
Saat Daniel tengah sibuk membantu yang lainnya ,tiba² sebuh mobil mewah berhenti tepat di depan tenda .
Daniel menatap ke arah mobil itu lalu mendekati nya saat tahu siapa pemilik mobil mewah itu .
Bahkan iringan mobil mewah itu membuat semua orang yang sedang membuat tenda itu menatap ke arah nya .
Tidak berselang lama ke luar lah Naufal bersama Zaza di gendongnya .
" Akhirnya kau datang " Ucap Daniel mendekati Naufal .
" Abang " Daniel menatap ke belakang ternyata Adara lalu apa ini ??
Kenapa Iparnya menatapnya begitu tajam, Daniel Menelan ludahnya dengan susah .
" Siapkan dirimu " Bisik Naufal membuat Daniel semakin ketakutan .
Adit yang melihat kedatangan anak dan menantunya serta anak dari sang sahabat langsung mendekat ke arah mereka di ikuti Usman .
" Siapa mereka " Tanya Usman .
" Anak dan menantu ku ,yang gendong anak besar itu anaknya Faisal dan cucunya " Usman melotot kan matanya .
Tidak berselang lama keluarlah pria yang bernama Faisal dan di susul Desi .
Dengan langkah besar usman mempercepat langkahnya menuju pria itu .
Bugh .
Semua orang menatap ke arah Faisal dan Usman .
" Apa Kau ....Usman " Gumam Faisal tertahan saat melihat siapa yang memukul nya Sekalipun tidak keras .
Tapi membuatnya meringis juga ,Desi langsung menatap pria yang tadi memukulnya .
" Siapa yang mengundang mu " Ucap Usman ketus ,semua orang yang di situ di buat bingung .
" Apa Risna calon istri Daniel anak mu ?? Astaga seperti nya mata Daniel sudah buta memilih wanita " Ucap Faisal mencibir .
" Apa maksudmu " Bentak Usman kesal .
" Biarkan saja mereka " Ucap Adit menatap menantunya saat pengawal yang membawa mereka akan mendekati ke arah Faisal dan Usman .
Karena mendengar ada keributan di luar membuat Desi dan Iin harus ke luar .
Apa lagi Iin mendengar jika suaminya memukul orang yang baru saja datang dengan mobil mewah dan di iring beberapa mobil pengawal .
" Mas kenapa memukul suami ku " Bentak Desi kesal .
" Mbak "Desi langsung menatap ke arah dia wanita yang sedang menatap nya .
" Teteh " Desi langsung meninggal kan Faisal dan memeluk Iin .
" Dari mana saja ,aku merindukan teteh ?? Apa teteh tidak merindukan kami kenapa baru kelihatan " Naufal menatap Daniel meminta penjelasan .
" Mereka teman lama " Hanya itu yang ke luar dari mulut Daniel .
" Ayo masuk dulu " Ujar Iin .
Marni menatap Adara yang menantunya yang datang sambil menggendong Twins .
" Maaf sudah membuat kalian harus ke sini " Ujar Marni lalu mengambil baby Ed di gendongan Raymond .
" Kenapa mendadak Ma " Tanya Adara .
" Kita bicara di dalam " Ujar Marni lalu mereka semua masuk ke dalam .
bisik² dari para warga semakin memanas saat melihat wajah Raymond siapa yang tidak mengenal seorang pengusaha muda yang memiliki kekayaan tak terhitung.
Mereka masuk langsung menuju lantai dua yang memang tidak ada seorang di sana .
" Siapa mereka mBa " Tanya Iin .
" Ah ini anak perempuan ku , namanya Adara dan ini menantuku dan yang aku gendong ini cucu ku kembar " Ujar Marni bangga .
" Mereka lucu sekali Mba " Marni mengaguk .
" Papa " Semua orang menatap ke arah Eliza yang sejak tadi terdiam .
" Kenapa Hm " Tanya Daniel lembut lalu mengambil Eliza dari gendongan Naufal .
