
Kini Queen sudah berada di depan sekolah Eliza,tapi ada yang membuat nya penasaran saat melihat orang² berkumpul .
Tanpa menunggu lagi dia langsung mendekat karena tiba² perasaan nya tidak enak pada sang anak .
Dan benar saja dia melihat anaknya sedang menangis ketakutan .
" Eliza " Pekik Queen lalu membantu Eliza berdiri ,lalu dia menatap sekeliling nya .
Mencari keberadaan Isna yang tidak ada .
" Sayang kenapa " Tanya Queen sambil membantu Eliza berdiri .
" Apa kamu keluarganya " Queen langsung menatap wanita yang terlihat arogan di matanya .
" Saya bunda nya " Uang Queen berdiri dan menggendong Eliza .
" Pantasan ,ajarin anaknya jangan kurang ajar pada anakku " Ujar sang wanita itu .
"Apa kamu sudah bertanya siapa yang salah " Tanya Queen menatap tajam wanita itu .
" Jelas² anakmu yang salah karena dia mendorong lebih dulu anakku , lihat lah sampai lutut nya luka " Ujar wanita itu .
" Tidka bunda ,dia mengejekku karena tidak punya bunda dan dia mengatakan Eliza anak haram sehingga bunda meninggalkan aku " Queen meradang bahkan kini wajahnya sudah memerah apa lagi Eliza masih menangis .
" Apa pantas seorang anak mengatakan hal seperti itu nyonya ,yang harusnya di ajarin itu anak Anda bukan anakku " Ujar Queen menekan ucapan nya .
Anakku juga terluka bukan hanya anak anda " Lanjutnya lagi .
" Cih apa kamu bunda barunya, aku akan meminta sekolah untuk mengeluarkan dia dari sini " Queen tersenyum miring .
" Kita lihat siapa yang akan di keluarkan dan aku akan pastikan bahwa sekolah ini tidak akan menerima lagi orang seperti anda " Ujar Queen tegas .
" Kau yakin sekali nyonya ,apa kamu tahu siapa suamiku hah " Bentak wanita itu ,Queen langsung tertawa kecil .
" Apa perlu aku memperkenalkan diri , kenalkan aku Regina Alexander Mateo anak dari Henry Alexander Mateo cucu dari Radit Mateo Istri dari Naufal Zeroun Agrata " Ujar Queen menekan ucapan sambil menatap wanita itu yang sudah memucat .
" Ke luarkan mereka dari sekolah ini " Ujar Queen menatap kepala sekolah yang baru saja datang .
" Baik nyonya " Jawab kepala sekolah .
" Harusnya sikap aroganmu simpan dengan baik ,dan nikmati lah kehancuran mu bahkan aku tidak jamin perusahaan suamimu itu akan aman " Ucap Queen tersenyum sinis .
Dia memang wanita yang lembut tapi jika sudah ada yang mengusik nya dia tidak tanggung² membuat mereka berlutut memohon.
" Ny-onya ..."
" Bawa Eliza ke mobil " Isna langsung menggendong Eliza yang masih menangis .
" Nyonya ma-afkan .."
" Jauhkan dia dari pandangan ku ,jangan sampai mereka mendekat ke arah anakku " Tiba² pengawal muncul membuat ibu² yang ada di sana kaget dan takut sambil memeluk anaknya .
" Satu yang harus kamu ingat bahwa sekolah ini milik RM Corp kau tahu bukan artinya apa jadi aku tidak perlu menjelaskan , Kumpulkan semua data orang tua yang sekolah di sini dan keluar kan orang² yang sikapnya sama seperti nya " Ujar Queen lalu meninggalkan mereka begitu saja .
__ADS_1
Dia begitu kesal saat melihat anaknya hanya sebagi tontonan sedang kan yang lainnya hanya diam saja membuatnya semakin kesal jika mengingat itu .
" Saya mohon biarkan saya meminta maaf pada nyonya regina " Ujar wanita itu memohon saat pengawal mencegahnya .
" Bersikap lah seperti tadi nyonya " Ujar pengawal mencibir .
" Tenang lah semuanya baik-baik saja kita akan ke rumah Opa " Ujar Queen saat sudah dalam mobil .
" Ma-af nyonya tadi saya sedang di toilet " Ujar Isna gugup .
"Sudah tidak papa ,lain kali panggil saja pengawal untuk menjaga nya atau menunggu nya " Ujar Queen lembut .
" iya nyonya , sekali lagi maaf " Queen hanya mengaguk .
" Ayo ke rumah Opa " Ujar Queen lalu menyalakan mobilnya untuk ke rumah orang tuanya .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" Siapa yang datang ini " Ujar Henry sambil menatap Eliza yang di gendong Isna .
" OPA " Teriak Eliza histeris sambil menangis membuat Henry Elvi dan yang lainnya menatap bingung .
" Kenapa princess" Tanya Henry menggendong Eliza .
" Lutut Zaza terluka ,teman Zaza jahat mereka bilang Eliza anak haram makanya bunda meninggalkan Eliza " Mereka langsung menatap Queen yang hanya membuang napas .
" Siapa yang mengatakan cicit Eyang begitu katakan pada Eyang " Ujar Daddy Radit yang sudah emosi .
" Mommy nya Bella Eyang " Ujar Eliza sesegukan .
" Albirru Ghaffi Elfarhza pemilik perusahaan GE Corp "Gumam Daddy Radit .
" Buat mereka sadar sampai mereka sendiri datang memohon pada cucuku " Ujar Henry tegas .
" Baik tuan " Jawab pengawal lalu meninggalkan mereka .
" Jangan menangis lagi ,siapa yang obatin lukanya " Tanya Henry lembut .
" Mba Isna " Ujar Eliza sesegukan .
"Ganti baju Eliza " Isna langsung membawa Eliza ke kamar Queen .
" Apa semua nya baik² saja " Tanya Henry to the poin .
Queen hanya tersenyum dia sangat tahu pasti Daddy nya itu tahu yang sedang terjadi dengan rumah tangga nya .
" Queen masih bisa atasi , Tidak usah takut aku bukan seperti mommy yang lemah lembut " Ujar Queen yang menatap Elvi yang memasang wajah kesal nya .
Iya karena memang itu kenyataan nya di antara mereka hanya Radhi yang mengambil sifatnya tapi itu hanya di luar sana jika sudah marah bahkan dia bisa seperti Henry .
Dan si bar² Raine entahlah dia mengambil sifat siapa tapi dia tetap anaknya .
Anak²nya itu tidak akan diam jika ada yang mengusik mereka dan itu sudah di pastikan jika lawan mereka tidak bisa hidup dengan tenang .
__ADS_1
" Jika butuh papa katakan pada Daddy " Queen mengaguk " jangan melakukan apa pun " Ucap Queen serius .
" of course " Jawab Daddy Radit .
" Tapi dia tidak memukulmu bukan " Queen mengaguk Cepat " Dia hanya dingin seperti Kak Ray ,bahkan aku seperti tinggal dengan kakak Ray " Cibir Queen lalu menatap Adara yang hanya tersenyum .
"Daddy percaya dengan mu " Queen hanya tersenyum .
" Eyang ganteng " Pekik Eliza sambil berlari .
" Hei kenapa berlari " Ujar Daddy Radit saat Eliza sudah di depannya .
" Mau es krim " Ujar Eliza dengan mata yang berkedip² .
" No " Ujar Queen tegas .
" Bunda " Queen menggeleng tegas membuat Eliza menunduk .
" Oma bisa buat es krim buah " Eliza langsung menatap Elvi berbinar .
" Mau ikut buat " Eliza mengaguk cepat " Bunda boleh " Queen mengaguk .
Elvi langsung ke dapur di ikuti Adara dan Eliza .
" Jangan menyembunyikan apa pun ,bahkan tanpa kamu bicara kami bisa tahu " Queen tertawa kecil.
" Apa Opa takut jika Queen menderita " Ujar Queen tertawa.
Membuat Daddy Radit dan Henry kesal seperti nya mereka salah khawatir pada keadaan Queen .
Sedangkan orang nya hanya biasa² saja ,bahkan dia malah bisa tertawa .
" Sudah ,aku mau belajar dulu masak nanti suami Queen bosan tiap hari makan itu terus " Daddy Radit dan Henry hanya berdecak .
"Kau tidak akan miskin hanya untuk membayar gaji pelayan Queen " Ujar Daddy Radit kesal .
" Tapi uang Queen akan berkurang Opa " Canda Queen tersenyum .
" Jangan bilang kamu sedang irit " Tanya Henry menaikan alisnya,membuat Queen tertawa lepas " Dasar " cibir Henry .
Henry tahu begitu jika Queen hanya ingin terlihat baik² saja di depan mereka ,tapi dia menghargai keputusan Queen yang ingin menghadapi masalah sendiri .
Hingga nanti Queen sendiri yang memintanya untuk membantunya .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
DUKUNG TERUS NAUFAL DAN QUEEN
LIKE
KOMENT
VOTE
__ADS_1
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