Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
part 64 (2)


__ADS_3

Endang terus menggegam tangan Arif tinggal menghitung beberapa menit lagi dia akan masuk ruangan operasi ,tapi sebelum itu dia sudah puasa selama 8 jam seperti anjuran Amanda dan 2 jam sebelum operasi Endang di perbolehkan untuk minum air .


" Selamat siang Non, tuan " Sapa perawat yang baru masuk dalam ruangan .


" Mas " Panggil Endang terbata " Semuanya akan baik² saja sayang " Ucap Arif lembut sambil mengelus tangan sang istri .


" Jangan tegang iya Non, kita akan melakukan yang terbaik kita sama² berdoa " Ucap perawat lembut.


Tidak berselang lama Amanda masuk ke dalam sambil tersenyum .


" Gimana " Tanya Amanda saat sudah di samping Endang .


" Takut Non " Jawab Endang Jujur


" Jangan takut biar semuanya lancar iya , bukannya sedikit lagi ketemu baby ? " Tanya Amanda lembut .


" Semuanya atau sebagian " Tanya Amanda menatap Arif .


" Sebagian saja Non " Jawab Arif menatap sang istri .


" Baiklah, Kita ke luar iya !! Jangan lupa baca doa " Ucap Amanda lembut .


Endang memejamkan matanya saat tempat tidurnya di dorong perawat tangannya terus menggegam tangan sang suami bahkan lebih erat lagi .


Saat di luar Rehan dan Morgan juga sudah berada di luar langsung mengikuti Arif .


" Maaf baru datang " Arif hanya mengaguk saja " Nanti setelah operasi mereka baru ke sini " Ucap Morgan .


" Iya tidak papa " Jawab Arif lembut .


" Kami tunggu di sini iya,semoga semuanya lancar " Ucap Rehan ,lalu dia menatap Endang " Jangan takut semangat " Ucap nya memberikan semangat pada Endang .


" Semangat " Ucap Morgan .


Kini mereka sudah berada di ruangan operasi ,suhu ruangan membuat Endang menggigil karena terlalu dingin menurut nya tapi sebelum itu perawat lebih dulu mengganti pakaiannya begitu juga arif


" Cuci tangan dulu " Ucap Amanda pada arif .


" Baik Non " Jawab Arif mengikuti perawat .


" Jangan takut " Endang hanya mengaguk saja sambil menatap ke atas .


Ayah, ibu , Nada doakan kakak iya semoga semuanya lancar Ucap Endang dalam hati .


" Maaf Non bisa menyamping " Ucap Perawat selaku asisten Amanda .

__ADS_1


" Boleh tunggu suami saya " Tanya Terbata .


"Bisa Non " Jawa perawat .


Tidak berselang lama Arif kembali dia sudah memakai masker dan pelindung kepala .


" Sudah bisa Non " Endang menggaguk pelan " Atau mau duduk Non biar nyaman " Tanya perawat .


" Gini saja Sus " Jawab Endang dia menghadap Suaminya " Kita mulai iya Non " Endang hanya diam saja memejamkan matanya.


" Silahkan Sus " Jawab Arif yang yerus memeluk dan mencium kening sang istri .


Endang sedikit kaget saat jarum suntik itu menembus kulit belakang nya .


" Semuanya akan baik² saja yank " Endang hanya diam saja .


setelah selesai perawat membalikkan posisi Endang yang secara perlahan badannya terasa mati sebagian .


Arif terus tersenyum pada Endang duduk di bagian kepala sang istri tanpa ingin tahu apa yang di lakukan dokter dan perawat pada istri dia percaya penuh pada Amanda dan tim nya sehingga dia hanya ingin menangkan sang istri .


" Jangan takut,Cup " Endang hanya menampilkan senyuman nya,dalam hatinya dia terus berdoa agar semuanya lancar .


Sedangkan Amanda dan perawat lainnya sudah siap melakukan operasi tapi sebelum itu mereka berdoa terlebih dahulu .


Di luar ruangan Rehan dan Morgan hanya bisa terdiam berdoa diam ,tidak berselang lama Henry datang bersama Jose membuat kedua pria itu langsung berdiri karena kaget .


" Apa operasi nya sudah di mulai " Tanya Jose .


" iya Tuan ,mungkin sudah di mulai " Jawab Morgan .


" Kenapa kalian tidak bilang jika Endang melakukan Operasi " Kedua pria itu langsung menelan ludahnya kasar lalu saling melirik .


" Maaf tuan ,Arif akan menelpon saat anaknya lahir " Ucap Rehan seadanya itu pun yang hanya terlintas di isi kepalanya .


Henry dan Jose langsung duduk di kursi di susul Rehan dan Morgan yang terus menatap ke arah pintu .


" Jika saja bukan Alister mengirimkan pesan aku tidak tahu, awas saja saat orang itu ke luar, aku sendiri akan membela perut nya menggantikan Amanda melakukan operasi " Rehan dan Morgan hanya terdiam .


Karenamu kami dapat masalah sialan Umpat Rehan pada Arif


Aku tidak akan memaafkan mu sialan. Umpat Morgan lagi .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Jika ingin tuan bisa melihat ke sini " Ucap seorang perawat .

__ADS_1


" Apa bisa " Tanya Arif " Bisa tuan " Arif berdiri tapi sebelum itu dia mencium kening sang istri .


Dia terus menggegam tangan istri sambil melihat Amanda yang terus bermain dengan pisau di perut Endang .


Sesekali selang kecil menyedot darah yang terus ke luar dari perut Endang akibat sayatan dari pisau kecil , Arif menatap sang istri yang hanya diam saja mungkin karena di bius sehingga tidak merasakan apa pun .


Arif kembali fokus dengan apa yang dilakukan Amanda tidak ada rasa takut ataupun jijik tapi sesekali dia meringis sambil melihat sang istri .


45 menit kemudian Arif dapat melihat Amanda mengeluarkan sang ajak setelah memecahkan ketubannya membuat ruangan itu di penuhi tangisan yang begitu keras .


Bibirnya tertarik ke atas dan langsung mencium kening sang istri yang juga sudah meneteskan air mata bahagianya .


" Terimakasih sayang, terimakasih kamu sudah berjuang untuk melahirkan anak kita terimakasih " Ucap Arif mencium seluruh wajah sang istri .


perawat langsung menerima bayi yang terus menangis setelah di gunting tali pusarnya .


" Maaf iya Non " Endang hany memberikan senyuman ,air matanya terus ke luar saat kulit nya bersentuhan dengan kulit yang begitu halus yang di penuhi darah dan gumpalan yang berwarna putih .


" Welcome baby Girl, Thank you for coming to complete our happiness " Ucap Arif mencium kepala sang anak yang di tutupi kain lalu mencium kening sang istri .


Di rasa cukup perawat kembali mengambil bayi mungil itu karena harus di bersihkan terlebih dahulu lalu di periksa .


setelah menyelesaikan tugasnya Amanda langsung melepaskan pakaian operasi nya mencuci tangannya sedangkan yang lainnya masih menyelesaikan pekerjaan menjahit kembali perut Endang .


" Sudah siapkan nama " Tanya Amanda yang sudah berada di samping Arif .


" Sudah Non " jawab Arif Tersenyum.


" Selamat iya akhirnya baby girl launching juga " Ucap Amanda Tersenyum .


" Terimakasih Non sudah membantu Endang " Ucap Arif tulus .


" Itu sudah tugasku " Jawab Amanda .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘


Like


Koment


vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


Entah author yang salah atau apa tapi author bingung 61 Sama 62 koh tidak ada 🙄🙄🙄🙄🙄


__ADS_2