Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
part 34(2)


__ADS_3

Kini ketiga pria itu sudah berhadapan dengan wanita yang hampir saja membunuh Isna dan juga Calon anaknya .


" Lepas " Bentaknya dengan keras .


" Harusnya kamu sadar saat aku memperingati mu " Morgan duduk di depan Sonia uang yang tangan dan kakinya sudah di ikat .


" Laki² brengsek ,bajingan " Umpat Sonia ,Morgan Tersenyum sinis .


" Iya aku akui itu, tapi nyatanya kau menyukai pria bajingan ini bukan " Jawab Morgan .


" Lebih tepatnya uang nya,Kau lupa siapa aku bahkan setelah melayani ku pun kamu akan melayani yang lainnya " Sonia membulatkan matanya .


Gluk


" Kaget " Morgan tertawa kecil ,tapi detik kemudian dia langsung menatap Sonia bahkan dia mencekram rahang wanita itu membuat Sonia ketakutan dan gemetar .


" Jika terjadi papa dengan anakku apa lagi istri ku mungkin saat itu juga kau anak mati " Sonia menggeleng cepat " Sekalipun mereka baik² saja kau tetap mati nantinya " Lanjutnya dengan Tersenyum jahat .


Morgan berdiri memakai sarung tangan lalu menengadah tangan nya ,dan seseorang memberikan pisau kecil untuknya .


" Aku tidak perna main² dengan ucapan ku, jadi katakan siapa yang membantumu masuk " Kini Morgan kembali menatap Sonia .


Sedangkan Rehan dan Arif duduk manis sambil menikmati nikotin yang menghasilkan asap lalu di keluarkan melalui hidung dan mulutnya .


" Sa- ya bisa masuk sendiri " Jawabnya Terbata .


" Aaakkhh" Morgan memberikan satu sayatan di wajah Sonia membuat wanita itu berteriak histeris .


Tes


" Sakit " Pekik Sonia saat air garam itu menetes mengenai luka di wajahnya .


Dia tidak pernah menyangka bahwa Morgan yang dia kenal akan berubah menjadi psikopat jika sedang marah .


" Ja-ngan aku mohon " Ucap Sonia Gugup,cairan bening yang ke luar dari mata nya sudah bercampur dengan air garam yang di berikan Morgan .


" Aku tidak keberatan melukis lagi,jika kamu masih ingin tetap diam " Morgan kembali menatap Sonia .


" TONI " Pekik Sonia memejamkan matanya saat Morgan kembali akan melukai wajahnya .


Sedangkan yang dia sebut namanya, akan siap berlari tapi baru saja melangkah dia langsung terjatuh .


Dor .


" Aakkhhhh "


" Seret dia " Ucap Arif, setelah mengeluarkan timah panas milik nya .


" B-os saya min...."

__ADS_1


dor


" Aakhhkkk" Arif kembali menembak kaki kanan pria itu .


" Apa yang kamu dapat, tubuhnya atau apa uangnya ?? Tapi aku tidak yakin bahkan gaji kalian lebih besar dari harga tubuhnya " Rehan mendekati pria itu sambil berjongkok tepat di depan nya " Kamu perna melihat penghianat di maafkan " Toni menggeleng sambil menahan kaki nya yang terus mengeluarkan darah .


Dor


Sonia memejamkan matanya kuat saat Rehan mengeluarkan timah panasnya tepat di kepala Toni ,dengan gaya angkuh nya dia berdiri merapikan jas nya .


" Buang jangan sampai meninggal kan jejak , Dan untuk kalian berpikir lah ribuan kali jika tidak ingin seperti dia " Ucap Rehan .


Sonia semakin kaget dengan mata yang hampir ke luar, mereka seperti orang yang profesional saat membunuh bahkan bisa di bilang itu hal biasa bagi mereka .


" Harusnya kamu mendengarkan aku bukan " Sonia kembali menatap Morgan lalu menggeleng kan kepalanya menatap memohon pada pria itu .


" Kenapa ?? Kau tidak ingin mati " Sonia mengaguk cepat , sekujur tubuhnya mendadak bergetar bahkan mungkin jiwanya sudah ke luar dari tubuhnya .


" Baiklah aku memberi mu keringanan beberapa jam dari sekarang ,setelah itu ucap kan pada dunia selamat tinggal " Ucap morgan Tersenyum .


" Aku mohon lepaskan aku ,aku janji tidak ....." Morgan menggeleng kan kepalanya " Aku tidak butuh janjimu " Ucap Morgan cepat .