__ADS_1
" Mama Mana " Tanya Eliza menatap Daniel .
" Mungkin di kamar ,Zaza ingin sama mama " Eliza mengaguk cepat .
" Ayo kita lihat mama " Ujar Daniel.
" Mas " Daniel mengehentikan langkahnya menatap Queen .
" Boleh aku ikut " Daniel mengaguk " Boleh nona Regina " Queen pun berdiri mengikuti Daniel .
" Cepat kembali "Daniel mengaguk pelan " I-ya tuan " Jawab Daniel gugup .
Lalu meninggalkan mereka yang masih berada di situ .
" Tunggu iya mba ,aku ke bawah dulu " Marni dan Desi mengaguk .
" Bukan dia tuan muda Raymond " Tanya Usman menatap Adit .
" Iya dia menantuku " Usman melotot kan matanya .
" Kenapa dia bisa mau sama anak gadismu " Raymond menaikan alisnya sebelah menatap Usman .
" Jaga ucapan mu jika tidak ingin rumahmu rata dan pernikahan ini tidak akan terjadi kamu lihat bukan di luar tadi banyak pengawal " Bisik Adit membuat Usman memucat .
" Maaf kan saya Na....Tuan " Ralat Usman dengan cepat .
" Risna anakmu Man " Usman mengaguk " Kenapa kami tidak menyadarinya selama ini iya " Tanya Faisal menatap Adit .
" Karena Dia jelek " Usman menatap Adit tajam jika saja tidak ada Raymond mungkin saja sudah membunuhnya .
" Maaf Lama " Raymond langsung berdiri mendekati Daniel .
BUGH .
Naufal meringis melihat sepatu mahal itu menendang tulang kering Daniel begitu juga yang lain .
Tapi mereka tidak bisa melakukan papa ,dengan sekuat hati Daniel menahan itu .
" Ma-af " Ujar Daniel sekalipun dia tidak tahu apa kesalahan nya .
" Karenamu Istriku menangis, kamu punya nyawa Berapa sehingga berani membuat nya nangis Hah " Bentak Raymond membuat Daniel menelan ludahnya paksa .
" Makanya pakai pengaman " Daniel hanya terdiam,lalu Raymond menelpon seseorang .
" Bawa masuk barangnya " setelah itu dia kembali duduk di samping sang istri .
" Abang ,maaf Adara hanya punya ini soalnya tidak sempat belanja " Daniel menatap sang adik saat mengeluarkan satu set perhiasan itu sudah di pastikan pasti mahal .
"Karena mendadak pasti Abang belum menyiapkan nya kan ' Daniel mengaguk berkaca kaca .
Ingin sekali memeluk Adara tapi dia masih ingin menikah dan hidup bersama Istri dan anaknya .
" Kenapa harus repot-repot nak " Ujar Adit menatap sang putri .
" Tidak repot koh Pa " Jawab Adara .
Tidak berselang lama datang lah beberapa orang membawa seserahan membuat Marni, Adit dan Daniel melotot kan matanya .
" Tu-an " Panggil Daniel lirih .
" Terimakasih tuan " Daniel menunduk kepalanya pada Raymond .
" Menantumu menakutkan " Bisik Usman pada Adit yang hanya mengaguk .
" Kau sudah mempunyai mahar " Tanya Raymond .
" Risna tidak menginginkan tuan " Jawab Daniel lirih .
" Berikan padanya " titah Raymond pada pengawal.
" Baik tuan ,tuan " Daniel mengambil map yang berwarna coklat dari tangan pria itu .
Secara perlahan dia membuka map itu ,seketika mata daniel melotot saat melihat isinya di mana di dalam penyerahan kepemilikan sebuah hotel dan di sana nama calon istri nya lah yang tercantum .
" Jadikan itu maharnya " Daniel tidak tahu harus berkata apa ,dengan perasaan harunya dia langsung memeluk Raymond .
