
Sebulan sudah Queen berada jauh dari Naufal dan Eliza, Tapi dia sendiri bingung harus bagaimana .
Kini dia sudah duduk bersama Opa dan Oma di gazebo sambil menikmati angin Landon malam hari .
" Ada yang kamu pikirkan sayang " Tanya Oma Ellena lembut .
" Tidak ada Oma " Elak Queen tersenyum .
" Jika Tidak sanggup katakan biar Daddy mu mengurusnya " Ucap Daddy Radit.
" Queen baik² saja Opa " Ucap Queen dengan senyuman .
" Kami bukan orang luar ,kami keluarga mu kami tahu kamu baik² saja atau tidak " Ucap Daddy Radit.
" Queen hanya takut terulang lagi " Ujarnya sendu.
" Jika kamu takut kamu bisa akhiri !! Jangan hidup dalam bayangan perempuan itu , Opa mengajarkan kalian untuk tidak kalah tapi jika tidak di hargai tinggalkan " Ucap Daddy Radit tegas .
" Queen hanya takut kembali di sakiti Opa bukan karena wanita itu " Ucap Queen .
" Jika takut iya akhiri, kamu Tidak jelek dan Opa yakin banyak laki² di luaran sana yang lebih pantas dan mau menerima anakmu " Jawab Daddy Radit.
" Daddy "
" Apa ?? Dia takut kembali di sakiti dan kecewa lalu untuk apa bertahan " Ucap Daddy Radit.
" Semua rumah tangga pasti ada masalah nya cuma bagaimana cara kita menghadapinya !! Seperti kamu sayang memilih menjauh menenangkan pikiran Tapi ada juga yang memilih menyelesaikan karena tidak ingin selalu kepikiran contohnya mommy mu " Ujar mommy Ellena lembut .
" Ikuti kata hatimu,apa yang dia inginkan dan semoga itu yang terbaik untuk kalian serta anak kalian " Lanjutnya lagi .
" Iya Oma " jawab Queen .
" Perutmu semakin besar kamu tidak mungkin bersembunyi terus , begitu juga Eliza kamu lebih tahu anak centil itu seperti apa " Ucap Daddy Radit membuat Queen Tersenyum.
" Anak Queen tidak centil Opa " Bantah Queen .
" Lalu apa namanya kalau setiap melihat pria tampan selalu tersenyum sendiri ,orang gila " Queen memanyunkan bibirnya kesal .
" Dia hanya kagum Opa " Ujar Queen.
" Apa ada orang kagum seperti nya " Queen hanya tersenyum kuda begitu juga mommy Ellena.
Mereka bingung sendiri kenapa Eliza begitu mengagumi para pria di keluarga Mateo , memikirkan saja membuat Queen merindukan anak itu .
" Jadi rindu apa yang sedang dia lakukan " Tanya Queen .
" Anak itu susah di tebak " Ujar Daddy Radit membuat Queen tertawa kecil .
Sedangkan di Indonesia Eliza sedang membujuk Isna untuk menemaninya ke taman .
Kebetulan mereka melewati taman sepulang sekolah sehingga anak itu memberhentikan mobil secara mendadak .
" Kita izin ayah dulu iya non, takutnya ayah non menunggu " Jawab Isna .
"Iya mba Isna " Isna langsung menelpon Naufal meminta izin .
Sedangkan gadis centil itu sedang membuka pakaian dan mengganti nya dengan pakaian yang sudah di bawa .
" Maaf tuan mengganggu waktunya ,nona muda ingin bermain sebentar di taman baru ke perusahaan " Ucap Isna saat sudah tersambung .
" Pengawal ada " Tanya Naufal .
" Ada tuan " Jawab Isna .
__ADS_1
" Berikan padanya " Isna langsung memberikan pada Eliza .
" Ayah boleh kan " Tanya Eliza to the poin .
Sedangkan Isna membantu Eliza melanjutkan memakaikan pakaian nya .
" Jangan terlalu jauh mainnya, ayah tunggu makan siang di kantor " Ujar Naufal.
" Iya ayah , terimakasih " Jawab Eliza .
" hati² ,dengar kata mba Isna jangan membantah " Naufal menekan ucapan.
" Siapa tuan Naufal " Ujar Eliza membuat Naufal tertawa kecil .
" Iya sudah ayah lanjut kerja lagi iya " Ucap Naufal .
" Love you ayah " Ucap Eliza .
" Love you more " Balas Naufal lalu menutup panggilannya .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Kini Eliza dan Isna sedang duduk di taman sambil memperhatikan anak² yang bermain .
Sekalipun ini bukan weekend tapi banyak juga anak² yang bermain ,umur mereka tidak jauh berbeda dengannya .
