Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
part 55 (2)


__ADS_3

Pagi harinya ruangan Isna sudah di penuhi para pengunjung termaksud bos dari suaminya dan juga mantan bos dari Isna Jangan lupa kedua sahabatnya pasti nya bersama sahabatnya .


" Selamat akhirnya kamu bisa mengurus anakmu Sendiri " Ucap Queen Tersenyum .


" Makasih Nyonya " Ucap Isna .


" Mba Isna katanya ada adek bayi ,koh tidak ada " Celetuk Eliza yang sejak tadi terdiam .


" Baby nya masih di ruangan seperti Xana dulu " Eliza hanya manggut-manggut sekalipun tidak paham .


" Selamat " Ucap Naufal Tersenyum tipis.


" Terimakasih tuan " Jawab Isna sopan .


Sedangkan di sisi lain Reza dan Raymond sedang duduk di sofa di temani ketiga pengawalnya sedangkan istri mereka duduk di pojokan tidak mungkin mereka gabung bukan .


" Apa yang kamu inginkan " Tanya Raymond tanpa ekspresi .


" Tidak ada tuan, tapi bisa kah anda memberikan nama untuk anak saya " Raymond menaikan alisnya menatap Morgan yang sudah menunduk takut dalam hatinya mengutuk mulutnya yang sudah Lancang .


" Silahkan di nikmati tuan " Ucap Rehan mencairkan suana .


Reza langsung mengambil beberapa kue dan juga mencicipi makanan yang ada di atas meja setelah di persilahkan .


" Apa kamu akan membayarku mahal " Tanya Raymond mengambil kue yang ada di atas meja ,Arif langsung memberikan tisu pada kedua bosnya .


" Maafkan saya tuan " Ucap Morgan .


" Pulanglah ke rumah utama untuk sementara itu permintaan Opa ,kamu tidak mungkin meninggalkan anak dan istri mu sendirian di apartemen sekalipun ada pelayan tapi mereka akan fokus pada pekerjaan bukan pada istri dan anakmu " Ucap Raymond .


" Iya tuan " Jawab Morgan .


" Siapa yang membuatnya " Tanya Reza


" Rosna tuan " Jawab Rehan " Jika anda mau nanti dia akan membuat nya " Lanjutnya lagi .


" Masih enak buatan Adara " Rehan langsung menutup mulutnya rapat, Arif memilih diam seribu bahasa karena ini masih pagi sangat tidak lucu mereka sarapan kata² kasar dan ketus terlebih dahulu sebelum sarapan utama .


"Bradley, beri nama itu bukannya nanti dia akan menjadi pengganti mu jadi dia harus menjadi pemberani seperti ayahnya , Pakai nama Daddy Bagian tengah nya karena Rehan juga begitu selebihnya terserah padamu " Morgan langsung menatap Raymond dengan mata berbinar .


" Teri....."


" Hadiahnya akan menyusul jika kalian sudah di rumah utama " Potong Reza dengan cepat lalu mengambil toples kue begitu juga Raymond tanpa mengatakan apa pun .


" Terimakasih tuan " Ucap Morgan bahagia sekalipun kedua bosnya sudah di dekat pintu .


" Dasar kulkas ,kutub Utara " Cibir Queen dari arah tempat tidur .


" Apa kalian tidak berpamitan pada Queen " Bukannya berhenti Reza dan Raymond pergi begitu saja .


" Sayang ,kamu lagi hamil " Ucap Naufal lembut memperingati Istri nya ,Queen menarik napas panjang lalu di hembuskan dengan pelan .


" Siapa nama anak kalian " Tanya Naufal membalikan badannya menatap Morgan .


" Bradley ,itu nama dari tuan Raymond " Jawab Morgan Tersenyum .

__ADS_1


" Jelek sekali ,apa dia tidak bisa mencari nama " Cibir Queen yang masih kecil .


" Berikan nama Daddy di belakang nya , kamu sudah tahukan jika Isna bagian dari keluarga kami " Morgan mengaguk .


" Terimakasih tuan, sudah mengizinkan anak kami memakai nama keluarga tuan " Ucap Morgan menunduk kepalanya .


"Selamat Kaka Morgan ehz salah siapa tadi namanya ayah " Tanya Eliza menatap Naufal .


" Baby Bradley " Ucap Naufal .


" Kenapa susah sekali " Gerutu Eliza .


" Lihatlah ,bahkan Eliza susah menyebutnya " Ucap Queen .


" Baby B saja iya kak, lidah Zaza terlipat " Morgan hanya mengaguk Tersenyum .


