
Saat Isna menemani Eliza tidur HP nya bergetar dan itu panggilan dari Morgan .
" Iya "
" Turun ke bawah " Titah Morgan .
" Nona...."
" Turun atau aku yang naik ke situ " Potong Morgan cepat .
" Iya aku turun " Jawab Isna lalu menurunkan secara perlahan kakinya agar tidak menggangu Eliza .
Karena memang Eliza tidur sendirian di kamar Queen sedangkan dia tidur di belakang bersama pelayan yang lainnya jika Eliza sudah tertidur .
Saat semuanya aman Isna ke luar dari kamar tapi dia di kagetkan suara seseorang yang membuat napasnya berhenti seketika .
" Anak buahku tidak ada yang waras semuanya bajingan ,tapi saat mereka mencintai seseorang mereka tidak akan melakukan hal yang sama ,jadi pikirkan itu baik² " Isna membalikkan badannya menelan ludahnya kasar di mana Henry sudah berdiri di depannya dengan kedua tangan nya di dada sambil menatap Isna membuat nya menunduk .
" Kamu sudah bekerja dengan putriku cukup lama kamu pasti tahu cara kerja nya seperti apa ,jika miliknya di usik dan kamu bisa ambil cara itu jika milikmu di usik oleh orang lain ,tapi jika kamu merasa dia milikmu ,jika bukan maka biarkan mereka mendekatinya " Isna meremas pakaian tidurnya sambil menunduk kepalanya.
Kalian bisa bayangkan bagaimana perasaan Isna ,bahkan dia ingin terjun bebas ke lantai bawah biar dia mati .
Dan tidak bertemu dengan Ayah dari nyonya nya dan Opa dari sang nona muda nya .
" Pergilah " Jawab Henry saat melewati Isna begitu saja dan masuk dalam kamar Queen " Te.... terimakasih tuan " jawab Isna terbata lalu dia melorot kelantai memegang dadanya yang begitu cepat berkerja nya .
HP nya kembali bergetar membuat lamunannya buyar lalu kembali berdiri turun ke bawah .
Sedangkan dalam kamar Henry mengangkat Eliza membawa cucu nya ke kamar mereka yang ada di lantai satu .
"Dasar anak buah sialan " Umpat Henry kesal lalu ke luar dari kamar Queen sambil membawa Eliza .
Saat Isna membuka pintu Morgan sudah berdiri di depannya sambil bersandar di mobilnya .
Morgan langsung mendekati Isna saat melihat wajah Isna pucat dan berkeringat .
" Kenapa "
" Itu anu tuan " Morgan paham lalu dia menatap ke dalam tidak ada siapa² " Ayo ikut" Morgan langsung menarik tangan Isna yang masih syok dan mengatur napasnya .
" Kemana " Morgan membukakan pintu lalu di tutup kembali saat Isna sudah duduk di dalam .
" Kemana " Tanya Isna ulang " Apartemen " Jawab Morgan tenang .
" Bikin apa ?? Aku mau turun " Morgan langsung menekan tombol samping Kanannya sehingga pintunya terkunci .
" Buka Tidak " Morgan memilih menyalahkan mobilnya dan ke luar dari rumah besar itu .
" Morgan " Bentak Isna kesal tapi pria itu hanya diam saja .
" Apa mau mu ?? Tubuhku ? Apa mereka tidak bisa memberikannya hah " Morgan hanya melirik nya sekilas lalu menatap ke depan.
__ADS_1
" Bukan mereka yang tidak mau memberikan tapi aku yang tidak ingin, kalau pun mereka tidak ingin aku bisa mencari wanita di club' itu bukan hal yang sulit untukku " Jawab Morgan tenang .
Isna yang mendengar itu langsung melotot kan matanya kaget , apa tadi bukan hal yang sulit ,apa selama ini Morgan !!
Isna menggeleng kepala nya kuat semoga apa yang dia pikirkan tidak benar adanya .
" Kenapa ?? Kau keberatan " Tanya Morgan tanpa menatap Isna .
" Kau sudah bisa tahu kebiasaan ku dulu bukan !! Berganti wanita dan bermain di ranjang itu sudah kebiasaan kami ,Arif ,rehan dan aku mungkin yang lainnya juga tapi itu bukan urusan kami " Isna semakin di buat kaget .
Kenapa dia begitu tenang mengatakan hal semacam ini tanpa merasa canggung atau malu atau apa lah itu ,bukannya itu aib kenapa harus di umbar pikir Isna bingung .
" Apa kamu marah jika kamu bukan wanita pertama yang aku tiduri " Isna masih terdiam di tempat nya mencerna semua keadaan yang dia hadapi sekarang .
" Honey ..."
" Apa kamu menikmati nya " Potong Isna entahlah dia bingung sendiri kenapa pertanyaan itu keluar begitu saja .
" Iya ,makanya aku selalu bermain " Jawab Morgan tenang .
Jika dia tahu kini Isna memendam amarah mungkin Morgan tidak akan mengatakan itu ,tapi Morgan harus terbuka bukan karena kata Henry wanita itu makhluk yang paling aneh .
