Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
part 15 (2)


__ADS_3

Morgan dan Isna sedang berada di rumah sakit ,di mana pagi tadi Morgan menjeput sang kekasih lalu meminta izin membawanya ke perusahaan .


Saat keduanya lagi berada di puncak nirwana, Isna meringis menahan perut sambil menangis karena kesakitan membuat Morgan panik hingga membuat sang junior kembali lesu .


Morgan pun langsung membawa Isna ke dalam kamar mandi membersihkan Isna sedang kan dirinya hanya membersihkan sang junior .


Kini Isna sudah di baringkan dia atas tempat tidur pasien sambil memegang tangan Morgan menahan sakit bagian perut bawahnya .


" Maaf Honey " Morgan menghapus air mata Isna dengan lembut .


Perawat menyutikan sesuatu di botol infus Isna sehingga membuat wanita itu berhenti menangis tapi secara perlahan matanya tertutup .


" Bisa Kita bicara " Morgan mengaguk pada dokter paru baya "Istri anda sedang hamil ,dan ....."


" Tunggu , maksud dokter " Tanya Morgan gugup berharap apa yang dia dengar tidak salah .


" Apa tuan belum tahu " Morgan menggeleng " Istri anda sedang hamil,dan usia kandungan nya masih sangat muda dan saya harap jangan dulu melakukan penyatuan syukur anda cepat membawa Nona ke rumah sakit jika saja telat anda bisa kehilangan calon anak anda " Morgan langsung melotot kan matanya ,mengumpat kebodohan nya yang tidak bisa menahan nafsunya saat bersama Isna .


" Lalu bagaimana keadaan mereka " Tanya Morgan serak sambil menatap Isna yang berbaring dengan wajah pucat nya.


" untuk sementara biarkan Nona di rawat dulu,Nanti saat sadar kami akan membawanya ke ruangan kandungan untuk memastikan nya sekalian mengetahui usia kandungan nya " Morgan hanya mengagguk saja .


" Terimakasih dok " Ucap Morgan tanpa menatap sang dokter .


" Sudah tugas kami tuan ,kalau begitu kami pamit ke luar dulu " Ucap sang dokter .


" Iya " Jawab Morgan .


" Maaf honey " Ucap Morgan lalu mencium kening Isna begitu lama lalu pandangan nya ke arah perut Isna .


Dengan tangan bergetar dia mengelus perut Isna ,ada rasa bahagia ,sesal dan sakit karena kebodohan nya membuat kedua orang yang di cintai nya harus mengalami ini .


Tapi dia juga bersyukur setidaknya mereka baik² saja dan dia bisa mengetahui kehamilan sang kekasih .


" Maaf kan Ayah sayang, terimakasih sudah hadir di perut ibu !! Ayo bantu ibu biar sembuh , CUP " Morgan mencium perut Isna membuat pria itu menetaskan air matanya untuk pertamanya selama bekerja dengan keluarga Mateo hanya karena kehamilan sang kekasih .


Lalu dia menghubungi seseorang untuk datang ke rumah sakit .


Tidak berselang lama masuk seseorang dalam ruangan Isna membuat Morgan berdiri .


" Jaga Istri ku, jika dia sudah sadar langsung hubungi saya " Ucpa Morgan tegas .


' Baik tuan " Jawab seorang wanita yang mungkin seusia Isna .


" Honey ,aku pergi dulu iya ada yang harus aku urus " Morgan mengelus perut Isna " Nanti ayah ke sini lagi jaga ibu iya " Morgan memberikan kecupan di kening dan perut Isna lalu ke luar dari ruangan itu.


Sedangkan di perusahaan Rehan dan Arif baru saja datang lalu berhenti di depan meja Endang .


Yang sudah Kembali beraktivitas karena berdiam diri di kontrakan atau pun di apartemen Arif dia akan kembali memikirkan Sang adik . jadi dia memilih menyibukkan diri sambil mengumpulkan uang untuk sang adik .

__ADS_1


" Ada Morgan " Rehan menatap Arif bingung karena nada bicara pria itu terdengar lembut Sekalipun wajahnya tetap datar .


" Tadi tuan ke luar bersama Nona Isna " Ucpa Isna.


" Tapi tadi dia sudah berpesan jika tuan datang masuk saja nanti dia kembali " Lanjut Endang .


CUP


Rehan dan Endang langsung melotot kan matanya saat Arif tak sungkan mencium bibir Endang ,apa lagi ada Rehan dan seakan Tidak terjadi papa pria itu langsung masuk dalam ruangan Morgan tanpa memperdulikan reaksi Rehan dan Endang .


