
Hari terus berganti kini usia pernikahan Naufal dan Queen akan memasuki 3 bulan 2 Minggu lagi .
Dan hubungan ke dua nya hanya terjalin untuk Eliza ,Naufal mau pun Queen saling menjaga jarak .
Dimana Queen tidak ingin terlalu jauh mencintai Naufal,tapi beda halnya dengan Naufal yang masih memikirkan masa lalunya .
Sudah beberapa hari ini juga Queen merasa kepalanya pusing dan tiap hari dia selalu mual di pagi harinya .
Seperti saat ini Queen berusaha untuk tetap sadar sekalipun dia sudah lemas ,ini hari ke tiganya dia seperti ini .
Sehingga dia tidak memasak sarapan untuk Naufal dan Eliza karena terlalu lemas untuk melakukan aktivitas paginya .
Tok ...tok ..
"Ini aku " Ujar seseorang dari pintu luar .
" Masuk "
Ceklek .
" Kamu sakit ?? " Queen menatap Naufal yang baru saja masuk di kamar nya .
" Hanya pusing " Jawab Queen seadanya sambil memejamkan matanya sambil bersandar di sofa kamarnya .
" Jangan terlalu bekerja di sini sudah ada pelayan,Eliza juga ada yang urus " Queen hanya mengaguk .
" Mau aku antar ke rumah sakit " Queen menggeleng cepat " tidak usah nanti juga hilang sendiri " Jawab Queen lemah .
" Baiklah ,aku keperusahan dulu ,kamu istirahat lah Tidak usah menjemput Eliza dia bersama Isna " Queen hanya menggaguk .
" Lebih baik aku ke apotik " Ujar Queen lalu berusaha bangun untuk membersihkan diri .
Setelah selsai Queen langsung ke luar kamarnya .
" Nyonya Sarapan nya " Queen menatap Yuyun .
" Nanti pulang aja Yun " Jawab Queen .
" Baik nyonya " Ujar yuyun
Queen langsung membawa mobilnya mencari apotik yang terdekat saja .
Sesampainya di apotik Queen langsung turun setelah memarkirkan mobilnya .
" Ada yang bisa saya bantu nona " Tanya penjaga apotik .
" Obat pusing ada " Tanya Queen .
" Pusingnya seperti apa nona " Tanya penjaga apotik lagi .
__ADS_1
" saya juga bingung yang jelas kepala ku pusing dan setiap pagi aku mual " Ujar Queen menjelaskan keluhannya .
" Maaf ,apa nona sudah dapat tamu bulanan " Queen kembali terdiam sambil mengingat kapan terkahir dia datang bulan .
Lalu dia menatap penjaga apotik dengan mata melotot .
" Sebaiknya nona tes dulu jika benar anda bisa langsung periksa " Ujar penjaga apotik tersenyum .
" Berikan yang terbaik 5 " Penjaga apotik mengaguk .
" Baik nona " Ujar penjaga apotik .
" Benarkah kamu sudah hadir sayang " Gumam Queen mengelus perut nya.
Pantasan belakangan ini nafsu makannya bertambah di tambah lagi mual nya di pagi hari ,seketika ingatan nya kembali pada kakak iparnya Adara .
" Nona " Queen langsung berdiri dan memberikan uang .
" Lebih baik di gunakan pada waktu pagi saat anda bangun tidur karena hasilnya lebih akurat " Queen mengaguk .
" Ambil saja kembalian nya , terimakasih " Ujar Queen lalu pergi begitu saja tanpa mendengar jawaban penjaga apotik .
Sesampainya di parkiran Queen langsung membawa mobil kembali ke apartemen dengan perasaan gugup .
" Jika memang kamu ada ,jangan kecewa jika nanti kamu tidak di harap kan tapi percayalah jika bunda bersama mu " Gumam Queen mengingat ucapan Naufal yang meminta meminum obat konsepsi .
Saat sampai di apartemen Queen langsung masuk dalam kamarnya .
mencari ponselnya mencari sesuatu yang mungkin bisa menjawab keadaannya saat ini .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Sedangkan di perusahaan Naufal sibuk dengan pekerjaannya tapi dering HP nya membuat fokusnya terpecah .
Karena sejak tadi selalu nomor yang sama yang menghubungi nya .
" Jika tidak penting aku pasti kan hidupnya hancur " Gumam Naufal lalu mengangkat telepon nya .
" Hallo " Ujar Naufal kesal .
" Sayang " Naufal langsung menegang di tempat nya ,lalu dia kembali menatap hp nya .
" Si-apa " Tanya Naufal gugup .
" Apa kamu sudah lupa dengan ku " Tanya di seberang dengan nada kesal .
" Maaf sepertinya anda salah sambung " Ujar naufal ingin mematikan sambungan telepon tapi suara seberang mengurung kan niatnya .
" Aku Lina !! Apa kamu sudah melupakan aku ,bukannya kamu mencintai ku " Tanya Lina dengan kesal .
__ADS_1
" Kenapa kamu menghubungi ku ,aku sibuk " Ujar Naufal .
" Aku sudah di Indonesia ,aku merindukan kalian besok aku ke perusahaan " Naufal langsung mematikan HP nya .
Tidak berapa lama HP nya kembali berdering tapi Naufal abaikan .
Naufal memejamkan matanya kuat sambil memijat pangkal hidungnya berdasar pada kursi kerjaannya.
Ceklek .
" Ada apa dengan wajahmu " Tanya Daniel berjalan ke arah Naufal sambil membawa beberapa berkas .
" Aku minta tanda tangan mu " Naufal membuka matanya menatap Daniel .
" Dia sudah kembali " Daniel mengeritkan keningnya .
" Siapa " Tanya Daniel bingung .
" Lina " Daniel melotot kan matanya tajam .
" Jangan anek² Fal ,aku tidak ikut campur jika terjadi sesuatu " Ujar Daniel.
" Entah lah, kepalaku pusing Niel " Naufal membuang napas panjang nya .
" Terserah , yang penting aku sudah ingatkan sebelumnya " Ujar Daniel malas .
" Kau masih ingat ucapan ku dulu bukan , sekarang dia datang seolah dia menyesal dengan apa yang dia lakukan dan akan menembus rasa bersalah nya selama ini , sekarang nikmati drama nya " Lanjutnya lagi lalu mengambil berkas yang sudah di tanda tangani Naufal .
" Semoga kali ini kamu masih waras sehingga bisa melihat mana yang baik dan tidak ,sehingga tidak kembali terlihat menyedihkan Han karena wanita seperti nya " Uang Daniel sebelum meninggal ruangan Naufal .
Naufal hanya bisa menghela nafas panjang nya lalu dia menatap pekerjaan nya .
Telepon dari Lina membuat semangat kerjanya hilang seketika ,di mana dia memikirkan Queen karena dia sudah menikah .
Lalu kini dia hadir dengan gampangnya dia bilang rindu selama ini dia ke mana ??
Naufal mengusap wajahnya kasar lalu berdiri dari kursi kerjaannya menatap ke luar jendela .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
DUKUNG TERUS NAUFAL DAN QUEEN
LIKE
KOMENT
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘😘
__ADS_1