
Sore harinya Rehan langsung menjemput Rosna dan betapa kagetnya saat tahu sang putri sakit .
Dia merasa bersalah karena selama di sana tidak pernah menghubungi mereka ,bukan sengaja tapi dia berburu dengan waktu agar bisa kembali bersama keluarga kecilnya .
Rosna yang paham dengan perasaan sang suami langsung mendekatinya .
" Tuan Raymond sudah memanggil dokter semalam Aurellia sudah di periksa dia hanya demam biasa yah " Ucap Rosna lembut .
" Kenapa Tidak bilang kalau Aurel sakit " Rehan menatap sendu anak yang berbaring di kasur kecilnya " Maafkan ayah sayang " Ucapnya lalu mencium kening sang anak .
" Maaf, ayah juga pasti lelah butuh istirahat nanti ayah ikut sakit seperti Aurel " Ucap Rosna lembut .
" Tapi melihat nya begini aku sakit Ros " Rosna paham lalu memeluk sang suami .
" Sekarang ayah sudah kembali ,pasti dia akan sembuh " ucap Rosna melepaskan pelukannya
" Bukannya kita mau balik ,nanti ke buru malam kasian Aurel " Rehan mengaguk.
Lalu dengan pelan dia menggendong sang anak sedang kan Rosna mengambil tas milik Aurel lalu ke luar dari kamar .
" Kita pamit dulu iya " Rosna mengaguk mengikuti langkah sang suami yang ke arah taman belakang .
" Selamat sore tuan nyonya " Henry dan yang lainnya menatap ke sumber suara .
" Maaf mengganggu waktunya tuan , saya izin mau pamit " Lanjutnya dengan sopan .
" Anakmu sudah baik² saja " Tanya Henry langsung berdiri memegang kening Aurellia .
" Sudah tuan " Jawab Rehan sopan .
" Kalau ada papa langsung hubungi jangan mengatasi nya sendirian " Rehan mengaguk paham " terimakasih tuan " ucap Rehan
Cup
Henry mencium kening Aurel lalu mengelus pipinya .
" Jangan sakit lagi, kau membuat ayahmu seperti mayat hidup sembuh lah dan kuat seperti ayah mu " Rehan Tersenyum bahagia .
Boleh kah dia bangga pada dirinya sekarang, seperti nya harus .
__ADS_1
" Hati² , bawa pengawal untuk menyetir , istri mu sejak semalam tidak istirahat jangan menyusahkan nya " Ucap Henry .
" Baik tuan, sekali lagi terimakasih ,mari nyonya " Pamitnya pada Elvi .
" Cucu Oma jangan sakit iya ,nanti ke sini lagi main sama baby Ed dan baby El " Ucap Elvi mengelus pipi Aurel .
" Sayang pamit sama adek ayo " Nany si kembar pun mendekat kan baby Ed sam El mencium Aurellia di bantu Nany .
" makasih ,kalau begitu kami pamit tuan ,nyonya " Ucap Rehan menunduk kepalanya begitu juga Rosna .
Sesampainya di mobil Rosna mengelus pelan kaki sang anak yang di bungkus selimut kecil .
" Ayah " Rehan menatap Rosna " Rosna bahagia mendapatkan bos seperti tuan Radit dan yang lainnya " Rehan mengaguk setuju .
" Sekarang kamu paham kan kenapa aku lebih memilih perhatian ku pada mereka di banding kalian , bukan karena aku tidak sayang atau mencintai kalian tapi mereka itu segalanya bahkan aku bingung harus mengatakan bagaimana " Ucap Rehan .
" Jadi tetap sehat untuk penyemangat ku " Lanjutnya .
" Iya yah, mungkin Aurel kangen saja sama ayah, kan ayah sama dia kaya lem susah di lepas " Rehan hanya tertawa kecil .
" Kau cemburu " Rosna menjauhkan tubuhnya dari Rehan " kau kira aku anak SD yang harus cemburu pada anakku " Jawabnya kesal .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi harinya Morgan memulai aktivitas nya seperti biasa menjemput Isna dan Eliza ,bahkan dia sama sekali belum menghubungi Isna membuat wanita itu semakin kesal dan emosi .
Saat Naufal ,Queen dan Eliza ke luar mereka kaget saat melihat Morgan sudah sudah di depan rumahnya.
Tak jauh berbeda dengan Isna yang baru datang sambil memegang tas dan bekal Eliza .
" Lo kapan balik Ga " Tanya Queen lembut .
" kemarin pagi Non ,tapi ada beberapa yang harus di urus " Ucap Morgan menunduk kepalanya.
" Kakak " Morgan berjongkok merentangkan tangannya membuat Eliza berjalan ke arahnya lalu memeluk Morgan .
" Besok Eliza akan tampil " Morgan menatap Eliza " Serius " Eliza mengagguk cepat " Datang iya ,Zaza mau nari sama baca puisi " Morgan mengagguk lalu menatap Isna yang hanya menatapnya datar .
Morgan tahu jika sang kekasih sedang dalam mood nya kurang baik ,dan dia paham pasti semua karena tidak ada kabar .
__ADS_1
" Ayah kerja dulu iya " Naufal mencium kening dan bibir Queen lalu mencium Xana dalam gendongan Queen .
setelah itu berjongkok mencium kening Eliza yang masih berada di perlukan Morgan.
" Jangan nakal, latihan yang benar jangan sampai terluka " Ucap Naufal .
" Iya ayah " Jawab Eliza Tersenyum .
" Ayo masuk mobil , nanti Kaka Morgan telat keperusahan " Ucap Queen lembut .
Morgan membawa Eliza ke depan Queen mencium kening Eliza lalu Eliza mencium Xana.
" Jangan nakal sayang " Eliza hanya mengaguk.
" Hati² Ga " Ucap Queen .
" Iya Non " Jawabnya lalu membawa Eliza duduk di belakang sedang kan Isna sudah duduk di kursinya seperti biasa .
" Honey " Panggil Morgan lembut ,kini mereka sudah di jalanan menuju sekolah Eliza .
" Hei lihat sini " Isna tetap menatap ke arah luar .
Morgan pun tidak memaksa nya , karena ada Eliza jadi lebih baik dia sampai dulu di sana baru mereka akan bicara nantinya .
Sedangkan Isna semakin kesal karena Morgan malah mendiamkan nya bukannya berusaha membujuk nya dan meminta maaf atau menjelaskan kenapa di tidak menghubungi nya.
Lalu apa tadi katanya sejak kemarin dia pulang pagi ,tapi kenapa dia tidak tahu ,ingin sekali Isna menangis karena kesal tapi dia tahan karena ada Eliza kan malu kalau Eliza tahu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus perjalan tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘😘
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1