
Hari yang di tunggu² Morgan dan Isna akhirnya sudah tiba di mana keduanya akan terikat sebuah ikatan suci untuk membina rumah tangga yang bahagia .
Kini Morgan sudah duduk tenang menghadap penghulu sebagai wali nikah dan sisi kiri kanannya ada Faisal dan Daddy Radit sebagai saksi ke duanya .
Saat semuanya sudah siap penghulu menjabat tangan Morgan sekalipun di luar sana dia seperti singa kelaparan tapi di sini dia seperti kucing yang habis di siram air panas.
Gugup ,takut ,deg²an semuanya bercampur aduk bahkan dia sampai keringat membuat Daddy Radit Tersenyum dan memberikan tisu yang ada di atas meja .
" Maaf tuan " Daddy Radit hanya mengaguk .
" Bisa di mulai " Ucap penghulu menatap ke dua saksi .
" Silahkan pak ' Ucap Daddy Radit .
Morgan langsung menarik napasnya panjang dengan sekali tarikan napas akhirnya dia bisa mengucap kan ijab Kabul dengan lancar .
Kata Sah keluar dari para saksi dan keluarga membuat Morgan bernapas lega, Rehan dan Arif yang Duduk di belakang menepuk pundak Morgan dengan pelan .
" Kamu hebat " Morgan hanya memberikan anggukan kepala .
Tidak berselang lama Isna turun di samping ke dua wanita itu ada Queen dan Desi sebagai keluarga mempelai wanita .
Morgan Tersenyum kuda menyapa Isna semakin dekat ke arahnya .
Ayah menjemput kalian sayang Ucap Morgan dalam hati tidak bisa di pungkiri kalau dia bahagia sampai matanya berkaca-kaca .
" Kamu cantik " Isna hanya membalasnya dengan senyuman .
Morgan memasang cincin di jari manis Isna setelah mendapatkan kode dari penghulu lalu Isna mencium tangan Morgan begitu juga sebaliknya Morgan mencium kening Isna setelah Isna memasang cincin di jari manisnya yang kini sudah sah menjadi istri nya .
setelah itu keduanya menandatangani berkas yang di berikan penghulu ,dan sedikit nasehat dari penghulu untuk keduanya atau yang lainnya .
Rehan langsung memeluk Morgan begitu juga Arif .
" Selamat " Morgan membalas pelukan kedua sahabat nya itu .
" Maaf Endang tidak bisa hadir tapi dia titip salam untuk kalian " Morgan mengaguk paham " Tidak papa, kehadiran mu pun sudah cukup " Jawab Morgan .
' Tuan " Raymond hanya mengaguk Tersenyum .
Satu persatu mereka bergantian memberikan selamat pada pengantin baru itu ,sebelum nanti malam acara puncak nya sehingga setelah ini mereka akan menuju hotel di mana resepsi akan berlangsung .
" Maaf aku harus kembali ke apartemen nanti malam aku ke sana " Ucap Arif .
" Jika tidak bisa tidak papa jangan paksakan " Ucap Rehan.
" Dia sudah jauh lebih baik ' Ucap Arif .
__ADS_1
" Salam buat Endang mas " Ucap Rosna .
" Pasti ,balik iya sayang nya uncle " Arif mengelus pelan pipi Aurellia .
" Aku pergi iya " Rehan dan Rosna mengaguk mengizinkan lalu Arif berjalan meminta izin pada bosnya sebelum meninggal kan rumah Naufal .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ceklek
Arif langsung berlari menuju kamarnya dia takut Endang kenapa² karena dia meninggal sendiri tanpa penjaga .
Ceklek .
" Sayang " Panggil Arif dengan helaan napas saat melihat Endang hanya duduk diam di sofa sambil menatap lurus ke depan " Maaf aku lama " Lanjutnya lalu memeluk Endang dengan erat .
Dia menatap sekeliling nya masih tampak seperti awal dia meninggalkan nya pikir Arif .
" Kamu bosan " Endang menggeleng " Mau ke luar jalan² ' Edang kembali menggeleng .
" Nanti malam resepsi pernikahan Morgan dan Isna,kamu ikut iya " Ucap Arif lembut .
" Ah iya tadi Rosna titip salam " Endang menatap Arif yang tersenyum .
CUP .
" iya " Jawabnya seadanya " Anak pintar " Arif mengelus kepala Endang dengan lembut .
" Tadi bikin apa " Tanya Arif lembut sambil melepaskan jasnya ,tanpa dia duga Endang mengambil jasnya dan membuka dasinya tidak lupa dia pun membuka kemejanya membuat Arif Tersenyum dan mencium kening Endang .
" Nonton tapi bosan " Jawab Endang ,sedikit demi sedikit Endang ada perubahan sekalipun sesekali dia masih takut tapi itu hal wajar kata Davin lambat laun akan hilang jika dia melawannya dan meyakinkan dirinya bahwa Arif adalah suami nya sekarang .
" Maaf iya " Endang mengaguk lalu berdiri menyimpan pakaian kotor Arif lalu masuk dalam ruangan ganti mengambil pakaian kaos untuk Arif .
" Makasih " Arif menerimanya lalu memakainya di depan Endang .
" Celananya " Tanya Endang " Nanti saja ,sini " Arif menarik pelan tangan Endang lalu duduk di samping nya .
" Masih takut " Endang menggeleng pelan membuat Arif Tersenyum .
" Nanti di hotel ,jika tidak nyaman kamu tunggu saja di kamar tidak papa kan kalau aku tinggal seperti tadi " Ucap Arif lembut .
" Lama " Tanya Endang polos .
" Nanti aku minta Rosna menemanimu bersama Aurellia ,kamu belum ketemu anaknya Rehan kan " Endang mengaguk .
" Dia sangat lucu dan pipinya gemuk,mau lihat fotonya " Arif mengeluarkan hp nya dari saku celananya lalu memperlihatkan pada Endang .
__ADS_1
" Cantik " Ucap Endang Tersenyum .
"Kamu suka " Endang mengaguk " boleh aku ketemu dengan nya " Tanya Endang polos .
' Tentu sayang " Jawab Arif lalu dia kembali memperlihatkan foto Aurellia yang di kirimkan Rehan setiap harinya bahkan mungkin di HP Morgan pun sama dengan nya penuh foto bayi lucu itu .
Sedang kan di rumah Naufal setelah makan bersama kedua pengantin baru itu di minta untuk istirahat terlebih dahulu sebelum nanti nya jam 2 siang akan ke hotel ,begitu iya yang lainnya langsung mengisi kamar uang yang sudah di siapkan oleh keluarga Naufal sekalipun hanya para wanita yang masuk karena para pria masih Beta duduk bercerita sambil bermain dengan cucu dan anak mereka .
" Kamu bahagia " Isna mengaguk dalam pelukan Morgan " Sangat " Jawabnya cepat .
" Baby baik² saja kan " Isna mengaguk " baby jauh lebih baik saat bersama mu " Jawabnya jujur .
" Ayo istirahat ,nanti malam aku tidak ingin kamu lelah " Isna menurut tapi tetap dia memeluk Morgan .
"Manja bangat sih " Ucap Morgan mengelus punggung Isna .
" Nanti kita akan tinggal di apartemen " Isna mengaguk " Tapi kamu bisa koh ke sini jika merindukan mereka " Ucap Morgan .
" Makasih ' Jawabnya .
" Iya sekarang istirahat aku tidak mau nanti malam kamu kenapa² tapi setelah acara kamu harus siap , aku sudah lama puasa Honey " Ucap.morgan sendu .
" Mana boleh " Ucap Isna menatap Morgan " Kan kata dokter pelan honey tidak papa " Ucap morgan cepat .
" Tapi ......."
" Tidak ada bantahan apa pun ,jangan berdebat pokoknya harus " Potong Morgan cepat .
" Satu kali " Nego Isna ,dia sudah hafal sikap Morgan jika sudah di atas ranjang bukan hanya satu kali ke luar tapi diakan melakukan sampai puas .
" Deal " Morgan Tersenyum Seringai membuat Isna merinding " Tapi jangan lama iya " Ucapnya terbata .
" tetot Sudah lewat " Ucap Morgan Tersenyum .
" Ayo tidur " Isna menghela napas lalu kembali memeluk morgan dan memejamkan matanya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘 😘
like
koment
vote
__ADS_1
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