" Mba Isna boleh main dengan Kaka itu " Tunjuk Eliza pada anak laki² yang sedang bermain bola .
" Zaza mau " Eliza mengaguk, Isna membawa Eliza mendekati anak itu yang juga duduk bersama ibunya .
" Maaf nyonya, bisa gabung " Ujar Isna lembut .
" Ah silahkan " Jawab wanita itu .
" Aunty bisa Zaza main bersamanya " Izin Eliza sopan .
" Ayo nak ,bagi sama temannya " Lanjutnya lagi pada sang anak .
" Iya Ma, ayo " Jawabnya lalu menarik tangan Eliza bermain bersama Eliza .
" Berapa usia anaknya mba " Tanya wanita itu .
" Itu anak majikan saja nyonya " Jawab Isna tersenyum.
" Ah maaf ,saya kira anak nya mba " Ucapnya sungkan .
" Tidak papa nyonya " Jawab Isna .
" Apa kalian tinggal di dekat sini juga " Tanya wanita itu .
" Tidak ,kami nyonya ..."
" Panggil ibu saja " Isna mengagukan kepalanya " Tadi kami hanya lewat tapi nona Eliza ingin singgah sebentar " Jawab Isna .
"Seperti nya dia jarang main di luar iya mba " Tanya wanita itu .
" Iya Bu, kecuali weekend karena dia sekolah " Ucap Isna sambil memperhatikan Eliza yang sedang bermain .
" Umurnya sudah berapa mba ,koh sudah sekolah " Tanya wanita itu kaget .
" 4 tahun Bu " Jawab Isna .
" Orang kaya memang beda iya" Wanita itu tersenyum begitu juga Isna .
__ADS_1
Lalu mereka kembali terdiam sambil memperhatikan Eliza dan temannya bermain bola sambil lari² .
Sampai akhirnya Eliza datang mendekati mereka dengan keringat yang bercucuran .
" Mba Isna haus " Ujar Eliza dengan napas yang ngos-ngosan .
" Tunggu mba ambilkan iya " Eliza mengaguk ,tapi belum juga Isna berdiri pengawal sudah membawakan minuman untuk Eliza .
" Makasih" Ucap Eliza .
"Iya nona muda " Jawab pengawal lalu meninggalkan mereka menjaga dari jarak aman .
" apa dia ayah Liza " Tanya pria kecil itu yang mungkin lebih tua dari Eliza .
" Bukan ,itu pengawal Zaza Opa yang berikan " Ujar Eliza .
" Mau minum " Eliza mengerahkan botol minumnya pada anak kecil itu .
" Terimakasih " Ucapnya sambil menerima botol itu .
"Sudah mainnya iya non " Ujar Isna .
" Apa ayah sudah menelpon " Tanya Eliza .
" Belum non ,tapi sebentar lagi sudah waktunya makan siang " Jawab Isna lembut .
" Aunty bisa minta no telepon nya ,nanti kalau Zaza mau main ke sini lagi Zaza telepon " Ujar Eliza menatap wanita itu .
"Iya boleh nak " Isna langsung mengeluarkan hp nya menulis nomor wanita itu .
" Nanti kita ketemu lagi iya " Ujar Eliza menatap anak laki² itu .
" Hati² " Ucap nya .
" By kak Zian " Ujar Eliza sambil melambaikan tangannya .
" By Liza " Jawab Zian juga melambai kan tangannya .
Isna menggendong Eliza sambil menuju mobil akan kecil itu bercerita sambil tertawa kecil .
Sedangkan di di ujung jalan seseorang sedang tersenyum jahat ,bukan kah ini kesempatan nya tidak sia² dia datang ke sini yang ingin menangkan pikirannya
" Mati lah kamu anak sialan " Umpat orang itu lalu menghidupkan sepeda motor yang entahlah motor siapa .
Dengan kecepatan tinggi dia membawa sepeda motor itu mengarah ke arah Eliza dan Isna .
" Nona muda " Pekik pengawal lalu berlari ke arah Eliza dan Isna yang tidak tahu menahu .
Hingga motor itu menabrak tubuh Isna sehingga membuat ke duanya jatuh
BRAK .
"Nona muda, Liza " Pekik mereka ,Zian langsung mendekati Eliza yang sudah tidak sadarkan diri begitu juga Isna .
Pengawal langsung membawa Isna dan Eliza ke rumah sakit, sedangkan pengendara motor di urus yang lainnya karena dia juga terjatuh .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
DUKUNG TERUS NAUFAL DAN QUEEN
LIKE
KOMENT
__ADS_1
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘😘