
Naufal menatap ke arah pintu lalu melihat jam tangannya,setelah itu kembali menatap pria yang baju saja masuk .
" Sudah " Daniel mengaguk " Sudah tuan " Naufal berdecak kesal .
" Apa masalah mu sudah selesai " Tanya Naufal sinis lalu menatap Daniel dari atas sampai bawah
Di mana pria itu sudah berganti pakaian bahkan rambutnya juga basah .
" Seperti nya memang sudah selesai iya "
" Maafkan saya tuan " Naufal mendengus kesal " Pesan kan makanan aku sudah lapar " Daniel pun memesan makanan sesuai keinginan Naufal .
" Seperti nya berjalan lancar " Daniel mengaguk " Semua akan lancar jika sama² menikmati tuan " Jawabnya sambil tersenyum simpul .
" Bahkan kau mengabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menyelesaikan masalahmu dan mengabaikan kerjaan mu " Daniel hanya tersenyum .
" Alexa akan ke sini pesan kan dengan makanannya " Daniel mengaguk lalu menarik laptopnya .
" Kau sangat semangat " Daniel tertawa kecil .
Lalu kembali bekerja sambil menunggu pesanan mereka , sesekali dia tersenyum tak kalah mengingat kegiatan mereka pagii yang berakhir hampir memasuki waktu makan siang .
Bahkan dia membawa Risna melakukan beberapa gaya dari kamar mandi, sofa ,tempat tidur bahkan sampai Risna Bersandar di dinding kaca kamar pribadi Daniel .
Suara lenguhan dan ******* Risna membuat Daniel semakin menghujam Risna dengan kasar tapi menimbulkan kenikmatan yang membuat keduanya mengerang bersamaan
Bahkan Daniel tak membiarkan Risna istirahat sebentar hanya untuk bernapas,bahkan dia kembali menghentakan senjata nya di lahan sempit Risna seolah tidak ada lagi hari esok .
Dia membalas kan kekesalan nya karena semalam tidak memasuki lahan itu ,belum lagi kekesalan nya pada sang kekasih yang gampang membuat janji dengan seseorang .
Daniel Tersenyum puas saat melihat sang kekasih susah terkulai lemas karena ulahnya ,di mana Risna sudah mendapatkan pelepasannya beberapa kali sedangkan Daniel baru tiga kali .
" Buang pikiran kotor mu bajingan " Daniel menatap Naufal lalu tersenyum .
" Ilmu darimu sangat bermanfaat, bahkan aku tidak bisa berhenti " Naufal menggeleng saja .
Tok ...tok ...
" Masuk "
Ceklek.
Naufal Tersenyum tak kalah melihat sangat istri yang masuk dalam ruangan nya .
" Kenapa tidak langsung masuk " Tanya Naufal menghampiri sang istri.
" Aku kira ada tamu karena mas berteriak " Ujar Queen karena memang tadi dia sudah berada di luar .
" Aku berteriak padanya ,Cup " Ujarnya lalu mencium bibir Queen .
" Kenapa berteriak pada mas Daniel " tanya Queen .
" Karyawan serta asisten dan orang kepercayaan mu sedang berada di ruangan nya mungkin saja saat ini dia hanya menutupi tubuhnya dengan selimut " Queen langsung menatap Daniel .
" Berarti Risna sejak pagi di sini " Naufal mengaguk " Bahkan dia saja baru masuk di sini dan membiarkan pekerjaan terbengkalai " Cibir Naufal .
" Maniak " Cibir Queen .
__ADS_1
" Maaf Nona saya hanya mempraktekkan ilmu dari suami anda " Ujar Daniel .
" Mas " Naufal menggeleng " Dia sendiri yang bertanya jadi aku menjawab " Ujar Naufal tenang .
" Sama saja mas " Ujar Queen ,tapi Naufal membantah .
" Beda sayang ,kecuali aku yang memulai dan memanasi nya itu baru sama " Ujar Naufal .
" Tapi mas membuatnya penasaran " Balas Queen .
" Itu urusan nya kenapa penasaran, sekalipun tidak dia selalu mengajar Risna bahkan di rumahnya apa dia tidak takut jika orang tuanya tahu " Queen hanya menggeleng saja .
Tidak berselang lama pesanan makanan mereka datang, Daniel merapikan berkas yang di atas meja lalu menyingkirkan ke meja lain .
" Permisi dulu tuan ,saya ingin memanggil calon istri ku mengisi tenaga nya " Naufal hanya berdecak membuat Queen tersenyum .
" Makan yang banyak setelah ini kau akan sama dengan asistenmu itu " Queen menatap Naufal yang tersenyum padanya .
" Tadi pagi kan ...."
" Ini siang sayang ,makanan penutup " ujarnya lalu membungkam mulut Queen dengan lembut .
Naufal membawa Queen duduk di pangkuan nya menikmati menu pembuka sebelum memakan hidangan utama .
Queen pun tak ingin kalah sehingga dia membalas ciuman itu mengalungkan tangannya di leher sang suami .