" Terimakasih tuan , terimakasih " Marni dan Adit yang ikut terharu pun hanya bisa menangis di tempat .
" Kau tidak ingin melepaskan nya " Daniel langsung melepaskan saat mendengar suara berat Raymond " Maaf tuan " Ucapnya sambil tersenyum .
__ADS_1
" Niel " Naufal mengeluarkan sesuatu buat Daniel .
"Maaf hanya ini yang bisa aku berikan " Naufal menyerahkan map yang sama seperti Raymond dan juga kotak perhiasan yang di minta Daniel .
" Kenapa harus seperti ini,dengan kehadiran kalian sudah membuatku senang " Ujar Daniel serius .
" Lo ada apa ini " Tanya Iin yang baru datang membawa kue serta minuman .
" Anak kita kaya Bu " Ujar Usman
PLak
" Apa kau tidak bisa diam saja " Ujar Faisal menatap tajam Usman .
" Makanya jangan hanya sawah yang kamu urus ,jadi miskin kan " Cibir Adit yang tidak mau ketinggalan .
Marni,Desi dan Iin hanya menggeleng saja .
" Sekalipun aku miskin ,tapi anakmu sudah membuat anakku hamil sebelum menikah " Ucap Usman ketus .
" Mereka kan sama² mau, memang seperti mu yang hanya mengharap kan milik orang " Cibir Faisal .
" Syukur Marni tidak mau bersama mu ,jika iya bisa saja hidupnya kini sengsara " Cibir Adit lagi .
" Sadar diri ,jika bukan karenamu ,aku sudah menikah dengan Marni " Bentak Usman .
" Kenapa karenaku, Desi menyukaiku begitu juga aku " Balas Faisal telak .
" Tapi dia mencintai Adit bodoh " Umpat Usman .
" Tapi aku tidak serakah seperti Mas ,saat tahu mas Adit menyukai Mba Marni " Jawab Desi membuat Usman terdiam .
" Kalian " Tunjuknya pada Marni dan Desi " Selalu membelah penghianat ini " Tunjuk nya pada Faisal dan Adit yang duduk di samping nya .
Naufal menatap Daniel yang hanya tersenyum kuda lalu berbisik " Seperti nya takdir ku sangat sial " Naufal tertawa kecil .
" Sudah ayo minum dulu ,apa kalian tidak malu pada mereka "Ucap Iin menatap pada Raymond,Adara,dan Naufal .
Tidak berselang lama Risna kembali bersama Queen dan Eliza .
" Teh " Adara Tersenyum lalu berdiri sambil menggendong baby El .
" Kamu baik² saja kan " Risna mengaguk " Maaf membuat teteh harus ke sini bersama twins dan tuan " Adara Tersenyum .
" Sudah tidak papa, kenapa ke luar istirahat saja " Ucap Adara lembut .
" Nak " Adara menyerahkan baby El pada Adit lalu memeluk Risna .
" Terimakasih sudah menerima Abang, makasih juga buat keponakan dan adik buat twins " Ujarnya lembut .
Risna Mengaguk Tersenyum " Terimakasih sudah hadir " Adara melepaskan pelukannya lalu berjongkok di depan perut Risna .
" Hai ,tumbuhlah berjuang bersama Mama ,Abang Ed sama kak El menunggumu " Ujar Adara lalu mengelus perut Risna .
" Sudah² ayo di makan dulu ini sudah mau magrib sebentar lagi acara ya mau di mulai " Ujar Iin .
" Ah iya maaf aku harus turun ke bawah melihat persiapan " Ujar Usman .
" Iya pergilah " Usir Faisal membuat Usman mendengus kesal .
Lalu mereka menikmati hidangan sederhana itu di temani minuman hangat .
Jangan tanyakan apa Raymond memakannya ,jelas karena dulu saat ibu dari Elvi masih hidup .
mereka sering bersamanya sehingga membuatnya tampak biasa saja .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
*Dukung terus Naufal dan Queen
Daniel dan Risna
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟*
__ADS_1