
Malam pun sudah tiba, di mana pernikahan Endang dan Arif di langsung kan .
Bukan hal sulit untuk mereka melakukan hal kecil itu bahkan dari siang pun sebenarnya mereka bisa menikahkan Arif dan Endang .
Tapi mereka harus berbicara dengan Endang terlebih dahulu syukur mommy ellena dan Elvi bisa mengatasinya sekalipun Endang hanya menjawab seadanya .
Saat semuanya siap dan berkumpul hanya ada keluarga saja dan para pengawal yang menjadi saksi bisu pernikahan kedua insan yang entah perasaan mereka bagaimana .
Arif yang tetap pada pendirian nya yaitu hanya sebuah tanggung jawab dan Endang dengan pikiran kosong nya meyakinkan dirinya bahwa ada yang menjaganya sekalipun entahlah .
Waktu terus berjalan hingga akhirnya Arif mengucap janji sakral nya dengan tarikan sekali tarikan napas .
Semua orang mengucap syukur dan mengucap kan selamat pada keduanya .
Setelah selesai dengan urusan pernikahan Arif mereka melanjutkan dengan makan malam .
" Nak layani suaminya " Ucap mommy Ellena lembut .
" Iya Nyonya " Jawab Endang lalu menatap Arif .
" Pelan² saja "Arif mendudukkan Endang lalu mengambilkan makan untuk Endang baru nya dia mengambil untuk dirinya .
Padahal sebelumnya Endang melayani Arif saat di meja makan .
" Apa setelah ini kalian kembali ke apartemen " Tanya Henry .
' Iya tuan " Jawab Arif.
" Libur saja ,jangan dulu masuk kantor " Ucap Reza .
" Tapi tuan ...."
" Istri mu masih membutuhkan mu " Timpal Raymond .
" Bahkan kamu tidak masuk setahun pun , perusahaan itu tidak akan bangkrut " Lanjutnya lagi .
" Terimakasih tuan " Jawab Arif .
Setelah acara makan malam bersama satu persatu meninggalkan rumah utama,Dimana Rehan dan istri serta anaknya kembali juga ke apartemen ,Morgan juga kembali ke apartemen karena dia sudah janji menelpon ibu hamilnya .
Begitu juga pengantin baru yang langsung ke apartemen .
"Kamu baik² saja " Endang hanya mengagguk, Arif menempelkan sidik jadi di pintu apartemen lalu masuk sambil memegang tangan Endang .
__ADS_1
" Mau ke luar " Tanya Arif menatap Endang saat merasakan tangannya dingin dan keningnya berkeringat .
" Kita bisa tidur di hotel seperti kemarin " Lanjutnya dengan lembut " Ti-dak usah " Jawabnya terbata .
" jangan di paksakan Hm " Arif mengelus pipi Endang yang membuat wanita itu kaget " Jangan takut " Arif langsung memeluk Endang mengusap punggung nya dengan lembut .
" Ke hotel saja iya " Endang menggeleng " Kata dokter Davin harus di lawan " Jawabnya gugup, Arif melerai pelukannya memegang kedua pundak Endang " Tapi jangan di paksa ,pelan² saja " Endang memberanikan diri menatap Arif " Bantu aku " Ucapnya memohon .
" Pasti sayang " Jawab Arif lalu kembali memeluk Endang.
Aku yang membuat nya jadi hanya aku yang bisa menyembuhkan nya itulah ucapan Davin pada Arif karena dia sudah bercerita jujur tapi tidak dengan yang lainnya sehingga pria tua ehz maaf ralat pria matang itu bisa dengan mudah berinteraksi dengan Endang sat tahu masalah nya .
Arif membawa Endang ke sofa dan mendudukkan wnaita itu .
" Maaf aku tidak bisa menepati janjiku untuk membuat Nada Kembali sehat , maaf Aku membuatmu seperti ini maaf " Endang hanya menunduk meremas kedua tangannya .
" Aku belum membawanya jalan² " Ucapnya terbata .
" Tidak papa, besok kita akan berkunjung ke rumah Nada membawakan bunga " Ucap Arif lembut .