Saat merasa ke duanya kehabisan pasokan udara mereka baru melepaskan ciuman panas itu ,Naufal menjatuhkan kepalanya di dada Queen yang semakin berisi .
" Aku ingin mengisap nya " Ujar Naufal lirih " Isi dulu tenaga " Bisik Queen lembut lalu turun Merapikan pakaian nya karena ulah sang suami .
Setelah selesai makan Naufal mengusir Daniel dan Risna secara kasar bukan lagi halus .
Karena dia tidak bisa menahan lagi,Daniel yang mengerti pun ke luar dari ruangan itu apa lagi Risna membutuhkan istirahat tapi karena harus makan siang dia terpaksa membangunkannya .
" Mau istirahat lagi " Risna mengagguk lalu masuk di ruangan istirahat Daniel .
" Abang mau ke mana " Tanya Risna saat melihat Daniel ikut masuk " Mau istirahat juga ,aku juga cape yank " Ujar Daniel lalu memeluk Risna .
"Aku hanya ingin istirahat , tapi aku tidak janji jika Tidak mengulangi nya "Lanjutnya lalu menutup pintu dengan kakinya dan membawa Risna ke atas tempat tidur .
" Abang ,aku cape " Keluh Risna ,Daniel membuka jas nya lalu menarik Risna untuk baring .
" Kalau cape pejamkan matamu " Ujar Daniel.
" Tapi nanti Abang ....."
" Aku tahu kamu cape jadi istirahat lah " Risna mengaguk lalu memeluk tubuh Daniel dengan erat .
" Sayang Kamu sudah telat " Risna menggaguk " Berapa hari " Tanya Daniel .
" 3 hari " Daniel Tersenyum " Apa dia sudah hadir " Tanya Daniel membawa tangannya mengelus perut Risna .
" Aku tidak tahu " Jawab Risna .
" Apa biasanya kamu telat seperti ini " Risna menggeleng " Tapi aku tidak merasakan papa ,yang seperti nona bos " Jawab Risna jujur .
" Aku yakin dia sudah tumbuh " Ujar Daniel percaya diri.
__ADS_1
" Sok tahu " Cibir Risna .
" Bukan sok tahu sayang, tapi perasaan seorang ayah itu kuat Lo " Ujar Daniel kekeh .
" Terserah Abang, aku mau tidur " Ujar Risna .
Apa benar kamu sudah hadir ?? Tapi apa pun itu kami menerima mu dengan seluruh hati kami. Batin Risna tersenyum .
Daniel memeluk erat tubuh Risna " Jika pun dia belum hadir aku akan membuatnya hadir ,tapi firasat ku dia sudah hadir apa perlu tes yank " Risna menggeleng " Biarkan seperti ini, aku tidak ingin membuat Abang kecewa begitu juga aku suatu saat pasti dia menampakan dirinya jika memang dia sudah hadir " Daniel mengaguk setuju lalu mencium kepala Risna dan mengusap punggung wanita itu dengan lembut .
Tidak jauh berbeda dengan di ruangan sebelah Daniel mereka baru mendapatkan pelepasan pertama sehingga membuat napas mereka berkejaran .
" Mas " Naufal menatap Queen yang masih memejamkan matanya " Kenapa hm ?? Apa Ade baik² saja " Queen mengaguk sambil merasakan sentuhan halus Naufal di pipinya .
" Kalau Ade sudah lahir aku mau anak kembar " Naufal melotot kan matanya tajam " Sayang ...."
" Masa aku kalah sama anak kecil itu ,aku tidak mau iya mas " Naufal semakin di buat bingung.
" Tapi yank ...."
" Pokoknya saat Ade sudah lahir, tidak akan memakai apa pun saat Ade umur 6 bulan ,mas harus sudah bisa membuatku hamil kembar karena Ade sudah MPASI " Kekeh Queen .
" Bukannya tadi kamu biasa saja " Queen berdecak .
" Sekalipun ,tapi aku tidak ingin kalah " Naufal menghela napas panjang " Sayang kamu dengar bukan kata mommy tadi " Queen mengaguk " Tapi tidak ada salahnya kan berusaha " Balas Queen .
" Baik ,setelah Ade lahir aku akan membuat mu kembali hamil dan menghajarmu tiap malam " Ujar Naufal serius .
" Terimakasih " Queen merapatkan tubuhnya memeluk tubuh Naufal .
" Sayang jangan terlalu erat, dada mu menyentuh kulitku " Ujar Naufal menahan napas .
" Istirahat dulu, nanti bangun aku yang bekerja " Naufal memegang kening sang istri " Tidak panas " Gumam Naufal .
PLak
" Aku sehat Mas " Naufal tertawa kecil " Ayo istirahat aku menunggu saat kamu bergoyang dengan liar di atasmu " Ujar Naufal sambil meremas bokong sintal Queen .
" Aku akan membuat mas menggeram kenikmatan nantinya " Naufal menggigit bahu Queen dengan pelan .
" Aku suka jika kamu bakal begini " Queen hanya tersenyum .
Lalu mereka saling berpelukan di bawah selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka .
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Dukung terus Naufal dan Queen
Daniel dan Risna
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1