" Selamat ayah baby B " Ucap Eliza .


" Makasih Nona Eliza " Ucap Morgan .


" Siaplah sebentar lagi kamu, dan mungkin nama anakmu akan di singkat kalau Eliza sulit menyebut nya " Ucap Queen menatap Arif .


" Iya Nona Queen " Jawab Arif .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah kepergian kedua bos nya dan juga Queen serta suaminya mereka baru lah bernapas dengan lega .


" Jika aku tahu mendingan tadi aku di apartemen dulu " Ucap Rehan melonggarkan dasinya .


" Diamlah " Ucap Morgan kesal .


" Sudah jangan mulai, mas Morgan makanan Isna " Morgan mengambil makanan untuk istrinya lalu mendekat ke arah nya .


" Babe ke kantor saja di sini ada Rosna dan Aurellia " Ucap Isna saat Morgan sudah di dekatnya .


" Kasian Mba Endang jika mengurus sendirian babe " Lanjutnya lagi dengan wajah memohon .


" Apa tidak bisa Istri mu mengajukan cuti " Ucap Morgan membalikkan badannya " Lihatlah perut nya setiap dia jalan aku selalu berpikiran dia akan melahirkan saat itu juga " Lanjutnya .


" Sebulan lagi,baru dia cuti itu permintaan nya " Jawaba Arif tenang .


" Menyusahkan saja " Ucap Morgan kembali fokus pada istri nya " Kalau begitu habiskan makanmu " Isna mengaguk .


" Kamu liburkan " Tanya Rehan .


" Isna memintaku berkerja karena wanita hamil itu " Ucap Morgan tanpa membalikkan badannya .


" Saya bisa ...."


" Kamu kira aku ini bos yang jahat , mementingkan urusan pribadi " Potong Morgan kesal .


" Jangan meninggikan suaramu jika tidak ingin aku memotong nya " Ucap Arif tegas. .


" Kalau kalian berdebat terus mendingan pergi ,kalian selalu tidak tahu tempat dan keadaan " Ucap Rosna .

__ADS_1


" Lagi² Aurellia harus melihat kalian berdebat " Lanjutnya dengan kesal .


" Jangan menjawab sebelum dia memakimu " Arif diam saja begitu Morgan yang fokus pada istri nya .


" Nanti jaga Isna kan " Rosna mengaguk " Nanti pulang aku jemput " Ucap Rehan .


" Iya ayah " Jawab Rosna .


" Mas ,tolong ayam kecap nya " Arif memberikan ayam yang di minta Endang .


" Ada lagi yank " Endang menggeleng " Nanti aku bawa ke kantor iya Sebagian " Ucap Endang menatap Rosna.


" sudah di pisahkan Mba nanti ambil di mobil Mas Rehan iya " Ucap Rosna .


" Terimakasih " Ucap Endang Tersenyum .


" Beri tahu pada suamimu , rekening ku belum berubah nanti aku minta pada pria yang ada di depan sana " Ucap Rehan .


" Kamu tidak akan miskin hanya karena istri mu memberi makan pada istri kami " Jawab Morgan yang mendengar ucapan Rehan .


" Sekarang belum, tapi nanti iya kalau setiap hari mengisi perut kedua istri kalian ' Jawab Rehan .


" Salah kan dia kenapa dia jago masak " Ucap Arif tenang tanpa rasa bersalah .


" Hei dia masak untuk aku dan anakku ,bukan untuk kalian !! Makanya ajari istri kalian masak dengan baik " Cibir Rehan .


" di luar sana banyak yang pengurangan kalau mereka pintar masak kasian yang pengangguran " Ucap Arif polos .


" Kali ini aku setuju " Timpal Morgan .


" Jangan bicara bodoh, kalian mengambil pelayan di rumah utama " Ucap Rehan .


" Itu salah satunya " Ucap Morgan .


" itu kalian mengambil orang yang sudah punya perkejaan bodoh " Morgan hanya tertawa saja .


" Saling membantu sebagian dari sedekah tenaga dan sedekah gaji " Lidah Rehan berdecak mendengar ucapan Arif.


" Jangan membahas sedekah jika kerjaan mu membunuh orang " Cibir Rehan kesal .


" Itu juga sedekah mengurangi penghuni bumi yang sudah tidak berguna " Ucap Arif Tersenyum menatap Rehan .


" terserah " Ucap Rehan memilih mengalah.


Rosna , Endang dan Isna hanya bisa mendengar saja karena sudah terbiasa melarang mereka pun percuma .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘


Like


Koment


Vote

__ADS_1


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2