" Ayah sama ibu pasti marah ....."
" Tidak , mereka sudah lihat usahamu selama ini ,jadi jangan pernah berpikir kalau kamu kakak yang buruk ,kamu percaya takdir " Endang mengaguk pelan " Ini mungkin sudah takdir sekalipun aku sendiri tidak percaya itu " Ucap Arif jujur .
" Mau coba " Endang mengerjapkan matanya " Pejamkan matanya aku suami mu, jangan memikirkan yang kemarin sekalipun aku yang melakukan nya " Endang menurut sekalipun dia sudah berkeringat " Buka " Ucap Arif tidak tega saat melihat wajah Endang ketakutan .
" Maaf " Arif kembali memeluk Endang ada rasa sesak melihat Endang yang begitu takut padanya .Sedangkan Endang hanya diam saja .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Kasian iya Mba Endang " Setelah menidurkan Aurellia Rosna ikut bergabung dengan sang suami di atas tempat tidur .
Mereka sudah ganti pakaian tidur iya , sebelum nya tadi mereka mandi di rumah utama .
" Iya mau gimana lagi, dia juga sudah berjuang keras selama ini seminggu sekali dia akan izin pada Morgan untuk menemani sang adik cuci darah, Dan kini Nada sudah bisa istirahat dengan baik tanpa merasakan sakit lagi " Ucap Rehan mengelus lengan Rosna .
" Pasti sakit sekali " Rehan mengaguk " Mungkin berat untuk nya tapi kita bisa bernapas setidaknya Arif mau mengambil tindakan " Ucap Rehan .
" Apa tidak akan membuat Endang makin terlaku yah " Rehan menggeleng " Aku yakin pria itu menyukai Endang hanya saja dia belum sadar atau memang dia sengaja menjaga jarak " Ucap Rehan Tersenyum .
" Endang begitu terpukul " Ucap Rosna .
" Kamu salah sayang , Aku yakin ada yang terjadi di antara mereka sebelum ini tapi itu bukan urusan kita ,jadi lebih baik kita olahraga dulu satu ronde " Rosna langsung menjauh kan kepala nya menatap sang suami .
__ADS_1
" Katanya cape karena urus pemakaman Nada dan pernikahan Arif " Ucap Rosna.
" Sayang semua itu butuh vitamin " Ucap Rehan.
" Tapi Hhhmmmppp ..." Rosna pasrah 😁😁😁
Sedangkan di lain tempat Morgan tengah melakukan panggilan video bersama Isna yang sedang marah karena Morgan tidak mengizinkan ikut serta menyaksikan pernikahan Arif dan Endang padahal pagi juga dia tidak ikut ke pemakaman karena masih oleng .
" Mengerti lah Honey, kasian baby " Ucap Morgan .
" Tapi....."
" Isna kamu tidak sendiri kamu sedang hamil pikirkan itu ,aku bukan tidak mau tapi aku juga harus memikirkan keadaan kalian di sini banyak orang Honey, dan aku tahu kamu tidak akan nyaman karena baby tidak suka bau yang terlalu tajam " Isna terdiam .
" Sudah minum susu " Isna mengagguk " Vitaminnya " Lanjut nya lagi .
" Sudah " Jawab Isna menunduk .
" Sabarlah 3 hari lagi iya " Isna mengaguk tapi masih tetap menunduk .
" look at me " Isna menatap layar Hpnya " Maaf " Ucap Isna .
" It's ok " Jawab Morgan
" istirahat iya " Isna mengagguk " Malam Honey ,malam baby jangan nakal paginya iya ,ayah mencintai kalian " Ucap Morgan lembut .
" Malam ayah, ibu sama baby juga " Ucap Isna menatap perut nya dan mengelus lembut .
" Good night,by " Ucap Morgan lalu mematikan sambungan telepon lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur .
Sama halnya dengan Rehan kedua nya sangat² lelah bahkan setelah mengantar Isna Morgan kembali membawa mobilnya menuju di mana Rehan berada mengurus semua berkas tentang pernikahan Arif dan Endang . .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1