
Setelah mengantar Eliza dalam ruangannya ,Morgan kembali dalam mobil, dia melihat Isna menatap ke arah luar .
Dengan pelan Morgan menarik Isna dalam pelukannya walau ada penolakan dari Isna .
" Maaf " Isna mendorong tubuh Morgan tapi pria itu tetap memeluk nya tenaganya cukup besar sehingga membuat Isna lelah sendiri .
" Maaf,aku tidak bermaksud melupakan atau sengaja tidak menghubungi mu tapi kami harus menyelesaikan semuanya karena tuan memberi kami waktu seminggu sedangkan yang kami tangani bukan hal kecil !! " Isna hanya terdiam dalam pelukan Morgan .
" Maaf " Morgan melonggarkan pelukannya lalu menatap wajah Isna yang sudah basah " Maaf " Cicit Morgan Sambil menghapus air mata Isna .
" Kapan pulang " Tanya Isna sesegukan .
" Jam 8 pagi kemarin terus langsung ke perusahaan karena ada hal yang harus kami bahas sama tuan muda ,terus aku sama Arif singgah di apartemen Rehan istirahat karena di sana tidak ada Istri nya " Morgan masih menatap Isna yang juga menatap nya " apa sampai pagi di apartemen tuan Rehan " Morgan menggeleng .
" Sorenya Rehan menjemput istrinya ,jadi kami kembali ke apartemen masing² ,kenapa aku tidak menghubungi kamu semalam karena aku sudah tahu akan seperti ini yang ada kita akan berdebat panjang jadi lebih baik aku tahan biar tidak ada salah paham "
Bugh .
" Kamu ngeselin tau " Tangisan Isna kembali pecah karena kesal ,bukannya marah Morgan malah tertawa kecil .
" Koh jadi cengeng sih ,kemarin² aku pergi kamu tidak seperti ini loh " Ucap Morgan bingung .
" Tau ah kesal " Jawabnya .
" Mau ikut ke perusahaan ? soalnya banyak yang harus aku selesaikan " Isna menggeleng " Aku harus temani Non Eliza karena dia akan latihan tari " Morgan mengagguk paham.
" Baiklah ,jika tidak sibuk aku akan menjemput kalian " Isna hanya menggaguk ' Honey "
CUP
__ADS_1
Morgan membungkam bibir Isna dengan lembut dan menuntut ,bahkan Morgan menahan tengkuk Isna untuk semakin dalam .
Isna yang sudah terbiasa hanya mengikuti saja bahkan dia juga membalasnya dan mengalungkan tangannya di leher Morgan .
" Sudah , aku takut keterusan " Ucap Morgan lalu mengusap pelan bibir Isna dengan ibu jarinya .
" Hati² , CUP " Morgan Tersenyum kuda saat Isna berani mencium nya lebih dulu .
" Nakal iya " Isna hanya tertawa lalu ke luar dari mobil Morgan .
Sedangkan di perusahaan Arif di buat kesal karena menunggu Morgan yang tidak kunjung datang .
" Apa bos mu itu sudah bosan hidup atau uangnya sudah banyak " Ucap nya pada Endang sekertaris Morgan.
" Maaf tuan, mungkin tuan senang menjeput Nona Eliza " Arif mendengus kesal .
Luaskan hatiku Tuhan , menghadapi tuan Morgan saja kepala ku sudah mau pecah ,lalu kenapa kau uji aku dengan kehadiran nya ,luaskan tuhan luaskan Ucap Endang dalam hati .
" Apa kau sedang mengadu pada tuhanmu " Endang langsung menggeleng cepat " ti-dak tuan " Jawabnya gugup .
" Cih, tuh di jidatmu tertulis " Endang langsung memegang keningnya lalu menatap telapak tangan nya .
Benarkah Batinnya lalu kembali memegang keningnya .
" Berhenti bersikap bodoh ,lebih baik mulai saja " Ucap Arif kesal .
Tahan demi cuan yang banyak Batinnya kesal .
" Apa "
__ADS_1
' Tidak tuan ,anda sangat tampan " Arif berdecak " Dari dulu " Jawabnya ketus .
OMG !! selain dingin, kasar ,dia juga sangat besar kepala Batin Endang menggeleng .
Tuk .
" Apa yang kamu pikirkan cepat mulai " Endang menatap sinis Arif lalu membuka berkas yang ada di depannya.
" Dasar manusia kulkas " Gumam Endang sambil mengelus pelan keningnya .
' Aku dengar Endang Yunisa Putri " Ucap Arif datar .
" Maaf tuan " Jawab Endang yang hanya di jawab decakan dari Arif .
" Mulai " Titah Arif tegas membuat Endang mendadak fokus karena ini bukan waktunya main² .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😚😚😚😚
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
"
__ADS_1