah cemberut .


" Lo kenapa teh " Tanya Iin yang baru datang .


" Mau makan tapi tidak ingin pakai nasi " Jawab Marni .


" Lo ....


" Jangan di tanya Mba ,Daniel habis kena amarah nya " Bisik Marni membuat Iin terdiam lalu dia menatap Daniel yang menggegam tangan Risna sambil di elus² dengan pelan .


" Ibu ambilkan dulu iya " Ujar Marni lalu meninggalkan mereka .


" Usman mana " Tanya Adit .


" Lagi cerita sama RT dan yang lainnya " Jawab Iin ,Adit pun ikut menyusul Usman menyapa para warga .


Sedangkan di lain tempat Intan sedang menemani Didin makan tapi mereka memiliki makan di teras karena jika dalam rumah Didin terus menatap ke arah Risna .


" Kakak mau tambah " Didin menggeleng " adek tidak makan " Tanya Didin .


" Intan makan terus sejak tadi jadi kenyang sudah " Ujar intan .


" Besok sekolah " Intan mengaguk " Kakak jemput mau " tanya Didin lagi .


" Kakak serius " Didin mengaguk " Bukannya sekolahmu searah dengan tempat kakak kerja " Tanya Didin.


" Tapi kalau ibu sama ayah curiga gimana ? " Didin menaikan alisnya sebelah .

__ADS_1


" Bukannya aku juga anak mereka " Jawab Didin .


" Tapi pasti mereka curiga kak, karena kita tidak sedekat ini " Jawab Intan .


" Apa kamu malu jika mereka tahu " Intan menggeleng " Bukan malu ,tapi intan jengkel di ejek " Ujar intan cemberut .


" Di jaga bibirnya ,mau ulang adegan tadi " Intan langsung menggeleng " Tapi kamu cukup panas " Bisik Didin Tersenyum membuat intan mengutuk dirinya .


Yang menurutnya terlalu murah bahkan tidak tahu malunya dia memulai nya


" Kakak " Didin tertawa kecil lalu mengacak rambut Intan membuat wanita itu semakin kesal .


" Tadi saat Kaka peluk teteh bicara apa " Tanya intan penasaran.


" Kamu cemburu " Intan hanya terdiam " Hanya meminta doanya saja agar aku bisa membalas perasaan seseorang yang sejak dulu mencintai ku secara diam² "Lanjutnya dengan jujur .


" Terus apa kata teteh " Tanya intan lagi .


" Tidak bilang papa ,hanya bilang jaga dia " Jawab Didin membuat intan Tersenyum .


Kita kembali pada pengantin baru yang kini juga menyandang status calon ayah dan ibu .


Dan meninggalkan sepasang manusia yang sedang membuka hati dan memperjuangkan cintanya .


Di mana Daniel sedang menyuapi sang istri dengan telaten sekalipun dia ingin protes .


" Susunya tidak ada kan yank " Risna mengaguk " Apa tidak papa jika tidak minum malam ini ,nanti besok kita beli " Tanya Daniel .


Tidak berselang lama Marni datang sambil membawa segala susu Coklat .


" Ibu itu susu apa " Tanya Daniel menatap sang ibu .


" Susu ibu hamil " Jawab Marni tanpa suara .


" Ibu beli di mana " Tanya Risna kaget .


" Di bawah sama adik mu tadi " Jawab Marni Tersenyum .


" Adara " Marni mengaguk " Minumlah tapi minum dulu vitaminnya " Daniel menatap sang ibu tak percaya begitu juga Risna .


" Dia penuh persiapan ,pantasan mereka sampainya sudah sore " Gumam Daniel Tersenyum .


" Sudah ayo makan obat nya laku minum susunya baru istirahat ini sudah mau jam 10 " Titah Marni pada Risna .


" Abang ,aku tidak enak pada Adara pasti suaminya marah " Ujar Risna khawatir .


" Sudah jangan di pikirkan ,dia hanya tidak ingin keponakan nya kenapa² nanti saat pulang kita temui mereka " Risna mengaguk lalu mengambil obat lalu di minum .


Sedang kan susunya nanti saja di minum karena dia masih merasa kenyang .


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


*Dukung terus Naufal dan Queen


Daniel dan Risna


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟*

__ADS_1


__ADS_2