Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
part 49 (2)


__ADS_3

Arif sudah kembali berkeja seperti biasanya sedangkan Endang masih berada di apartemen seperti kata Arif dia akan kembali kerja saat kandungan nya memasuki usia 4 bulan .


Saat Arif tengah fokus pada pekerjaan nya suara pintu terbuka membuatnya mengarah ke pintu.


" Kau berbohong padaku " Arif menghela napas panjang.


" Jika iya kenapa ?? Bukannya kamu sendiri yang tidak ingin hidup dengan pria miskin " Jawabnya ketus .


" Maaf itu hari aku mendadak ada pekerjaan " Arif Tersenyum miring " Kau kira aku percaya pada mu ,jangan berlaga seperti wanita polos jika kamu sudah sering di polosi " Ujarnya ketus .


" Ke luarlah sebelum aku meminta security menyeret mu ' Lanjutnya menatap Widia yang kini mulai mendekati nya .


" Aku merindukan mu " Ujar Widia manja dan duduk di pangkuan Arif ,tapi sebelum itu terjadi Arif lebih dulu memundurkan kursinya hingga kini Widia tergeletak di lantai .


" Aawww " Pekik Widia kesal menatap Arif .


"Kamu mau ke luar atau aku memanggil security " Tekan Arif menatap tajam Widia .


" Tapi aku .....'


" Ke luar " Teriaknya membuat Widia ketakutan dan ke luar dengan perasaan kesalnya .


Arif menghela napas panjang lalu memajukan kursinya ke arah meja ,dia meraih ponselnya menelpon seseorang .


" Carikan sekretaris tapi jangan wanita aku malas berurusan dengan mereka " Ujar Arif to the poin


" Baik tuan ,apa ada kriteria khusus " Tanya nya dengan pelan .


" Asal dia tidak bodoh saja itu sudah cukup dan bisa di andalkan " Ujar Arif .


" Baik tuan " Arif menutup panggilan nya mengambil jas dan ipadnya ke luar dari ruangan kerjanya .


Di apartemen Endang hanya duduk dalam kamar karena pekerjaan semuanya sudah ada yang tangani.


di mana pelayan akan datang saat pagi hari dan akan kembali saat sore hari nya.


" Ayah,ibu, Nada sebentar lagi Endang akan memiliki anak doakan dari sana iya agar bisa selalu kuat dan sabar " Ujar Endang pelan .


" Endang merindukan kalian " Endang menundukan kepalanya " jujur Endang tidak kuat Yah Bu tapi Endang harus bagaimana lagi " Lanjutnya dengan helaan napas panjang .


Endang kembali terdiam hingga akhirnya dia masuk dalam kamar saat matahari sudah mulai panas .


Ceklek


Rehan menatap ke arah pintu lalu kembali melanjutkan perkejaan nya .


" Kenapa wajahmu sangat menakutkan " Tanya Rehan tanpa menatap lawan nya .

__ADS_1


" Apa kamu tidak berkeja bukannya hari ini pertama kamu kembali lagi " Lanjutnya yang tetap fokus pada pekerjaan nya .


" Aku masih menunggu sekertaris ku ,mungkin besok baru aku kembali berkerja " Rehan menatap ke arah sofa .


" Sekertaris " Arif mengaguk " Setidaknya pekerjaan ku tidak menumpuk, aku tidak ingin membuat Endang sendirian di sana apa lagi pelayan akan pulang saat sore hari " Ujar Arif .


" Kali ini aku setuju, apa lagi dia lagi hamil " Arif mengaguk " Lalu bagaimana hubungan kalian " Arif hanya menaikan bahunya .


" Sabar lah, wanita memang seperti itu ,karena Rosna juga dulu begitu " Jawabnya sambil tersenyum .


" Kamu tahu ,aku tidak seperti mu dan Morgan yang bisa sabar aku takut kembali melukai nya Han " Arif memejamkan matanya .


" Iya kami tahu tapi kamu harus mulai bersabar dia lagi hamil Rif " Ujar Rehan pelan .


"Akan aku usahakan " jawab seadanya " Harus " Timpal Rehan .


"Cepat selesaikan aku butuh teman untuk minum " Rehan hanya mengaguk saja lalu menyelesaikan pekerjaan nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah menemani Arif,ketiga pria itu kembali ke apartemen saat sudah mulai sore .


Sekalipun mereka banyak minum itu tidak akan membuat mereka mabuk hingga membuat kesadaran mereka hilang.


ceklek


Tanpa mengatakan apa pun Arif langsung masuk dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya .


Apa lagi dia baru selesai minum dia tidak ingin Endang dan calon anaknya mencium aroma itu dari nya .


Endang masuk ke ruangan ganti menyiapkan pakaian untuk Arif lalu kembali duduk di sofa .


Setelah beberapa menit Arif bergabung bersama Endang di sofa .


" Apa yang kamu lakukan hari ini ' Tanya Arif lembut .


" Tidak ada hanya di kamar saja " Jawabnya jujur .


" Kamu tidak makan " Endang menggeleng " Saya hanya ke luar saat makan saja " Jawabnya .


" Apa kamu tidak lelah seperti ini " Tanya Arif serius .


" Saya sudah terbiasa Tuan " Jawabnya jujur .


" Apa kamu sangat menginginkan perceraian " Endang hanya diam ,Arif berdiri dari duduknya ke luar dari kamar .


tidak berselang lama Arif kembali membawa map coklat lalu di berikan pada Endang .

__ADS_1


" Bukalah ' Endang membuka map coklat itu lalu menatap Arif saat melihat isi dari map nya .


' Itu yang kamu inginkan bukan, di situ sudah ada tanda tangan ku kamu tinggal menandatangani nya juga " Endang menatap tidak percaya pada Arif .


" Aku tunggu di bawa ,aku lapar " Ujar Arif meninggalkan Endang sendirian di kamar .


Endang menatap nanar ke arah map itu seperti nya Arif memang serius ,dia mulai berdiri ke arah meja mengambil pena dalam laci .


Lalu memberikan tanda tangannya di berkas itu ,lalu kembali memasukan dalam map dan membawanya ke luar .


Sesampainya di meja makan dia sudah melihat Arif makan lebih dulu.


" Kamu akan tetap tinggal di apartemen ini, aku yang akan ke luar anggap saja itu kompensasi untuk mu " Endang langsung menghentikan langkahnya meremas map coklat itu .


" Tidak usah tuan, saya bisa tinggal di kontrakan " Ujar Endang Terbata .


" Lakukan apa yang menurutmu baik " Ujar Arif, Endang meletakan map nya di samping Arif .


" Aku sudah menandatangani nya " Arif hanya diam saja menatap sekilas pada map coklat itu .


" Maaf jika selama ini saya sudah menyusahkan tuan, terimakasih untuk semua yang tuan lakukan untuk ku ' Ujar Endang serius sekalipun dalam hatinya dia enggan berpisah tapi sepertinya dia harus menerima nya .


Karena Arif juga memiliki kekasih bukan, jadi biarkan dia yang mengalah karena memang di sini dialah yang merusak hubungan mereka sekalipun tidak sepenuhnya salahnya .


" Sampaikan maaf ku pada nya ,saya ...."


pyar


Endang langsung terdiam apa lagi kini Arif sudah menatapnya dengan tatapan tajam .


" Iya kau harus meminta maaf untuk itu karenamu aku harus kehilangan nya " Ujarnya Ketus meninggalkan mereka makan


Nyas


Endang meremas kedua tangan nya dengan kuat, sesakit ini kah lagi² dia harus bisa tetap kuat demi calon anaknya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘😘


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2