
Setelah pembicaraan tentang pernikahan dan makan malam bersama ,Daniel mengantar Risna ke apartemen .
Tapi sebelum itu mereka singgah membeli keperluan yang sudah habis di apartemen .
Lalu mereka melanjutkan kembali ke apartemen dengan menenteng tas belanjaan .
" simpan saja di atas meja Abang " Ujar Risna lalu berjalan ke arah kulkas mengambil minuman .
" Abang mau " Daniel hanya mengaguk sebagai jawaban .
" Ini kartu Abang " Ujar Risna karena saat belanja tadi Daniel memberikan kartunya pada Risna .
" Pegang saja yank " Ujar Daniel santai .
" Mana boleh seperti itu ,kita belum ...."
" Pegang saja,jika kamu butuh papa pakai itu saja " Pungkas Daniel .
" Lalu kalau Abang ingin beli papa ,Gimana " Tanya risna polos ,dia bukan orang bodoh .
Dia jelas tahu kartu yang sedang di tangannya ,tidak sembarang orang bisa memiliki nya .
" Kau tidak berpikir aku miskin kan ?? Sekalipun aku hanya asisten Naufal tapi gajiku banyak sayang " Ujar Daniel tersenyum .
" Aku juga masih ada tenang saja " Lanjutnya lagi .
Risna pun membongkar belanjaan mereka menyusun barang yang mereka beli tadi .
" Abang nginap " Tanya Risna sambil menyusun barang yang khusus di simpan di lemari pendingin.
" kenapa?? Kau merindukan percintaan kita " Risna mendengus kesal " Aku hanya bertanya Abang " Daniel tertawa kecil .
" Tidak ,tapi aku akan memakanmu dulu baru kembali ada pekerjaan yang belum aku selesaikan " Ujar Daniel sambil berjalan ke arah sang kekasih .
" Satu ronde boleh kan Cup " Daniel mencium leher Risna sambil meremas bokong sintal wanita itu membuat sang pemilik memekik .
" Sakit Abang " Daniel hanya tersenyum .
Di tengah kemesraan mereka tiba² suara bel pintu berbunyi .
" Siapa yang bertamu semalam ini " Gumam Risna .
" Mungkin teman-teman mu yank " Ujar Daniel melepaskan tangannya di perut Risna.
" Abang tunggu iya ,aku lihat dulu " Daniel mengaguk lalu duduk di kursi .
Risna membuka pintu apartemen tapi seketika tubuhnya di buat tegang .
Saat orang itu langsung memeluk nya .
" Mas merindukan mu "Ujar orang yang memeluk Risna.
" Ka-pan datang " Tanya Risna terbata sambil berusaha melepas kan pelukan orang itu .
Sebelum Daniel melihat mereka dan akan salah paham .
" Sebentar saja ,aku masih merindukan mu " pelukannya semakin erat membuat Risna semakin tidak nyaman .
__ADS_1
" Ma-s Didin bisa lepas , Sesak " Didi pun langsung melepaskan pelukannya nya lalu menatap Risna .
" Kamu semakin cantik " Ujarnya sambil tersenyum .
" Apa aku tidak di izinkan masuk " Risna menatap kebelakang lalu mempersilahkan Didi masuk .
" Pagi tadi aku ke rumah ibu dan kata ibu kamu sudah berkerja jadi aku menyusul mu ke sini setelah ayah dan ibu memberikan alatmu bekerja dan apartemen mu " Ujar Didin saat sudah duduk di sofa.
" Mas mau minum apa " Tanya Risna gugup .
" Tidak usah repot-repot ,mas ke sini hanya ingin berbicara hal penting denganmu " Risna menelan ludahnya kasar .
" Hal penting apa " Tanya Risna seakan tidak paham dengan maksud pria itu .
" Tentang pernikahan kita " Ujar Didin
Dan bertepatan dengan itu Daniel datang karena merasa Risna terlalu lama jadi di menyusul wanita itu.
" Bukannya aku sudah bilang akan kembali dan kamu berjanji untuk menunggu, Ibu dan ayah juga sudah menerima nya dan aku menjemputmu untuk membahas nya di kampung " Lanjutnya lagi .
" Risna "
" Abang " Risna langsung membalikkan badannya menatap ke belakang .