" Kalian siap " Tanya Morgan pada bawahan nya .


' Siap Bos " Ucap mereka bersamaan yang berjumlah sekitar 6 orang .


" Waktu kalian hanya 3 jam jadi nikmati itu, setelah itu selesai kan" Ucap Morgan .


" Morgan ....tunggu ....Morgan ... Jauh " Bentak Sonia menatap bawahan ketiga pria itu .


Morgan, Arif dan Rehan menatap ke arah depan melihat bagaimana ganasnya bawahan mereka melakukan kerjaannya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ceklek


" Dari mana " Morgan menggerakkan tangannya memberikan isyarat jari untuk berhenti .


" Kamu berdarah " Pekik Isna tapi lagi² Morgan mengehentikan nya " Babe " Morgan menatap dingin Isna membuat wanita itu terdiam dan barulah dia masuk dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya .


melihat Morgan masuk dia menyiapkan pakaian Morgan setelah itu dia duduk di sofa menunggu pria itu .


Isna sedang mondar mandir sambil menggigit jarinya, dia takut Morgan kenapa², dia jelas melihat jika memang tadi darah .


15 menit Morgan ke luar sudah tampak segar dia langsung berjalan ke arah tempat tidur memakai pakaian yang sudah di siapkan Isna tanpa rasa malu dia langsung membuka handuk nya begitu saja .


Isna menatap seluruh tubuh Morgan tidak ada luka apa pun?? Lalu tadi darah apa tidak mungkin kan darah ikan atau nyamuk .


" Apa yang ingin kamu tanyakan " Isna menatap Morgan bingung yang kini sudah duduk di samping nya sambil memeluk pinggang nya dan mengelus perutnya .

__ADS_1


" Kenapa belum tidur ,ini sudah larut " Tanya nya lagi menatap wanita yang kini sudah berstatus istri nya .


CUP


" Tanyanya lah aku akan menjawab nya " Ujarnya sambil menatap lembut Isna .


" Kamu dari mana " Tanya Isna keduanya saling beradu tatapan .


" Markas " Jawabnya jujur ,isna mengeritkan keningnya karena dia tidak tahu hal itu " Bikin apa ?? Itu tempat apa " Tanya mya lagi .


"Tempat orang yang suka mencari masalah " Isna memicing kan matanya " Apa darah tadi ada kaitannya dengan kejadian semalam " Morgan mengaguk tanpa ragu " Apa yang kamu lakukan " Tanya Isna sedikit meninggikan suaranya .


" Rendahkan suaramu Honey, kau akan membuat anakku kaget " Isna menghela napas panjang " Sebentar kamu siapa " Tanya Isna .


" Aku Morgan, suamimu " Jawabnya tenang .


" Babe " Bentak Isna kesal .


" Aku hanya menyelesaikan apa yang harus aku selesaikan ,dan aku membenci nya karena dia aku hampir kehilangan kalian,dan darah tadi darahanya sudah jelas " Isna menutup kedua mulutnya kaget .


" Babe " panggil Isna Terbata .


" Aku hanya ingin memastikan kalian baik² saja " Ucap morgan lembut .


" Tapi bukan berarti membunuh Morgan " Bentak isna emosi .


" Itu konsekuensinya jika berurusan dengan kami atau yang lainnya" Morgan memejamkan matanya bersandar di sofa memijat pangkal hidungnya.


" Ini bukan yang pertama " Morgan mengagguk " Kamu tidak akan membunuh kami kan nanti nya " tanya nya Gugup .


" Kamu bisa bertanya pada Rosna dia akan menjelaskan semuanya , sekarang kita tidur aku lelah " Isna menepis tangan Morgan yang menyentuhnya " Honey " Panggil Morgan rendah .


" Aku akan tidur di kamar lain " Ucap Isna .


" Ini perkejaan ku ,dan ini aku ,apa kamu kecewa " Kini Morgan menatap Isna .


" Kenapa tidak jujur " Pekik Isna emosi .


" Rendahkan suaramu kita di rumah tuan Naufal, kedua orang tuanya tidak tahu ,hanya tuan Naufal dan nyonya Queen jadi rendahkan suaramu ,ini terkahir nya aku memperingati mu " Isna semakin di buat kaget bahkan bos dan istri nya sudah tahu dari sebelumnya .


" Menurut dan besok kau ke apartemen Rehan " Isna menurut sekalipun dia sendiri takut .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘


Like


koment

__ADS_1


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2