Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
Part 63(2)


__ADS_3

" Gimana Mba sudah siap " Tanya Rosna menatap Endang kini mereka sudah berkumpul di apartemen Arif .


Karena besok Endang akan ke rumah sakit untuk melakukan SC seperti yang sudah di jadwal kan Amanda .


" Kalau siap sudah siap, tapi itu aku takut " Ucap Endang jujur .


" Kan nanti bius jadi tidak akan sakit " Jawab Isna .


" Tapi kalau bius nya sudah habis sakit kan " Tanya Endang .


" Kalau itu kurang tahu " Jawab Isna tersenyum .


" Kalau sakit itu pasti tapikan nanti sakitnya akan hilang sama kaya lahiran normal setelah itu sakitnya hilang " Jawab Rosna


" Entahlah aku jadi takut " Jawab Endang .


" Kan mas Arif temanin Mba " Endang menatap Arif yang sejak tadi memainkan ponsel nya .


" Mas " Arif mengalihkan pandangannya pada Endang " Mas temanin kan?? " Arif mengaguk lalu kembali menatap ponselnya .


" Mas lihat apa sih " Sungut Endang kesal, dengan polosnya Arif memperlihatkan layar ponsel nya .


" Selalunya " Cibir Endang ,tanpa rasa bersalah Arif malah mencium pipi kanan Endang .


" Enak iya jadi kamu, kalau itu aku sudah aku yakin ponselnya sudah berada di tempat sampah atau tidak terjun bebas " Ucap Rehan .


" Aku hanya melihat nya ,siapa suruh mereka mengunggah beginian aku kan punya mata " jawab Arif seadanya


" Kan kamu bisa memblok mereka " Timpal Morgan .


" Endang bilang tidak usah " Kedua pria itu menatap Endang " Kenapa " Tanya nya bersamaan .


" iya biarkan saja ,hanya foto bukan mas Arif hanya cuci mata !! Kalau pun dia tertarik pada mereka berarti itu pilihan nya dan kami akan pergi " Ucap nya tenang .


" Honey kamu harus ...."


" Apa " Potong Isna cepat .


" Tidak ,aku hanya bilang kamu harus sering menyadarkan aku nanti aku kaya Arif kan kami teman " Jawabnya Tersenyum .

__ADS_1


" Jangan macem-macem iya Ayah " Rehan mengagguk Tersenyum belum juga dia membuka suara ,Rosna sudah mengeluarkan ultimatum nya .


" Semua orang Beda , Kalau aku prinsipnya percaya sama Mas Arif itu saja dia pun melihat hanya di depan ku bahkan kadang kami melihat berdua !! Sekuat apa pun kita melarang jika memang mereka ingin bermain mereka akan melakukan bahkan mereka bisa melakukan lebih ,jadi biarkan saja semuanya kembali pada mereka karena semua yang mereka lakukan di luar sana akan ada timbal baliknya " Ucap Endang .


" Dengar itu " Ucap Arif memeluk Endang dengan erat .


" Tapi kan Mba dulu mas Rehan pemain " Ucap Rosna tidak setuju .


" Bukankah mereka sama " Tanya Endang " Tapi semua orang punya pendapat dan itu hanya menurut sudut pandang ku saja " Lanjutnya tersenyum .


Isna dan Rosna menatap suami mereka membuat Morgan dan Rehan salah tingkah.


" Apa Babe bisa di percaya " Morgan langsung mengaguk cepat .


" Kalau ayah " Rehan menatap Rosna " Tentu Sayang " Jawab bangga .


" Kami bukan pria pengecut yang mengingkari janji, kalau pun itu terjadi kami tidak akan sampai sekarang mengabdi pada keluarga Mateo semua itu karena kami memegang prinsip kami , kepercayaan " Ucap Arif .


" Seperti kata Endang tadi kalau pun kami ingin jika kami tidak tertarik bertelanjang pun kami tidak akan tertarik begitu juga sebaliknya sekalipun mereka tertutup kalau kami ingin bukan hal yang sulit untuk kami membaut mereka jadi milik kami , permainan kami sudah selesai bukan lagi masa nya jikapun kami ingin mungkin di saat kalian hamil kami hanya akan meminta anak tanpa menikahi kalian " Lanjutnya lagi .


" Kami di ajarkan jika sudah memutuskan sesuatu berarti selama nya akan seperti itu " Ucap Arif membuat Morgan dan Rehan mengaguk setuju .


" Pergerakan kami juga selalu di pantau Babe jangan pikir karena kami orang kepercayaan sesuka hati melakukan apa pun ,bahkan semua aktivitas kami selalu ada yang melaporkan pada mereka " Ucap Morgan .


"Cup ....cup ...maafkan ayah sayang maaf ....maaf " Ucap Morgan sambil menepuk pelan bokong Brad .


Jam 9 malam Rehan dan Morgan berpamitan pada pemilik apartemen itu ,mereka akan bertemu esok harinya di rumah sakit .


Arif membawa Endang ke kamar untuk istirahat tapi saat sampai di kamar Endang memilih melihat perlengkapan yang akan mereka bawa nanti .


" Mas apa ini sudah cukup " Tanya Endang .


" Aku juga tidak tahu sayang, kan ini pertama untuk kita juga " Jawab Arif mendekati istri nya .


" Kalau nanti ada yang ketinggalan nanti aku balik ambil " Lanjutnya.


" Semoga semuanya sudah " Ucap Endang lalu berdiri di bantu Arif .


Sesampainya mereka di tempat tidur Arif mengajak anaknya bercerita .

__ADS_1


" Tinggal besok setelah itu kita akan bertemu , Papa tidak sabar bertemu dengan mu ,bermain bersama " Ucap Arif depan perut Endang .


Lalu dia mensejajarkan tubuhnya dengan sang istri .


" Terimakasih sudah mau menerima pria yang penuh kekurangan ini, terimakasih sudah bertahan di samping ku ,Aku mencintaimu " Ucap Arif memeluk tubuh Endang yang berisi .


"Tumben " cibir Endang Tersenyum.


" Aaawwww Sakit mas " Arif melepaskan mulutnya dari pundak Endang " Biar saja , CUP " Jawabnya lalu mencium bekas gigitannya tadi .


" Mas " Arif mengaguk " Kenapa itu hari mas melakukan itu " Tanya Endang .


" marah " Jawabnya singkat " Karena ,aku kan tidak buat salah " Jawab Endang jujur .


" Kamu berbuat salah sayang ,siapa yang menyuruhmu jalan dengan pria lain " Endang menatap arif .


" Memang ada yang salah ,kan aku hanya di antar " Bela Endang yang masih menatap suaminya .


" Iya salah ,karena aku tidak suka " Jawab nya kesal .


" Kenapa tidak suka ,kami hanya teman " Jawab Endang lagi .


" Aku tidak suka Endang kamu bersama pria lain ,apa itu belum cukup " Ucap Arif emosi .


" kenapa tidak suka kan kita tidak ....'


" Punya ....Aku membantu mu karena aku memiliki itu paham " Jawabnya semakin emosi .


" Tapi kan ... Hhhmmmppp " Arif membungkam mulut Endang karena kesal dia selalu bertanya sekalipun dia sudah paham .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘😘


Jangan lupa mampir di novel yang lainnya 😘


Like


Koment

__ADS_1


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2