Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
part 58(2)


__ADS_3

Tanpa Rehan duga ternyata kedua sahabatnya langsung ke apartemen tanpa membawa kedua wanita mereka membuat Rehan kaget .


Bahkan tidak sabarnya hampir saja penghuni apartemen lainnya ke luar memukul Arif dan Morgan ,kalau saja tidak ada Rosna dan Aurellia mungkin mereka akan langsung masuk tapi kedua sahabatnya masih memiliki etika yang seujung kuku .


Kini mereka duduk bertiga di sofa saling melempar tatapan tajam di temani Aurellia ,sedangkan Rosna memilih di kamar .


" Apa kamu tidak bisa menahannya ,bahkan Endang belum melahirkan " Ucap Arif kesal .


" Apa Aurellia tidak cukup ,bahkan Brad baru berumur 10 hari " Timpal Morgan .


Rehan menghela napas napas panjang menatap ke dua sahabatnya .


" Kenapa kalian menyalahkan aku " Lidah Arif dan Morgan berdecak .


" Aku juga tidak tahu kalau Rosna ingisi tahunya baru sekarang " Lanjut nya lagi .


" CK, tidak usah merasa bersalah kalau dalam hatimu bahagia " Rehan langsung tertawa .


" Harusnya kalian memberiku selamat " Ucap Rehan di sela tawanya .


" Lagian Aurellia sudah besar " Lanjutnya lagi .


" Tapi kenapa tidak menunggu Endang lahir dulu " Tanya Arif .


" Tanyakan itu pada tuhanmu " Lidah Arif berdecak.


" Terus mana Rosna " Tanya Morgan .


" Di kamar , seperti biasanya dia akan oleng " Jawab Rehan .


Ting....tong ....


" Kamu mengundang tamu " Rehan menggeleng lalu berdiri mendudukkan Aurellia di sofa " Makanan Rosna tidak memasak " Ucap Rehan .


" kalau begitu kami balik dulu " Ucap Arif mengikuti Rehan di belakang begitu juga Morgan .


" Apa kalian ke sini hanya untuk memastikan itu " Tanya Rehan menggeleng .


" itu karena mu mengirim foto lalu saat kami telepon kamu mengabaikan nya " Jawab Morgan .


Ceklek .


" Pesanan nya tuan " Ucap pengantar sambil menatap ke toga pria itu .


" Kami balik dulu iya " Rehan mengagguk " Dia yang memesan nya bukan kami " Ucap Arif ketus membuat pengantar Tersenyum kaku.


" Kau membuat nya takut " Arif hanya menaikan bahunya lalu pergi begitu juga Morgan .


" Makasih " Ucap Rehan .


" sama² tuan " Jawab pengantar lalu meninggalkan apartemen Rehan .


Tapi saat akan masuk dalam lift dia melihat Arif dan Morgan berdiri menatap nya.


Lalu dia menatap sekeliling nya berharap ada orang lain yang masuk selain dia .

__ADS_1


" Apa kau akan terus berdiri di situ " Tanya Morgan .


" Duluan saja tuan " Ucap nya terbata.


" Kami tidak akan memakanmu , kalau pun iya pasti daging mu alot " Ucap Arif .


" Cepat masuk, istri dan anak ku menungguku " Mau tidak mau pengantar itu akhirnya masuk .


Tuhan mohon perlindungan mu, semoga saya bisa selamat nanti nya tanpa kekurangan apa pun Batinnya dalam hati sambil memegang tas nya .


Dalam apartemen Rehan langsung menata makanan lalu memanggil Rosna ke kamar bersama sang putri .


Ceklek


" Lo sudah mandi " Rosna mengaguk " Apa mereka sudah pulang " Tanya Rosna sambil menyisir rambut nya .


' Iya barusan " Jawab Rehan .


" Apa sudah baikan,Cup " Rosna mengaguk


" Jangan tium ibu " Rehan hanya mengaguk Tersenyum lalu mencium Aurellia .


" Iya dia hanya milik Aurellia " Ucap Rosna jengah .


" Ayo makan dulu " Ucap Rehan .


" Apa makanannya sudah datang " Tanya Rosna merapikan meja riasnya .


" Iya ,ayo nanti sop iga nya dingin " Rosna mengaguk .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Apa Brad rewel " Isna menggeleng dia baru saja ***** " Jawab Isna .


" Boleh rasa tidak " Tanya Morgan sambil membuka kancing baju Isna .


" Punya Brad Babe ,jangan aneh-aneh " Isna menutup pakaian atasnya .


" Sedikit saja ,masa di bawah tidak bisa di atas juga tidak bisa " Ucap Morgan lesuh .


" Tapi ini punya Brad Babe " Ucap Isna .


" Hanya sedikit saja " Rayu Morgan lagi .


" Apa tidak bisa mengalah , hanya dua tahun " Morgan menggeleng membawa isna ke sofa lalu mendudukkan di sofa menghadap ke arahnya .


" Jangan kencang² iya " Morgan hanya mengaguk mengisap sekitaran dada Isna yang semakin kencang dan berisi .


" Ssssttt pelan " Morgan semakin kencang mengisap sumber makanan anaknya .


Dia tidak mau kalah pada anaknya ,bukannya sebelumnya itu miliknya Kenapa harus menahannya .


Morgan menarik pinggang Isna agar semakin menempel padanya .


" Babe Ssstttt " Morgan menurun bagian atas Isna mengisap bagian leher nya " Jangan Aahhhh " Morgan mengisap kecil kuping Isna tangan satunya tidak tinggal diam mengelus paha Isna .

__ADS_1


" Jangan ' Isna menahan tangan Morgan " Aku hanya bermain di sini " Morgan menyingkirkan tangan Isna lalu kembali mengusap paha Isna .


Arif yang baru pulang pun langsung di hadang sang istri yang sudah menunggu nya di sofa .


" Apa yang mas dapat " Tanya Endang menatap Arif .


" umpatan " Jawabnya memeluk Endang dengan erat .


" Apa sepenasaran itu " Tanya Endang .


" Salah kan dia, kenapa tidak mengangkat saat aku menelpon nya " Ucap Arif tidak ingin di salah kan .


" Iya mas paling benar " Ucap Endang .


" Pengen makan di luar" Ucap Endang .


"Mau makan apa " Tanya Arif mengelus perut Endang .


" Terserah " Jawab Endang .


"Aku malas kalau jawabannya terserah " Endang memukul pelan lengan Arif .


" Pengen makan nasi kebuli " Ucap Endang .


" Apa kau ingin pergi haji " Tanya Arif .


" Cepat aku lapar " Ucap Endang .


" kalau lapar kenapa tidak memesan saja , menyusahkan saja apa kau tidak tahu aku baru pulang " Endang tidak peduli langsung menarik tangan Arif .


" Kamu sudah tahu di mana tempat nya " Endang mengaguk " Awas saja kalau setelah makan kambing kepala mu pusing aku akan meninggalkan mu sana " Ucap Arif .


" Kan ada daging yang lain Mas " Jawab Endang .


" sok tau, Kamu itu hidup enak karena sudah dengan ku ' Endang hanya menaikan bahunya .


" Besok ke rumah Nada " Tanya Arif saat keduanya sudah berada di dalam lift .


" Iya sudah lama sekalian sama ayah ibu kalau sudah dekat lahiran belum tentu ke sana begitu juga setelah lahiran " Jawab Endang .


" Baiklah ,tapi saat sore saja iya karena pagi nya aku ada kerjaan " Endang mengaguk .


" Apa kerjaan mas banyak " Tanya Endang bertepatan dengan pintu lift terbuka .


" Seperti biasanya , tapi sekertaris ku bisa mengatasinya " jawab Arif ke luar dari lift .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘


Like


Koment


vote

__ADS_1


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2