" Kalian pacaran " Endang langsung menatap Rehan lalu menggeleng cepat " Tidak tuan ' Jawabnya Tegas .


" Lalu tadi " Endang kembali menggeleng " Sa-ya tidak tahu tuan " Ucapnya sambil menyentuh bibirnya .


" Pria itu " Gumam Rehan lalu masuk dalam ruangan , sedang kan Endang langsung terduduk dari kursinya kakinya terasa lemah .


" Kau menyukainya ' Arif menatap Rehan lalu kembali fokus pada HPnya .


' Kamu di mana " Tanya nya to the poin tanpa memikirkan ucapan Rehan.


" Di jalan, kalian di perusahan "


" Hebm "


' Tunggu, ada yang harus aku katakan " Arif langsung mematikan sambungan teleponnya tanpa menjawab .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Isna hamil " Kedua sahabat nya hanya terlihat biasa saja ,kaget !! tentu tidak karena mereka sudah tahu sejak pria itu mengatakan pacaran dengan Isna .


" Lalu " Tanya Rehan .


" Malam nanti aku akan bertemu tuan Naufal ,dan Isna sedang di rawat karena tadi perutnya sakit " Ucap Morgan .


" Kau melakukan dengan kasar " Morgan menghela napas panjang " Aku tidak tahu karena memang dia tidak bilang " Jawabnya .


"Nanti kami menemani mu " Morgan mengaguk inilah mereka yang selalu melakukan semuanya bersama sekalipun itu masalah satu dari mereka .


tok ....tok ....


" Masuk "


Ceklek .


Endang masuk sambil menunduk karena dia takut sekaligus gugup menatap Arif .


" Untuk sementara kamu handle semua kerjaan ,jika tidak bisa di wakili baru kamu hubungi saya " Ucap Morgan saat Endang sedang menyajikan minuman untuk mereka .


" Iya tuan,kalau begitu saya pamit " Jawabnya Terbata ,Morgan hanya mengaguk .

__ADS_1


" Aku ke luar dulu sebentar " Ucap Arif lalu meninggalkan kedua sahabatnya .


" Ada apa dengan nya " Tanya Morgan bingung .


" Aku bahkan hampir jantungan saat tadi mencium bibir Endang " Morgan langsung melototkan matanya " Kau tidak percaya bukan " Morgan mengagguk cepat " Begitu juga aku, manusia itu tidak akan memulai jika tidak di pancing duluan " Morgan mengaguk membetulkan " Apa mereka memiliki hubungan " Rehan menggeleng " Kata sekertarismu tidak " Jawabnya .


Sedangkan di luar Arif sedang berbicara dengan Endang .


" Nanti pulang langsung ke apartemen " Ucpa Arif membuat Endang menatap pria itu yang kini berdiri di depan mejanya .


" Tapi ...."


" Mau aku mengentikan nya " Endang memejamkan matanya kuat " Baik tuan " Arif Tersenyum tipis " Jadilah gadis yang baik " Ucpa Arif lalu mengusap kepala Endang dengan lembut .


Membuat jantung wanita itu semakin tidak karuan , seperti nya pria itu sengaja ingin membuat Endang jantungan .


" Kenapa " Endang menggeleng cepat " Tidak papa tuan " Jawab Endang menunduk kepalanya.


" Kalau begitu aku masuk iya ' Endang hanya mengagguk saja .


Endang mengelus dadanya saat melihat pintu ruangan bosnya kembali tertutup dan pria itu menghilang dari balik pintu besar itu .


" Dari mana " Tanya Morgan " Toilet " Jawabnya acuh lalu duduk di samping Rehan .


" Alasan Bodoh " Umpat Rehan, sedang kan Arif hanya diam saja sedang kan Morgan hanya tersenyum .


" Siapkan dirimu ,aku tidak yakin kamu selamat " Ucap Arif menatap Morgan .


" Hubunganku dengan tuan Naufal baik² saja ,dan aku yakin Nona Queen akan membantuku " Ujar Morgan tenang .


" Bagiamana apa ada kabar " Tanya Morgan .


' Mereka sedang mencari karena tidak gampang mencari yang cocok belum lagi usianya masih muda dan harus melihat seberapa kuat " Ucap Arif dengan helaan napas berat .


" Aku tidak pernah melihat mu seperti ini " Ucap Morgan Tersenyum .


" Sesama manusia saling membantu " Jawabnya seadanya .


" iya manusia yang berusia jadi manusia benaran " Sindir Rehan membuat Morgan tertawa kecil .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😚😚😚


Like


koment


vote

__ADS_1


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2