
" Ke ruangan ku "
Ceklek
" Ada yang anda perlukan tuan ' Ucap Endang sopan .
" Tolong antar ini ke Arif dia tidak bisa ke sini kerjaan nya juga banyak ,aku tidak bisa membawanya karena harus mengantar Isna USG " Ucap Morgan sambil merapikan mejanya .
" Iya tuan " Jawab Endang mengambil berkas nya " Kalau sudah di tanda tangani langsung bawa kembali , soalnya di minta sama tuan Reza " Ucap Morgan .
" Baik tuan " Ucap endang lagi,lalu ke luar dari ruangan Morgan mengambil tas nya menuju lift .
" Hallo honey "
" Iya "
" siap² iya ,aku sudah mau ke apartemen " Ucap Morgan melalui Panggilan .
"Aku bisa sendiri babe,katanya ada urusan penting " Tanya Isna .
" Endang bisa mengatasinya " Jawab morgan sambil memakai jasnya .
" Babe ,koh jadi mba Endang sih, aku jadi tidak enak " Jawab Isna .
" Lagian dia akan bertemu dengan suaminya apa yang membuatmu tidak enak " Ucap Morgan berjalan ke luar.
" Syukurlah, tapi kan lagi sejak babe periksa nya setelah makan siang " Ucap Isna bingung .
" Tidak papa ,jadi kita bisa makan siang di luar sama² " Jawab Morgan .
" Baiklah ,aku siap² dulu " Jawab Isna .
" Tidak usah buru² honey " Ucap morgan .
"iya " Morgan mematikan panggilannya bersamaan dengan lift yang terbuka lalu dia menelpon Rehan.
" Hebm "
" Aku temani Isna dulu periksa baru ke perusahaan pusat " Ucap Morgan .
" Kau gila merubah jadwal tanpa bilang " Morgan menjauhkan Ponsel dari telinganya .
" Aku sudah meminta izin pada tuan Reza " Ucap Morgan kesal .
" Aku kira belum " Jawabnya tertawa .
" Kau kira aku begitu banyak nyawa ,aku masih ingin hidup ingin melihat anak istri ku " Jawabnya kesal .
" Kan siapa tahu " Ucap Rehan .
" Cih ' Decak Morgan .
" Sudah tutup ,soalnya Rosna sudah di bawah dia membawakan makan siang untukku " Ucap Rehan.
' Aku tidak perduli " Morgan langsung mematikan sambungan telepon dan kebetulan lift nya juga sudah berada di lantai bawah .
Sedangkan di mobil Endang sengaja tidak mengabari suaminya .
__ADS_1
" Pak nanti singgah di restoran xx iya " Ucap Endang pada sopir pribadi nya . .
" Baik nyonya " Jawab sang sopir , Endang membaca berkas yang dia bawah .
Hingga akhirnya mobil berhenti di sebuh restoran,Endang pun langsung mengakat kepala nya .
" Sudah sampai iya pak, tunggu iya pak " Ucap Endang .
" Iya nyonya " Jawab sang sopir .
Endang ke luar dari dalam mobil berlari pelan ke arah restoran .
30 menit akhirnya Endang kembali membawa dua paper bag dalam mobil .
" Pak ini untuk makan siang nya " Ucap Endang memberikan sang sopir .
" Tidak usah nyonya ,saya sudah mendapat kan uang makan dari tuan " Tolak nya dengan halus .
" Itu dari bosmu ,ini dari saya anggap saja traktiran " Ucap 3ndnsg Tersenyum .
" Terimakasih Nyonya " Ucapnya sambil menunduk kepalanya .
" Iya pak " Jawab Endang .
🌵
🌵
🌵
' Sudah sampai nyonya " Endang mengaguk " Langsung makan siang iya pak, terimakasih sudah antarin " Ucap Endang .
Yang sudah tahu siapa Endang mereka hanya melihat saja tapi mereka taunya sebagai sekertaris Morgan karena wanita itu sudah sering Keluar masuk dalam perusahaan itu .
" Semoga tuan Arif senang " Gumam Endang sambil menatap Paper bag bawaannya .
Pintu lift terbuka Endang langsung ke luar dengan langkah sedikit cepat karena sebentar lagi akan memasuki jam istirahat .
Tok ...tok ...
" Masuk "
Ceklek
Endang membuka pintu ruangan Arif dengan lebar .
Deg
Endang mematung di ambang pintu begitu juga Arif yang kaget kedatangan Endang .
Ini bukan dia yang memberikan kejutan melainkan dia yang menerima kejutan yang sangat luar biasa .
Dengan cepat Arif langsung berdiri sehingga wanita yang ada di pangkuannya kaget hampir saja dia terjatuh.
" sayang " pekik nya marah karena dia masih merapikan penampilan nya .
Endang menarik napas panjang lalu tersenyum menunduk kepalanya.
__ADS_1
" Maaf tuan ,saya hanya mengantar berkas untuk anda tanda tangani dan saya harus membawa nya kembali dan ini pesanan dari tuan Morgan " Endang mendekati meja Arif lalu meletakan berkas dan paper bag itu .
" Apa tidak bisa kamu mengantarnya lain kali ,mengganggu saja " Ucap widia kesal .
" Widia " Bentak Arif .
' Apa ?? Kamu ...."
" Maaf tuan ,silahkan di tanda tangani Karena tuan Morgan menungguku " Arif langsung memberikan tanda tangan nya .
Tanpa mengatakan apa pun Endang langsung ke luar dari ruangan itu .
" Hanya bawahan saja sombong sekali " Cibir Widia .
" Ke luar "
" Tapi sayang ...."
" Ke luar " Teriak Arif tepat di wajah Widia membuat wanita itu ketakutan " Sa-yang " Panggil nya terbata .
" Pergi ,dan ini terkahir nya kita bertemu " Ucap Arif rendah .
" Tapi ...."
" Jangan membuatku mengulangi Kalimati ku " Widia langsung mengambil tasnya ke luar dengan perasaan kesal .
" Aaahhhhkkkkk " Arif mengusap wajahnya kasar lalu dia mengambil ponselnya ke luar dari ruangan itu .
Berharap Endang masih berada di perusahaan " Shiiit kenapa lama sekali " Umpat Arif kesal .
Di dalam mobil sang sopir menatap bingung pada Endang ,bukannya dia baru masuk kenapa sudah kembali ,bahkan mungkin mereka belum makan siang .
" Nyonya " Endang menatap sang sopir " Iya pak " Jawab Endang lembut .
" Apa kita langsung kembali " Endang mengaguk" iya pak " Jawabnya lalu menatap ke luar .
Endang kembali memutar pikirannya di mana Arif meninggalkan makan siangnya saat menerima telepon,lalu saat dia pulang malam dia mencium bau parfum perempuan.
Awalnya dia ingin berpikiran positif seperti ucapan kedua sahabatnya tapi sudah beberapa hari ini Arif pulang malam dan bahkan dia sudah berganti pakaian .
Dan jawaban dari semua yang ada pikiran nya selama ini akhirnya terjawab, Endang menarik sudut bibirnya .
" Pak " Sang sopir menatap Endang " Bisa ke rumah Nada " Tanya Endang lembut.
" Bisa nyonya " Jawab sang sopir
" Makasih pak,nanti kita beli bunga dulu iya pak " Ucap Endang .
" Iya Nyonya " Jawab sang sopir lalu memutar kemudinya jalurnya berlawan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘
Like
koment
__ADS_1
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