Apa yang dia Takut kan tadi akhirnya terjadi juga Daniel sedang menatap nya datar
" Risna bisa jelaskan " Ujar Risna saat sudah di dekat Daniel .
" Siapa Neng " Risna memejamkan matanya lalu kembali membukanya .
" Ah iya Mas kenalkan ini Daniel ,Abang kenalkan itu mas Didin " Ujar Risna selembut mungkin .
" Abang jangan dulu salah paham tolong dengar ....."
" Aku harus kembali , seperti nya kalian butuh ruang untuk bicara berdua " Risna langsung menggeleng cepat " Kita bicara bertiga iya " Bujuk Risna memohon .
" Aku harus kembali karena ada pekerjaan " Ujar Daniel Tersenyum .
" Kalau begitu aku balik dulu " Lanjutnya lalu meninggalkan Risna yang masih berdiri di depannya tadi .
" Mas tunggu sebentar iya " Didin hanya mengaguk karena Risna akan mengantar kan Daniel ke pintu .
" Abang dengarkan Risna dulu "
" Aku pergi , cup " Daniel mencium kening Risna lalu meninggalkan apartemen itu .
Risna kembali dengan perasaan tak karuan ,dia takut Daniel salah paham.
" Teman mu " Tanya Didi yang saat melihat risna sudah kembali .
" Ah Maaf, mas bisa kembali sendiri karena Risna harus menyelesaikan beberapa pekerjaan setelah itu Risna akan pulang " Ujar Risna lembut .
" Mas akan menunggumu " Risna menggeleng "Tidak usah mas duluan saja ,karena pekerjaan Risna belum tahu kapan kelarnya " Ujar Risna lembut .
" Apa banyak " Risna mengagguk " Akhir² ini bnyak pesanan orang dan waktunya sangat mempet jadi harus di selesaikan dengan cepat, kalau sudah selesai Risna akan kembali karena Risna juga ada yang ingin di bahas " Ujar Risna .
" Baiklah ,jika sudah ingin kembali telepon saja nanti mas jemput " Risna mengaguk saja " Mas sudah makan " Tanya Risna mengalikan pembicaraan .
__ADS_1
" Sudah, tadi sebelum ke sini singgah makan dulu " Ujar Didin .
" Mas tinggal di mana " Tanya Risna .
" di Hotel dekat sini " Ujar Didin .
"Maaf Risna tidak buat papa ,soalnya baru belanja " Ujar Risna .
" Tidak papa ,Kalau begitu saya pamit dulu soalnya sudah larut " Pamit Didin.
" Iya mas ,nanti jika sudah mau kembali kabarin saja " Didin mengaguk .
" Apa besok mas bisa sarapan di sini ,mas kangen masakanmu " Pinta Didin .
" Mas mau di masakin apa " Tanya Risna .
" Apa saja semua masakanmu aku suka " Ujar Didin .
" Baiklah ,lalu kapan mas balik " Tanya Risna .
" Mungkin Lusa karena ada urusan juga d sini " Risna menggaguk paham .
" Iya sudah mas balik iya " Risna menggaguk lalu mengantar Didin sampai di pintu .
" Langsung istirahat iya " Ujar Didin .
" Iya mas ,hati² " Didin mengaguk lalu meninggalkan apartemen Risna .
Selepas Didin pergi Risna langsung menutup pintu nya kamu berlari ke arah dapur mencari HP nya .
Dia tidak peduli Daniel lagi bekerja atau tidak yang penting saat ini dia ingin menjelaskan semuanya .
Tapi hingga panggilan berakhir Daniel belum juga mengangkat telepon nya .
Risna kembali mengulang nya berharap pria itu mengangkat nya .
Tapi hasilnya tetap sama ,Daniel tidak mengangkat nya .
" Apa Abang marah ?? tidak biasanya Abang mengabaikan panggilan dari ku " Ujar Risna mencoba sekali lagi menelpon Daniel .
Sedangkan di ruangan kerja Daniel memfokuskan dirinya pada pekerjaan ,bahkan dia tidak tahu jika sejak tadi Risna menelpon nya .
Karena memang dia sengaja silent Hp nya agar dia bisa fokus bekerja dan selesai dengan cepat .
Biar tidak menumpuk terus menerus.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*Dukung terus Naufal dan Queen
Daniel dan Risna
like
koment
vote
__ADS_1
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟*