
Tok ..tok ...
" Masuk " Ujar Risna dari dalam kamar nya.
Ceklek .
" Boleh ayah masuk " Izin Usman karena di dalam ada Adara dan Queen yang sedang menemani Risna dan membantu Risna untuk berdandan dan berpakaian sekalipun wanita itu bisa melakukan sendiri .
" Bisa Om ,silahkan masuk " Jawab Queen lalu memberi kode pada Kaka iparnya untuk ke luar .
" Kamu cantik sekali Nak " Risna Tersenyum lalu duduk di samping Usman yang sudah duduk di pinggir tempat tidur .
"Banyak hal yang ingin ayah ucapkan, tapi sepertinya waktunya tidak akan cukup ,jadi lah istri yang baik dan ibu yang baik untuk anak kalian nanti, Bohong jika ayah Tidak kecewa pada mu begitu juga calon suami mu ,karena ayah merasa gagal menjadi ayah untuk kalian tapi ayah tidak bisa menyalakan kehadiran nya ,karena itu kebahagian ayah , didiklah dia dengan baik sering² lah ke sini menemui kami bersama anak-anak mu nanti "
" Jangan menangis ,ayah ke sini hanya ingin melihat wajah anak ayah yang cantik ini, sebentar lagi kamu akan menjadi istri dan beberapa bulan lagi kamu akan menjadi ibu ,ayah harap kamu selalu bahagia bersama pilihanmu sekarang " Risna hanya mengaguk saja .
" Jangan menangis ,make up mu jadi rusak " Risna mengaguk saja " Makasih maaf sudah membuat ayah kecewa " Ujar risna sesegukan, Usman mengelus punggung Risna dengan pelan lalu memeluknya .
" Jangan menangis " Usman mengambil tisu yang ada di meja rias Risna lalu menghapus air mata Risna dengan pelan .
" Ayah ke luar dulu, Jangan tegang semuanya akan berjalan lancar " Risna menganggukkan kepalanya .
Usman pun ke luar dari kamar Risna dan saat membuka pintu dia menatap laki² yang akan menjadi menantunya berdiri di depan pintu .
" Ayah " Usman memukul pelan pundak Daniel, pasti pria itu sudah mendengar pembicaraan dirinya dan Risna .
" Ayo kita turun di bawah ,acaranya akan di mulai " Daniel mengaguk " Boleh Daniel masuk sebentar " Usman mengaguk " Jangan lama Pak RT sudah di bawah " Ujar Usman .
" Iya Yah " Daniel pun membuka pintu kamar itu saat mertuanya sudah turun ke bawah .
" Sayang " Risna segera menghapus air matanya saat melihat kehadiran Daniel " Maaf " Daniel langsung memeluk Risna .
" Maaf karenaku kamu harus menerima ini, maafkan aku " Risna menggeleng " Jangan menyala kan diri sendiri bang, ini juga kesalahan Risna " Daniel mencium kening Risna lalu menatap wanita yang sebentar lagi akan menjadi istri nya .
" Aku ke luar iya " Risna menggaguk " Panggil ibu ke sini iya " Daniel menggaguk saja.
" Kamu sudah makan kah " Risna menggeleng " Mual " Jawabnya .
" Kamu mau apa ?? Nanti aku minta sama ibu ambilkan " Ujar Daniel khawatir.
" Tidak mau papa ,panggil ibu saja ke sini " Ujar Risna .
" Baiklah ,tunggu iya " Jawab Daniel lalu ke luar meninggalkan Risna dalam kamar .
memanggil ibu mertuanya lalu dia pergi ke depan karena semua orang sudah duduk di tempat duduknya .
" Jangan tegang " Daniel hanya tersenyum.
Waktu terus berlanjut hingga tiba saatnya Daniel akan mengucapkan akad pada sang mertua .
Kini mereka sudah duduk berhadapan tapi Risna masih berada di kamar .
Daniel berjabatan dengan calon mertuanya yang sebentar lagi akan menjadi mertuanya .
Sedangkan Usman Membaca mahar yang ada di tangan nya lalu kembali menatap Daniel yang hanya di balas dengan senyuman .
" Maaf, ini serius nak " Daniel hanya mengaguk saja " mimpi apa semalam aku " Gumam Usman yang mendapatkan tabokan dari Faisal sebagai saksi mempelai wanita sedang kan saksi dari pria Daniel menunjuk Raymond .
__ADS_1
Mau tidak mau Raymond pun menerima jika tidak bisa bahaya jatah malamnya .
Usman menarik napas panjang lalu mengucap dengan tarikan napas sekalipun sedikit terbata karena mahar yang Daniel berikan .
Dan dengan tegas dan lancar Daniel mengucap kan janji akad itu dengan lantang,tapi semua orang masih terdiam karena masih syok dengan mahar yang di berikan .
Sebuah hotel ,saham jangan lupa satu set perhiasan lalu uang yang di minta Risna tadi .
Bahkan mereka bertanya-tanya siapa calon suami Risna !!
Apa lagi mereka melihat banyaknya mobil serta pengawal belum lagi kehadiran tuan muda Raymond .
Hingga lamunan mereka terputus saat mendengar suara dari penghulu .
" Bagaimana " Tanya penghulu dengan Surah keras .
" Sah ...Sah ...Sah " Teriak semuanya ,Daniel menghela napas lega .