Entah nanti akibatnya apa dia akan pikirkan caranya yang penting mereka ke apartemen dulu bicara dari hati ke hati .
Setelah beberapa menit mereka sudah sampai di apartemen Morgan turun lebih dulu lalu membukakan pintu untuk Isna .
Lalu mereka perjalan ke arah lift dan masuk saat pintu nya sudah terbuka .
Morgan menatap Isna yang hanya terdiam sejak tadi, dan Morgan paham itu nanti mereka akan bahas .
Hingga lift berhenti dan pintunya terbuka ,Morgan menarik pinggang Isna lalu Mereka ke luar dari lift itu menuju unit Morgan.
Ceklek .
Isna melepaskan tangan Morgan di pinggang nya dengan kasar lalu berjalan ke arah sofa di ikuti Morgan .
" Kau marah " Isna memicing kan matanya tajam sedangkan Morgan hanya memasang wajah biasanya saja .
" Kau marah " Isna mengulang kalimat nya membuat Morgan mengaguk " Apa tidak ada pertanyaan yang lain " Morgan menggeleng membuat Isna semakin kesal .
" Kau mengatakan menyukaiku sedang kan di luar sana masih banyak wanitamu ...."
" Mereka bukan wanita ku tapi mereka yang melempar diri ke ranjang ku dan aku membayar mereka " Ralat Morgan cepat .
" Apa itu artinya kamu juga akan membayar ku " Morgan menatap tajam Isna mengepalkan tangannya kuat .
" Kau ingin aku bayar " Tantang Morgan balik .
" Katakan berapa harga keperawanan mu, dan layani aku sampai aku membuang mu " Ucap Morgan emosi .
" Jangan berani menyentuhku,kamu sendiri yang mengatakan bukan jika ingin di bayar " Isna menatap tangan nya yang di tahan Morgan dengan mata yang berkaca-kaca karena sesak dan sakit .
__ADS_1
Melihat itu Morgan langsung memeluk Isna dengan erat sekalipun Isna memberontak dalam pelukannya .
" Jangan menangis aku tidak suka itu " Tangisan Isna pecah dalam pelukan Morgan
Hiks .....Hiks ...hiks .....
" Kamu sudah tahu aku Honey ,jika kami di ajarkan untuk tidak berbelas kasih pada siapa pun jadi jangan memancing aku mengatakan hal yang membuat mu sakit dan menangis " Isna memukul belakang Morgan dan dia membiarkan itu .
Saat merasa tenang Morgan melepaskan pelukannya lalu mencium kening Isna dengan lembut .
" Aku memang bukan pria yang baik ,aku bajingan bahkan lebih dari kata itu jika memang ada ..."
" Iya kamu Bajingan ,biadap ,gila, sinting,Bodoh,semuanya " Umpat Isna kesal sedangkan Morgan hanya diam saja
" Sudah " Isna hanya diam "Harus kamu ingat saat aku berhubungan dengan wanita lain ,aku hanya memakai Merkea sekali kecuali memang aku sudah tidak menemukan yang cocok baru aku memanggil mereka kembali ,lalu kamu apa aku melakukan nya hanya sekali !! Tidak bukan ? Kamu bukan hanya wanitaku tapi kamu calon istri ku dan ibu dari anak-anakku , aku akan meminta pada tuan Naufal karena aku tidak ingin yang kita lakukan kemarin ada hasilnya ,maaf aku melanggar janjiku tapi kamu masih tetap bekerja menjaga nona muda begitu juga aku, dan aku harap kamu bisa paham dengan pekerjaan ku yang mungkin akan jarang bersama mu " Isna menatap Morgan lekat membuat Morgan Tersenyum dan mengelus pipi nya yang masih ada sisa air matanya .
Bugh
" Honey " Pekik Morgan mengelus dadanya karena pukul Isna tidak main² mungkin wanita itu memakai kekuatan dalam .
" Ma-af aku hany ...."
" Ssst Sa-kit " Morgan memegang dadanya sambil menunduk Tersenyum .
" Ma-af bukan maksud...."
" Aawww "Isna menatap sekeliling nya sambil memegang tangan Morgan yang memegang dadanya .
" Maaf ,makanya jangan ganjen itu burung mu apa tidak bisa tahan sedikit untuk tidak keluar masuk sarang orang " Morgan menahan bibirnya dia harus berakting sebisa mungkin .
" Apa ada es batu, atau apa biar aku kompres " Otak Isna mendadak bingung .
" di elus honey " Isna menurut lalu membantu Morgan bersandar di sofa .
" Begini " Morgan mengaguk saat Isna mengelus dadanya ,bukannya tenang malah adik kecilnya merasa terganggu .
Shiiittt aku baru baikan sialan apa tidak bisa tahan sedikit sampai aku mengambil hatinya Umpat Morgan .
" Honey " Morgan membuka matanya menatap Isna yang juga menatapnya seketika perasan Isna tidak bisa tenang .
" Jangan macem Hhhmmmppp " Isna melototkan matanya tajam dan mendorong dada Morgan yang begitu berat .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Naufal dan Queen
Daniel dan Risna menjadi novel favorit kalian 🥰😘😘😘😘
like
koment
__ADS_1
vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