Sama halnya yang di dalam kamar Risna langsung menetaskan air matanya saat Daniel mengucapkan dengan lancar .
Iin dan intan langsung memeluk Risna .
" Teteh sekarang sudah menjadi istri selamat teh " Ujar intan Tersenyum .
" Makasih dek, terus nya berjuang teteh selalu mendukung mu " Intan hanya mengaguk Tersenyum .
" Selamat nak, ingat pesan ibu dan ayah " Risna mengaguk Tersenyum " Terimakasih untuk semuanya ,maaf jika Risna sudah membuat ayah ibu kecewa " Iin hanya mengangguk tersenyum .
" Teteh nanti maharnya bagi Ade iya " Risna tertawa kecil " teteh juga tidak tahu kenapa Abang memberikan mahar sebanyak itu " Balas Risna jujur .
" Apa Didin Datang dek " Tanya Risna menatap sang adik .
" Kenapa wajahmu merah " Tanya Iin menatap ke dua putrinya .
Tok ....tok ...
Ceklek.
" Ayo nak ,suamimu sudah menunggumu " Ujar Marni lembut pada sang menantu .
" Ayo kita turun, Ade setelah ini jelaskan pada ibu " Intan hanya mengaguk saja lalu mereka ke luar berdiri di samping Risna sedang kan Marni berjalan di belakang .
Saat sampai di bawah Daniel langsung berdiri dari kursinya menghadap Risna mengulurkan tangannya .
Risna pun menerima uluran tangan itu dengan Tersenyum.
" Jaga Risna dengan baik " Ujar Iin sebelum duduk di kursinya .
" Pasti Bu " Jawab Daniel tegas ,lalu dia membantu Risna untuk duduk .
" Kenapa maharnya banyak sekali " Bisik Risna , Daniel hanya menaikan bahunya membuat Risna kesal .
Penghulu meminta Daniel untuk memasang cincin pernikahan pada Risna lalu mencium kening wanita itu .
Begitu juga sebaliknya Risna memasang cincin di jari manis Daniel lalu mencium punggung tangan suaminya dengan lembut.
Lalu ke dua orang itu menandatangani berkas pernikahan yang di selesai kan dengan waktu cepat .
__ADS_1
Setelah itu mereka mendengar kan nasehat pernikahan dari penghulu dengan baik .
Tiba saatnya mereka berhadapan dengan ke dua orang tua mereka Daniel mau pun Risna tidak bisa lagi menahan air matanya .
Di mana mereka meminta izin dan meminta restu serta doa untuk mereka dalam membina rumah tangga .
Setelah itu Usman menghadap Adit dan Marni .
" Aku titip putriku terima dia dengan tangan terbuka ,anggap dia sebagai anak kalian ,jika dia melakukan kesalahan tegur dia seperti kalian menegur Daniel atau Adara, Aku tidak meminta lebih pada kalian tapi sayangi dia seperti dia menyayangi anak kalian " Adit langsung memeluk Usman .
" Dari awal kami sudah menerima nya dan kami tidak perna menganggapnya pacar atau bahkan istri Daniel ,tapi dia anak perempuan kami kakak dari Adara ,Kalian bisa ke sana jika merindukan nya jangan menahan nya ,rumah kami selalu terbuka untukmu " Ujar Adit serius .
Tidak jauh berbeda Iin kini sudah menangis dia tidak tahu harus berkata apa ,membuat Marni Tersenyum .
" Yang menikah Risna sama Daniel jangan menangis, datanglah temui dia jika kamu merindukan nya ,jika mas Usman sibuk kamu bisa menelpon ku dan sopir akan menjemput mu " Iin hanya mengaguk saja " Terimakasih " Jawabnya sesegukan .
" Kalian cengeng sekali " Cibir Faisal.
" Kapan kita makan,aku sudah lapar penghulu juga pasti lapar " Lanjut nya lagi .
Byuuurrr
Hancur sudah acara haru hara antara Usman dan Adit .
" Aku membencinya " Ujar Usman langsung menghapus air matanya .
" Nanti sebentar baru kamu menangis ,kami harus kembali ke hotel cucu ku tidak bisa tidur di rumah jelek mu ini " Usman menatap tajam Faisal .
Jika saja tidak banyak orang mungkin dia akan mengangkat kan kursi dan melempar kan pada Faisal .
" Ah maaf ,ayo silahkan di nikmati maaf hanya ada ini tuan " Ujar Usman tersenyum paksa pada Faisal .
Sedangkan semua orang menggeleng saja melihat kejahilan Faisal pada Usman
" Kami paham,tapi sayangnya kami harus kembali " Jawab Faisal Tersenyum mengejek ke arah Usman membuat pria itu semakin kesal tapi sebisa mungkin dia tersenyum .
" Ma " Panggil Adara membuat Marni menatap nya .
" Maaf kami harus duluan karena Twins sudah tertidur " Ujar Adara lembut .
" Tidak makan dulu nak " Tanya Marni menatap Adara dan Raymond .
"Nanti aja Ma ,karena kami harus kembali mas Raymond besok harus ke luar kota paginya " Ujar Adara lembut .
" Baiklah, hati² telepon Mama jika sudah sampai di rumah " Ujar Marni .
" Pamit sama yang Lainnya nak " Adara menggaguk lalu berdiri begitu juga Raymond .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Dukung terus Naufal dan Queen
Daniel dan Risna
Like
koment
__ADS_1
vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